Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN ANEMIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM Anggraeni, Dwi; Kunsianah, Kunsianah; Musyarofah, Siti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 6 No 1 (2016): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.616 KB) | DOI: 10.32583/pskm.6.1.2016.16-21

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Perdarahan post partum adalah penyebab utama kematian ibu diseluruh dunia. Di berbagai Negara paling sedikit seperempat dari seluruh kematian ibu disebabkan oleh perdarahan. Metode: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara anemia dan paritas dengan kejadian perdarahan postpartum pada ibu nifas di RSUD dr. H. Soewondo Kendal tahun 2015. Metode penelitian ini dilakukan secara survei analitik dengan pendekatan case control  dan pengumpulan data secara retrospektif dari rekam medik. Sampel dengan teknik Purposive sampling  berjumlah  23 responden kasus dan 46 responden kontrol. Alat penelitian mengunakan check list. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa kejadian anemia dengan kejadian perdarahan post partum sebanyak 22 responden (47, 8%), sedangkan angka paritas dengan kejadian perdarahan post partum sebanyak 11 responden (32,4%) dengan paritas primipara. Dari hasil uji statistik Chi square dengan Fisher?s Exact Test terdapat hubungan antara anemia dengan perdarahan post partum yaitu (P value=0,0001, OR=20,2; 95% CI=2,505- 612,369) dan tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan post partum yaitu diperoleh hasil (P value=0,744). Diskusi: Ibu hamil disarankan memperhatikan status kesehatannya (gizi dan anemia), mengatur/merencanakan umur untuk hamil (20-34 tahun) dan jumlah anak serta melakukan ANC secara teratur dan sesuai standar.   Kata kunci: Perdarahan Postpartum,Anemia, Paritas   RELATIONSHIP OF BETWEEN ANEMIA AND PARITY WITH POSTPARTUM BLEEDING INCIDENT IN CHILDBED MOTHER   ABSTRACT Introduction: Post partum bleeding the root cause mother death throughout world. At various countries most a little one fourth from entire mother deaths is caused by bleeding. Methods: Aim from this research was detects relationship of between anemia and parity with postpartum bleeding incident in childbed mother at dr. H. Soewondo Kendal Hospital year 2015. This research method was done according to analytic research with approaches case control and data collecting according to retrospective from medical document. Sample with Purposive sampling total 23 case respondents and 46 control respondents. Instrument of researchused check list. Results: Research result is got that  anemia incident with post partum bleeding incident as much as 22 respondents (47,8%), while parity number with post partum bleeding incident as much as 11 respondents (32,4%) with primipara parity. From statistics test result chi square with fisher's exact test found connection between anemia with post partum bleeding that is (p value=0,000, OR= 20,02; 95% CI=2,505- 612,369)) and there is no connection between parity with post partum incident bleeding that is got result (p value=0,744). Discussion: pregnant mother suggessted pays the well-being status (nutrient and anemia), regulate/plan age for pregnant (20-34 year) and child total with do ANC regularly and appropriate standard.   Keywords: Postpartum Bleeding, Anemia, Parity
HUBUNGAN ANTARA PEKERJAAN, TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Utami, Rizky Tri; Suraji, Cahyo; Musyarofah, Siti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 5 No 2 (2015): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.102 KB) | DOI: 10.32583/pskm.5.2.2015.67-70

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Cakupan pemberian ASI eksklusif cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Berbagai penelitian di Indonesia melaporkan prosentase ASI eksklusif 6 bulan masih di bawah 20%. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut perlu peran serta ibu. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pekerjaan, tingkat pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitiannya menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis dengan tt uji chi square. Hasil: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Brangsong 02 Kendal p = 0, 029 (p > 0,05). Ada hubungan antara sikap ibu dengan perilaku pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Brangsong 02 Kendal p = 0,022 (p > 0,05). Diskusi: Puskesmas Brangsong 02 Kendal diharapkan Memberikan penyuluhan selama 2 bulan sekali tentang pemberian ASI eksklusif kepada ibu-ibu. Kata kunci: Pekerjaan, pengetahuan, sikap, ASI eksklusif   ABSTRACT Introduction: The coverage of exclusive breastfeeding gifts compared from year to year. Various studies in Indonesia reported the percentage of exclusive breastfeeding 6 months is still below 20%. Attempts to overcome the problem need to be mother's role. Methods: This study aims to determine the relationship between work, attitude and attitude of the mother with exclusive breastfeeding behavior. This research uses analytic observational method using cross sectional. Research subjects using simple random sampling technique. Data were analyzed with tt chi square. Results: There was a relationship between maternal knowledge level and exclusive breastfeeding behavior in the working area of ??Puskesmas Brangsong 02 Kendal p = 0,029 (p> 0,05). There is correlation between mother attitude with exclusive ASI behavior in working area of ??Puskesmas Brangsong 02 Kendal p = 0,022 (p> 0,05). Discussion: Puskesmas Brangsong 02 Kendal is expected to provide information for 2 months once about exclusive breastfeeding to mothers.  Keywords: Occupation, knowledge, attitude, exclusive ASI  
ANALISIS PENERAPAN GREEN ACCOUNTING DI KOTA SEMARANG Musyarofah, Siti
Accounting Analysis Journal Vol 2 No 3 (2013): August 2013
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/aaj.v2i3.2855

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perhatian, tanggungjawab, pelaporan akuntansi lingkungan, serta audit lingkungan pada industri besar dan industri sedang di Kota Semarang terkait permasalahan lingkungan disekitarnya. Populasi penelitian ini terdiri industri besar dan industri sedang di Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode Convinience Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner yang memenuhi syarat adalah 87 responden. Analisis data menggunakan analisis Independent Samples T-test dengan alat analisis SPSS.16. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan perhatian antara industri besar dan sedang terkait permasalahan lingkungan disekitarnya, terdapat perbedaan tanggungjawab antara industri besar dan sedang terkait permasalahan lingkungan disekitarnya, terdapat perbedaan pelaporan akuntansi lingkungan antara industri besar dan sedang terkait permasalahan lingkungan disekitarnya, terdapat perbedaan audit lingkungan antara industri besar dan sedang terkait permasalahan lingkungan disekitarnya. The purpose of this study was to determine whether there are differences in attention, responsibility, environmental accounting reporting, as well as environmental audits on large industrial and medium industries in Semarang related to issues surrounding the environment. The study population consisted of 141 major industries and 200 medium industries, so that the whole study population is 341. Eligible questionnaires were 87 respondents. Data collection using questionnaires. Analyzed using the Independent Samples T-test with SPSS.16 analysis tools. The results showed there are no differences between the attention of the industry and are related to issues surrounding their environment, there is a difference between the responsibilities of large and medium industries related issues surrounding their environment, environmental accounting reporting differences between large and medium industries related issues surrounding the environment, there is a difference between the environmental audit of large and medium industries related to issues surrounding the environment.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTIK PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA PENGELASAN INFORMAL Ulum, Ahmad Khaerul; Suraji, Cahyo; Musyarofah, Siti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 4 No 2 (2014): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.802 KB) | DOI: 10.32583/pskm.4.2.2014.44-54

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Bengkel las informal adalah satu dari sekian banyak bengkel yang dimiliki oleh pihak swasta dalam menjalankan usaha las. Salah satu kegiatan utama di bengkel las informal adalah proses pengelasan. Penggunaan APD yang tepat dapat mengurangi tingkat terjadinya kecelakaan secara signifikan. Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja pengelasan Informal. Penelitian ini merupakan explanatory research dengan pendekatan cross sectional menggunakan analisa uji Chi-Square. Populasinya adalah seluruh pekerja las  Kecamatan Kota Kendal sebanyak 117 pekerja dengan teknik Purposive Random Sampling sehingga didapatkan sejumlah 50 responden dengan menggunakan 4 buah kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan buruk 54% ( 27 responden), sikap positif dan negatif masing-masing 50% (25 responden), tingkat pendidikan menengah 62% (31 responden), usia ? 