Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KOMUNIKASI TERAPEUTIK KONSELOR LAKTASI TERHADAP KLIEN RELAKTASI Dewi, Retasari
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.336 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v3i2.7408

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana proses komunikasi terapeutik antara konselor dengan klien, bagaimana teknik komunikasi terapeutik digunakan dalam konseling dan untuk mengetahui mengapa komunikasi terapeutik diperlukan dalam proses relaktasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teori interaksi simbolik dan teori self-disclosure menjadi perspektif dalam menganalisis fenomena kasus komunikasi antara konselor dengan kliennya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konseling relaktasi pada intinya adalah kegiatan komunikasi antarpribadi yang bertujuan untuk terapi kesehatan. Selama konseling relaktasi terjadi proses komunikasi antara konselor dengan klien. Konselor menggunakan teknik komunikasi untuk membantu klien mengatasi kendala klien dalam menyusui. Disimpulkan bahwa proses komunikasi terapeutik konselor laktasi terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap pembinaan hubungan baik, tahap pengumpulan informasi dan tahap penyelesaian masalah. Ada sepuluh teknik komunikasi yang digunakan konselor dalam konseling relaktasi yaitu: Komunikasi nonverbal, mendengarkan, mengajukan pertanyaan, menggunakan respons sederhana, berempati, menghindari kata-kata menghakimi/menilai, menerima apa yang klien pikirkan, mengenali dan memuji, memberikan informasi yang relevan, dan terakhir memberikan saran. Komunikasi terapeutik diperlukan dalam proses konseling relaktasi, dan kompetensi komunikasi adalah kompetensi utama yang harus dimiliki konselor laktasi.
FENOMENA MENGUNGGAH FOTO MAKANAN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (Studi Fenomenologi mengenai Fenomena Mengunggah Foto Makanan pada Akun Instagram @sigerfoodies Lampung) Pramadi, Yoka; Dewi, Retasari
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.056 KB)

Abstract

Jika orang-orang dulu berpesan, “berdoa dulu sebelum makan”, sekarang kita mengenal ungkapan “foto makanannya dulu sebelum makan”. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini telah membawa manusia ke level yang lebih luas dalam berinteraksi. Kehadiran fitur kamera pada smartphone cukup berpengaruh pada perkembangan aplikasi media sosial. Dari waktu ke waktu angka pengguna media sosial semakin bertambah. Salah satu media sosial berbasis grafis dan foto yang banyak diminati adalah Instagram.Hal ini menyebabkan terjadinya fenomena baru yakni tren mengunggah foto makanan di media sosial.Foto makanan yang diunggah ke media sosial seperti Instagram merupakan salah satu bentuk pesan nonverbal.Makanan saat ini tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan utama manusia tapi juga sebagai lifestyle. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat motif followers akun Instagram @sigerfoodies dalam kegiatan mengunggah foto makanan di Instragram.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Adapun data diperoleh dari studi literatur sejumlah jurnal dan buku mengenai fenomena mengunggah foto makanan di media sosial serta wawancara mendalam dengan followers aktif dari akun @sigerfoodies. Penelitian ini menemukan bahwa motif followers akun Instagram @sigerfoodies yang mengunggah foto di media sosial yaitu sebagai food diary, mendokumentasikan self creations, special occasions, food art, momen makan bersama, dan resensi menu makanan atau restoran. Keyword: Fotografi, Instagram, Lampung, Makanan, Media Sosial.
MENJADI TUA DAN SEHAT (STUDI FENOMENOLOGI LITERASI HIDUP SEHAT LANSIA DI CLUB RENANG OASIS BANDUNG) Suminar, Jenny Ratna; Dewi, Retasari
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 7 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v7i2.545

