Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

MAKNA TRI TANGTU DI BUANA YANG MENGANDUNG ASPEK KOMUNIKASI POLITIK DALAM FRAGMEN CARITA PARAHYANGAN Permana, Rangga Saptya Mohamad
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.519 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v3i2.7407

Abstract

Dahulu, di Kerajaan Sunda berlaku sistem pemerintahan yang unik, yang disebut Tri Tangtu di Buana. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna Tri Tangtu di Buana yang mengandung aspek komunikasi politik dalam Fragmen Carita Parahyangan. Penelitian ini menggunakan metode analisis hermeneutik Paul Ricoeur. Data penelitian diperoleh dari teks naskah Sunda kuno Fragmen Carita Parahyangan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap teks naskah Sunda kuno Fragmen Carita Parahyangan diketahui bahwa secara umum, Tri Tangtu di Buana yang terdiri dari prebu, rama, dan resi di dalam naskah Sunda kuno Fragmen Carita Parahyangan ini merupakan tiga lembaga yang secara bersamaan memegang jabatan di pemerintahan Kerajaan Sunda; ketiganya memiliki hak dan kewajiban yang berbeda dalam memimpin Kerajaan Sunda, yang di dalamnya mengandung aktivitas komunikasi politik dalam dua peristiwa, yaitu peristiwa pembagian kekuasaan dan pembagian wilayah kekuasaan.
REPRESENTASI YOGYAKARTA DALAM FILM ADA APA DENGAN CINTA 2 Rosfiantika, Evi; Mahameruaji, Jimi Narotama; Permana, Rangga Saptya Mohamad
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF Volume 1, No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.612 KB)

Abstract

Yogyakarta menjadi setting tempat dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. AADC 2 memberikan nuansa seni dan romantisme dalam dialog dan cerita  Film tersebut, Yogyakarta sebagai kota yang memiliki kebudayaan yang khas direpresentasikan dalam aktifitas seni, kehidupan keseharian dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakatnya. Film termasuk ke dalam salah satu media massa yang bisa merepresentasikan nilai-nilai budaya dan identitas bangsa. Bertujuan untuk mengetahui representasi Yogyakarta dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. Metode yang digunakan adalah semiotik. Berisi pengamatan dan analisis simbol-simbol yang muncul mengenai Yogyakarta dalam film AADC 2. Untuk triangulasi dilakukan studi pustaka dan wawancara.Hasilnya menjadi acuan/bahan/materi dari beberapa mata kuliah Program Studi Televisi dan Film yaitu Sosial Budaya Indonesia, Produksi Film, dan Kajian Film.Kata-kata Kunci: Representasi, Budaya, Yogyakarta, Film, Semiotik
PEMBELAJARAN LITERASI BUDAYA SUNDA PADA PESERTA DIDIK SD BESTARI UTAMI, KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT Susanti, Santi; Permana, Rangga Saptya Mohamad
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.734 KB)

