Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

JUMLAH SEL SPERMIOGENESIS TIKUS PUTIH YANG DIBERI TANIN DAUN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA) SEBAGAI SUMBER BELAJAR Susetyarini, Rr. Eko
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 3 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.467 KB)

Abstract

Tanaman obat sebagai antifertilitas belum banyak digunakan, maka perlu alternatif  obat antifertilitas  terutama pada pria, yaitu beluntas (Pluchea indica). Beluntas dapat digunakan sebagai obat antifertilitas dalam taraf uji pre-klinik (Susetyarini, 2011). Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan tentang tanin yang dapat menurunkan potensi fertilisasi spermatozoa tikus (Susetyarini, 2010). Pengkajian tannin daun beluntas dalam mempengaruhi spermatogenesis belum pernah dilakukan, maka perlu dikaji tahapan spermatogenesis  terutama spermiogenesis. Spermiogenesis merupakan proses pembentukan spermatid menjadi spermatozoa. Spermatozoa berperanan dalam proses fertilisasi.  Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui pengaruh tannin daun beluntas terhadap jumlah  sel spermiogenesis  tikus putih jantan dengan berbagai waktu pengamatan. Jenis penelitian yang digunakan eksperimen dengan perlakuan kelompok kontrol (tanpa pemberian tannin), kelompok perlakuan pemberian tannin sebanyak 0,8 ml dengan ke tikus putih jantan dewasa yang diulang 3 kali. Waktu pengamatan 49+3 hari, 49+16 hari, 49+26 hari, 49+36 hari dan 49+49 hari. Tikus putih setiap waktu pengamatan dimatikan dan diambil organ testis serta dibuat preparat histology dengan metode Humason Data dianalisis dengan menggunakan anava dan uji lanjut Duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa  p<0,05 berarti ada pengaruh pemberian tannin beluntas dengan berbagai waktu pengamatan terhadap jumlah spermatid dan spermatozoa tikus putih jantan. Jumlah spermatid dan spermatozoa  terbanyak pada saat waktu pengamatan 49+3 hari dan jumlah spermatid dan spermatozoa terendah pada saat waktu pengamatan 49+49 hari. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber belajar pada matakuliah Embriologi dan Reproduksi Hewan.  Kata Kunci : spermiogenesis, tanin daun beluntas, sumber belajar
GROUND INSECT DIVERSITY IN ARBORETRUM OF SUMBER BRANTAS BATU-MALANG AS BASE OF LEARNING RESOURCE MAKING: FLIPCHART Rachmasari, Ovy Dwi; Prihanta, Wahyu; Susetyarini, Roro Eko
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 2, No 2 (2016): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.599 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v2i2.3764

Abstract

Forests are natural resources in which have high potencial support of biodiversity. One of the existing resources in the forest are ground insects. The presence ground insects are needed to aid in decomposition processes. The purpose of this study was to determine what kind of insects are there in the arboretum Sumber Brantas which its scientific classification can be determined based on their classification until species level. Moreover, to know the diversity value, the abundance, and the sum dominance ratio in three stations.This type of research is descriptive quantitative which employing observation technique in collecting data. Pitfall trap was used to trap ground insects.The results showed that the ground insects found in the study site were: 8 species of 4 orders, diversity index at the Arboretum Sumber Brantas Batu-Malang was moderate of 1.6597, the highest abundance values was at station I of 10.00 for Diplocheila polita, while the greatest percentage of sum dominace value was at station III for Periplaneta Americana of 0.89%. The resuls of the study were used to make flipchart as biology learning resources.
PENGGUNAAN DOKUMENTASI PORTOFOLIO SEBAGAI PENILAIAN UTS PADA ANAK AUTIS DI SEKOLAH INKLUSI Widayanti, Alvionita; Susetyarini, Roro Eko; Utomo, Dwi Priyo
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol 1, No 3 (2014): APRIL 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.578 KB) | DOI: 10.22219/jp2sd.v1i3.2721

