Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

THE IMPACT OF PROBLEM-BASED LEARNING APPROACH TO SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS' MATHEMATICS CRITICAL THINKING ABILITY Widyatiningtyas, Reviandari; Kusumah, Yaya S.; Sumarmo, Utari; Sabandar, Jozua
Journal on Mathematics Education Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.385 KB) | DOI: 10.22342/jme.6.2.2165.107-116

Abstract

The study was report the findings of an only post-test control group research design and aims to analyze the influence of problem-based learning approach, school level, and students' prior mathematical ability to student's mathematics critical thinking ability. The research subjects were 140 grade ten senior high school students coming from excellent and moderate school level. The research instruments a set of mathematical critical thinking ability test, and the data were analyzed by using two ways ANOVA and t-test. The research found that the problem-based learning approach has significant impact to the ability of students' mathematics critical thinking in terms of school level and students' prior mathematical abilities. Furthermore. This research also found that there is no interaction between learning approach and school level, and learning approach and students' prior mathematics ability to students' mathematics critical thinking ability.
Penguatan Kemampuan Belajar Berbasis Masjid Siti Anah Kunyati; Reviandari Widyatiningtyas
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 10, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v10i1.826

Abstract

The Community Service Activity (Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)) at Balong Gede District, Bandung City, especially Baitul Kiran Mosque, is an area on the border of Cikapundung River. Baitul Kiran Mosque resides in area that does not have a legal permit. The surrounding community has long lived in slums, poverty, and tends to neglect both religious and general education. One of activity to be carried out is to resolve learning difficulties of children with a mosque-based program to strengthen learning abilities. This program  carried out using method of focus group discussing, tutoring, and counseling to build motivation of education. The success of the PKM activities are: (1) strengthening of general education and understanding of religion that (a) students are motivated to take part in tutoring activities, (b) the learning difficulties of children in school are overcome by completing homework from school, and (c) learning patterns are better with tutoring activities twice a week; (2) strengthening the function of the mosque which are besides being a means of worship, but also an educational facility for strengthening learning activities of kindergarten, elementary, and junior high school students.
Pembuatan Alat Tes Kemampuan Berpikir Kreatif Bagi Guru SMP Kemala Bhayangkari Bandung Reviandari Widyatiningtyas; Bella Anantha Sritumini; Sri Rohartati
Jurnal Pengabdian Tri Bhakti Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Tri Bhakti
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.66 KB) | DOI: 10.36555/tribhakti.v3i1.1703

Abstract

Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang wajib diberikan sejak pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Memperhatikan karakteristik matematika sebagai ilmu yang makin lama makin sulit, maka umumnya peserta didik menyukai matematika pada saat peserta didik mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika, keadaan ini apabila tidak diatasi dengan segera maka akan berdampak pada pembelajaran matematika selanjutnya. Sementara mata pelajaran matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diuji secara nasional. Kemampuan berpikir kreatif merupakan bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi atau high order thinking skills (HOTS), permasalahan ini muncul sejak tahun 2017 bahwa pelaksanaan penyelenggaraan UNBK sudah menerapkan ujian dengan bentuk high order thinking skills (HOTS), keadaan ini menyebabkan peserta didik mengeluh dengan soal-soal yang diberikan terlalu sulit dan dipandang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan di kelas. Sementara di pihak lain banyak sekali permasalahan yang dihadapi guru selama melaksanakan pembelajaran, apalagi dalam pembuatan alat evaluasi tes HOTS khususnya soal kemampuan berpikir kreatif matematis, karena selama ini belum ada pendampingan dan pelatihan dalam pembuatan instrumen tes kemampuan berpikir kreatif matematis. Sekolah Menengah Pertama yang menjadi mitra merupakan sekolah yang terus berkembang dengan pendanaan untuk pengembangan fisik maupun untuk pengembangan guru-gurunya sangat bergantung dari dana yang berasal dari dana masyarakat khususnya dari siswa, maka sangat membutuhkan dorongan dan sekaligus bantuan dalam upaya meningkatkan kinerja para guru sehingga dapat menghasilkan pesera didik yang dapat dibanggakan. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan yang diinginkan pemerintah.
Pendampingan dan Pembimbingan Pembuatan Alat Tes Kemampuan Berpikir Kritis bagi Guru SMP Reviandari Widyatiningtyas; Agung Gumilar
Jurnal Pengabdian Tri Bhakti Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Tri Bhakti
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.235 KB) | DOI: 10.36555/tribhakti.v2i1.1435

