Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGELOLAAN ACARA “BANDUNG LAUTAN SEPEDA” OLEH BIRO HUMAS DAN PROTOKOL SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT Fauzziya, Putri Meysha Nabila; Nugraha, Aat Ruchiat
Scriptura Vol 9, No 2 (2019): DECEMBER 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.605 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.9.2.59-70

Abstract

One of the characteristics of the success of public services carried out by an organization is in the form of delivering information and organizing an activity that is beneficial to stakeholders. Submitting information and organizing these activities is part of public communication that must be carried out by the public relations department of an organization. Is done by the Public Relations and Protocol Bureau of the Regional Secretariat of West Java Province which has the function as the front guard to provide information through various media publications with a deliberate strategy. The form of undertaken strategy is public relations events and media relations which packaged in activities with the theme "Bandung Ocean Bike". This article discusses how the contents of the communication message delivered in the "Bandung Lautan Sepeda" activity and how to use its publication media. This study uses a qualitative method with a descriptive-based research approach through data collection conducted by interviews, field observations, and literature studies. The results of the research on the "Bandung Ocean of Bicycles" activity showed that the message content conveyed on the activity poster contained persuasive sentences while the type of media publication used is below the line media such as banners, posters, backdrops, and word of mouth
Pola Komunikasi Kesehatan dalam Pelayanan dan Pemberian Informasi mengenai Penyakit TBC pada Puskesmas di Kabupaten Bogor Komariah, Kokom; Perbawasari, Susie; Nugraha, Aat Ruchiat; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.896 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6042

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TBC) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena merupakan salah satu penyakit infeksi pembunuh utama yang menyerang golongan usia produktif (15-50 tahun) dan anak-anak serta golongan sosial ekonomi lemah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif survei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) proses pelayanan kesehatan Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 2) Model pemberian informasi yang dilakukan oleh Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 3) pelayanan pemberian informasi kaitannya dengan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor. Hasil menunjukkan bahwa proses pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Citeureup dalam pengendalian penyakit TBC mengikuti standar pelayanan puskesmas yang sudah baku. Dengan mengusung motto Pelayanan Prima, Responsif, Efektif, Strategis, Tangguh, Asih, Senyum, Sapa, Salam dan Inovatif). Model pelayanan dalm pemberian informasi dilakukan secara anterpersona yang dialogis, transaksional, sesuai model sirkuler Schramm. Pelayanan pemberian informasi secara linier dapat meningkatkan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor.
“JATIDIRI PASUNDAN” SEBAGAI BRANDING BANDUNG TV DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ISI SIARAN DI ERA DIGITALISASI Ramdan, Ahmad Taufiq Maulana; Setianti, Yanti; Nugraha, Aat Ruchiat
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF Volume 1, No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.468 KB)

Abstract

Keberadaan televisi lokal menyongsong era digitalisasi akan semakin tertantang dengan adanya persaingan untuk mendapatkan perhatian publik yang semakin kritis dan tersegmentasikan dengan jelas. Persaingan diantara industri penyiaran lokal dapat diatasi melalui tayangan isi siaran yang mengandung nilai-nilai budaya sebagai keunggulan sebuah televisi lokal di suatu daerah. Tuntutan isi siaran pada televisi lokal harus harus mengimbangi terhadap perkembangan budaya modern dan teknologi informasi yang semakin “bebas” memasuki ruang pribadi dan ruang publik secara berkesinambungan. Disisi lain, televisi sebagai media komunikasi massa yang cukup ampuh dalam menyampaikan pesan-pesan terhadap publik telah merubah pemikiran dan budaya bangsa secara bertahap. Hal inilah yang terdapat pada isi siaran televisi lokal Bandung TV yang masih tetap mempertahankan isi siaran dengan konsep-konsep budaya lokal Kesundaan sebagai identitas Branding keberadaan televisi lokal di era persaingan siaran analog dan digital yang semakin kompetitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana Bandung TV membangun branding “Jatidiri Pasundan” melalui program tayangan advertorial gelaran event 1001 produk wirausaha baru Jawa Barat 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatankualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konsep tayangan yang menunjang branding “Jatidiri Pasundan” disiarkan dengan penggunaan bahasa Sunda lomamengenai isi tayanganevent Gelar 1001 Produk Wirausaha Baru Jawa Barat 2016. Simpulan dari penelitian ini bahwa Bandung TV telah berhasil menanamkan sebagian dari nilai-nilai “Jatidiri Pasundan” dalam tayangan event Gelar 1001 Produk Wirausaha Baru Jawa Barat 2016.Kata-kata Kunci: Siaran Televisi, Branding, Televisi Lokal
Komunikasi Manajemen Pemerintah Daerah dalam Upaya Branding Buah-buahan Lokal Asli Jawa Barat Nugraha, Aat Ruchiat; Romli, Rosnandar; Lukman, Syauqy
Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : School of Communication Science and Media Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/calathu.v1i2.1007