Abstract

Abstract: Assessment is one of the important components that must be taken to determine the effectiveness of teacher learning outcomes. Children with autism have a bottleneck in terms of interaction and emotion. Reality on the ground for the assessment of autism is still using writing assessment tests. The impact of this written test parents do not know how big the changes that have occurred in children. Portfolio assessment is defined as a collection of facts and documents in the form of tasks in a systematic organization of the learning process. The results of the study can be used as an alternative assessment in children with autism to memaksimalakan educational services. Abstrak: Penilaian merupakan salah satu komponen penting yang harus ditempuh guru untuk mengetahui keefektifan hasil pembelajaran. Anak autis memiliki hambatan dalam hal interaksi dan emosi. Kenyataan di lapangan penilaian untuk autis masih menggunakan penilaian tes tulis. Dampak tes tulis ini para orang tua tidak mengetahui seberapa besar perubahan yang sudah terjadi pada anak. Penilaian portofolio diartikan sebagai kumpulan fakta dan dokumen berupa tugas-tugas yang terorganisasi secara sistematis dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian dapat dijadikan alternatif penilaian pada anak autis untuk memaksimalakan pelayanan pendidikan. Kata Kunci: Dokumentasi portofolio, anak autis, penilaian
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF CERIA (MIC) PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR Hernaningtyas, Ikhtiari Septiya; Susetyarini, Roro Eko; Widodo, Rohmad
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol 1, No 4 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.432 KB) | DOI: 10.22219/jp2sd.v1i4.2797

Abstract

Abstract: This research purpose are producing interactive multimedia product with validity level as media criteria expected in “My Family” theme in family subject for grade 1 Elementary School. The research uses Research and Development from Borg and Gall with three phases: (a) Introduction Study by doing need assessment and literature study, (b) early product development, expert validation, limited test, and (c) Testing by doing experiment research from hypothetic product to grade 2 Elementary School samples with real class condition in learning.  Research shows that multimedia developed can be categorized as worth acccording to expert validation, according to material expert with total percentage 95% with very good qualification. Media expert with total percentage 88% with very good qualification, limited test result with total percentage 100% very good qualification. This fun interactive multimedia has been tested its validity and effectiveness in class learning. It can be described from pretest 67 and post test 87. From t test by using paired samples t-test procedure found significant t <0.01 or 1%. According to research result, it can be concluded that fun interactive media development for thematic learning in Elementary School is worth and very useful also can be applied in thematic learning at grade I of elementary school. According to research result, it is suggested that all grade I Elementary School uses learning media, especially fun interactive media. So it will enliven the class atmosphere which will create more concrete material delivery and students’ motivation can be increased rapidly, also raising students’ creativity. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk multimedia interaktif yang memiliki tingkat kevalidan sebagai kriteria media yang diharapkan pada tema keluargaku pokok bahasan tentang keluarga untuk siswa kelas I SD. Penelitian ini menggunakan Penelitian Pengembangan (Research and Development) dari Borg and Gall dengan tiga tahap, (a) Studi pendahuluan dengan melakukan need assement dan studi pustaka, (b) Pengembangan produk awal,` validasi ahli, uji coba terbatas, dan (c) Pengujian dengan melakukan penelitian eksperimen dari produk hipotetik pada sampel 2 SD dengan kondisi kelas yang sebenarnya dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia yang dikembangkan dikategorikan layak berdasarkan validasi ahli menurut ahli materi dengan persentase total 95% dengan kualifikasi sangat baik, ahli media dengan persentase total 88% dengan kualifikasi sangat baik, hasil uji coba terbatas dengan persentase total 100% kualifikasi sangat baik. Multimedia interaktif ceria ini telah teruji kevalidan dan keefektifannya pada pembelajaran di kelas, tergambar dari nilai pretest 67 dan dari posttest 87. Dari uji t dengan menggunakan prosedur paired samples t-test diperoleh nilai t signifikan <0.01 atau 1%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan multimedia interaktif ceria (MIC) pembelajaran tematik di Sekolah Dasar sangat layak dan memiliki daya guna tinggi serta dapat diterapkan dalam pembelajaran tematik di kelas I SD. Disarankan seharusnya semua kelas I SD menggunakan media pembelajaran, yaitu multimedia interaktif ceria. Sehingga menghidupkan suasana kelas yang akan menciptakan penyampaikan materi lebih konkrit dan motivasi belajar siswa dapat meningkat serta dapat meningkatkan kreativitas siswa. Kata Kunci: pengembangan, MIC, tematik
Pollen ultrastructure of genus Dendrobium orchids as a learning resource Apriani, Lika Dwi; Susetyarini, Eko; Wahyuni, Sri
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 2, No 3 (2016): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1383.232 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v2i3.3872

