Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PELATIHAN KELOMPOK SANDIWARA DAN PEMANTAPAN MANAJEMEN KELOMPOK DI KELURAHAN GANTING PADANGPANJANG, SUMATERA BARAT Alamo, Enrico; Susanti, Desi; Saaduddin, Saaduddin
Batoboh: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): Batoboh: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v3i1.377

Abstract

Ganting Kenagarian Ekor Lubuk Padang Panjang Timur dulunya memiliki kelompok sandiwara yang ditemukan pentasnya pada acara pemuda maupun hajatan kampung, sayangnya kelompok sandiwara ini tidak aktif lagi bahkan tidak terdengar dalam bentuk grup. Faktor utama yang melatari hilangnya kesenian sandiwara ini karena minimnya pengetahuan dan pengkaderan anggota. Beberapa wawancara yang dilakukan, ada kerinduan pada kelompok sandiwara ini, agar kelompok sandiwara tersebut dapat tumbuh dan berkembang kembali. Pelaku sandiwara di kelurahan Ganting saat ini sebagian besar berusia 50-70 tahun. Menjawab hal ini diperlukan pelatihan-pelatihan sandiwara meliputi manajemen maupun artistik yang diharapkan dapat menyesuaikan pada zaman masa sekarang.
ANALISIS BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA PERTUNJUKAN TEATER TANAH IBU SUTRADARA SYUHENDRI Saaduddin, Saaduddin
Ekspresi Seni Vol 18, No 1 (2016): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1482.125 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v18i1.83

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan secara deskriptif struktur dari lakon teater Tanah Ibu, sutradara Syuhendri dari Sumatera Barat yang berguna untuk menemukan fungsi dan makna pertunjukan. Penjelasan deskriptif meliputi: pertama, yang berkaitan dengan struktur yang meliputi aspek ruang, waktu, suasana, dan alur. Kedua, fungsi dan makna dari pertunjukan teater Tanah Ibu. Berdasarkan hasil analisis terhadap data ditarik kesimpulan, bahwa fungsi dan makna teater Tanah Ibu memiliki suatu relasi terhadap kebudayaan Minangkabau yang merupakan bentuk dialektika terhadap budaya merantau.
Fungsi Sandiwara Amal Di Masyarakat Desa Pulau Belimbing, Kec Bangkinang Barat, Kab Kampar Provinsi Riau Hasan, Hasan; Saaduddin, Saaduddin
Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.867 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i1.25

Abstract

Sandiwara Amal merupakan bentuk pertunjukan teater yang hidup di tengah masyarakat Desa Pulau Belimbing, Kecamatan Bangkinang Barat, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sebagai teater Rakyat yang hadir pasca kemerdekaan Republik   Indonesia,   kesenian   ini  terus  dipertunjukkan   sebagai   bagian  dari kehidupan  masyarakat   Desa  tersebut.  Sebagai  media  pertemuan   masyarakat pasca  perayaan  Idul  Fitri  maupun  dalam  kegiatan  sosial,  kesenian  ini  diteliti untuk menemukan fungsi dari pertunjukan tersebut. Penelitian ini penulis telaah dalam kontek fungsi sosial, merujuk pada pemikiran Talcot Parsons yang dilihat dari proses sosial dikehidupan  masayarakat  sebagai  bentuk makna,  simbol  dan informasi. Menggunakan data kualitatif, penelitian ini dianalisis secara deskriptif.
REINTERPRETASI DRAMATURGI LAKON KEBUN CERI KARYA ANTON P CHEKHOV TERJEMAHAN ASRUL SANI Fitri, Yuliana; Saaduddin, Saaduddin
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2018): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v4i2.529

Abstract

Dramaturgi lakon Kebun Ceri karya Anton P Chekhov terjemahan Asrul Sani merupakan reinterpretasi terhadap lakon realisme untuk mewujudkan tafsir terhadap dramatik panggung, dikaitkan dengan latar kebudayaan lakon sebagai kontribusi pemahaman lebih terhadap kehidupan politik, sosial dan ekonomi masyarakat Rusia. Perancangan dramaturgi diimplementasikan melalui rancangan penokohan sebagai acuan memperkuat dramatik panggung pada lakon yang terbagi dari;  rancangan adegan, pemeranan, kostum dan rias. Kerja dramaturgi mengacu kepada penggambaran artistik dan musik yang realistik disesuaikan dengan penafsiran terhadap lakon aliran realisme.
TEATER TANAH IBU: MATRILINEAL DAN KUASA IDEOLOGI KAUM PEREMPUAN MINANGKABAU -, Saaduddin
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 8, No 3 (2013)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.997 KB) | DOI: 10.33153/dewaruci.v8i3.1131