Abstract

Jawa Barat sebagai wilayah yang memiliki potensi pertanian yang sangat subur banyak menghasilkan komoditas tanaman holtikultura. Salah satu hasil tanaman holtikultura, yaitu buah-buahan. Keberadaan potensi buah-buahan lokal belum teroptimalisasikan secara baik oleh pemerintah maupun masyarakat dalam upaya meningkatkan tingkat kesejahteraan petani buah-buahan. Hal ini dapat terjadi karena sistem fleksibilitas rantai pasokan komoditas buah-buahan lokal yang masih terbatas akibat implementasi komunikasi manajemen pertanian yang bersifat linear. Komunikasi manajemen pertanian yang dilakukan oleh PEMDA Jawa Barat dalam menyediakan komoditas buah-buahan lokal yang baik bukan hanya dilakukan secara tradisional tetapi dipadukan dengan pemanfaatan teknologi komunikasi melalui pengelolaan pesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan fungsi humas dalam branding komoditas hasil pertanian yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah-buahan lokal asli Jawa Barat akan semakin terkenal dan bisa menjadi ikon baru guna meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pertanian dan wisata melalui pelaksanaan strategi branding yang terus dikomunikasikan secara kontinyu kepada masyarakat.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP BRANDING KOTA BANDUNG DI ERA SMART CITY Nugraha, Aat Ruchiat; Yustikasari, Yustikasari; Koswara, Aang
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.149 KB)

Abstract

Merek suatu kota dapat ditunjukkan melalui keramahtamahan masyarakat, infrastruktur perkotaan, fasilitas dan layanan publik yang terpenuhi, serta sistem perencanaan tata kota yang sedang dikembangkan dan dibangun oleh pemerintah setempat. Dalam mewujudkan merek kota tersebut diperlukan suatu kerjasama yang baik antara masyarakat dengan pemerintah kota yang akan menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan potensial dan keberlanjutan merk sebuah kota dimasa yang akan datang. Selain itu, dukungan terhadap strategi komunikasi pemasaran terpadu yang dilakukan oleh pemerintah setempat, seperti halnya Kota Bandung yaitu melalui penguatan aspek budaya lokal dalam hal pembangunan fasilitas maupun pelayanan administrasi sebagai salah satu unsur dalam pembentukan “branded city” di Jawa Barat. Kota yang akan memiliki branding city harus dapat teridentifikasikan melalui sebuah identitas kota yang memiliki unique selling point tersendiri. Adapun metode penelitian ini menggunakan deskriptif dengan instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding kota Bandung berdasarkan unsur penilaian pictorially recognized menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengarahkan pada simbol Bandung Command Center, Gedung Sate, dan Gedung Konferensi Asia Afrika yang mudah dikenal di masyarakat sebagai branding kota Bandung di era smart city. Kata Kunci: Branding, Smart City, dan Pictorial Recognized
FUNGSI HUMAS PEMERINTAH KABUPATEN SUMEDANG DALAM MENGKAMPANYEKAN SUMEDANG SEBAGAI PUSEUR BUDAYA SUNDA (SPBS) Nugraha, Aat Ruchiat
EDUTECH Vol 13, No 1 (2014): DINAMIKA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i1.3220

Abstract

Abtract, Regional autonomy gives opportunity to the leadership of the district/city to build a territory independently and energized. Sumedang as an autonomous region PR utilize the functionality of territory in the development process in order to improve or maintain the perception, image and reputation of both material and immaterial development of the public. The technique of communications made Sumedang Government Relations ie through the use of a public campaign to strengthen city branding as a cultural center in West Java.Key Word: Rigional Autonomy, Public Relations Function and City BrandingAbstrak, Adanya otonomi daerah memberikan peluang kepada pimpinan kabupaten/kota untuk membangun wilayahnya secara mandiri dan berdayasaing. Sumedang sebagai daerah otonomi memanfaatkan fungsi Humas pada proses pembangunan wilayahnya dalam rangka meningkatkan maupun mempertahankan persepsi, citra dan reputasi pembangunan secara materi maupun immateri dari publiknya. Adapun teknik komunikasi yang dilakukan Humas Pemerintah Kabupaten Sumedang yaitu melalui pemanfaatan kampanye publik dalam menguatkan city branding sebagai pusat budaya di Jawa Barat.Kata Kunci: Otonomi Daerah, Fungsi Humas dan Citra Kota
Analisis framing pemberitaan korupsi massal di media online detik.com Ananda, Muhammad Fairuz Satria; Nugraha, Aat Ruchiat; Sumartias, Suwandi
Jurnal Studi Komunikasi Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.386 KB) | DOI: 10.25139/jsk.v3i2.1464

