Matheus Beljai, Matheus
Program Studi Manajemen Ekowisata dan Jasa Lingkungan, Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, PO BOX 168, Bogor 16001

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEP PENATAAN LANSKAP UNTUK WISATA ALAM DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM SORONG Beljai, Matheus; Muntasib, Harini E.K.S; Sulistyantara, Bambang
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 21, No 3 (2014)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Taman Wisata Alam Sorong (TWAS) merupakan suatu kawasan hutan yang memiliki potensi sumberdaya lanskap dan potensi wisata yang baik, seperti: keragaman topografi, hidrologi, flora dan fauna, pemandangan alam serta aksesibilitas yang mudah. Saat ini TWAS belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga perlu pemanfaatan sumberdaya dan ruang yang ada. Pengembangan zonasi pemanfaatan wisata dibuat berdasarkan hasil analisis kesesuaian potensi biofisik lahan dan potensi obyek dan atraksi wisata alam yang ada di TWAS. Penataan lanskapnya mengacu pada konsep dasar taman wisata alam sesuai UU No. 5 Tahun 1990 sebagai suatu kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk tujuan pariwisata alam (wisata alam) dan disesuaikan dengan kondisi biofisik kawasan dan keragaman obyek dan atraksi wisata alam. Zona yang dapat dikembangkan di TWAS ialah zona intensif, zona semi intensif dan zona ekstensif. Ruang yang dapat dikembangkan ialah ruang penerimaan dan pelayanan, ruang wisata inti, ruang wisata penunjang dan ruang konservasi.
ASPEK EKOWISATA RHODODENDRON: TINJAUAN POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA DI DAERAH INTAN JAYA Beljai, Matheus; Runtuboi, Yubelince Y.; Manuhua, Devi; Worabai, Meliza S.; Renwarin, Dominggas M. H.
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol2.Iss1.43

Abstract

Ekowisata merupakan kegiatan wisata yang menarik perhatian besar terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan sebagai salah satu isu utama dalam kehidupan manusia. Rhododendron secara ekologi maupun ekonomi memiliki arti penting. Rhododendron juga memiliki arti penting dalam aspek estetikanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tumbuhan Rhododendron sebagai salah satu potensi ekowisata dan menyusun alternatif strategi pengembangannya di daerah Bilai kabupaten Intan Jaya. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif dengan teknik survei. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Rhododendron di kampung Bilai memiliki karakteristik morfologi menarik berdasarkan warna bunganya. Dalam upaya konservasinya, tumbuhan ini potensial untuk dikembangkan sebagai tanaman pekarangan. Strategi lainnya yang dapat dikembangkan untuk pelestarian Rhododendron sebagai daya tarik ekowisata ialah dengan mengoleksinya dalam satu areal eksitu berupa Kebun Koleksi Rhododendron.
ANALISIS KELAYAKAN SUMBER AIR PANAS SEBAGAI OBYEK WISATA ALAM DI KABUPATEN MANOKWARI SELATAN Fatmaningtyas, Tatik; Renwarin, Dominggas M.H.; Beljai, Matheus
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol2.Iss2.47

Abstract

Informasi tentang obyek wisata alam di Kabupaten Manokwari belum banyak disajikan secara ilmiah, diantaranya obyek wisata air panas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan sumber air panas sebagai objek wisata alam di Kabupaten Manokwari Selatan. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif dengan teknik studi pustaka, wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Data yang diambil ialah potensi fisik, biologi, pemandangan alam, sejarah dan sosial masyarakat sekitarnya. Data dianalisis dengan metode skoring menggunakan Pedoman Kriteria Penilaian Daya Tarik Wisata Alam yang disesuaikan dengan kondisi kawasan sumber air panas. Analisis kelayakan dilakukan terhadap 4 kriteria, yaitu: daya tarik, akesibilitas, sarana dan prasarana serta kondisi lingkungan sosial masyarakat sekitar. Dari hasil olahan data dan penilaian, sumber air panas di Kampung Siwi memiliki skor sebesar 79,63. Nilai tersebut termasuk dalam kategori sedang. Hasil penilaian ini menunjukkan bahwa seumber air panas tersebut memenuhi syarat untuk dikembangkan sebagai objek wisata alam. Walaupun telah memenuhi syarat namun ada beberapa hal yang tetap harus diperhatikan untuk dikelola secara lebih baik dalam pengelolaan obyek wisata alam tersebut, antara lain dukungan pengembangan sarana dan prasarana dari pemerintah.