Abstract

Tuntutan kurikulum 2013 yang berlaku saat ini adalah kemampuan peserta didik dalam mencapai high order thinking skills (HOTS), sementara guru masih mengalami kesulitan dalam pembuatan alat evaluasi berupa instrumen tes. Salah satu kemampuan yang termasuk kemampuan HOTS adalah kemampuan berpikir kritis. Pembuatan alat evaluasi yang memenuhi HOTS merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi guru, begitupun dalam pembuatan instrumen tes kemampuan berpikir kritis matematis, maupun untuk mata pelajaran lainnya.Permasalahan ini muncul sejak tahun 2017 bahwa pelaksanaan penyelenggaraan UNBK sudah menerapkan ujian tulis dalam bentuk HOTS, keadaan ini menyebabkan peserta didik mengeluh dengan soal yang terlalu sulit dan dipandang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan di kelas, sementara dipihak lain guru juga banyak berhadapan dengan permasalahan pembelajaran, apalagi dalam pembuatan alat evaluasi tes kemampuan berpikir kritis, karena selama ini belum ada pendampingan dan pelatihan dalam pembuatan instrumen tes kemampuan berpikir kritis.
THE IMPACT OF PROBLEM-BASED LEARNING APPROACH TO SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS' MATHEMATICS CRITICAL THINKING ABILITY Reviandari Widyatiningtyas; Yaya S. Kusumah; Utari Sumarmo; Jozua Sabandar
Journal on Mathematics Education Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.385 KB) | DOI: 10.22342/jme.6.2.2165.107-116

Abstract

The study was report the findings of an only post-test control group research design and aims to analyze the influence of problem-based learning approach, school level, and students' prior mathematical ability to student's mathematics critical thinking ability. The research subjects were 140 grade ten senior high school students coming from excellent and moderate school level. The research instruments a set of mathematical critical thinking ability test, and the data were analyzed by using two ways ANOVA and t-test. The research found that the problem-based learning approach has significant impact to the ability of students' mathematics critical thinking in terms of school level and students' prior mathematical abilities. Furthermore. This research also found that there is no interaction between learning approach and school level, and learning approach and students' prior mathematics ability to students' mathematics critical thinking ability.
Penerapan Model Pembelajaran Individu Keller Plan pada Perkuliahan Ilmu Alamiah Dasar Reviandari Widyatiningtyas
EDUCARE Vol. 1 No. 1, Juni 2002
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1479.232 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penerapan model pembelajaran individu Keller Plan pada perkuliahan Ilmu Alamiah Dasar di FKIP UNLA terhadap sampel total mahasiswa angkatan 1998/1999 peserta perkuliahan Ilmu Alamiah Dasar sebanyak 38 orang. Dengan membatasi materi IAD pada materi lingkungan, dan metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen, menghasilkan kesimpulan yaitu bahwa pemahaman materi lingkungan mahasiswa sebelum pembelajaran tergolong pada katagori sedang dan setelah pembelajaran dengan menerapkan model Keller Plan berada pada katagori tinggi, juga terdapat perbedaan prestasi sebelum dan sesudah pembelajaran. Jadi pemahaman mahasiswa meningkat.
PEMBENTUKAN PENGETAHUAN SAINS, TEKNOLOGI, DAN MASYARAKAT DALAM PANDANGAN PENDIDIKAN IPA Reviandari Widyatiningtyas
EDUCARE Vol. 1 No. 2, Agustus 2002
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.301 KB)