Abstract

This research aims to determine the construction of PDIP's image from the news framing on them as the party who has the most corrupted fraction members in the event of mass coruption case if the People’s Legislative Council (DPRD) of Malang City by the online media, Detik.com. This research is conducted through constructivism paradigm with the sudty of framing analysis by Robert M. Entman as a conceptual foundation with the framing concept of Entman, namely, define problems, diagnose causes, make moral judgement, and treatment recommendation from journalist side; using the theory of the social mass media as a theoretical foundation. The results of the framing carried out by the online media, Detik.com tend to be neutral in delivering their news on the mass corruption case of the DPRD of Malang City in construction the image of PDIP as the most corrupted party. This is because the media deliver both side cover, even Detik.com’s journalists already included opinions in the titles and selecting images in the news. Although Detik.com tends to be neutral, becase Detik.com just deliver the facts. The bad image construction of PDIP has been constructed already, as the news is considered to be a bad news model.
Pengembangan Komunikasi Pariwisata Halal di Kabupaten Garut Jawa Barat Perbawasari, Susie; Sjuhro, Dian Wardiana; Setianti, Yanti; Nugraha, Aat Ruchiat
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Khusus) - Acceptance
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.293 KB)

Abstract

Berdasarkan fenomena yang terjadi di sekitar destinasi wisata di Kabupaten Garut, kesiapterapan model komunikasi pariwisata yang belum terbentuk akibat potensi sumber daya manusia yang masih minim menjadi kendala untuk merealisasikan program pariwisata halal. Padahal syarat utama dalam pengembangan layanan wisata halal selain objek wisatanya yang bagus yaitu adanya daya dukung dari sumber daya manusia yang berkualitas dalam melayani para wisatawan. Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya yang dilakukan oleh pemerintahan Kabupaten Garut untuk pengembangan komunikasi pariwisata halal. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan sifat data kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa pemerintahan Kabupaten Garut dalam mengadopsi pariwisata halal sudah mengacu pada buku pedoman pengembangan pariwisata halal yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementaerian Pariwisata tahun 2017, tetapi masyarakat Garut masih memegang teguh dan mengutamakan adat istiadat leluhur yaitu adat istiadat Sunda sehingga wacana pariwisata halal di Kabupaten Garut masih belum berkembang dengan baik, walaupun mayoritas penduduknya memang beragama Islam. Sebaiknya pemerintahan Kabupaten Garut segera bisa mewujudkan pariwisata halal sesuai dengan harapan dari Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata yang menyatakan bahwa perkembangan pariwisata halal (ramah muslim) saat ini telah memasuki fase global mainstream market bukan lagi niche market, yang artinya kebutuhan akan destinasi pariwisata yang ramah wisatawan muslim menjadi suatu keniscayaan.
STRATEGI COURTYARD BY MARRIOTT BANDUNG DAGO DALAM MENGKOMUNIKASIKAN BRAND PERSONALITY MELALUI INSTAGRAM Ono, Nisia Hikaru; Romli, Rosnandar; Nugraha, Aat Ruchiat
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.895 KB) | DOI: 10.35760/mkm.2019.v3i1.1984

Abstract

Ketika karakteristik manusia diasosiasikan dengan sebuah brand, maka akan terbentuk brand personality yang mampu membedakan satu brand dengan kompetitornya. Sifat media sosial yang personal kini membantu brand menonjolkan kepribadiannya serta menjadi lebih manusiawi. Penelitian ini menjelaskan strategi Courtyard by Marriott Bandung Dago dalam mengkomunikasikan brand personality melalui Instagram, yang terdiri dari proses Audit/Discovery & Research, Tracking & Monitoring, Distribution/Channel, Communication/Content Optimization, Engagement, dan Measurement. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses Audit/Discovery & Research dilakukan melalui Creative Meeting, namun belum sesuai dengan tahapan audit yang ideal. Tracking & Monitoring dilakukan dengan aplikasi HYP3R, fitur insight Instagram, dan pengamatan langsung terhadap perilaku followers. Diketahui bahwa publiknya adalah millennial usia 27-35 tahun dengan kelas ekonomi menengah ke atas. Pada Distribution/Channel, Courtyard by Marriott Bandung Dago memilih menggunakan Instagram, disesuaikan dengan profil target sasarannya. Communication/Content Optimization dilakukan melalui konten bertema aktivitas dan gaya hidup yang mengandung unsur manusia, serta melalui kerjasama dengan micro influencer. Proses Engagement dilakukan dengan menggunakan kalimat yang lebih personal dan manusiawi.
PELATIHAN STORYTELLING DALAM MEMBANGUN EKONOMI KREATIF BIDANG PARIWISATA DI DESA CINTARATU KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Bakti, Iriana; Sumartias, Suwandi; Damayanti, Trie; Nugraha, Aat Ruchiat
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.362 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1874

