Sri Hayati
Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Dismenore Pada Remaja Di SMA Pemuda Banjaran Bandung Sri Hayati; Selpy Agustin; Maidartati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.949 KB)

Abstract

Dismenore merupakan suatu fenomena simptomatik pada saat menstruasi meliputi nyeri perut, kram dan sakit punggung bawah. Dismenore dibagi menjadi 3 derajat yaitu ringan, sedang dan berat. Ada beberapa faktor yang akan diteliti yaitu faktor nutrisi, pola menstruasi, riwayat keluarga dan kejadian dismenore. Dampak yang terjadi pada siswi remaja bila masalah dismenore primer ini tidak ditangani adalah aktifitas menurun, kesulitan berkonsentrasi pada pelajaran dan pekerjaan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer di SMA Pemuda Banjaran. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini penulis menggunakan desain korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi responden sebanyak 117 siswi remaja . Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik Total Sampling dengan jumlah responden 117 siswi remaja. Analisa univariat pada penelitian ini akan dipresentasekan dengan menggunakan rumus prasentase kemudian dibuat menjadi distribusi frekuensi. Analisa bivariat untuk mengetahui faktor yang berhubungan peneliti menggunakan Chi-Square untuk mengetahui status nutrisi, pola menstruasi dan riwayat keluarga berhubungan atau tidaknya, sedangkan peneliti menggunakan Spearmant Rank untuk mengatahui hubungan pola menstruasi dengan kejadian dismenore primer. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan antara status nutirisi dengan kejadian dismenore primer dengan nilai p-value 0,01, tidak terdapat hubungan antara pola menstruasi dengan kejadian dismenore primer dengan nilain p-value 0,810 dan nilai korelasi 0,24, terdapat hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian dismenore primer dengan nilai p-value 0,03 dan terdapat hubungan antara riwayat kebiasaan olahraga dengan kejadian dismenore primer dengan nilai p-value 0,03. Sehingga disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer antara lain status nutrisi, riwayat keluarga dan kebiasaan olahrga. Sedangkan yang tidak berhubungan dengan kejadian dismenore primer yaitu pola menstruasi. Disarankan kepada siswi SMA Pemuda Banjaran yang mengalami dismenore primer dengan status gizi underwight agar merubah pola makan dengan teratur dengan asupan nutrisi yang seimbang dan olahraga teratur.
Hubungan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Margahayu Raya Kota Bandung Sri Hayati; Hudzaifah Al Fatih; Nelis Cahyati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.526 KB)

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang melatar belakangi kejadian morbiditas dan mortalitas yaitu akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin saat kehamilan maupun setelahnya yang dapat meningkatkan resiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, dan penyakit infeksi. Dampak anemia pada ibu hamil yaitu bisa mengakibatkan : abortus, missed abortus, kelainan kongenital, bayi prematur, perdarahan antepartum, gangguan pertumbuhan janin, asfiksia intrauterin, BBLR, mudah terkena infeksi, IQ bayi rendah hingga mengakibatkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Margahayu Raya Kota Bandung. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden 105 ibu hamil dengan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari buku rekam medik responden. Analisa data dilakukan dengan univariat dan bivariat. Analisa bivariat dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15,2% ibu hamil mengalami KEK, dan terdapat 56,2% ibu hamil mengalami anemia. Hasil analisis uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan KEK dengan anemia di Puskesmas Margahayu Raya Kota Bandung, dengan nilai p-value 0,100. Diharapkan kepada ibu hamil untuk disiplin minum tablet Fe sesuai dengan jumlah yang dianjurkan yaitu sesuai petunjuk 1 hari 1 tablet selama kehamilan. Mengkonsumsi tablet Fe bisa dilakukan bersamaan dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan kaya vitamin C dan menghindari makanan dan minuman yang menghambat penyerapan zat besi.
Hubungan Pemberian Mp-ASI Dini Dengan Kejadian Diare Pada Bayi 0-6 Bulan Puskesmas Ciumbuleuit Maidartati Ida; Sri Hayati; Pratiwi Indah Sari
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.423 KB)

