Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS INQUIRY LESSON TEMA PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS Kamala, Izzatin; Prayitno, Baskoro Adi; Sudarisman, Suciati
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) prosedur pengembangan modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan; 2)  karakteristik modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan; 3) kelayakan modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan; 4) efektivitas modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan terhadap literasi sains. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan hasil modifikasi model penelitian pengembangan dari Borg & Gall yang telah dimodifikasi. Validasi desain produk dilakukan oleh ahli materi, ahli pendidikan, ahli media pembelajaran, ahli bahasa dan praktisi guru IPA. Subyek uji coba lapangan adalah 35 siswa kelas VII-B, subyek uji lapangan adalah 35 siswa yang diambil secara acak dari dua kelas yaitu VIIA dan VIIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pengembangan IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson mengadaptasi kerangka modul dari Depdiknas 2008 yang terdiri dari bagian pembuka, inti dan bagian penutup.  Prosedur pengembangan menggunakan Borg & Gall yang telah dimodifikasi yang terdiri dari: penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan penelitian, pengembangan produk awal, uji coba awal, revisi hasil uji coba terbatas, uji coba lapangan, revisi hasil uji coba lapangan, uji lapangan, revisi produk akhir dan diseminasi; 2) Modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan mempunyai karakteristik model keterpaduan webbed, basis modul Inquiry Lesson, dan sesuai dengan Kurikulum 2013; 3) kelayakan modul sangat baik dengan penilaian ahli materi 88%, ahli pendidikan 100%, ahli media pembelajaran 83%, ahli bahasa 82%, praktisi 93%; 4) penerapan modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson pada kelas uji coba lapangan dan uji lapangan  secara signifikan dapat meningkatkan literasi sains siswa dengan rata-rata N-gain masing-masing sebesar 0,5 dan 0,62 pada kategori sedang. Uji korelasi gain literasi sains pada uji coba lapangan dengan uji lapangan memperoleh nilai korelasi sebesar 0,957 artinya hubungan korelasi literasi sains pada uji coba lapangan dan uji lapangan sangat kuat. Nilai p-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara literasi sains siswa ketika siswa menggunakan modul pada uji coba lapangan dengan uji lapangan.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS INQUIRY LESSON TEMA PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS Kamala, Izzatin; Prayitno, Baskoro Adi; Sudarisman, Suciati
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i1.9610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) prosedur pengembangan modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan; 2)  karakteristik modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan; 3) kelayakan modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan; 4) efektivitas modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan terhadap literasi sains. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan hasil modifikasi model penelitian pengembangan dari Borg & Gall yang telah dimodifikasi. Validasi desain produk dilakukan oleh ahli materi, ahli pendidikan, ahli media pembelajaran, ahli bahasa dan praktisi guru IPA. Subyek uji coba lapangan adalah 35 siswa kelas VII-B, subyek uji lapangan adalah 35 siswa yang diambil secara acak dari dua kelas yaitu VIIA dan VIIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pengembangan IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson mengadaptasi kerangka modul dari Depdiknas 2008 yang terdiri dari bagian pembuka, inti dan bagian penutup.  Prosedur pengembangan menggunakan Borg & Gall yang telah dimodifikasi yang terdiri dari: penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan penelitian, pengembangan produk awal, uji coba awal, revisi hasil uji coba terbatas, uji coba lapangan, revisi hasil uji coba lapangan, uji lapangan, revisi produk akhir dan diseminasi; 2) Modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson tema Pencemaran Lingkungan mempunyai karakteristik model keterpaduan webbed, basis modul Inquiry Lesson, dan sesuai dengan Kurikulum 2013; 3) kelayakan modul sangat baik dengan penilaian ahli materi 88%, ahli pendidikan 100%, ahli media pembelajaran 83%, ahli bahasa 82%, praktisi 93%; 4) penerapan modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Lesson pada kelas uji coba lapangan dan uji lapangan  secara signifikan dapat meningkatkan literasi sains siswa dengan rata-rata N-gain masing-masing sebesar 0,5 dan 0,62 pada kategori sedang. Uji korelasi gain literasi sains pada uji coba lapangan dengan uji lapangan memperoleh nilai korelasi sebesar 0,957 artinya hubungan korelasi literasi sains pada uji coba lapangan dan uji lapangan sangat kuat. Nilai p-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara literasi sains siswa ketika siswa menggunakan modul pada uji coba lapangan dengan uji lapangan.
The Common Access as Pro People Management of Natural Resources (An Analysis of Decision Number 3/PUU-VIII/2010 about Judicial Review of Law 27/2007) Tobroni, Faiq; Kamala, Izzatin
Constitutional Review Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : The Constitutional Court of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.217 KB) | DOI: 10.31078/consrev216

