Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Hubungan Proses Pembelajaran Dengan Kepuasan Mahasiswa Menggunakan Logika Fuzzy Widaningrum, Ida
Scientific Journal of Informatics Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v2i1.4532

Abstract

Proses belajar mengajar dalam suatu perkuliahan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh dosen dalam melaksanakan salah satu tridharmanya yaitu pengajaran. Hal ini memerlukan interaksi aktif dari kedua belah pihak yaitu dosen dan mahasiswa, sehingga pada akhirnya mahasiswa akan dapat mengerti apa yang disampaikan dan membuka wawasan tentang materi tersebut. Analisis hubungan proses pembelajaran dengan kepuasan mahasiswa bertujuan untuk menentukan seberapa besar faktor-faktor penilaian mahasiswa tentang proses pembelajaran diantaranya tentang mengerti tidaknya materi yang disampaikan, kesesuai target, implementasi, peningkatan wawasan dan keahlian, proses interaksi, tanya jawab atau diskusi, efektivitas waktu perkuliahan, motivasi untuk meningkatkan ilmu/pemahaman, dan nilai yang diperoleh untuk mata kuliah tersebut terhadap kepuasan mahasiswa menggunakan logika fuzzy. Logika fuzzy digunakan karena memiliki keunikan dalam hal kemampuannya mengolah data yang bersifat linguistik. Tidak seperti metode logika klasik yang memerlukan pemahaman mendalam tentang sistem, persamaan matematis dan ketepatan nilai numeris, logika fuzzy menggabungkan berbagai macam cara berfikir yang memungkinkan pemodelan system kompleks berdasarkan pengetahuan dan pengalaman manusia. Logika fuzzy memberikan cara sederhana untuk menentukan suatu kesimpulan dari informasi yang tidak jelas, ambigu (bermakna ganda) dan tidak tepat (presisi). Kinerja fuzzy menyerupai cara manusia membuat keputusan berdasarkan pendekatan data yang diketahui kemudian menentukan solusinya.
Sistem Informasi Persebaran Penyakit Demam Berdarah di Kota Madiun Menggunakan Algoritma K-Means Gita Lely Endika Putri; Ida Widaningrum; Dyah Mustikasari
Jurnal Informatika Universitas Pamulang Vol 6, No 4 (2021): JURNAL INFORMATIKA UNIVERSITAS PAMULANG
Publisher : Teknik Informatika Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/informatika.v6i4.12791

Abstract

One type of disease that often causes extraordinary events (KLB) in Indonesia is dengue fever. This also happened in Madiun City, one of the areas where the spread of Dengue Fever has consistently grown rapidly. Information obtained from the Madiun City Health and Family Planning Office from 2013 to 2020 shows that in 2020 there was a remarkable increase after experiencing a decline in 2017. The process of direct socialization to the community is still difficult, and there is no web-based mapping of the spread of dengue fever in Madiun. Therefore, this study builds a web-based geographic information system for the spread of dengue fever using PHP and SQL. It is hoped that this geographic information system can help related parties to make it easier to convey information about the spread of dengue fever, especially within the Madiun City area, and as an effort to anticipate the expansion of its distribution area. The identification of regional groups in this system is divided into categories, namely Endemic, Sporadic, Potential, and Free. Grouping, using clustering method based on K-Means logic. The result is that the geographic information system can display a map of the distribution of dengue fever in Madiun City. There is one kelurahan with Potential status, 14 kelurahan with Sporadic status, and 12 kelurahan with Endemic status.
APLIKASI MUSICROID SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SENI MUSIK BERBASIS ANDROID Purwanto, Adi; Widaningrum, Ida; Fitri, Khoiru Nur
Khazanah Informatika Vol. 5 No. 1 June 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/khif.v5i1.7772

Abstract

Musik merupakan salah satu cabang seni yang telah lama ada di dunia. Musik membuat hidup ini semakin berwarna, kemanapun dan dimanapun tanpa kita sadari berdampingan dengan musik.­ Penelitian ini tentang media pembelajaran yang menarik untuk pembelajaran seni musik, terutama guitar dan piano untuk membantu siswa yang kesulitan memahami konsep chord dan cara memainkannya. Chord Theory perlu dipahami siswa karena menjadi dasar permainan alat musik. Penelitian ini menggunakan model ADDIE, yang meliputi 5 tahapan yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation dan  Evaluation. Pengembangan media pembelajaran seni musik ini disebut ?Musicroid?. Musicroid menggunakan sistem Android yang saat ini dikenal sebagai sistem operasi Open Source. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan software Android Studio yang didukung dengan pemrograman bahasa Java. Hasil yang diperoleh dari hasil uji validasi ahli materi dengan nilai 4,6 dan ahli media dengan nilai 4,3 termasuk kategori sangat layak. Uji kelayakan faktor usability memperoleh nilai 5,8, dikategorikan sangat layak sebagai media pembelajaran musik.
ANALISIS HUBUNGAN PROSES PEMBELAJARAN DENGAN KEPUASAN MAHASISWA MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY Widaningrum, Ida
Scientific Journal of Informatics Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v2i1.4532