Abstract

Pangandaran is one of many tourist attractions in the South Eastern region of West Java that continues to be developed by the local government. All this time, well known tourist destinations in the Pangandaran district are limited to the beaches (Pangandaran Beach, Pasir Putih Beach, Batu Karas Beach, Karang Nini Beach, and Batu Hiu Beach), and nature reserves, even though there are other high potential tourist destinations in the form of cultural tourism, both in the coastal areas as well as in cultural activities in hillside areas such as Sunda Buhun sites and rituals. The combination of natural and cultural tourist destination areas has the potential to be developed into a geopark-based tourist destination in Pangandaran district. To realize this geopark tourism destination in Pangandaran district, it is necessary to educate tourism activists, especially those who are concerned for the development of geopark-based tourism destinations, with tourism knowledge and communication skills, because the knowledge and communication skills of tourism is an added value of the community that prioritizes the concept of harmony between stakeholders , i.e. government, community and investors. To accomplish this, members of the tourism activist group should gain knowledge and skills in the form of tourism communication training activities with basic capital already in place, which is a diverse marine ecosystem. Based on the initial problems observed and those faced by members of the tourism activists group in the Parigi district of Pangandaran Regency that have been described previously, the urgent problem of this community service was formulated, namely how tourism services can be carried out by members of the tourism activists group through tourism communication training, which is information and communication technology-based, in the Parigi district of Pangandaran regency. The tourism communication service is implemented with a presentation of information that is told in a coherent manner (story telling) starting from the history of objects to the potential attraction of objects that can attract tourists in accordance with tourism news. The results of this training show that storytelling training can build understanding, affection, and willingness in Kompepar members to learn and work to popularize tourist destinationsABSTRAK: Pangandaran merupakan salah satu kawasan wisata di wilayah Timur Jawa Barat bagian Selatan yang terus dikembangkan oleh pemerintah daerahnya. Selama ini, destinasi wisata di kabupaten Pangandaran yang terkenal hanya berupa wisata pantai (Pantai Pangandaran, Pantai Pasir Putih, Pantai Batu Karas, Pantai Karang Nini, dan Pantai Batu Hiu), dan cagar alam saja, pada hal selain itu terdapat pula destinasi wisata yang sangat potensial berupa wisata budaya, baik yang ada di wilayah pantainya maupun di aktivitas budaya di kawasan perbukitan berupa situs-stus dan ritual-ritual sunda buhun. Perpaduan kawasan destinasi wisata alam dan budaya ini yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan detinasi wisata berbasis geopark di kabupaten Pangandaran. Untuk mewujudkan destinasi wisata geopark di kabupaten Pangandaran tersebut diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan komunikasi pariwisata khusunya bagi penggiat wisata yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan destinasi wisata berbasis geopark, karena kemampuan dan keterampilan komunikasi pariwisata menjadi nilai tambah yang dimiliki oleh masyarakat yang mengedepankan konsep keselarasan antara para stakeholders, yaitu pemerintah, masyarakat, dan investor. Untuk itu, anggota kelompok penggiat wisata tersebut mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bentuk kegiatan pelatihan komunikasi pariwisata dengan modal dasar sudah ada yaitu kekayaan alam bahari yang cukup beragam. Berdasarkan permasalahan awal dari hasil pengamatan di lapangan dan yang dihadapi oleh anggota kelompok penggiat wisata di wilayah kecamatan Parigi kabupaten Pangandaran yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dirumuskan permasalahan yang menjadi urgensi kegiatan pengabdian ini, yaitu bagaimana pelayanan pariwisata yang dilakukan oleh anggota kelompok penggiat wisata melalui pelatihan komunikasi pariwisata yang berbasiskan teknologi informasi dan komunikasi di wilayah kecamatan Parigi kabupaten Pangandaran. Pelayanan komunikasi pariwisata tersebut diimplementasikan dengan sajian informasi yang diceritakan secara runtut (story telling) mulai dari sejarah obyek sampai dengan potensi daya tarik obyek yang dapat menarik minat wisatawan yang sesuai dengan penulisan berita wisata. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa Pelatihan storytelling dapat membangun pemahaman anggota Kompepar, membangkitakn perasaan suka, dan membangun kesediaan anggota Kompepar untuk belajar dan berkarya mensosialisakian destinasi wisata.