Abstract

This paper aims to explore the new concept as an alternative management of natural resources (specifically Coastal Areas and Small Islands/CA-SI). In Decision Number 3/PUU-VIII/2010 (the Court Decision), the Constitutional Court uses the new concept as considerations to cancel the Concession Rights on Coastal Waters (CR-CW) as the mechanism of management of CA-SI in Law Number 27 Year 2007 about Management of Coastal Area and Small Islands (Law 27/2007). Some important questions in this paper are why did the Constitutional Court annul CR-CW in Law 27/2007? Whether the new concept offered in the Court Decision and consistent with 1945 Constitution? And how is the new concept offered consistent with people empowerment?The revoke of CR-CW in Law 27/2007 is caused that the concept of concession is contrary to the norms of natural resources management in the 1945 Constitution and the spirit of people empowerment. The new concept offered in the Decision is the common access. In this concept of access, CA-SI is   regarded as the common property with the rules from members of the community itself. The provisions to access CA-SI  as  the common  property are also determined by agreements of the community itself. Management of CA-SI on the common access is in accordance with people empowerment. The consistency is shown by the relevancy of concept of common access to include three key issues of people empowerment (access, assets and collective  capabilities).
Harapan Baru Atas Pengelolaan Sumber Daya Air terkait Putusan MK Nomor 85/PUU-XI/2013 Kamala, Izzatin
Jurnal Konstitusi Vol 12, No 3 (2015)
Publisher : Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.051 KB) | DOI: 10.31078/jk1231

Abstract

The Decision of Constitutional Court No.85/PUU-XI/2013 (The Decision of CC 2013) has canceled Law No. 7 Year 2004 on Water Resources (Law on WR 2014). The cancellation is a new hope for improving the management of water resources. During the implementation of Law WR 2004, there is mismanagement in the provision of drinking water. This paper has two focus issues, namely: first, how the low responsibility of the state for managing water resources impacts the fulfillment of drinking water for the citizens? Second, how are the improvements of water resources management expected to be realized through the Decision of CC 2013? From the discussion, the author has two conclusions. First, the negligence of the state caused that the role of the state in providing drinking water for the citizens was  lost by the role of private sector. For example, a year before judicial review (2012), the number of consumers of drinking water supplied by the national sector in in the counting unit of household level is only the part of 11.79 percent. The number was lost by the supply of private sector covering 38.85 percent of households nationally. Second, the Decision of CC 2013 brings a new hope. Some basic thought are the improvement of state’s responsibility for managing water resources, termination  on the private’s monopoly and termination on commercialization of water value.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP RADIKALISME (Studi Penelitian Deskriptif di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Mahardika, Rizky Eka; Assingkily, Muhammad Shaleh; Kamala, Izzatin
Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1, March (2020): Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.145 KB) | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v6i1, March.123

Abstract

Da'wah, Jihad, and Islam are a partial correlation. Da'wah is seen differently by everyone, Similarly, jihad is always synonymous with acts of violence. Jihad is not a taboo in the present because it already existed in the time of Muhammad Saw. Students become resource persons in research. The results of the study revealed that: 1. Da'wah is actually a da'wah that uses ethics of courtesy by ruling out acts of violence. In diversity is primary in preaching, not individuality. 2. Jihad in the teachings of Islam is to sacrifice one's body and soul in fighting for and upholding the teachings of Allah. However, many jihadis are misinterpreted that the act of defending religion with terrorists. 3. The perception that Islam is identical with the violence of views which is not justified in Islam because Islam itself is not a religion of violence but a tolerant religion. The perpetrators of radicalism are themselves individuals or groups not in the name of Islam.
THE COMMON ACCESS AS PRO PEOPLE MANAGEMENT OF NATURAL RESOURCES (AN ANALYSIS OF DECISION NUMBER 3/PUU-VIII/2010 ABOUT JUDICIAL REVIEW OF LAW 27/2007) Tobroni, Faiq; Kamala, Izzatin
Constitutional Review Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : The Constitutional Court of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.217 KB) | DOI: 10.31078/consrev216