Abstract

theatre performance contains various ideologies that are promoted by the director as a choice of his workmanship. Thisideology can be seen in the relationship between the text of the script and the performance text. In Teater Tanah Ibu, a workby director Syuhendri, the background of Minangkabau culture is used as the centre of development for the dramatic elementsof the performance that are generated by the role of the women in the performance, and as such, the messages conveyed are fullof the ideology and the message of women’s resistance to the hegemony of Minangkabau men. This paper uses a multidisciplinaryapproach and aims to outline: (1) the process of creating Teater Tanah Ibu and (2) the form of women’s ideologyfound in Teater Tanah Ibu. The observation showed that the ideology of Minangkabau women in Teater Tanah Ibu was bornas the dialectic of women in understanding a migrant culture that reflects women’s ideology.Keywords: Teater Tanah Ibu, Ideology, Women
PERTUNJUKAN TEATER EKSPERIMENTAL HUHH HAHH HIHH: SEBUAH KOLABORASI TEATER TARI Saaduddin, Saaduddin; Novalinda, Sherli
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1738.501 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i1.128

Abstract

Pertunjukan teater berjudul   Huhh..Hahh..Hihh. berangkat dari dua rumusan penting, yakni: (1) Bagaimana mewujudkan pertunjukan Huhh..Hahh..Hihh. melalui kerja kolaborasi teater dan tari?; dan (2) Bagaimana pengkarya mampu memberikan penekanan bentuk eksperimental dengan mengangkat issu zat aditif dalam keseharian kita sebagai sumber penciptaan pertunjukan? Karya ini digarap dengan menghadirkan unsur  teaterikal, tari dan performance art sebagai spektakel di atas panggung. Aspek visual pertunjukan dibangun dengan bentuk pemanggungan yang simbolis
KAJIAN DAERAH RAWAN GEMPA DI BULUKUMBA, SULAWESI SELATAN Massinai, Muhammad Altin; Saaduddin, Saaduddin; Massinai, Muhammad Fawzy Ismullah
JURNAL GEOCELEBES Vol. 1 No. 1: April 2017
Publisher : Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/geocelebes.v1i1.1778

Abstract

AbstrakKajian terhadap daerah rawan bencana kegempaan dan tsunami di Kabupaten Bulukumba dilatarbelakangi oleh kondisi struktur geologi dan geomorfologi di daerah tersebut. Keberadaan satuan batuan yang menyusun geomorfologi Bulukumba mempunyai dimensi yang berbeda-beda. Batuan tertua berumur Miosen tengah (Bedrock) berada pada pemekaran dasar laut Teluk Bone sementara batuan termuda berumur Plistosen berada pada sesar Walanae di daratan Bulukumba (Formasi Lompobattang). Hal ini menandakan sistem tektonik yang bekerja tidak selalu sama. Struktur geologi di daerah ini menyebabkan kondisi yang tidak stabil. Ketidakstabilan ini mengancam keberadaan daerah dan masyarakat Bulukumba. Metoda analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah deduksi probabilistik dengan pendekatan dedukto-hipotetiko-verifikatif..Data primer diperoleh melalui survei lapangan, sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui penelusuran literatur kepustakaan. Analisis data menggunakan analisis statistik sederhana. Berdasarkan perhitungan parameter kewaspadaan diperoleh tingkat pengetahuan kegempaan dan tsunami masyarakat di Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba rata-rata bernilai 5,44 berkategori sedang. Tingkat sikap rata-rata bernilai 71,19 berkategori tinggi, sedang tingkat kesiapsiagaan bernilai 49,17 berkategori kurang siap.Kata Kunci: Kegempaan, tsunami, struktur geologi, geomorfologi, analisis statistik.AbstractThis study at tsunami and earthquake of the Bulukumba region by considering the geological and geomorphological condition of the area as the background. The geomorphology of Bulukumba region is formed by various lithologies. The oldest rock of Middle Miocene is found at Teluk Bone Sea floor spreading while the newest one of the Plistocene (Lompobattang Formation) is found at Walenae fault (Bulukumba terrain). This fact indicates the existence of different tectonic system in the area. Inevitably, the geological structure causes instability at its region. The instability becomes a serious threat to the peoples of Bulukumba region. The method used for data analysis in this study is the deductive-probabilistic method with a hipothetic-verificational approch. Two method of data retrieval have been used ie, the field survey of the area (questionnaire method), and the literatures collection. The standard statistical analysis is used to test the data. The calculation of the vigilance parameter has shown that the arverage tsunami and earthquake level of students knowled in the Rilau Ale district is average 54,4 (moderate category). The level of attitude is average 71,19 (high category), while the level of preparedness is worth 49,17 (poorly prepared category).Keywords : Earthquake, Tsunami, geological structure, geomorphology, statistical
PENCIPTAAN FILM FIKSI “DIBALIK SUNGAI ULAR” MENGGUNAKAN ALUR NON-LINEAR Wahyuni, Sri; Darma, Surya; Saaduddin, Saaduddin
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 10, No 1 (2021): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v10i1.22018