27 tahun 60% (30 responden), praktik penggunaan APD tidak lengkap 80% (40 responden). Ada hubungan antara pengetahuan (p valuue = 0,016 PR = 6,667) dan sikap (p valuue = 0,005 PR = 13,500). Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan (p valuue = 0,560 PR = 1,556) dan usia (p valuue = 0,470 PR = 0,580) dengan praktik penggunaan APD pada pekerja pengelasan Informal. Diskusi: Perlu adanya program edukasi bagi pekerja las informal untuk dapat meningkatkan kesadaran operator dalam menggunakan APD saat melakukan proses penngelasan demi mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.   Kata kunci: Pengelasan, APD.   ABSTRACT Introduction: Informal welding workshop is one of the many workshops owned by private parties in running a welding business. One of the main activities in the informal welding workshop is the welding process. Proper use of Personal Protective Equipment (PPE) can significantly reduce accident rates. Methods: The purpose of this study was to determine factors related to the practice of using Personal Protective Equipment (APD) in Informal welding workers. This research is an explanatory research with cross sectional approach using Chi-Square test analysis. The population is all workers welding District Kendal as many as 117 workers with Purposive Random Sampling technique to obtain a number of 50 respondents using 4 pieces of questionnaires. Results: The results showed poor knowledge of 54% (27 respondents), positive and negative attitudes of 50% (25 respondents), secondary education level 62% (31 respondents), age ? 27 years 60% (30 respondents), practice use of incomplete PPE 80% (40 respondents). There is a relationship between knowledge (p valuue = 0,016 PR = 6,667) and attitude (p valuue = 0,005 PR = 13,500). There is no correlation between education level (p value = 0.560 PR = 1,556) and age (p valuue = 0,470 PR = 0,580) with practice of using APD on Informal welding worker. Discussion: There needs to be an educational program for informal welding workers to increase awareness of operators in using PPE when doing pengngelasan process in order to prevent accidents and occupational diseases. Keywords: Welding, PPE.
ANALISIS BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA ANTARA SHIFT PAGI DAN SHIFT SIANG PADA PEKERJA DI BAGIAN OPERASIONAL Hidayah, Nurul; Musyarofah, Siti; Widjasena, Baju
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.343 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.107-115

Abstract

Kelelahan kerja merupakan menurunnya proses efisiensi, performa kerja, dan berkurangnya kekuatan/ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang dilakukan. Pekerjaan yang menggunakan tenaga fisik dan mental seperti quality control, penerimaan, penimbunan, dan penyaluran avtur ke pesawat, sehingga sangat berkaitan dengan beban kerja fisik dan mental yang dapat menimbulkan kelelahan kerja. Tujuan penelitian yaitu menganalisis perbedaan beban kerja terhadap kelelahan kerja antara shift pagi dan shift siang. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan Cross sectional. Sampel berjumlah 9 pekerja bagian operasional Depot Pengisian Pesawat Udara Ahmad Yani Semarang yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kelelahan kerja menggunakan uji ketuk jari (finger taping test) pada aplikasi android, untuk pengukuran beban kerja fisik menggunakan uji denyut nadi dan pengukuran beban kerja mental menggunakan kuesioner NASA-TLX yang diambil pada saat bekerja. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Paired t-test menunjukkan bahwa 95% terdapat perbedaan yang signifikan kelelahan kerja(p=0,027), beban kerja fisik(p=0,003), dan beban kerja mental(p=0,040) antara shift pagi dan shift siang pada pekerja bagian operasional. Pekerja disarankan untuk melakukan peregangan otot seperti menggerakkan kepala, tangan, dan kaki disela-sela pekerjaan ataupun saat istirahat, dengan tujuan supaya tubuh tidak terlalu lama dalam keadaan statis yang dapat mengakibatkan tenaga kerja menjadi cepat lelah.   