Abstract

Penyakit diare merupakan suatu penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sangat sering disertai dengan kematian. Kejadian diare dapat disebabkan karena faktor langsung dan faktor tidak langsung. Faktor langsung yang dapat menyebabkan diare adalah pengetahuan ibu, sikap ibu, riwayat pemberian MP-ASI Dini, riwayat pemberian ASI eksklusif, dan hygiene sanitasi, sedangkan faktor tidak langsung atau faktor pendukung adalah tingkat pendidikan dan status pekerjaan ibu. Pentingnya MP-ASI dini diteliti karena MP-ASI dini merupakan faktor langsung yang dapat menyebabkan diare pemberian MP-ASI dini juga lebih mudah untuk dirubah dibandingkan dengan faktor langsung lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan pemberian MP-ASI dini dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ciumbuleuit. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan Cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan di wilayah puskesmas Ciumbeleuit data terbaru sebanyak 126 orang. Jumlah sampel dari penelitian ini adalah 44 responden dengan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data ini mengunakan kuisioner. Teknik analisa data untuk univariat menggunakan prosentase dan bivariat menggunakan spearman rank. Hasil penelitian di dapatkan 44 responden menujukan bahwa sebagian besar responden memberikan MP-ASI dini sebagian besar 27(61,4%) dan kejadian diare sebagian besar 28(63,6%) terdapat hubungan antara pemberian MP-ASI dini dengan kejadian diare dengan nilai p value 0,013. Nilai korelasi Rank spearman sebesar 0,370 menunjukan bahwa kekuatan korelasi lemah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan dan mempertahankan pelayanan kesehatan.
Gambaran Perilaku Orang Tua Tentang Pencegahan Stunting Pada Balita (Studi Kasus Puskesmas Talaga Bodas Lengkong) Maidartati Ida; Sri Hayati; Alliya Rizqika Wahyuni
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.945 KB)

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan stastus gizi anak berdasarkan panjang atau tinggi badan dan gangguan pertumbuhan fisik yang ditandai dengan penurunan kecepatan pertumbuhan. Perilaku pencegahan terjadinya stunting menjadi salah satu prioritas untuk dapat menciptakan manusia yang tinggi, sehat, cerdas dan berkualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran perilaku orang tua tentang pencegahan stunting dengan kejadian stunting pada anak di wilayah puskesmas talaga bodas lengkong. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskripsional pendekatan cross sectional merupakan jenis survey yang mengamati sebuah objek penelitian. Jumlah responden 33 orang tua yang memiliki balita. Dengan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Penggumpulan data menggunakan kuisioner. Analisa data dilakukan dengan univariat menggunakan prosentase. Hasil : hasil peneltian menunjukan bahwa Sebagian besar (51,5%) sebanyak 17 responden balita tidak stunting dan hampir separunya (48,5%) sebanyak 16 responden balita yang mengalami stunting. Sebagian kecil (18,2%) sebanyak 6 responden memiliki perilaku pencegahan stunting baik, sebagian besar (57,6%) sebanyak 19 responden orang tua memiliki perilaku pencegahan stunting cukup dan Sebagian kecil (24,2%) sebanyak 8 responden memiliki perilaku pencegahan stunting kurang. Simpulan dan saran : dapat disimpulkan bahwa masih terdapat balita yang mengalami stunting dan perilaku pencegahan stunting dalam kategori cukup. Bagi orang tua terutama ibu yang memiliki balita diharapkan dapat memenuhi kebutuhan asupan gizi bagi anak, dengan memperhatikan pemberian makanan bagi anak, pengolahan makan, pola pengasuhan yang baik, memperbaiki sanitasi lingkungan dan akses air bersih.
GAMBARAN KEPUASAN IBU HAMIL TERHADAP PELAYANAN ANTENATAL CARE PADA MASA PANDEMI DI PUSKESMAS IBRAHIM ADJIE Nurul Iklima; Sri Hayati; Ayu Komalasari
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.087 KB)