Abstract

Anggrek genus Dendrobium merupakan salah satu genus dari divisi spermatophyta yang merupakan kelompok tumbuhan yang berkembang dengan menggunakan biji. Tumbuhan berbiji tentu memiliki bunga sebagai alat perkembangan generatifnya. Perkembangan generatif pada bunga artinya pertemuan antara sel gamet jantan dan sel gamet betina. Sel gamet betina pada tumbuhan dihasilkan oleh putik, sedangkan sel gamet jantan disebut serbuk sari atau pollen. Genus Dendrobium merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia, jumlahnya diperkirakan mencapai 275 spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ultrastruktur pollen anggrek genus Dendrobium dari sepuluh spesies yang diamati menggunakan SEM. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan unit pollen untuk semua spesies yaitu kategori pollinia, sedangkan untuk polaritas pollen adalah apolar. Jenis aperture kesepuluh spesies yang diamati mempunyai aperture dengan pola yang tidak beraturan dan lebih dari enam yang disebut colpate. Bentuk pollen dari semua spesies yang diteliti bentuknya adalah subprolate hingga prolate dan ukuran pollen termasuk dalam kategori minuta hingga media. Ornamentasi pollen atau skluptur pollen tidak teridentifikasi dikarenakan ukuran pollen yang terlalu kecil, permukaan pollen terlihat kurang jelas. Sumber belajar yang digunakan adalah atlas.  
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE PROBLEM SOLVING MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SMP Ariska Fitari, Diyah; Susetyarini, Rr Eko; ., Sukarsono
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 1, No 1 (2015): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.666 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v1i1.2307

Abstract

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE PROBLEM SOLVING MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SMP   Diyah Ariska Fitari1, Rr Eko Susetyarini1, Sukarsono1 1Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universtias Muhammadiyah Malang, e-mail: biologi.umm@gmail.com   ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan model pembelajaran kooperatif dengan metode problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Suboh, serta  meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Suboh dalam model pembelajaran kooperatif dengan metode problem solving. Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan menerapkankan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Problem Solving ini menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklusnya. Pada siklus I terdapat 21 siswa yang tuntas hasil belajarnya dan 9 siswa tidak tuntas hasil belajarnya (ketuntasan mencapai 70%). Sedangkan pada siklus 2 terjadi peningkatan pada hasil belajar siswa yang mengalami ketuntasan sebanyak 28 siswa dan 2 siswa yang tidak tuntas (ketuntasan mencapai 93%). Oleh karena itu dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Problem Solving telah berhasil dengan melihat kenaikan hasil belajar siswa kelas VIIIB di SMP Negeri 1 Suboh Kabupaten Situbondo.   Kata kunci: model pembelajaran kooperatif, metode problem solving, dan hasil belajar.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) Ekawati, Risma; Susetyarini, Eko; Pantiwati, Yuni; Husamah, Husamah
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 1, No 3 (2015): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.247 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v1i3.2662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMPN 2 Randuagung setelah diterapkan model pembelajaran CIRC pada materi gerak tumbuhan, (2) mendiskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII SMPN 2 Randuagung setelah diterapkan model pembelajaran CIRC pada materi materi gerak pada tumbuhan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Objek penelitian adalah proses pembelajaran biologi di SMPN 2 Randuagung Lumajang kelas VIII dan subjek dari penelitian adalah semua peserta didik yang ada di kelas tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yakni siklus I terdiri dari dua kali pertemuan dan siklus II terdiri dari dua kali pertemuan. Setiap akhir siklus diadakan tes berupa ulangan harian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa lembar observasi, tes dan wawancara terhadap guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran biologi dengan menggunakan model pembelajaran CIRC memberikan dampak positif terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. (1) Hasil belajar peserta didik meningkat 31% dari data awal yang diperoleh dari guru ke siklus I dan meningkat lagi 41,4% pada siklus II. (2) Skor kemampuan berpikir kritis peserta didik mengalami peningkatan pada semua kelompok pada setiap siklusnya terutama peningkatan pada mengevaluasi dan menyimpulkan. Kriteria kemampuan berpikir kritis peserta didik, yaitu (a) kemampuan mengidentifikasi masalah, (b) kemampuan menganalisis, (c) kemampuan mengevaluasi, dan (d) kemampuan menyimpulkan.
THE EFFECT OF CIPLUKAN (Physalis angulata L.) FRUIT EXTRACT ON SGPT AND SGOT LEVELS AGAINST WHITE MALE MICE (Mus musculus) HYPERGLYCEMIA INDUCED BY ALLOXAN AS BIOLOGY LEARNING RESOURCES Fitri, Nur Lailatul; Susetyarini, Roro Eko; Waluyo, Lud
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 2, No 2 (2016): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.937 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v2i2.3763

