Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Gadget pada Anak Usia Remaja di SMP Negeri 02 Meureubo Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Zakiyuddin, Zakiyuddin; Reynaldi, Fitrah; Luthfi, Fakhrurradhi; Sriwahyuni, Susy; Ilhamsyah, Fadhil
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 2, No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v2i1.1978

Abstract

Pengguna gadget di Indonesia semakin tumbuh dengan pesat, Indonesia menjadi negara pengguna smartphone terbesar keempat di dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Kecanduan akan gadget dapat membuat anak menjadi lebih agresif dan sulit dikendalikan. Orang tua menjadi diabaikan ketika memerintah sesuatu pada anak karena anak hanya berfokus pada gadget. Penggunaan gadget juga akan berdampak pada pertumbuhan otak. Target umum melalui kegiatan pengabdian dalam bentuk promosi peningkatan informasi tentang dampak pengunaan gadget pada remaja khususnya siswa-siswi SMP 02 Meureubo agar memberikan pengaruh positif dalam pengunaan gadget dikalangan remaja. Adapun target khusus yakni adanya Kesadaran bahwa informasi negatif dari gadget sangat berdampak dalam penyimpangan perilaku pada remaja dan serta adanya kesadaran bahwa informasi positif dari gadget sangat berdampak dalam prestasi belajar pada remaja. Berkembangnya era teknologi digital di kalangan remaja atau siswa sekolah menjadi tantangan yang besar dan perhatian yang lebih bagi orangtua, guru, maupun pemerintah dalam mendampingi mereka khususnya remaja.
SOSIALISASI DAMPAK STUNTING PADA BALITA DI DESA PASIE JAMBU KECEMATAN KAWAI IXV KABUPATEN ACEH BARAT Sriwahyuni, Susy; Khairunnas, Khairunnas
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 2, No 2 (2020): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v2i2.2206

Abstract

Malnutrition is the worst form of the process of chronic malnutrition. Healthy toddlers or malnourished children can simply be known by comparing the weight according to age with the reference (standard) that has been set. If the weight according to age matches the standard, the child is called good nutrition. If it is slightly below standard, it is called malnutrition If it is far below the standard, it is called malnutrition. According to the Aceh Ministry of Health, in 2017 there were around 27.5% (5 million undernourished children), 3.5 million children (19.2%) underweight and 1.5 million malnourished children (8.3% ). WHO in 2008 grouped regions based on the prevalence of malnutrition into four groups, namely low (<10%), moderate (10-19%), high (20-29%) and very high (> 30%). Servitude of  this using descriptive methods that describe the results of devotion made and socializing the danger of malnutrition to toddlers to the community in Pasie Jambu village. The implementation of the socialization program was attended by the community and community leaders. The number of people who participated in the socialization program were 30 people.
Analysis Of Acute Respiratory Infection Trends in the High-risk Zone of Exposure to Coal Dust in Meulaboh Putri, Enda Silvia; Sriwahyuni, Susy
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 21, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.21.1.34-42

Abstract

Judul : Analisis Tren Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Zona Wilayah Risiko Tinggi Paparan Debu Batubara di MeulabohLatar Belakang : Pertumbuhan dua industry (PT. Mifa Bersaudara Meulaboh dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Nagan Raya) dapat berkorelasi negative dengan tren kasus ISPA. Berdasarkan data kasus dari dua Puskesmas yang merupakan Puskesmas yang berada pada wilayah berdirinya dua perusahaan tersebut terjadi peningkatan kasus ISPA setiap tahunya. Penelitian ini bertujuan meneliti analisis tren ISPA pada zona wilayah risiko tinggi paparan debu batubara PT. Mifa Bersaudara Meulaboh dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Nagan Raya.Metode : Metode penelitian ini dengan mengkombinasi desain case control dan fenomologi, sampel penelitian ini berjumlah 100 orang masyarakat yang berdomisili (0-50 km) dari perusahaan, dan dengan teknik pengambilan sample purposive random sampling. Analisis data mengunakan uji chi-square dan wawancara mendalam.Hasil : Hasil penelitian menunjukan terjadi tren kasus ISPA sebesar 1% setiap tahunnya, terdapat hubungan kecurigaan paparan debu dan asap batubara dari kedua perusahaan tersebut terhadap gejala ispa pada masyarakat dengan risiko ISPA 13 kali pada zona wilayah risiko tinggi paparan debu batubara (P value < 0.0001, OR = 13.037 ).Simpulan : Terdapat perbedaan yang signifika yang dirasakan masyarakat dari sebelum dan seudah berdirinya dua perusahaan tersebut terutama terkait keluhan gangguan pernapasan, keluhan kondisi lingkungan yang menurun (polusi udara dan tercemarnya tanah), serta kurangnya perhatian perusahaan terhadap penanggualangan dan pencegahan efek yang akan ditimbulkan. ABSTRACT Introduction: The growth of two industries (such as PT. Mifa Bersaudara Meulaboh and Steam Power Plant Nagan Raya) can be negatively correlated with the trend of ARI cases. Based on data, cases from two Public Health Centers which are located around both the companies showed an increase in cases of ARI annually. This research aims to analyze ARI trends in the high risk zone of exposure to coal dust PT. Mifa Bersaudara Meulaboh and Steam Power Plant Nagan Raya. Method : The method of this research combined design of case control and fenomology. The sample was as much as 100 people who live (0-50 km) from the company, and technique sampling used purposive random sampling. Data analysis used the chi-square test and in-depth interviews. Result : The results found that there was trend of ARI cases as many as 1% each year. There was a suspicion relationship between exposure to fumes and coal dust from the two companies on symptoms of ARI in the community with the risk of ARI 13 times in the zone of high risk of exposure to coal dust (p value < 0.0001, OR = 13.037). Conlusion : There was a significant difference felt of the society both before and after the establishment of the two companies, mainly related to complaints of respiratory problems, degradation of environment condition such as air pollution and soil contamination as well as the company's lack of attention to cope with and prevent of its effects that will be caused.