Abstract

Sekolah Dasar Bestari Utami merupakan sekolah berkurikulum kewirausahaan internasional di Kabupaten Garut, yang menerapkan pendidikan yang berakar pada kearifan lokal budaya Sunda. Peserta didik di sekolah yang terletak di Jalan Cimaragas 313 tersebut terdiri atas anak-anak Tionghoa dan anak-anak Sunda yang jumlahnya dominan di sekolah tersebut. Uniknya, meskipun kurikulumnya berstandar internasional, pihak sekolah memasukkan seni budaya Sunda sebagai kurikulum sekolah, tidak sebagai kegiatan ekstakurikuler. PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kerarifan lokal budaya Sunda yang mewujud dalam benda-benda hasil kebudayaan. Peserta PPM ini adalah peserta didik kelas 3,4,5 dan 6 SD Bestari Utami. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat berupa penyegaran pengetahuan serta pelatihan dengan mengajarkan kearifan lokal budaya Sunda dalam bentuk benda-benda hasil karya seni, cerita, makanan dan lainnya, kepada anak-anak didik SD Bestari Utami, untuk melatih murid lebih memahami literasi budaya Sunda. Hasil temuan di lapangan menunjukkan, pada dasarnya peserta didik SD Bestari Utami telah mengenal budaya Sunda yang sangat dekat dengan mereka. Dengan adanya PPM ini, pengetahuan mereka lebih tergali dan dapat diekspresikan dalam bentuk bercerita, gambar, puisi, tulisan dan lainnya. Peserta didik pun merasa senang, karena mendapat pengetahuan baru mengenai benda-benda hasil karya budaya Sunda. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan seni budaya yang diberikan sejak usia dini dapat meresap dengan baik pada anak-anak, apalagi jika ditunjang dengan praktik yang akan lebih menguatkan pemahaman mereka tentang materi seni budaya yang dipelajari.
Komunikasi Politik dan Budaya Damai di Zaman Galuh Pakuan dalam Konstelasinya di Masa Kini Sumarlina, Elis Suryani Nani; Permana, Rangga Saptya Mohamad
LOKABASA Vol 10, No 1 (2019): Vol. 10, No. 1, April 2019
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v10i1.16930

Abstract

The manuscripts as cultural documents inherited from Sundanese past ancestors are plentiful and still very relevant to be introduced and revealed at the present. The values of local wisdom contained and revealed in the manuscript, covers various aspects of people's lives concerning the seven elements of Sundanese culture, i.e. religious systems or beliefs, technology, material items, government/society, livelihoods/economics, science/education, language, and arts. The expectations implied and expressed in the texts revealed in this article are still intertwined with the current life of the Sundanese people, especially regarding communication and political ethics, which of course is inseparable from reliable human resources, those are the stakeholders, the government, and the young generation as heirs of the nation. This article is presented and examined through descriptive analytical research methods, involving philological study, historiography, and cultural studies methods in general, which are expected to be able to uncover the local wisdom of government system and political communication contained in the XVI century Sundanese manuscripts, and its constellation with current Sundanese culture.AbstrakNaskah sebagai dokumen budaya tinggalan karuhun orang Sunda masa lampau, sungguh sangat melimpah dan masih sangat relevan untuk dikenalkan dan diungkap isinya pada masa kini. Kearifan lokal nilai-nilai yang terkandung dan terungkap dalam naskah, meliputi beragam aspek kehidupan masyarakat yang menyangkut tujuh unsur budaya Sunda, yakni: sistem religi atau kepercayaan, teknologi dan benda materiil, pemerintahan/kemasyarakatan, mata pencaharian hidup/ekonomi, ilmu pengetahuan/pendidikan, bahasa, dan seni. Harapan yang tersirat maupun tersurat dalam naskah-naskah yang diungkap dalam artikel ini masih terjalin adanya benang merah dengan kehidupan masyarakat Sunda saat ini, khususnya tentang komunikasi dan etika berpolitik”, yang tentu saja tidak terlepas dari sumber daya manusia yang andal, yakni para pemangku kebijakan, pemerintahan, dan generasi muda sebagai pewaris bangsa. Artikel ini dipaparkan dan dikaji melalui metode penelitian deskriptif analisis, dengan melibatkan metode kajian filologis, historiografi, dan kajian budaya secara umum, yang diharapkan mampu mengungkap kearifan lokal sistem pemerintahan dan komunikasi politik yang terkandung dalam naskah Sunda abad XVI Masehi, konstelasinya dengan budaya Sunda masa kini.
PENGALAMAN KOMUNIKASI DAN KONSTRUKSI MAKNA “OTAKU” BAGI PENGGEMAR BUDAYA JEPANG (OTAKU) Permana, Rangga Saptya Mohamad; Suzan, Nessa
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v8i1.887