Abstract

Ciplukan (Physalis angulata L.) used by the community as an antidiabetic drug. Antidiabetic effects caused ciplukan fruit of this plant contain chemicals flavonoids with the percentage of fruit extract 300 mg / ml was 84%. Flavonoids are antioxidant compounds one that works a treat or neutralize free radicals that are expected with the administration of these antioxidants can be inhibited damage to body cells and can prevent damage to the body and the onset of degenerative diseases. This type of research is True Experimental Research. The research design using The Posttest-Only Control Group Design. The research design used completely randomized design (CRD).  This research data is data SGPT and SGOT levels. Analysis of data using one-way analysis of variance at significance level of 0.05 and Duncan 5%. The results showed that different doses of fruit extract ciplukan effect on SGPT and SGOT levels of mice. Duncan test showed that the treatment dose ciplukan fruit extract is the most effective dose of 2 ml / kg. The research results can be used by teachers as information of an alternative to utilize medical plants of hyperglicemia and antiocsidant on Biology subject for X Grade of Senior High School, especially on the concept Maintenance and Utilizing of Biological Diversity in Core Competence 4.
PRAKTIK KOLABORATIF PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MATERI REPRODUKSI BERBASIS LESSON STUDY DI SMA 1 NEGERI SUMBERPUCUNG Purwatiningsih, Purwatiningsih; Eko Susetyarini, Roro; Rofieq, Ainur; Latifa, Roimil
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol 3, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Lecturer at the Faculty of Education, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i2.5005