Abstract

Healthy Indonesia 2025 paradigm has been launched by the Ministry of Health more than ten years ago. One of the purpose of this program is to initiate health-oriented for all Indonesian citizens. The goals of Indonesian Healthy 2025 is to make all Indonesian become qualified citizens with healthy paradigm. Healthy life can be obtained by sport. One objective of Indonesia in 2025 is the increase life expectancy for elderly people in a healthy condition. The phenomenon of elderly people who actively exercising in Oasis swimming club in Bandung are interesting to observed. This research using qualitative tradition with a phenomenological approach. These results indicate that the motive elderly healthy behavior through sport swimming is to maintain health in order to live independently and do not bother the family. Information on healthy behavior and exercise swim was obtained from a friend, a doctor, find your own from reading and from family. While the meaning of healthy living for the elderly is regular exercise, in this case swimming, because sports are best suited to the condition of the body of the elderly.Paradigma Indonesia sehat 2025 yang telah dicanangkan pemerintah melalui Departemen Kesehatan lebih dari sepuluh tahun lalu merupakan tujuan seluruh warga negara Indonesia yang harus diupayakan dalam pencapaiannya. Sasaran Indonesia Sehat 2025 adalah upaya menjadi warga negara yang berkualitas dengan hidup sehat. Untuk mendapatkan hidup sehat ini bisa diperoleh dari olah raga. Salah satu tujuan Indonesia 2025 adalah meningkatkan angka harapan hidup sehingga di masa depan orang lanjut usia di Indonesia akan bertambah, namun demikian usia yang lanjut diharapkan dalam kondisi sehat. Fenomena orang lanjut usia yang aktif berolah raga di club renang Oasis di Bandung menjadi menarik untuk dikaji melalui penelitian dengan menggunakan tradisi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motif orang lanjut usia berperilaku sehat melalui olahraga berenang adalah untuk menjaga kesehatan agar bisa hidup mandiri dan tidak merepotkan keluarga. Informasi mengenai perilaku hidup sehat dan olah raga berenang diperoleh dari teman, dokter, mencari sendiri dari bacaan dan dari keluarga. Sedangkan makna hidup sehat bagi para orang lanjut usia adalah melakukan olahraga rutin, dalam hal ini berenang, karena olah raga yang paling cocok untuk kondisi tubuh usia lanjut.
PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL OLEH HUMAS RUMAH SAKIT PANDEGA PANGANDARAN DALAM MENYAMPAIKAN INFORMASI KESEHATAN Dewi, Retasari; Anisa, Renata; Yustikasari, Yustikasari
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol 7, No 2 (2022): Edisi April (In Press)
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v7i2.24576

Abstract

RSUD Pandega Pangandaran adalah sebuah rumah sakit pemerintah baru sehingga memiliki tantangan untuk dapat memperkenalkan rumah sakit kepada masyarakat melalui media sosial. Rumah sakit juga memiliki kewajiban untuk melaksanakan Promosi Kesehatan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan melalui kegiatan menginformasikan, mempengaruhi, dan membantu masyarakat agar berperan aktif untuk mendukung perubahan perilaku dan lingkungan serta menjaga dan meningkatkan kesehatan menuju derajat kesehatan yang optimal. Dengan pengelolaan media sosial yang baik, rumah sakit dapat menyajikan berbagai informasi kesehatan untuk masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan media sosial yang dilakukan oleh RSUD Pandega Pangandaran dengan menggunakan model sirkuler SoMe dari Regina Luttrel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Pandega Kabupaten Pangandaran secara aktif membagikan informasi seputar rumah sakit dan informasi kesehatan. Optimalisasi media sosial dilakukan dengan menetapkan standar dalam desain konten, keterangan gambar dan tagar yang digunakan dalam setiap unggahan di akun media sosial agar konten yang diunggah konsisten. Pengelolaan media sosial RSUD Pandega dilakukan secara manual dengan mengamati insight media sosial. Interaksi pengikut pada media sosial belum optimal serta engagement rate masih menjadi tantangan bagi pengelola media sosial RSUD Pandega. Pengelola dapat memaksimalkan fitur yang ada pada media sosial dan meningkatkan interaksi dengan pengguna media sosial.Kata kunci: Humas; Informasi; Media Sosial; Promosi Kesehatan; Rumah Sakit.