Shinta Siswoyo Putri
Politeknik Banjarnegara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KOTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICE (IUD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAGENTAN 2 TAHUN 2014 Shinta Siswoyo Putri; Lia Aria Ratmawati
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 1 No 1 (2015): Edisi Maret
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.895 KB)

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) sebagai salah satu kebijakan pemerintah dalam bidang kependudukan. Apabila program KB tidak berhasil akan berimplikasi negatif terhadap sektor pembangunan lain seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sektor lainya. Salah satu strategi dari pelaksanaan program KB sendiri seperti tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2004-2009 adalah meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti IUD (Intra Uterine Device), implan dan sterilisasi. Jumlah akseptor KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Pagentan 2 yang mempunyai jumlah akseptor KB IUD 438 akseptor, hal ini pengunaan KB IUD masih rendah dibanding dengan penggunaan KB Hormonal seperti Suntik dan Pil padahal penggunaan KB hormonal merupakan kontrasepsi yang tergolong kurang efektif. Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan Pemilihan Kontrasepsi IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Pagentan 2 tahun 2014. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan waktu secara belah lintang (Cross Sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB di Desa Bulan Januari sampai dengan Juni tahun 2014 Wilayah Kerja Puskesmas Pagentan 2 yaitu sebanyak 1857 orang. Sampel penelitian ini adalah 91. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara Cluster Random Sampling. Hasil penelitian yaitu 81,3% responden mempunyai umur 20-35 tahun, 92,3% responden mempunyai pendidikan dasar, 59,3% responden mempunyai anak 2-5 (multipara), tidak ada hubungan antara pendidikan ibu dengan pemilihan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Wilayah Kerja Puskesmas Pagentan 2 dengan p-value sebesar 0,573, tidak ada hubungan antara umur ibu dengan pemilihan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Wilayah Kerja Puskesmas Pagentan 2 dengan p-value sebesar 0,320, tidak ada hubungan antara paritas dengan pemilihan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Wilayah Kerja Puskesmas Pagentan 2 dengan p-value sebesar 0,962 dan ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Wilayah Kerja Puskesmas Pagentan 2 p-value sebesar 0,004. Saran bagi Puskesmas Pagentan 2, untuk lebih meningkatkan penyuluhan atau konseling tentang alat kontrasepsi IUD disesuaikan dengan latar pendidikan PUS yaitu pendidikan dasar sehingga lebih mudah dimengerti dan diharapkan dapat meningkatkan cakupan penggunaan alat kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Pagentan 2.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BBLR DI PUSKESMAS PEDESAAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2014 Dewie Sulistyorini; Shinta Siswoyo Putri
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 1 No 1 (2015): Edisi Maret
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.143 KB)

Abstract

Target Milleneum Development Goals sampai dengan tahun 2015 adalah mengurangi angka kematian bayi dan balita sebesar dua per tiga dari tahun 1990 yaitu sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup. BBLR masih merupakan penyebab utama kematian neonatus. Definisi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram. Angka Kematian Bayi di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2013 yaitu 18,21 per 1.000 kelahiran hidup. Angka tersebut masih menduduki urutan tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR di Kabupaten Banjarnegara. Pada penelitian ini menggunakan metode survey analitik yaitu suatu penelitian yang menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari dengan pendekatan retrospective. Dengan kata lain efek diidentifikasikan pada saat ini, kemudian faktor risiko diidentifikasikan ada atau terjadinya pada waktu yang lalu, teknik pengumpulan data dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari buku KIA dan kohort pada setiap Puskesmas. Alat yang digunakan dalam penelitian dengan meggunakan checklist yang berisi nama subjek dan beberapa gejala serta kriteria lainnya dari sasaran pengamatan. Tempat penelitian dilakukan di 3 Puksesmas Pedesaan yang memiliki jumlah BBLR terbanyak di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara. Faktor yang mempengaruhi BBLR antara lain status gizi ibu saat hamil, anemia dan gemmeli.