Rimun Wibowo, Rimun
LPM Equator

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Local Wisdom to Overcome Covid-19 Pandemic of Urug and Cipatat Kolot Societies in Bogor, West Java, Indonesia Bahagia, Bahagia; Hudayana, Bambang; Wibowo, Rimun; Anna, Zuzy
Forum Geografi Vol 34, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v34i2.12366

Abstract

Local wisdom can be interpreted as principles of life, behaviour, rules, and punishments, as well as a view of life that regulate life, so that it can regulate and managing natural resources in the natural, social, and economic environments. Even local knowledge have adapted to environment obstacle. This research aims to investigate traditionally local knowledge for confronting Covid-19 pandemic. The method used is qualitative with an ethnography approach and literature review. Data are collected through in-depth interviews with leaders of Urug and Cipatat Kolot societies. In order to investigate Baduy and Ciptagelar communities used a literature review. Data are supported by documentation and observation sources. The sample is selected using a purposive sampling technique. The result is analysed through triangulation, which is by mixing some gathered data methods. The result is that Urug society allocates rice each year from their paddy yields to the vulnerable groups such as orphans, elderlies, widows, and persons need most. Secondly, collective action is used to jump the capacity of people like women through nujuh bulanan. Thirdly, societies exert taboo to combat disaster and Covid-19, including by prohibiting community from trading paddies and rice. Another finding is that indigenous knowledge uses some life strategies and utilizes natural capital optimally for overcoming life perturbances. The last finding is that local knowledge has preserved agriculture jobs as a venue to survive.
Character Education Through Eating Together In Boarding School Mujahidin, Endin; Bahagia, Bahagia; Wibowo, Rimun; hati, Livia; Lathiefah, Sayyidah Laila; Rifa'i, Muhammad Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan karakter melalui pembiasaan makan berjamaah di pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pondok pesantren hidayatullah telah membuat suatu program yang telah diterapkan oleh para santri, salah satunya yaitu makan berjamaah atau tajammu’. Makan berjamaah merupakan cara makan yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. terdapat beberapa nilai dan dalam pelaksanaannya yaitu nilai sosial kebersamaan, silaturahim dan nilai solidaritas, misalnya ketika ada salah satu santri yang tidak hadir ketika waktu makan di dapur maka teman sekelompoknya akan mencari santri yang tidak makan tersebut, juga ketika para santri telah selesai makan, maka mereka akan bergantian mencuci nampan yang telah dipakai sesuai dengan jadwal yang telah dibagi oleh pihak pondok. Temuan lain dalam penelitian ini adalah menghilangkan hierarki sosial atau status sosial dikalangan para santri karena ketika dibentuknya suatu kelompok makan oleh para pengasuh dan guru dipondok tidak terfokus hanya pada status sosial dan kondisi perekonomian santri saja. Terdapat juga pendidikan agama di dalamnya yang mampu melatih jiwa para santri agar memiliki sifat rendah hati, selalu melakukan adab makan sesuai yang dianjurkan oleh nabi Muhammad SAW seperti membaca doa, menggunakan tangan kanan dan selalu duduk sunnah. Bahkan Makan berjamaah yang diterapkan pada santri juga sangat membantu para pengasuh dan guru untuk membangun prilaku disiplinan pada diri santri dan dapat menghemat dalam penggunaan air dan pemakaian sabun cuci piring.
Nilai Tradisi Bersih-Bersih di Lingkungan Sosial Mujahidin, Endin; Bahagia, Bahagia; Wibowo, Rimun; Dipa, Laudza Zulfa Nur; Ningsih, Sri Rahayu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang nilai tradisi bersih-bersih di lingkungan sosial tepatnya di kampung Seremped. Penelitian memfokuskan terhadap apa saja nilai tradisi besih-bersih yang ada di di lingkungan tersebut, dampak yang akan terjadi jika tradisi besih-bersih di lingkungan tidak dijaga, dan cara kerja warga terhadap lingkungan agar tetap besih dan terjaga. Pada zaman kemoderanan ini sangat banyak alternatif teknologi dalam penggunakan sistem teknologi untuk menyelesaikan permasalahan dan ini merupakan salah satu solusi yang terbaik. terkait nilai bersih-bersih yang ada di kampung Seremped tidak lain menggunakan teknologi sumber daya manusia (SDM), dengan mengadakannya kerja sama antar masyarakat atau yang di sebut dengan gotong royong. Antusiasi antar masyarakat terkait tradisi bersih-bersih sangat berpengaruh terhadap lingkungannya, seperti cara masyarakan peduli dengan lingkungan, saling menjaga kebersihan satu sama lain, dan menumbuhkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar. Dalam penelitian ini kami menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai yang bisa di ambil melalui tradisi bersih-bersih di lingkungan sosial. Dalam penelitian ini pula kami menggunakan pengumpulan data dengan indept interview, dokumentasi dan observasi. Adapun hasil penelitian kami yaitu para warga kampung Seremped sangat berkontribusi dan berperan aktif dalam melaksanakan kegiatan bersih-bersih di mulai dari anak-anak sampai yang dewasa. Untuk tempat yang sering di bersihkan itu seperti lingkungan rumah, tempat ibadah, kali, got, jalanan dan masih banyak lagi. Mereka melakukan dengan sukarela dan semangat yang tinggi. Dengan melaksanakan tradisi bersih-bersih ini ada nilai yang terkandung di dalamnya yakni nilai religi, pendidikan dan kesehatan.
MOTIVATION AND VALUES CONTAINED IN THE TAHLILAN TRADITION Bahagia, Bahagia -; Halim, Abdul Karim; Muniroh, Leny; Nurhayati, Immas; Wibowo, Rimun; Azis, Abdul; Jamaluddin, Muhammad
Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 8 No 1 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v8i1.226

Abstract

The objective of this research is to discover tahlilan value in the Muslim community. The method used is qualitative descriptive. Meanwhile, the sampling method used is purposive and data are collected in numerous ways including observation, in-dept-interview, and documentation. The result shows that social value in tahlilan encompasses aiding another individual through distributing food and beverage because when the tahlilan is held, food and beverage are provided to individual who attends tahlilan as well as tahlilan content social value because solidarity among the community is released where the family who undergoes sadness are visited by another person for prying and encourage as well as giving spirit to face grieving circumstances. Additionally, the person who visits tahlilan has the motivation or social motivation where as the person participates in Tahlilan in the public interest rather than individual, in another time when a person experiences the same condition, the community will conduct similar action person. It shows that there is social binding among the community to blend in Tahlilan because social relation which each person have to nurture instead of don’t participate in tahlilan.