Abstract

Proses belajar mengajar dalam suatu perkuliahan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh dosen dalam melaksanakan salah satu tridharmanya yaitu pengajaran. Hal ini memerlukan interaksi aktif dari kedua belah pihak yaitu dosen dan mahasiswa, sehingga pada akhirnya mahasiswa akan dapat mengerti apa yang disampaikan dan membuka wawasan tentang materi tersebut. Analisis hubungan proses pembelajaran dengan kepuasan mahasiswa bertujuan untuk menentukan seberapa besar faktor-faktor penilaian mahasiswa tentang proses pembelajaran diantaranya tentang mengerti tidaknya materi yang disampaikan, kesesuai target, implementasi, peningkatan wawasan dan keahlian, proses interaksi, tanya jawab atau diskusi, efektivitas waktu perkuliahan, motivasi untuk meningkatkan ilmu/pemahaman, dan nilai yang diperoleh untuk mata kuliah tersebut terhadap kepuasan mahasiswa menggunakan logika fuzzy. Logika fuzzy digunakan karena memiliki keunikan dalam hal kemampuannya mengolah data yang bersifat linguistik. Tidak seperti metode logika klasik yang memerlukan pemahaman mendalam tentang sistem, persamaan matematis dan ketepatan nilai numeris, logika fuzzy menggabungkan berbagai macam cara berfikir yang memungkinkan pemodelan system kompleks berdasarkan pengetahuan dan pengalaman manusia. Logika fuzzy memberikan cara sederhana untuk menentukan suatu kesimpulan dari informasi yang tidak jelas, ambigu (bermakna ganda) dan tidak tepat (presisi). Kinerja fuzzy menyerupai cara manusia membuat keputusan berdasarkan pendekatan data yang diketahui kemudian menentukan solusinya.
Information and Analysis System Stages of Family Welfare in District Balong Ayu, Eka Arynda; Widaningrum, Ida
Scientific Journal of Informatics Vol 4, No 1 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v4i1.7217

Abstract

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) is a family that formed due to legal marriage, is able to meet the needs of the spiritual and the material that is decent, devoted to God Almighty, have a relationship that is harmonious and balanced between members and between families with the community and the environment. Every year the government to collect data on the status of a prosperous family stage where the purpose of the data collection is in the framework of development and poverty alleviation programs. Data collection process in the District Balong is still done manually so that the risk of error in determining the status of a family stage could happen. Information and analysis system of status stages of family welfare is designed to make web-based officers in the input data and determine the status of a prosperous family stages based on selected indicators of the sheet R/1/KS. Sample of data from Bulukidul village and sub-district village of Balong Ngraket 2014. Results of the system in the form of data reports the results of process steps and the results can be viewed in graphical form. Comparison chart to show the status of the highest percentage of poor welfare families stages. Instead lowest percentage shows the stages of a prosperous family able or rich. 
TEKNOLOGI PEMBUATAN TAHU YANG RAMAH LINGKUNGAN (BEBAS LIMBAH) Widaningrum, Ida
Jurnal Dedikasi Vol 12 (2015): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.909 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v12i0.2476