Abstract

This paper aims to explore the new concept as an alternative management of natural resources (specifically Coastal Areas and Small Islands/CA-SI). In Decision Number 3/PUU-VIII/2010 (the Court Decision), the Constitutional Court uses the new concept as considerations to cancel the Concession Rights on Coastal Waters (CR-CW) as the mechanism of management of CA-SI in Law Number 27 Year 2007 about Management of Coastal Area and Small Islands (Law 27/2007). Some important questions in this paper are why did the Constitutional Court annul CR-CW in Law 27/2007? Whether the new concept offered in the Court Decision and consistent with 1945 Constitution? And how is the new concept offered consistent with people empowerment?The revoke of CR-CW in Law 27/2007 is caused that the concept of concession is contrary to the norms of natural resources management in the 1945 Constitution and the spirit of people empowerment. The new concept offered in the Decision is the common access. In this concept of access, CA-SI is   regarded as the common property with the rules from members of the community itself. The provisions to access CA-SI  as  the common  property are also determined by agreements of the community itself. Management of CA-SI on the common access is in accordance with people empowerment. The consistency is shown by the relevancy of concept of common access to include three key issues of people empowerment (access, assets and collective  capabilities).
TRADISI RASULAN: NILAI PENDIDIKAN DARI KEARIFAN LOKAL DESA SELANG WONOSARI GUNUNGKIDUL Dewanti, Frisma Mufti Hafisyah; Assingkily, Muhammad Shaleh; Kamala, Izzatin
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.626 KB)

Abstract

AbstrakSetiap musim panen tiba, masyarakat Desa Selang Wonosari Gunungkidulmenyambutnya dengan tradisi rasulan. Ungkapan syukur yang membudaya dalamtradisi tersebut, menjadi kearifan lokal daerah dengan kandungan unsur nilainya.Tulisan ini bertujuan mengkaji nilai pendidikan dari kearifan lokal Desa SelangWonosari Gunungkidul. Dalam pembahasan akan diuraikan bagaimanapelaksanaan tradisi rasulan di Desa Selang Kecamatan Wonosari KabupatenGunungkidul, apa saja muatan nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada tradisirasulan dan bagaimana nilai-nilai tersebut diberikan. Penelitian menggunakanpendekatan kualitatif dengan latar kegiatan yaitu tradisi rasulan di Desa Selang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam tradisi rasulan terdapat kegiatanbersih dusun, kirab gunungan, slametan dan pentas seni. Adapun nilai-nilaikeislaman dalam tradisi tersebut secara garis besar meliputi nilai pendidikanakidah dan pendidikan akhlak. Nilai pendidikan akidah mencakup (1) memupuk2rasa keyakinan kepada Allah swt. dengan mengucap rasa syukur, (2) mengingatAllah swt. melalui slametan berupa doa, tahlil dan zikir. Sedangkan nilaipendidikan akhlak mencakup (1) nilai keikhlasan, (2) solidaritas, silaturahmi dankeharmonisan antarwarga, (3) saling berbagi melalui sedekah ?bumi? danmakanan antarwarga.
Pembiasaan Keterampilan Berpikir Kritis Sebagai Sarana Implementasi Sikap Spiritual Dalam Pembelajaran IPA Tingkat Sekolah Dasar Kamala, Izzatin
Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Study Program of Islamic Elementary Education, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v11i01.187