Abstract

Seperti halnya subkultur, Otaku merupakan kelompok penggemar yang khas yang mendedikasikan diri mereka terhadap hobi akan sesuatu, yang biasanya kepada budaya populer dari Jepang. Riset ini bertujuan untuk mengungkap makna pengalaman komunikasi penggemar budaya Jepang (Otaku) dengan lingkungan sosialnya. Penelitian ini menggunakan metode analisis fenomenologi Alfred Schutz. Berdasarkan hasil riset yang telah dilakuakn terhadap para penggemar budaya Jepang (Otaku) adalah penggemar budaya Jepang (Otaku) tentu melakukan interaksi. Pengalaman komunikasi yang digunakan meliputi pesan yang membahas seputar Jepang atau Global (tidak hanya Jepang), Media yang digunakan meliputi tatap muka langsung dan media sosial, serta Bahasa yang digunakan bisa bahasa Jepang dan bahasa campuran Indonesia-Jepang.
MENELISIK INDUSTRI DAN STRUKTUR PASAR MEDIA MASSA DI INDONESIA Permana, Rangga Saptya Mohamad; Suzan, Nessa
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v8i2.1268

Abstract

Competition in the business and mass media industry globally began to be felt in Indonesia. This is evident in the structure of the mass media market in Indonesia, where media conglomeration has become commonplace. The industry and structure of the mass media in Indonesia has developed with many variants of mass media that can be consumed by audiences, whether they are conventional media types (old media) or internet based digital media (new media). The purpose of the research in this article is to find out the reality of industry and the structure of the mass media market in Indonesia. The research in this article uses qualitative research methods, precisely the descriptive-qualitative method, by focusing data from the literature review. The results of the research show that industrial conditions and the structure of the mass media market in Indonesia can be viewed from several perspectives, i.e. the number of media buyers and sellers, product differentiation, and barriers to competition. Meanwhile, to explore the structure of the mass media market in Indonesia, we can use The Theory of The Firm, which consists of four types of markets. The four types of markets are monopoly market, oligopoly market, monopolistic competition market, and perfect competition market. Media management from an art perspective can be used as a basis for the media industry; and globally, industry and the structure of the mass media market in Indonesia are not much different from other countries that adhere to the ideology of democracy in the world.
Existence of Sundanese Manuscripts as a Form of Intellectual Tradition in the Ciletuh Geopark Area Darsa, Undang Ahmad; Sumarlina, Elis Suryani Nani; Permana, Rangga Saptya Mohamad
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.887 KB) | DOI: 10.26811/peuradeun.v8i2.369

Abstract

The variety of Sundanese manuscripts are still scattered in individual communities, as well as those already stored in various libraries and museums in West Java. The Sundanese script is still stored in the Ciletuh Geopark, Sukabumi District. This research is interesting because of the discovery of several manuscripts around the southern Sukabumi area, especially at Surade, Ciemas, and Jampang Kulon areas. Descriptive method of comparative analysis that was used trying to describe the data in detail and thoroughly, analyze it carefully, and compare those target accurately between several texts studied. While the method of the study in the form of text critique method, referred to the method of a single script, through the standard edition. The method of content review used the method of cultural studies, which reveals the existence and function of the script pragmatically in the community, especially in the Ciletuh Geopark. The results of the research can be considered as "the documents and local wisdom of Sundanese culture", which deserves to be addressed wisely in the hope that the content contained in it is able to reveal the history of the life of Ciletuh Geopark, either through written tradition, folklore, and culture.
Tata Ruang Kosmologis Masyarakat Adat Kampung Naga berbasis Naskah Sunda Kuno Sumarlina, Elis Suryani Nani; Permana, Rangga Saptya Mohamad; Darsa, Undang Ahmad
LOKABASA Vol 11, No 1 (2020): Vol. 11 No. 1, April 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i1.25163