Abstract

TEKNOLOGI PEMBUATAN TAHU YANG RAMAH LINGKUNGAN (BEBAS LIMBAH)Ida WidaningrumFakultas Teknik,Universitas Muhammadiyah Ponorogoemail:iwidaningrum@yahoo.co.idABSTRAKTahu memiliki protein nabati kualitas terbaik karena memiliki komposisi asam amino paling lengkap dan diyakini memiliki daya cerna yang tinggi (sebesar 85% -98%). Kitan mengetahui bahwa tahu selama ini menggunakan cuka, dengan biaya yang relatif rendah. Tapi tahu ini memerlukan banyak air dalam proses manufaktur, limbah tahu selama ini sangat mengganggu lingkungan sekitar, serta efek cuka dapat menyebabkan asam lambung. Dengan perkembangan teknologi, ada bahan yang bisa menggantikan cuka untuk membekukan bubur kedelai, zat ini tidak menimbulkan bau serta tidak melepaskan limbah, dan tidak membutuhkan tempat yang luas. Jenis ini dikenal sebagai Tofu tahu nigarin dimana proses pembuatannya menggunakan air laut Nigarin atau sari. Nigarin tahu yang diproses tanpa limbah, tidak berbau, sehingga proses manufaktur yang ramah lingkungan. Selain itu, mikro Nigarin mengandung mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Berisi lebih dari 80 jenis mineral, termasuk Magnesium, Kalium, Besi, Kalsium, Boron, Selenium, dan Zinc. Tujuan IbM adalah untuk memperkenalkan dan praktek membuat tahu menggunakan Nigarin ini kepada produsen tahu, masyarakat dan komunitas bisnis warung makanan (dalam hal ini kantin sekolah). Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi, diskusi, pelatihan dan pendampingan cara membuat tahu ramah lingkungan, pembuatan makanan / minuman yang berasal dari ampas tahu, evaluasi dan monitoring. Hasilnya cukup menarik perhatian dan minat masyarakat dengan indikator keberhasilan peningkatan pengetahuan tentang cara lain untuk menghasilkan tahu yang sehat dan lebih praktis. Pengetahuan tentang penggunaan nigarin yang bisa berfungsi untuk menebalkan bubur kedelai sebagai pengganti cuka. Menambah pengetahuan tentang bahaya pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah.Kata kunci: Tahu, Sumber Protein, Cuka, Nigarin, Ramah Lingkungan
PARADIGMA BARU MODEL PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NO 18 TAHUN 2017 Widiyahseno, Bambang; Rudianto, Rudianto; Widaningrum, Ida
Sosio Informa Vol 4, No 3 (2018): Sosio Informa
Publisher : Puslitbangkesos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v4i3.1578

Abstract

Permasalahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sangat kompleks, sejak berangkat bekerja, saat bekerja dan setelah pulang. Baik yang menyangkut permasalahan administratif, permasalahan teknis, permasalahan hukum, sosial, ekonomi dan jaminan masa depan.  Permasalahan yang menyangkut dengan keluarga yang ditinggalkannya mulai dari pengasuhan dan pendidikan anaknya. Permasalahan tersebut ada yang berada dalam wilayah tanggungjawab Pemerintah Pusat, Lembaga Perwakilan Negara Republik Indonesia di luar negeri (Kedutaan Besar RI),  Pemerintah Daerah baik Propinsi dan Kabupaten/Kota sampai pemerintah Desa, bahkan pihak swasta. Semua itu memiliki dampak, peran dan tanggungjawab masing-masing yang tidak bisa disepelekan. Ada banyak artikel yang telah mengungkap permasalahan tersebut, bahkan mengkritisi tentang lemahnya peraturan yang mengaturnya. Dengan dikeluarkannya UU No 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, tampaknya memberikan harapan yang lebih baik. Namun yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana bentuk model pelindungan dan pemberdayaan pekerja migran tersebut. Apakah sudah dapat menjamin peningkatan yang lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana langkah selanjutnya agar dapat dirasakan oleh para pekerja migran Indonesia. Sejauh mana kepedulian dari Pemerintah Daerah dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Tindak lanjut seperti apa yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah dan desa. Kajian ini merupakan tinjauan yuridis yang bersifat legalitas formal dengan metode kualitatif  yang bersifat analitis interpretatif. Yaitu menganalisis secara terbuka yang diikuti dengan menginterpretasikan secara obyektif yang menyangkut model pelindungan pekerja migran Indonesia yang diatur dalam UU No 18 Tahun 2017. Analisis data menggunakan cara  interpretatif dengan tujuan untuk menemukan model pelindungan pekerja migran yang lebih humanis.
Perancangan Sistem Deteksi Isyarat BISINDO Dengan Metode Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) Pratiwi, Nadia Intan; Widaningrum, Ida; Mustikasari, Dyah
Jurnal KomtekInfo Vol 6 No 1 (2019): KomtekInfo Vol.6 No.1
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat UPI-YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/komtekinfo.v6i1.232

Abstract

Tunarungu merupakan suatu kondisi dimana pendengaran seorang individu tidak dapat berfungsi secara normal. Maka, dibuatlah bahasa isyarat yang digunakan sebagai solusi terhadap permasalahan tersebut. Di Indonesia, bahasa isyarat yang di kenal adalah SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) dan BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia). Meskipun SIBI sudah diakui oleh pemerintah Indonesia, namun dalam penggunaanya kurang diminati. Penelitan ini dilakukan untuk mengenali isyarat tangan kosong. Dimana hal itu akan membantu pengguna secara alami tanpa adanya bantuan tambahan. Percobaan yang dilakukan menggunakan dataset yang diperagakan oleh 1 peraga. Pada prosesnya, karakteristik dari tangan diambil dengan menggunakan metode Histogram Oriented Gradient (HOG). Sedangkan untuk memisahkannya dari gambar latar belakang, digunakan segmentasi warna. Hasil dari proses tersebut kemudian diambil untuk melakukan klasifikasi. Adapun proses klasifikasinya menggunakan metode Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System. Hasil dari pengujian yang dilakukan menghasilkan akurasi sebanyak 78,31 % permasalahan yang dilakukan.
Penerapan Model Literasi Digital Berbasis Sekolah Untuk Membangun Konten Positif Pada Internet Jamilah Karaman; Ida Widaningrum; Mohammad Bhanu Setyawan; Sugianti Sugianti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.3701