Abstract

Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) merupakan pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental ibu hamil secara optimal, hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas, menghadapi persiapan pemberian ASI secara eksklusif, serta kembalinya kesehatan reproduksi. Pemeriksaan kehamilan dilakukan minimal 4 kali selama masa kehamilan, yaitu 1 kali pemeriksaan pada trimester pertama, 1 kali pemeriksaan pada trimester kedua, dan 2 kali pemeriksaan pada trimester ketiga. Melakukan pemeriksaan ANC rutin dapat mencegah dan mengenali adanya tanda bahaya kehamilan sejak awal. Namun, dikarenakan adanya pandemi covid-19 semua aktivitas harus dibatasi termasuk kunjungan antenatal care. Hal ini juga berpengaruh terhadap kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care. Faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna jasa pelayanan kesehatan yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Empathy. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care pada masa pandemi covid-19 di Puskesmas IbrahimAdjie. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu sebanyak 57 responden. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner dan analisis data menggunakan analisis Univariate. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata rata kepuasan ibu terhadap pelayanan antenatal care berada pada kategori puas diurutkan dari nilai tertinggi ke nilai terendah yaitu responsive dengan presentasi 94%, assurance dengan presentasi 86%, reliability dengan presentasi 72%, emphaty dengan presentasi 65%, dan tangible 48%. Kesimpulan menunjukan bahwa rata rata kepuasan responden dalam kategori puas.
Hubungan Disminore dengan Aktivitas Belajar pada Remaja Siswi Kelas X dan XI SMA N Rancakalong Anggi Saputra; Umi Khasanah; Sri Hayati; Maidartati; Siska Susilawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.365 KB)

Abstract

Primary dysmenorrhea is pain that is felt during menstruation without any abnormalities in the genital organs. Pain is felt before or at the same time as the onset of menstruation and also lasts for several hours. Those who experience primary dysmenorrhea during menstruation will limit their daily activities, especially activities in learning at school. A student who experiences primary dysmenorrhea will certainly feel disturbed in their learning activities, even this often makes them absent or unable to attend school. In addition, it can reduce the quality of life as well. The purpose of this study was to determine "The Relationship Between Primary Dysmenorrhea And Learning Activities In Class X And XI Teenagers Of SMAN Rancakalong, Sumedang Regency". This type of research is descriptive correlational with a cross-sectional approach. The sampling technique used in this study was total sampling. The sample in this study amounted to 72 respondents. Data collection techniques in this study using a questionnaire in the form of google form. The univariate analysis technique uses percentages and bivariate analysis uses non-parametric techniques, namely the Spearman rank test. The results showed that most of the Rancakalong high school students experienced moderate dysmenorrhea (61.1%) and their learning activities were disrupted (61.1%). The Relationship Between Primary Dysmenorrhea And Learning Activities In Class X And XI Teenagers Of SMAN Rancakalong, Sumedang Regency with a p-value of 0.006 means that there is a relationship between Primary Dysmenorrhea And Learning Activities In Adolescent Class X And XI Students Of SMAN Rancakalong, Sumedang Regency. Therefore, it is necessary to provide health education about primary dysmenorrhea to adolescents in schools.
GAMBARAN USIA DAN PENDAPATAN IBU YANG MEMILIKI BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI UPT PUSKESMAS RUSUNAWA KOTA BANDUNG Rita Darmayanti; Maidartati; Sri Hayati; Erna Irawan; Irfan Komaruzaman
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.055 KB)

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi berat badan lahir kurang dari 2500 gram, merupakan salah satu masalah yang mempengaruhi tingginya angka kesakitan dan kematian bayi. Data kejadian BBLR terbanyak di Jawa Barat pada tahun 2019 yaitu di Puskesmas Rusunawa, 81 BBLR dan jumlah bayi lahir hidup 699 (0,11%). Faktor ibu merupakan hal yang paling penting dalam kejadian BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran usia dan pendapatan ibu yang memiliki anak BBLR di UPT Puskesmas Rusunawa. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasinya 97 orang. Jumlah sampel dalam penelitian 55 responden dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data univariat menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan faktor usia ibu terdapat 41 responden atau lebih dari setengah 74,5% dengan usia tidak beresiko. Faktor Pendapatan ibu, terdapat 50 ibu atau sebagian besar 90,9% memiliki pendapatan dibawah UMR. Simpulan, mayoritas ibu berusia tidak beresiko dan memiliki pendapatan dibawah UMR. Saran diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat mengupayakan adanya penkes mengenai pencegahan BBLR.
GAMBARAN PEMERIKSAAN IVA TEST PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI SALAH SATU PUSKESMAS KOTA BANDUNG Purwo Suwignjo; Sri Hayati; Erna Irawan; Delia
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.575 KB)