Abstract

Cosmologically, humans are seen as the microcosm of the universe whose entire life must always carry out all the torments or teachings of the Sanghyang Darma. That is the ideal human who can reach eternal heaven or nirvana according to the Sanghyang Raga Dewata (SRD) manuscript, one of the lontar manuscripts and the ancient Sundanese language of the sixteenth century AD. The cosmological concept of spatial Sundanese society, based on several Sundanese manuscripts of the XVI century AD, is triad, triune or triumvirate. Sundanese people have a view of parallels between the macrocosm and the microcosm, between the universe and the human world. This order seeks to find the meaning of the world according to its existence. This paper presents the cosmological layout of the Kampung Naga indigenous people, based on the Ancient Sundanese XVI century AD, which is examined through descriptive analysis research methods, and philological and cultural studies methods. The cosmological concept of the Kampung Naga community is closely related to the concept known as Tri Tangtu Di Bumi, which includes ‘tata wilayah', 'tata wayah', and 'tata lampah', all of which are interconnected with one another, according to their customs and traditions. AbstrakSecara kosmologis, manusia dipandang sebagai mikrokosmosnya jagat raya, seluruh kehidupannya harus selalu menjalankan segala siksa atau ajaran Sanghyang Darma.  Itulah manusia ideal yang kelak dapat mencapai surga abadi atau nirwana menurut naskah Sanghyang Raga Dewata (SRD), salah satu naskah lontar beraksara dan berbahasa Sunda kuno abad ke-16 Masehi. Konsep tata ruang masyarakat Sunda secara kosmologis, berdasarkan beberapa naskah Sunda abad  ke-16 Masehi, bersifat tiga serangkai, tritunggal atau triumvirate. Masyarakat Sunda memiliki pandangan tentang kesejajaran antara makrokosmos dan mikrokosmos, antara jagat raya dan dunia manusia. Dalam tatanan ini, berupaya mencari makna dunia menurut eksistensinya. Tulisan ini menyajikan kosmologis tata ruang masyarakat adat Kampung Naga, berbasis naskah Sunda Kuno abad ke-16 Masehi, yang dikaji melalui metode penelitian deskriptif analisis, dan kajian filologi dan budaya. Konsep kosmologis masyarakat Kampung Naga seperti itu, berkaitan erat dengan konsep yang dikenal dengan sebutan Tri Tangtu di Bumi, yang meliputi ‘tata wilayah’, ‘tata wayah’,  dan‘tata lampah’, yang ketiganya saling berhubungan satu sama lain, sesuai dengan adat dan tradisi mereka.
SURAT KABAR DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI: SEBUAH TINJAUAN KOMUNIKATIF Permana, Rangga Saptya Mohamad; Abdullah, Aceng
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2020): JIPSi : Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v0i1.3086

Abstract

Surat kabar menjadi salah satu media massa yang memiliki sejarah cukup panjang dalam sejarah umat manusia. Sejak ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg, perkembangan teknologi sangat memengaruhi “kehidupan” surat kabar, mulai dari sisi teknik produksi, distribusi, hingga cara khalayak mengonsumsi informasi yang diberikan oleh surat kabar. Surat kabar adalah salah satu media komunikasi massa yang masih cukup menarik untuk dikaji, terutama di tengah terjadinya revolusi digital dan kehadiran internet sejak awal milenium baru. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui bagaimana surat kabar dan perkembangan teknologi, khususnya perkembangan teknologi komunikasi, saling terkait, dan bagaiamana hal tersebut ditinjau secara komunikatif, baik itu dalam skala lokal maupun global. Kajian dalam artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif, tepatnya metode deskriptif-kualitatif, dengan memfokuskan data dari telaah pustaka dari berbagai referensi (artikel jurnal ilmiah, buku, dan laporan hasil riset) sebagai acuan untuk menganalisis bagaimana surat kabar dan perkembangan teknologi dipandang dari perspektif komunikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi, serta munculnya internet, turut memudahkan khalayak dalam mengonsumsi berita-berita surat kabar secara daring melalui smartphone dan platform digital lainnya. Di lain pihak, perkembangan teknologi tersebut mengancam eksistensi surat kabar cetak, di mana cukup banyak perusahaan surat kabar yang bangkrut dengan banyaknya media online yang muncul dan menawarkan akses yang lebih praktis untuk khalayak. Kata-kata kunci: Surat Kabar; Teknologi; Komunikasi; Media Konvensional; Media Baru
ANALISIS AGENDA SETTING TIM KREATIF NARASI TV TERHADAP PANDEMI COVID-19 MELALUI PROGRAM CERITA PANDEMI Permana, Rangga Saptya Mohamad; Iffah, Alyani Nurul
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2021): JIPSi : Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v11i1.4605

