Rini Ambarwati
Universitas Banten Jaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PAPARAN ALERGEN TUNGAU DEBU DI LINGKUNGAN SEKOLAH TERKAIT DENGAN SENSITISASI ALERGI DI SEKOLAH DASAR DI SERANG TAHUN 2021 Rini Ambarwati; Linardita Ferial
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 1 No 02 (2021): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v1i02.1480

Abstract

Tungau debu merupakan salah satu aeroalergen yang paling umum yang memiliki hubungan kuat dengan manifestasi dan sensitisasi alergi. Paparan alergen di sekolah dapat menyebabkan sensitisasi dan memicu penyakit atopik dan manifestasi alergi, sehingga menurunkan prestasi belajar siswa di sekolah. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis kualitas udara dalam ruangan sekolah terkait tungau debu dan pengaruhnya terhadap sensitisasi alergi pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan tungau debu di sekolah dengan sensitisasi alergi serta mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan sensitisasi alergi. Metode dalam penelitian ini yaitu studi potong lintang dilakukan di SD, Kota Serang. Sebanyak 112 siswa diacak menjadi responden dalam penelitian ini. Paparan tungau debu dinilai dengan menyedot debu yang mengendap di ruang kelas dan kemudian menganalisisnya menggunakan metode flotasi untuk menghitung kepadatan dan mengidentifikasi tungau debu. Sensitisasi siswa dinilai menggunakan tes tusuk kulit sedangkan faktor risiko diidentifikasi dengan mengisi kuesioner ISAAC. Hasil penelitian didapatkan 31 siswa tersensitisasi D.pteronyssinus dan 37 siswa tersensitisasi D.farinae. 1,7 gram debu yang mengendap diambil dari 8 sampel. Tidak ada hubungan bermakna antara paparan tungau debu dengan sensitisasi alergi terhadap D.pteronyssinus dan D farinae (D.pteronyssinus p>0,05; OR 1,211; CI 0,736 – 6,470 dan D.farinae p>0,05; OR 2,182; CI 0,396 – 3,704 ). Kepadatan tungau debu di sekolah adalah 0,58 tungau/gram debu. Ada hubungan yang signifikan antara kepemilikan hewan peliharaan (kucing atau anjing) dengan sensitisasi D.farinae (p<0,05; OR 2,5; CI 1,192 – 5,525). Ada juga hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan sensitisasi D.pteronyssinus (p<0,05; OR 2,876, CI 1,216 – 6,801), sehingga rendahnya paparan tungau debu di lingkungan sekolah tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan sensitisasi anak.
SISTEM INFORMASI KESEHATAN (SIK) TERKAIT ALUR PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN DI RS BHAYANGKARA POLDA BANTEN Nova Wahyuni; Rini Ambarwati; Najah Syamiyah
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 2 No 02 (2022): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v2i02.1929

Abstract

Sistem informasi kesehatan (SIK) adalah suatu sistem pengelolaan data dan informasi kesehatan di semua tingkat pemerintahan secara sistematika dan terintegrasi untuk mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi sistem kesehatan (SIK) Alur pendaftaran pelayanan pasien rawat jalan yang berjalan di RS. Bhayangkara Polda Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Simrs (sistem informasi manajemen rumah sakit). Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi secara langsung. Hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa sistem informasi kesehatan yang ada sudah berjalan secara baik, karena dalam proses pencatatan dan pelaporan sudah dilakukan secara online dan offline, keamanan data, sudah adanya integrasi data, serta informasi yang dihasilkan sudah sesuai dengan kebutuhan untuk pengambilan keputusan.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW “ANALISIS PERSEPSI PASIEN: SURVEI KEPUASAN PASIEN DI BEBERAPA FASILITAS KESEHATAN PUBLIK” Rini Ambarwati; Najah Syamiyah
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2773

Abstract

Waktu Tunggu Pasien adalah waktu yang di habiskan pasien untuk menerima pelayanan kesehatan mulai dari tempat pendaftaran hingga masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab lamanya waktu tunggu pasien di pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode studi literature review dengan tujuan mendapatkan informasi setiap peneliti jurnal yang lebih aktual dan akurat mengenai faktor penyebab lamanya waktu tunggu di masing-masing pelayanan Kesehatan Rumah Sakit, Puskesmas, dan Klinik. Hasil dari pembahasan studi literature review durasi atau lamanya waktu tunggu di pelayanan RS sebagian besar tidak sesuai dengan peraturan Kepmenkes Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang hal ini telah menjadi keharusan di setiap layanan kesehatan yang ada, untuk menjamin kualitas layanan prima sebagai hasil akhir dari produk kesehatan yang ditawarkan. Setiap unit pelayanan dan manajemen rumah sakit telah menentukan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai acuan standar pelayanan yang harus dipenuhi. Salah satu indikator SPM rawat jalan yang berhubungan dengan antrian adalah lama waktu tunggu adalah 60 menit.