Abstract

The fictional film "Behind the Snake River" is presented with a small child and his family's theme. As the main character who is innocent can reach the deepest emotions, the relationship between the characters as the driving force of the plot becomes the focus of this film with the application of a non-linear plot in directing. This pattern manipulates the time sequence of events by changing the sequence of the plots so that the causality relationship is unclear. The purpose of using a non-linear plot approach is to attract the eye of the audience to continue watching this film until it's finished. The method used in the creation of the film "Behind the Snake River" starts with Pre Production starting from (developing ideas/ideas, collecting data from literature studies, interviews, observation, documentation, film production and post-production (editing/finishing). The results of the application of the non-linear plot in the film "Behind the Snake River" are in all aspects of the film-forming from the narrative (script), cinematic (use of handheld cameras), mise-en-scene (background, costumes, and makeup, lighting and actors and movements) to the editing process uses the jump cut method The use of a non-linear plot approach makes the spectacle interesting and forces the audience to follow the film until the end.Keywords: fiction film, method, audience.AbstrakFilm fiksi “Dibalik Sungai Ular” disajikan dengan mengusung tema tentang  seorang anak kecil dan keluarganya. Sebagai karakter utama yang polos dapat menjangkau emosi terdalam, maka hubungan antar tokoh  sebagai penggerak alur menjadi fokus film ini dengan penerapan alur nonlinear dalam penyutradaraan. Pola ini memanipulasi urutan waktu kejadian dengan mengubah urutan plotnya sehingga membuat hubungan kausalitas menjadi tidak jelas. Tujuan digunakannya pendekatan alur nonlinear agar menarik mata penonton untuk tetap menyaksikan film ini hingga selesai. Metode  yang  digunakan  dalam  penciptaan  film  “Dibalik  Sungai  Ular”  yaitu dimulai dari  Pra  Produksi yang  dimulai  dari  (pengembangan  ide/gagasan, pengumpulan  data  dari  hasil  studi  pustaka, wawancara, observasi, dokumentasi, produksi film dan pasca-produksi (editing/finishing). Hasil penerapan alur nonlinear pada film “Dibalik Sungai Ular” berada pada seluruh aspek pembentuk film mulai dari naratif (naskah),  sinematik (penggunaan kamera handheald), mise-en-scene (latar, kostum dan makeup, pencahayaan dan pemain dan pergerakannya) hingga proses penyuntingan yang menggunakan metode jump cut. Penggunaan pendekatan alur nonlinear menjadikan tontonan yang menarik dan memaksa penonton untuk mengikuti film hingga akhir.Kata Kunci: film fiksi, metode, penonton. Authors: Sri Wahyuni : Universitas Potensi UtamaSurya Darma : Universitas Potensi UtamaSaaduddin : Institut Seni Indonesia Padangpanjang References: Alfathoni, M. A. M. (2019). Mise En Scene dalam Film Lamaran Sutradara Monty Tiwa. PROPORSI: Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif, 1(2), 165-178.Sugiharti, A. (2016). PERANCANGAN BUKU MENGENAL DUNIA SENI RUPA UNTUK ANAK USIA DINI (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).Andhika, Y. L. (2018). Film Bagurau; Representasi Citra Perempuan Minangkabau. Ekspresi Seni, 20(1), 56. https://doi.org/10.26887/ekse.v20i1.387.Cheng, T. (2014). Public Relations and Promotion in Film: How It’s Done and Why It’s Important. _______ : ________ .Darmawan, H., & Pramayoza, D. (2020). Abstrak. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 09(1), 138–144. https://doi.org/10.24114/gr.v9i1.18359.Ediantes, E. (2016). Ritual Sebagai Sumber Penciptaan Film Basafa Di Ulakan. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 18(1), 20-38.Mawar Kembaren, M., Azharie Nasution, A., & Husnan Lubis, M. (2020). Cerita Rakyat Melayu Sumatra Utara Berupa Mitos dan Legenda Dalam Membentuk kearifan Lokal Masyarakat. Rumpun Jurnal Persuratan Melayu, 8(1), 1–12. http://rumpunjurnal.com/jurnal/index.php/rumpun/article/view/117.Peransi, D. A. (2005). Film/media/seni. Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta.Pertiwi, G., & Yusril, Y. (2019). Penciptaan Film Fiksi “Siriah Jadi Karakok” Dengan Fenomena Lesbian Di Sumatera Barat. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 8(1), 192. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.13140.Pratista, H. (2008). Memahami film. _______: Homerian Pustaka.Si, N., Lajang, P., Cinta, C., Eks, P., Lajang, P., &Utami, K. A. Y. U. (2017). UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. 1–22.Sugiyono, P. (2011). Metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alpabeta. 
KAJIAN STRUKTUR DAN TEKSTUR DRAMATIK NANDAI BATEBA RADEN BUNGSU KAB.BENGKULU SELATAN Handayani, Lusi; Saaduddin, Saaduddin; Herwanfakhrizal, Herwanfakhrizal
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.764

