I Ketut Wija Negara, I Ketut Wija
Program Pascasarjana, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Jalan Veteran, Malang, 65145.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA LELE DUMBO Clarias sp. MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA MINA PEDESAAN PERIKANAN BUDIDAYA DI KABUPATEN BULELENG (Aquaculture Development of Catfish Clarias sp. through Fisheries Business Development in Village on Fish Aquac Negara, I Ketut Wija; Marsoedi, Marsoedi; Susilo, Edi
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 22, No 3 (2015)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

ABSTRAKPermintaan produksi lele dumbo yang tinggi di Provinsi Bali belum mampu dimaksimalkan peluangnya oleh para Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) penerima bantuan langsung masyarakat melalui program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (PUMP PB) tahun 2011 – 2013 di Kabupaten Buleleng. Faktornya adalah jumlah penyuluh perikanan yang mendampingi pelaksanaan kegiatan tersebut, kemampuan Pokdakan pada bidang budidaya, terbatasnya informasi teknik budidaya, kontinunitas ketersediaan benih yang berkualitas di Kabupaten Buleleng. Hasil evaluasi dan tidakan melalui Participatory Action Research (PAR) adalah memanfaatkan faktor lingkungan eksternal melalui pemanfaatan aliran irigasi subak untuk budidaya pembesaran lele dumbo, pemberian pellet fermentasi mendapatkan perbandingan Feed Convertion Ratio (FCR) 0,997 : 1,0. Hasil matrik IFAS dan EFAS, dari penelitian ini didapatkan jumlah x = 0,296 dan y = 0,058 yang menunjukan strategi progresif yang menandakan sebuah organisasi yang kuat dan berpeluang. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan lingkungan perairan dari aliran irigasi untuk kegiatan usaha budidaya pembesaran lele dumbo di Kabupaten Buleleng sehingga dapat memenuhi tingginya permintaan lele dumbo di Provinsi Bali.ABSTRACTThe high demand of catfish production in Bali province has not been able to be made use by local fish cultivation groups (Pokdakan) which are recipients of Fisheries Business Development in Village on Fish Aquaculture Program (PUMP PB) 2011 – 2013 Buleleng regency. The contributing factors are the number of the attending fishery counselors in the program implementation, the ability of Pokdakans on aquacultural field, the limited information on aquaculture techniques and the continuity of high quality seed availability in Buleleng regency. Evaluation and treatment result of Participatory Action Research (PAR) is that subak irrigation system can be used for the catfish rearing aquaculture, fermented feed utilization showed Feed Conversion Ratio (FCR) 0.997 : 1.0. Based on IFAS and EFAS matrices analysis, achieved x value = 0.296 and y = 0.058 showed progressive strategy which means a strong and opportune organization. One strategy is utilization of subak irrigation system for catfish rearing aquaculture in Buleleng regency to meet the high demand of the catfish in Bali province.
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT KELOMPOK USAHA TANI BUDIDAYA IKAN LELE DI TUKAD BINDU DENPASAR Indriyani, Ni Made Vita; Putra, I Wayan Gde Yogiswara Darma; Sumartini, Ade Ruly; Negara, I Ketut Wija
Jurnal Bakti Saraswati (JBS): Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Bakti Saraswati (JBS): Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan (Institute for Research and Community Empowerment) Universitas Mahasaraswati Denpasar Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat (PKM) sudah dilakukan pemerintah dan sesuai dengan tujuan pembangunan Indonesia seutuhnya, maka pembangunan harus merupakan perubahan sosial yang tidak hanya terjadi pada taraf kehidupan masyarakat tetapi juga pada peranan unsur-unsur di dalamnya. Budidaya ikan lele di Denpasar dapat dijumpai di Tukad Bindu. Pelaksana budidaya ikan lele di Tukad Bindu ini belum mengetahui secara pasti cara untuk pembuatan laporan keuangan dan pemasaran atas ikan lele yang nantinya akan menjadi sumber penghasilan masyarakat. Dalam pelaksanaan PKM ini, Kelompok Usaha Tani Budidaya Ikan Lele Tukad Bindu Denpasar sebagai mitra PKM sangat berkontribusi dalam menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan, selain juga tenaga, pikiran, dan lokasi pelatihan yang digunakan selama program pengabdian dilaksanakan. Melalui program PKM, kelompok usaha tani mendapatkan pengetahuan mengenai pembuatan laporan keuangan, pemasaran serta proses budidaya ikan lele yang baik, sehingga dapat memberikan dampak ekonomi bagi kelompok usaha tani dan menjadi wadah edukasi budidaya ikan lele bagi masyarakat.