Abstract

Abstract Indonesia is currently experiencing a Covid-19 pandemic, so there is little program content and news from the mass media, especially television, about the Covid-19 pandemic. Narasi TV also reported this pandemic by making a particular program about the Covid-19 pandemic known as the Cerita Pandemi program. This program's uniqueness is the taking of news issues regarding the Covid-19 pandemic, which is quite different from most other Covid-19 pandemic issues on television. This study's objectives were: (1) To determine the role of the Narasi TV creative team in shaping the media agenda regarding the Covid-19 pandemic; and (2) Knowing what is expected by Narasi TV and the creative team for the community through the Cerita Pandemi program. This article's research method uses qualitative research methods to be precise the descriptive-qualitative method by focusing on data from a literature review from various references (scientific journal articles, books, and research reports) as a reference for analyzing how the Narasi TV creative team uses the Agenda Setting theory about the Covid-19 pandemic through the Cerita Pandemi program. The results showed that the Narasi TV media agenda for the Covid-19 pandemic were as follows: (1) By creating a special program regarding the Covid-19 pandemic, namely the Cerita Pandemi program; and (2) The creative team's media agenda for the Cerita Pandemi program is to always try to raise issues around the Covid-19 pandemic that are different from other mass media, which are often forgotten but no less important. Also, the hope of the creative team from the emergence of this Cerita Pandemi program is to help the public to be able to see positive things even amid situations that have so many negative impacts. Keywords: Television Program; Narasi TV; Cerita Pandemi; Agenda Setting; Covid-19 Pandemic Abstrak Indonesia saat ini sedang mengalami pandemi Covid-19, sehingga tidak sedikit konten program dan berita dari media massa khususnya televisi menyajikan seputar pandemi Covid-19. Narasi TV juga ikut serta dalam memberitakan pandemi ini dengan membuat sebuah program khusus mengenai pandemi Covid-19 yang dikenal dengan program Cerita Pandemi. Keunikan dari program ini adalah pengambilan isu berita mengenai pandemi Covid-19 yang cukup berbeda dari kebanyakan isu pandemi Covid-19 di televisi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui peran tim kreatif Narasi TV dalam pembentukan agenda media mengenai pandemi Covid-19; dan (2) Mengetahui apa yang diharapkan Narasi TV dan tim kreatif terhadap masyarakat melalui adanya program Cerita Pandemi. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif, tepatnya metode deskriptif-kualitatif, dengan memfokuskan data dari telaah pustaka dari berbagai referensi (artikel jurnal ilmiah, buku, dan laporan hasil riset) sebagai acuan untuk menganalisis bagaimana teori Agenda Setting digunakan oleh tim kreatif Narasi TV terhadap pandemi Covid-19 melalui program Cerita Pandemi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agenda media Narasi TV terhadap pandemi Covid-19 adalah sebagai berikut: (1) Dengan membuat program khusus mengenai pandemi Covid-19 yaitu program Cerita Pandemi; dan (2) Agenda media tim kreatif terhadap Program Cerita Pandemi adalah dengan selalu berusaha mengangkat isu seputar pandemi Covid-19 yang berbeda dari media massa lainnya, yang sering terlupa namun tidak kalah pentingnya. Selain itu, harapan tim kreatif dari munculnya program Cerita Pandemi ini adalah untuk membantu khalayak agar mampu melihat hal-hal positif walaupun di tengah keadaan yang memiliki dampak negatif yang begitu banyak. Kata-kata kunci: Program Televisi; Narasi TV; Cerita Pandemi; Agenda Setting; Pandemi Covid-19