Abstract

Tidak bisa dipungkiri bahwa internet membawa dampak positf bagi kehidupan anak dan remaja karena memudahkan untuk mendapatkan informasi terbaru, informasi terkait tugas dan pelajaran sekolah, meningkatkan kreatifitas, memperat komunikasi antar teman dan lain-lain. Seperti dua sisi mata uang, teknologi internet juga memberi dampak negatif yang mempengaruhi martabat kedirian dan kehidupan generasi remaja sekarang ini. Munculnya beragam kasus cybercrime, adiksi terhadap pornografi dan games online, menjadi bukti nyata sangat rentannya pengaruh negatif perkembangan internet terhadap dunia anak. Kecakapan literasi digital, merupakan salah satu langkah preventif dan edukatif untuk menyadarkan dampak positif dan meminimalisir dampak negatif internet. Sekolah, bisa menjadi pengerak utama untuk mengkampanyekan dan memberikan kecakapan literasi digital kepada anak didiknya. Namun ada beberapa permasalahan untuk menerapkan literasi digital di sekolah. Pertama, belum adanya kurikulum kecakapan literasi digital dengan acuan standar. Kedua, hilangnya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yang seharusnya bisa menjadi media penyuluhan literasi digital. Ketiga, masih minimnya kecakapan literasi digital yang dimilliki oleh para guru. Hal ini juga terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo, sehingga perlu diadakan pelatihan atau workshop literasi digital berbasis sekolah untuk menunjang keberhasilan budaya gerakan literasi sekolah. Berdasarkan evaluasi workshop literasi digital, peserta merespon dengan baik materi dan evaluasi kompetensi standard. Peserta mampu mengikuti dengan baik dan memahami semua materi informasi personal dan privasi, jejak digital dan kemanan Wi-Fi.Kata Kunci: cybercrime; literasi digital; madrasah.  Application of School Based Digital Literacy Model To Build Positive Content On The Internet ABSTRACT It is undeniable that the Internet has a positive impact on the lives of children and adolescents because it facilitates obtaining the latest information, information related to school tasks and increases creativity, strengthens communication between friends and others. Like the two sides of a coin, Internet technology also has a negative impact that affects the dignity of oneself and the lives of today's teenagers. The emergence of several cases of cybercrime, pornography addiction, and online games, is a real test of the very vulnerable negative influence of Internet development in the world of children. Digital literacy skills are one of the preventive and educational steps to achieve positive impacts and minimize the negative impacts of the Internet. Schools can be the main drivers for campaigning and providing digital literacy skills to their students. But there are some problems to implement digital literacy in schools. First, there is no curriculum for digital literacy skills with standard references. Secondly, the loss of Information and Communication Technology lessons that should have been a means for digital literacy advice. Third, the lack of digital literacy skills that teachers possess. This also happened in Madrasa Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo, so there must be a training or digital literacy workshop at the school to support the cultural success of the school literacy movement. Based on the evaluation of the digital literacy workshop, participants responded well to the material and the assessment of standard skills. Participants can follow well and understand all personal information and privacy material, fingerprints and Wi-Fi security..Keywords: cybercrime; digital literacy; madrasah. 
Information and Analysis System Stages of Family Welfare in District Balong Ayu, Eka Arynda; Widaningrum, Ida
Scientific Journal of Informatics Vol 4, No 1 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v4i1.7217

Abstract

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) is a family that formed due to legal marriage, is able to meet the needs of the spiritual and the material that is decent, devoted to God Almighty, have a relationship that is harmonious and balanced between members and between families with the community and the environment. Every year the government to collect data on the status of a prosperous family stage where the purpose of the data collection is in the framework of development and poverty alleviation programs. Data collection process in the District Balong is still done manually so that the risk of error in determining the status of a family stage could happen. Information and analysis system of status stages of family welfare is designed to make web-based officers in the input data and determine the status of a prosperous family stages based on selected indicators of the sheet R/1/KS. Sample of data from Bulukidul village and sub-district village of Balong Ngraket 2014. Results of the system in the form of data reports the results of process steps and the results can be viewed in graphical form. Comparison chart to show the status of the highest percentage of poor welfare families stages. Instead lowest percentage shows the stages of a prosperous family able or rich.