Abstract

ABSTRAKPembelajaran praktik kolaboratif berbasis Lesson study di SMA untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang memperhatikan hak belajar setiap peserta didik. Tujuan penelitian untuk mendekrispsikan kegiatan lesson study dengan praktik kolaboratif di SMAN I Sumberpucung kabupaten  Malang. Penelitian ini untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pembelajaran yang berbasis Lesson study produk biologi berupa media pembelajaran dengan praktik kolaboratif. Metode penelitian yang digunakan deskriptif.Responden yang digunakan guru dan siswa SMAN I Sumberpucung. Langkah yang dilakukan, yaitu: workshop LS,perencanaan perangkat pembelajaran berbasis LS dilakukan 4 siklus, pelaksanaan pembelajaran berbasis LS dilakukan 4 siklus, refleksi pelaksanaan pembelajaran berbasis LS dilakukan 4 siklus, respon siswa tentang kolaboratif, komunikatif, kreatif dan berpikir kritis setelah pembelajaran berbasis LS dengan praktik kolaboratif.  Hasil dari praktik kolaboratif berbasis Lesson study materi Reproduksi di SMAN I Sumberpucung 100% terbentuk Chapterdesign I, II, III,dan IV;Lesson design I, II, III dan IV, Ada perbedaan lesson design antara siklus I dengan siklus II, III dan IV. Pada siklus I metode yang digunakan problem base learning, siklus II, III, dan IV menggunakan metode project base learning. Pada pelaksanaan pembelajaran siswa berkolaborasi, berkreasi, berkomunikasi dan berpikir kritis dalam pembuatan media.Data respon siswa praktik kolaboratif tentang materi reproduksi 99% siswa sangat suka dengan pembelajaran  berbasis LS. Kata Kunci: Kolaboratif, Reproduksi, Lesson study ABSTRACTLesson study collaborative lessons learned in high school to improve the quality of learning that takes into account the learning rights of each learner. The purpose of research to decrypt the lesson study activities with collaborative practices in SMAN I Sumberpucung Malang. This research is to solve the problems related to learning based on Lesson study of biological products in the form of learning media with collaborative practice. The research method used is descriptive. Respondents used by teachers and students of SMAN I Sumberpucung. The steps taken were: LS workshop, LS-based learning tool planning 4 cycles, LS-based learning implementation 4 cycles, reflection of LS-based learning implementation 4 cycles, student responses about collaborative, communicative, creative and critical thinking after LS-based learning with collaborative practice. The results of collaborative practice based on Lesson study of Reproduction materials at SMAN I Sumberpucung 100% formed Chapter design I, II, III, and IV; Lesson design I, II, III and IV, There is a difference of lesson design between cycle I with cycle II, III and IV. In the first cycle method used problem base learning, cycle II, III, and IV using the method of project base learning. In the implementation of student learning collaborate, be creative, communicate and think critically in making media. Student response data collaborative practice on reproduction materials 99% of students are particularly fond of LS-based learning. Keyword: Colaboratif, Reproduction, Lesson study
INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS KECAMATAN NGORO MOJOKERTO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA KELAS X Ratih, Iin; Prihanta, Wahyu; Susetyarini, Rr. Eko
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 1, No 2 (2015): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.364 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v1i2.3327

Abstract

ABSTRAKJenis penelitian ini adalah deskriptif yang dilakukan untuk memperoleh fakta atau data tentang keanekaragaman jenis Makrozoobentos di DAS Brantas Kecamatan Ngoro Mojokerto. Pengambilan sampel dilakukan tiga stasiun dengan tiga kali ulangan untuk masing-masing stasiun. Parameter fisika yang diamati adalah kedalaman, kecerahan air, suhu air dan kecepatan arus. Parameter kimia yang diamati adalah pH, DO, BOD5, dan COD. Sedangkan parameter biologi yang diamati adalah kepadatan (D), kepadatan relatif (RD), kelimpahan (K), kelimpahan relatif (KR) dan indeks keanekaragaman (H’). Keanekaragaman makrozoobentos yang ditemukan di daerah aliran sungai Brantas terdiri dari Terdapat 11 spesies yakni Anentome Helena, Hydrophilus ovatus, Berosus sp, Lumbricus sp, Macromia magnifica , Sulcospira schmidti, Parathelphusa convexa, Melanoides torulosa, Melanoides tuberculata, Corbicula fluminea, Corbicula largillierti. Indeks keanekaragaman tertinggi adalah Melanoides torulosa dan terendah adalah Berosus sp. Famili Buccinidae dengan kedalaman memiliki hubungan yang sangat kuat. Sedangkan famili Macromiidae dengan DO memiliki hubungan lemah. Hasil penelitian ini digunakan sebagai sumber belajar berupa handout materi invertebrata pada kelas X SMA IPA. Materi tersebut sesuai dengan penelitian yang memanfaatkan keanekaragaman invertebrata air di DAS Brantas untuk diidentifikasi dan dianalisis kegunaannya. Kata Kunci: Keanekaragaman, Makrozoobentos, Kelimpahan, Indeks Keanekaragaman.