Kata kunci : Kelelahan kerja, beban kerja, shift kerja, Pekerja bagian Operasional ANALYSIS OF WORK LOADS ON WORKING FAILURE BETWEEN MORNING SHIFT AND LONG SHIFT ON WORKERS IN OPERATIONAL PARTS   ABSTRACT Job fatigue is a decrease in the process of efficiency, work performance, and reduced strength / physical endurance of the body to continue the activities carried out. Work that uses physical and mental energy such as quality control, acceptance, stockpiling and distribution of aviation fuel to the aircraft, so that it is closely related to physical and mental workloads that can cause work exhaustion. The purpose of the study is to analyze the difference in work load to work fatigue between morning shift and afternoon shift. This type of analytic descriptive research uses a cross sectional approach. The sample consisted of 9 workers in the operational section of Ahmad Yani Aircraft Filling Depot Semarang taken by using total sampling technique. Measurement of work fatigue using finger taping test on android application, for measuring physical workload using pulse test and measurement of mental workload using NASA-TLX questionnaire taken at work. The results of the study using the Paired t-test showed that 95% there were significant differences in work fatigue (p = 0.027), physical workload (p = 0.003), and mental workload (p = 0.040) between morning shift and afternoon shift on operational part workers. Workers are advised to stretch the muscles such as moving the head, hands and feet on the sidelines of work or at rest, with the aim that the body is not too long in a static state that can cause labor to become tired quickly.   Keywords: Job fatigue, workload, work shift, Operational worker
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN SIKAP REMAJA TERHADAP SEKS PRANIKAH Kiptiyah, U'un; Musyarofah, Siti; Rokhani, Rokhani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 7 No 2 (2017): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.742 KB) | DOI: 10.32583/pskm.7.2.2017.37-44

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kondisi remaja saat ini terhadap kesehatan reproduksi sangat memprihatinkan, dimana terjadi seks pranikah yang dilakukan oleh remaja. Faktor yang mempengaruhi remaja terhadap seks pranikah meliputi, jenis kelamin, umur, pengetahuan remaja, paparan informasi, pendapatan orang tua dan pengaruh teman sebaya. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik dan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan sikap remaja terhadap seks pranikah di SMK Muhammadiyah 04 Sukorejo Kabupaten Kendal. Desain penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi sebanyak 207 siswa, sehingga diambil sampel penelitian 66 responden, dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner tertutup. Analisis data menggunakan uji statistik chi square dan uji alternative fisher exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin, umur dan pendapatan orang tua dengan sikap remaja terhadap seks pranikah. Selanjutnya ada hubungan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan sikap remaja terhadap seks pranikah dengan p value =0,025 (p<0,05) PR (95%-CI) = 1,842 (1.130- 3,001). Diskusi: Disarankan untuk remaja agar lebih meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi khususnya seks pranikah agar bersikap positif dan terhindar dari perilaku beresiko.   Kata kunci: Jenis kelamin, umur, pendapatan orang tua, pengetahuan, sikap , remaja, seks pranikah.   ABSTRACT Introduction: Nowadays teenagers reproductive health condition is very poor, there is premarital sex committed by teenagers. Factors that influenced adolescents to commit premarital sex are gender, age , knowledge of adolescents, exposure of information , poor financial condition of their family and friends influence. Methods: This study aims to determined the relationship between characteristics and knowledge of adolescents about reproductive health with adolescent attitudes toward premarital sex in SMK Muhammadiyah 04 Sukorejo Kendal. Design research used cross sectional study. Population of 207 students, sample taken from 66 respondents, the sampling technique used purposive sampling . Retrieving data using closed questionnaire. Analysis of data using statistical test of chi square test and fisher exact alternative. Results: The results showed that there was no relationship between gender, age and financial problem with adolescent attitudes toward premarital sexual,.  There is a correlation knowledge of adolescents about reproductive health with adolescent attitudes toward premarital sex with a p value = 0.025 ( p < 0.05 ) PR ( 90 % -CI ) = 1.842 (1,130-3,001). Discussion: It is recommended for teenagers to improve their knowledge about reproductive health especially premarital sex to be positive and avoid risky behavior.   Keywords: Gender , age , parental income , knowledge , attitudes , adolescents , premarital sex.