Abstract

Pengetahuan yang dimiliki seseorang pada dasarnya berupa konsep-konsep. Konsep-konsep ini diproleh individu sebagai hasil berinteraksi dengan lingkungan. Dengan konsep-konsep dapat disusun suatu prinsip, yang dapat digunakan sebagai landasan dalam berpikir. Konsep didefinisikan oleh beberapa ahli sebagai berikut. Menurut Good (1973: 124), konsep adalah gambaran dari ciri-ciri, yang dengan ciri-ciri itu objek-objek dapat dibeda-bedakan. Menurut Yelon et al. (1971: 190), konsep adalah elemen umum dari sekelompok objek, peristiwa atau proses. Sedangkan menurut Kuslan dan Stone (1968: 79), konsep adalah sifat Khas yang diberikan pada sejumlah objek, proses, fenomena, atau peristiwa, yang dapat dikelompokkan berdasarkan sifat khas itu.
PERAN GURU DALAM MELAKUKAN PENILAIAN KETERAMPILAN PROSES Reviandari Widyatiningtyas
EDUCARE Vol. 2 No. 2, Agustus 2004
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1209.661 KB)

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran di kelas membawa konsekuensi kepada seorang guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya, sebab guru yang kompeten akan lebih mampu mengelola kelas dan melaksanakan evaluasi bagi siswanya baik secara individu maupun kelas. Salah satu bagian dari pelaksanaan evaluasi dalam proses pembelajaran adalah penilaian keterampilan proses yang penilaiannya meliputi kemampuan atau keterampilan mengamati, menggolongkan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian dan mengkomunikasikan. Penilaian keterampilan proses yang dilakukan oleh guru bisa berupa tes tertulis dengan salah satu kelemahannya adalah tidak mampu menjangkau semua kemampuan dan bentuk non tes berupa pengamatan yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran dengan kriteria yang dibuat disesuaikan dengan pokok bahasan, dan kondisi siswa dalam hal kemampuan berpikir siswa.
INSTITUSI PENDIDIKAN MENUJU WIRAUSAHA Reviandari Widyatiningtyas
EDUCARE Vol. 4 No. 1, Agustus 2006
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.581 KB)

Abstract

Kemampuan pemerintah Imdonesia dalam mendukung pembiayaan pendidikan belum tinggi secara komitmen dan masih rendah nominalnya. Sementara mengharapkan biaya pendidikan dari masyarakat dirasakan kurang realitas, karena kemampuan membayar mereka belum merata. Sebuah lembaga institusi pendidikan harus mampu menggulirkan lembaganya untuk dapat maju dalam hal muti di segala bidang. Utuk dapat mewujudkan hal tersebut, nampaknya sudah waktunya seorang pemimpin institusi pendidikan untuk menjadi seorang wirasusaha. Dibawah manajer atau pimpinan pendidikan yang berwirausaha kemampuan itu akan berdampak pada pembentukan identitas guru, dosen dan manajer pendidikan ke arah kerja kontraktual baru, sejalan dengan kuatnya spirit pembelajaran berbasis industri dan perdagangan.
Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam Konteks Manajemen Berbasis Sekolah Reviandari Widyatiningtyas
EDUCARE Vol. 3 No. 1, Juli 2005
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.445 KB)

Abstract

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) merupakan suatu desain kurikulum yang dikembangkan berdasarkan seperangkat kompetensi tertentu. Pembelajaran Berbasis Kompetensi adalah program pembelajaran di mana hasil belajar atau kompetensi yang diharapkan dicapai oleh siswa, sistem penyampaian dan indikator penyampaian hasil belajar dimasukkan secara tertulis sejak perencanaan dimulai. Dengan memperhatikan karakteristik pengembangan implementasi KBK serta konsep, tujuan dan prinsi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dapatlah dikatakan bahwa implementasi KBK hanya akan berhasil dengan baik apabila praktek manajemen sekolah diisi dengan semangat impelemenasi MBS. Pelaksanaan implementasi MBS yang benar akan menjamin peningkatan kadar implementasi KBK di setiap sekolah.