Abstract

 ABSTRAKPembelajaran Kurikulum 2013 pada tingkatan sekolah dasar menerapakan pola tematik integratif. Sesuai dengan semangat Kurikulum 2013, pola pembelajaran ini juga sekaligus meniscayakan keterpaduan pencapaian kompetensi sikap spiritual dan sosial, kompetensi pengetahuan dan kompetensi ketrampilan. Akan tetapi dalam materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas VI, dan juga pada materi lainnya, Permendikbud 24/2016 dan Permendikbud 37/2018 tidak menyediakan uraian Kompetensi Dasar (KD) sikap spiritual. Dalam konteks inilah, guru harus melakukan inovasi pengembangannya sendiri.Penelitian ini mengambil lokasi di Sekolah Dasar Islam Terpadu Sunan Averroes pada Kelas 6 Semester Dua Tahun Akademik 2018/2019. Fokus kajiannya adalah mengkaji RPP untuk melihat penggunaan ketrampilan Abad 21 sebagai sarana implementasi sikap spiritual dalam pemebelajaran IPA. Alasan pemilihan materi IPA dikatenakan materi tersebut sanga tepat sebagai sarana memperkenalkan ketrampilan Abad 21 yang berorientasi pada tekhnologi Informasi.Sebagai hasilnya, SDIT Sunan Averroes berhasil mengembangkan KD sikap spiritual dalam materi IPA Kelas 6 Semester Dua dengan mengembangkan paradigma keilmuan integrasi-interkoneksi serta dengan didukung semangat sejarah penamaan SDIT Sunan Averroes itu sendiri. Selanjutnya, strategi penggunaan ketrampilan Abad 21 sebagai sarana impelemntasi sikap spiritual dalam pembelajaran IPA Kelas 6 adalah dengan cara menyisipkan pertanyaan siapakah Pencipta dari segala eksistensi dan peristiwa alam tersebut. Dengan menanya Pencipta, sebenarnya guru sedang mengasah salah satu ketrampilan Abad 21, yakni critical thinking.
PERAN ORANG TUA DALAM MELATIH DISIPLIN PADA ANAK TUNAGRAHITA Khorini'mah, Shinta Melia; Kamala, Izzatin
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 1 (2020): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v2i1.909

Abstract

Anak merupakan anugrah terbesar bagi orang tua karena anak melambangkan cinta kasih kedua orang tua. Apabila anak yang dilahirkan terdapat kekurangan atau cacat salah satunya tunagrahita, maka orang tua harus sudah siap dalam membesarkan anak tersebut. Orang tua tetap harus memberikan pengasuhan yang baik kepada anak tunagrahita karena mereka yang terlahir dalam kondisi berbeda maka dalam perlakuannya juga akan berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi bagaimana pentingnya peran orang tua dalam melatih disiplin pada anak tunagrahita, upaya apa saja yang diterapkan dalam melatih disiplin anak tunagrahita dan dampak yang ditimbulkan setelah melakukan upaya tersebut. Target utama pada penelitian ini adalah orang tua dari anak tunagrahita. Lokasi penelitian orang tua anak tunagrahita ini di Durian Depun, Merigi Kepahiang Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan kajian literatur. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peranan penting dalam mendidik anak, apalagi pada anak tunagrahita yang membutuhkan perlakukan lebih khusus. Upaya yang dilakukan orang tua dalam menerapkan sikap disiplin anak tunagrahita ialah dengan memperkenalkan dnegan lingkungan, menanamkan pembiasaan, memgajarkan dengan mempraktikkan langsung, berkonsultasi dengan ahli dan bersyukur.
MOTIVASI BELAJAR SISWA DISLEKSIA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR Muyassaroh, Sitta Novia; Kamala, Izzatin
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 4, No 1 (2021): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.239 KB) | DOI: 10.36768/abdau.v4i1.172

Abstract

ABSTRACTChildren with special needs (ABK) who have dyslexia can cause children to have difficulties in learning, including difficulties in spelling, reading, writing and communicating with others. The subjects in this study were dyslexic students with the initials DH at one of the Inclusive Elementary Schools in Sleman. The results showed that parents only realized dyslexic children when the children entered their teens, the environment also affects the learning motivation of dyslexic children, and the efforts made by teachers and parents in overcoming the learning difficulties of dyslexic students. From the results of the study, DH experienced dyslexia in the form of difficulty in speaking, hesitation when answering the interlocutor's questions, spelling word for word slowly with a soft or low voice or intonation, and difficulties in writing and difficulty communicating with the surrounding environment. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out by indepth interviews, observation and literature review. By providing maximum learning assistance between teachers and parents, it will increase learning motivation for dyslexic children.Keywords: dyslexia children, learning motivation, learning difficulties