GAMBARAN PENYAKIT PENYERTA PASIEN GANGGUAN JIWA PH, Livana; Sujarwo, Sujarwo; Musyarofah, Siti; Indrayati, Novi
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.262 KB)

Abstract

Manusia saat ini banyak yang mengalami gangguan, gangguan fisik ataupun mental yang akan mempengaruhi sosial dan budaya sehari-hari seorang manusia. Gangguan fisik ataupun mental dapat terjadi kepada siapa saja, yang dimana kondisi mental yang mengalami gangguan dapat mempengaruhi kesehatan fisik, sehingga tidak menutup kemungkinan seorang yang mengalami gangguan jiwa juga akan mempunyai penyakit penyerta yang lain. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui gambaran penyakit penyerta terbanyak di ruang Kresno RSJD Dr. Amino Gondho Hutomo Semarang. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang ada selama 6 bulan terakhir (Mei-November) sejumlah 284 pasien. Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Adapun besar sampel dalam penelitian ini adalah 284 responden. Penelitian ini dilaksanakan di RSJD Dr. Amino Gondho Hutomo Semarang di ruang Kresno. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit penyerta terbanyak pasien gangguan jiwa adalah Diabetes Melitus sebanyak 52 pasien, hipertensi sebanyak 43 pasien dan epilepsi sebanyak 40 pasien. Penelitian selanjutnya disarankan meneliti tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit penyerta pada pasien. Kata kunci: Penyakit penyerta, pasien gangguan jiwa DESCRIPTION OF DISEASE DISEASE PATIENTS OF SOUL DISORDERS ABSTRACTHumans today have many disorders, physical or mental disorders that will affect the social and cultural everyday of a human. Physical or mental disorders can occur to anyone, where a mental condition that has an impairment can affect physical health, so that it is possible for a person who has a mental disorder to have other comorbidities. The purpose of this study was to determine the description of the most common comorbidities in the Kresno Room at the RSJD Dr. Amino Gondho Hutomo Semarang. The research method used is descriptive. The population in this study were all patients who had been in the last 6 months (May-November) totaling 284 patients. The sample technique in this study used total sampling. The sample size in this study was 284 respondents. This research was conducted at the RSJD Dr. Amino Gondho Hutomo Semarang in the Kresno room. Data were analyzed univariately using frequency distribution. The results showed that the most comorbidities of mental patients were 52 diabetes mellitus patients, 43 patients with hypertension and 40 patients with epilepsy. Further research is suggested to examine the factors that can influence the occurrence of comorbidities in patients.  Keywords: co-morbidities, mental patients.
STUDI DESKRIPTIF FAKTOR RISIKO KEKERASAN PADA PEREMPUAN PENDERITA HIV/AIDS Musyarofah, Siti
Jurnal Keperawatan Vol 8 No 2 (2016): September
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.358 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.8.2.2016.61-63

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Laporan  epidemik  tahun  2013  secara  global  menunjukkan bahwa semua orang yang hidup dengan HIV di negara berpenghasilan  rendah dan menengah 52% pada perempuan. Kekerasan terhadap perempuan mempengaruhi epidemi HIV melalui beberapa cara yang semuanya merugikan perempuan tersebut. Metode: penelitian ini   mendeskripsikan faktor kekerasan pada perempuan penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kendal. Hasil: Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  28,9  %  pernah  mendapatkan  kekerasan secara umum. 18,4% pernah mendapat kekerasan fisik; 28,9 % kekerasan emosional;  23,7% kekerasan seksual dari suami; dan 0% kekerasan seksual dari orang lain. Diskusi: Penelitian lebih lanjut yang lebih mendetail terkait dengan pengaruh kejadian kekerasan pada perempuan penderita HIV/AIDS.   Kata kunci: Studi deskriptif, kekerasan, HIV/AIDS, perempuan.   ABSTRACT Introduction: The 2013 epidemic report globally shows that all people living with HIV in low and middle income countries are 52% in women. Violence against women affects the HIV epidemic in several ways that are all detrimental to the woman. Methods: This study describes the factor of violence in women living with HIV / AIDS in Kendal District. Results: The results showed that 28.9% had received general violence. 18.4% were physically abused; 28.9% emotional abuse; 23.7% sexual violence from husbands; And 0% sexual violence from others. Discussion: More detailed research is linked to the impact of violence on women living with HIV /AIDS. Keywords: Descriptive study, violence, HIV / AIDS, women.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN KAMUS PUTAR DEUTSCH-INDONESISCH DALAM KETERAMPILAN MENULIS KALIMAT DESKRIPTIF BAHASA JERMAN SISWA KELAS X MIA 6 SMAN 2 BANGKALAN MUSYAROFAH, SITI