Abstract

Nandai Bateba merupakan teater tutur yang berkembang di dusun dalam Desa Pajar Bulan Kabupaten Bengkulu Selatan. Pertunjukan Teater Tutur Nandai Bateba menjadi tradisi penghibur setelah hari ke tujuh kematian, dipertunjukan untuk menghibur keluarga yang mendapatkan musibah agar tidak larut dalam kesedihan. Teater tutur ini dipertunjukan oleh seorang Juru Nandai (penutur) dengan bentuk dilagukan/ ditembangkan serta dialog dan lakuan secara spontan tanpa menyiapkan skenario tertulis.Teater tutur Nandai Bateba Raden Bungsu merupakan sebuah pertunjukan lakon atau cerita dari Teater tutur yang dimaksud seni pertunjukan. Teater tutur Nandai Bateba Raden Bungsu sebagai pusat penelitian yang dilaksanakan menggunakan metode kualitatif, dalam bentuk deskriptif analisis serta didudukan menganalisis struktur dan tekstur pertunjukan terutama enam nilai dramatik; alur, karakter, tema, dialog, mood (rhythm), dan spektakel. Sesuai dengan teori Kernodle dan Portia Kernodle.
PARABOLIC DRAMA: PENYANGKALAN TEORETIK TERHADAP TEATER ABSURD Susandro, Susandro; H, Afrizal; Saaduddin, Saaduddin; Suisno, Edy
Melayu Arts and Performance Journal Vol 3, No 1 (2020): Melayu Art and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v3i1.1342

Abstract

ABSTRACTSamuel Beckett's Waiting for Godot is one of the dramas that Martin Esslin calls the Absurd Theater. Furthermore, For Esslin, Theater of the Absurd is not only a term but a theater theory to know conventions and understand the meaning of a drama. In this way, Esslin puts the Absurd Theater into the trajectory of the development of the world's theater arts style, as well as leading the reader or audience to a perception that the life or routine that humans live in is meaningless, pointless and futile. However, the Theater of the Absurd, in the view of Michael Y. Bennett, a term that is supported by unstructured and abstract concepts. Therefore, it is necessary to develop an alternative, a term which he calls Parabolic Drama. A more structured term in understanding Waiting for Godot and other dramas that contain parallel philosophical values. This article tries to explain the dialectic of the two theater theories above, the extent to which they can bind one drama and encompass another drama. ABSTRAKWaiting for Godot karya Samuel Beckett merupakan salah satu drama yang disebut dengan istilah Teater Absurd oleh Martin Esslin. Lebih jauh, Bagi Esslin, Teater Absurd tidak hanya suatu istilah melainkan teori teater untuk mengetahui konvensi serta memahami makna suatu drama. Dengan begitu, Esslin menempatkan Teater Absurd ke dalam lintasan perkembangan gaya seni teater dunia, sekaligus menggiring pembaca atau penonton pada suatu persepsi bahwa kehidupan atau rutinitas yang dijalani manusia tidaklah bermakna, tidak ada tujuan dan sia-sia. Namun, Teater Absurd, menurut pandangan Michael Y. Bennett, istilah yang didukung oleh konsep-konsep yang tidak terstruktur serta abstrak. Oleh karena itu, perlu dibangun suatu alternatif,istilah yang disebutnya dengan Parabolic Drama.Istilah yang lebih terstruktur dalam memahami Waiting for Godotserta drama lain yang mengandung nilai filosofis yang sejajar.Artikel ini mencoba memaparkandialektika kedua teoriteater di atas,sejauh mana keduanya dapat mengikat suatu drama dan melingkupi drama lainnya.