Abstract

Angka kematian di Indonesia akibat kanker serviks masih cukup tinggi. Oleh sebab itu, dibutuhkan pencegahan kanker serviks dengan melalui Program deteksi dini kanker serviks salah satunya yaitu pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Penelitian ini dilakukan karena cakupan pemeriksaan IVA di Puskesmas masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemeriksaan IVA test pada wanita usia subur di Puskesmas Kota Bandung. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini 270 orang, sampel semua wanita usia subur yang datang ke Puskesmas sebanyak dengan jumlah 94 responden. Tekning sampling yang digunakan adalah teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat menggunakan distribusi presentasi. Hasil penelitian menunjukan 69,1% sebagian besar responden tidak melakukan pemeriksaan IVA test dan 30,9% hampir separuhnya melakukan pemeriksaan IVA test. Mayoritas responden tidak melakukan IVA test. Penelitian selanjutnya diharapkan melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dan pemeriksaan IVA test.
GAMBARAN PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH DI SALAH SATU PAUD DI KUNINGAN Yanti Budiyanti; Sri Hayati; Mery Tania; Erna Irawan; Nia Kurniawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.714 KB)

Abstract

Dalam perkembangan terdapat tahapan yang harus dilalui anak untuk menuju dewasa. Periode penting dalam perkembangan anak adalah pada masa balita, termasuk masa anak pra sekolah. Masa pra sekolah merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan tumbuh kembang anak secara cermat agar dapat terdeteksi apabila terjadi kelainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan anak pra sekolah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian Deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu PAUD di Kuningan. Sampel penelitian digunakan sebanyak 30 orang dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Dalam penelitian ini analisa univariat yang digunakan untuk mengetahui gambaran responden diantaranya perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan anak prasekolah sebagian besar responden memiliki perkembangan anak normal sebanyak 23 orang (76,7%) dan sebagian kecil terdapat penyimpangan yaitu 7 orang (23,3%). Simpulan mayoritkas anak PAUD memeliki perkemabngan normal. Diharapkan diadakannya penyuluhan mengenai perkembangan anak.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN Nurul Iklima; Sri Hayati; Dinda Audria
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.221 KB)

Abstract

Kepatuhan kunjungan ulang merupakan faktor penting dalam keberhasilan KB suntik 3 bulan, tetapi masih banyak akseptor tidak patuh melakukan kunjungan ulang. Berdasarkan data sekunder didapatkan adanya peningkatan jumlah akseptor KB suntik 3 bulan yang datang tidak tepat jadwal kunjungan ulang sebesar hampir setengahnya responden tidak patuh melakukan kunjungan ulang sebanyak (42,9%) semenjak pandemi COVID-19. Tujuan penelitian mengetahui hubungan pengetahuan, status ekonomi, dukungan suami, dan persepsi terhadap tempat pelayanan kesehatan dengan kepatuhan kunjungan ulang akseptor KB suntik 3 bulan di wilayah kerja UPT Puskesmas Caringin. Desain penelitian korelasional, pendekatan cross sectional. Populasi jumlah akseptor yang melakukan kunjungan ulang ke puskesmas caringin pada bulan mei sebesar 42 responden. Pengambilan sampel secara total sampling yaitu keseluruhan dari jumlah populasi. Variabel independen pengetahuan, status ekonomi, dukungan suami, persepsi terhadap tempat pelayanan kesehatan dan variabel dependen kepatuhan. Pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis menggunakan uji statistik Rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan faktor pengetahuan, status ekonomi, dukungan suami, persepsi terhadap tempat pelayanan kesehatan yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan alat kontrasepsi suntik 3 bulan di masa pandemi COVID-19, p < 0,00 H0 ditolak Ha diterima sehingga terdapat hubugan yang signifikan.