LATERNE Vol 6, No 3 (2017): Laterne. Volume VI Nomor 03 Sept-Des 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Writing in a foreign language is most difficult when learning. Students at the SMAN 2 Bangkalan have difficulty finding the idea, especially in descriptive writing. Therefore, teachers as the central components in the learning process must be creative and innovative. In order to help the student, therefore, any learning media that is Kamus Putar Deutsch-Indonesisch applied. Media Kamus Putar selected, because when someone learns German, one always needs a dictionary. The location of the wording book is at first thick and the students are not interested in that. But this media presents a form of the dictionary that is more practical and not equal to the other in general dictionaries. In this essay, researcher take two main things as an object which are : “1) How to apply learning media using Kamus Putar Deutsch-Indonesisch to improve students skills in writing deceptive text. "This research is a true experiment design research using descriptive qualitative research method. This research was conducted at SMAN 2 Bangkalan, while the research sample was class X MIA 6 without applying until applying Kamus Putar Deutsch-Indonesisch media. This study is a descriptive qualitative study. The data sources are obtained through this study to the students in the class X MIA 6 SMAN 2 Bangkalan, which are up to 35 people. Before and after the application of Kamus Putar Deutsch-Indonesisch. The data in this study is the process of applying learning media Kamus Putar Deutsch-Indonesisch, which are done three times. There are also data on the learning results of descriptive writing with learning media Kamus Putar Deutsch-Indonesisch as next data. The results of this study show that the learning medium Kamus Putar Deutsch-Indonesisch is used well and with proper procedures. The result of the observation shows that the students are more active during the learning process. The students like to learn German with the learning medium Kamus Putar Deutsch-Indonesisch, especially in descriptive letters. The ability of the pupils in Germans increases significantly. The learning results of the students are better than before, although there are still some mistakes in writing as in grammar. So the conclusion is drawn that the learning media Kamus Putar German-Indonesian can be used as an alternative to learning German, especially in the teaching of writing. Keywords : Learning Media, Kamus Putar Deutsch-Indonesisch, Descriptive text
SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN BERBASIS WEB DI PT. UTSG Khoiroh, Mila; Ellyana, Wiwik; Musyarofah, Siti; Utami, Sri; Kholid, Kholid
Jurnal Teknologi dan Terapan Bisnis Vol 1 No 1 (2018): Maret
Publisher : AKADEMI KOMUNITAS SEMEN INDONESIA GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepegawaian merupakan devisi pada perusahaan yang memiliki tugas untuk mengolah data semua pegawai yang  ada pada perusahaan seperti data pegawai, pengajuan cuti dan pengunduran diri. Dalam melakukan informasi kepegawaiaan, pengajuan cuti, pengunduran diri menggunakan proses manual. Oleh karena itu, diperlukannya suatu sistem kepegawaian yang dapat melakukan pendataan dan pengelolaan data agar dapat dilakukan secara cepat, efisien dan akurat. Dalam proses pembuatan software sistem informasi kepegawaian ini, penulis menggunakan metode waterfall dengan langkah : Perancangan Sistem, Analisis sistem, Desain sistem, Pengkodean Program, Uji Coba Program, Implementasi Sistem dan Evaluasi Sistem. Sistem ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemograman PHP MySql untuk pengelolaan database. Berdasarkan hasil implementasi, sistem informasi kepegawaiaan ini memilki beberapa manfaat mulai dari segi tampilan, informative, dan fungsional. Dari segi tampilan, system informasi kepegawaian ini memilki tampilan yang simple sehingga memudahkan user untuk mengoperasikannya. Dari segi informatif, fitur-fitur dalam sistem informasi kepegawaian tersebut sudah sesuai seperti yang diinginkan. Sedangkan dari segi fungsional aplikasi sistem inforrmasi kepegawaian berbasis web ini dirasa sangat bermanfaat, karena selain dapat memenuhi beberapa kendala yang ada, sistem ini juga memudahkan pengguna.