Nia Kurniatillah
Universitas Banten Jaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PERILAKU PEMANFAATAN PELAYANAN KLINIK SANITASI PUSKESMAS OLEH KELUARGA DENGAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU BTA (+) DI KECAMATAN TAKTAKAN KOTA SERANG Nia Kurniatillah; Fauzul Hayat
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 1 No 02 (2021): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v1i02.1481

Abstract

Perubahan perilaku dan perbaikan kondisi sanitasi lingkungan berperan penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tuberkulosis paru BTA (+). Tingginya kejadian penyakit tuberkulosis paru BTA (+) di Kota Serang terutama di Kecamatan Taktakan diperlukan upaya-upaya terobosan diantaranya melalui upaya perbaikan dan peningkatan pelayanan klinik sanitasi puskesmas. Desain penelitian ini menggunakan studi cross sectional dengan besaran sampel sebanyak 96 orang penderita tuberkulosis paru (BTA+). Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juli tahun 2019.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Analisis yang dilakukan adalah regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan (OR= 4,2; 95% CI: 1,529-11,478), dukungan keluarga (OR= 3,9; 95% CI: 1,440-11,004), faktor kebutuhan (need) (OR= 3,8; 95% CI: 1,258-11,477) memiliki hubungan yang kuat terhadap perilaku pemanfaatan pelayanan klinik sanitasi puskesmas. Pengetahuan, dukungan keluarga dan faktor kebutuhan (need) merupakan faktor dominan berpengaruh terhadap pelayanan klinik sanitasi puskesmas oleh keluarga dengan penyakit tuberkulosis paru (BTA+).
Pengaruh Peran Orang Tua Terhadap Pemberian Vaksinasi Covid 19 di MAN I Kota Serang Nia Kurniatillah; Fauzul Hayat; Nurjaman Nurjaman
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 2 No 01 (2022): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v2i01.1887

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keinginan peneliti untuk mengetahui seberapa pengaruhnya peran orang tua siswa dalam pelaksanaan pemberian vaksinasi Covid-19 akan berdampak pada percepatan pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19 dengan aman. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran orang tua terhadap pemberian Vaksin Covid-19 pada siswa kelas XI MAN 1 Kota Serang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni s/d Agustus 2021. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN 1 Kota Serang, dengan keseluruhan sampel sebanyak 34 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik. Analisis data menggunakan analisis regresi dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pengaruh signifikan antara Peran Orang Tua terhadap Pemberian Vaksin Covid-19 pada Siswa Kelas XI di MAN I Kota Serang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig = 0,015 < 0,05 dan F-hitung = 6,648. Dapat disimpulkan bahwa peran orang tua membawa dampak terhadap pemberian vaksin Covid-19.
SITUASI PENYAKIT KUSTA DI KABUPATEN SERANG TAHUN 2020 Nia Kurniatillah; Fauzul Hayat; Widodo Hari Lusinto
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 2 No 02 (2022): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v2i02.2194

Abstract

Kusta merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan yang sangat kompleks bagi kesehatan masyarakat Global. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui situasi penyakit kusta di Kabupaten Serang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Jumlah penderita kusta di Kabupaten Serang tahun 2019 sebanyak 175 kasus dengan angka prevalensi kusta sebesar 1,2 per 100.000 penduduk. Angka penemuan kasus baru sebesar 11,6 per 100.000 penduduk. Penderita kusta tipe Pausi Basiler (PB) dengan jenis kelamin laki-laki (46,2%) dan perempuan (53,8%). Penderita kusta tipe Multipausi Basiler (MB) berjenis kelamin laki-laki (69,8%) dan perempuan (30,2%). Penderita kusta tipe Pausi Basiler (PB) tersebar di 11 wilayah Kecamatan dan tipe Multipausi Basiler (MB), sebaran kasus merata di seluru wilayah di 31 Kecamatan Kabupaten Serang. Terdapat 13 penderita kusta anak < 15 tahun (7,4%). Penderita kusta dengan cacat tingkat 0 (86,9%) dan cacat tingkat 2 (9,7%). Penderita kusta tipe Pausi Basiler (PB) telah menyelesaikan pengobatan (100%). Penderita kusta tipe Multipausi Basiler (MB) telah menyelesaikan pengobatan sebanyak (88,2%). Strategi eleminasi kusta di Kabupaten Serang diperlukan upaya advokasi, kerjasama lintas sektor, program, jejaring kerja serta penguatan kegiatan surveilans kusta. Untuk masyarakat, diperlukan upaya promosi kesehatan melalui media Informasi, Komunikasi dan Edukasi. Peran aktif masyarakat dalam penemuan kasus, deteksi dini dan pengobatan segera.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATAL DI KABUPATEN SERANG Fauzul Hayat; Nia Kurniatillah; Linardita Ferial; Fida Asfia; Najah Syamiyah
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2755

Abstract

Kematian neonatal sebagai indikator kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sistem pelayanan kesehatan yang baik akan menjamin derajat kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan karena sebagian besar penyebab kematian neonatal dapat dicegah. Beberapa faktor seperti faktor ibu, neonatal dan pelayanan kesehatan ditentukan sebagai prediktor kematian neonatal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kematian neonatal di Kabupaten Serang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari-April 2021. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah total sampling. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kematian neonatal di wilayah Kabupaten Serang. Sampel yang diambil merupakan total populasi sebanyak 215 kematian neonatal.Analisis dilakukan melalui olahan rangkuman dan kajian data yang tersedia berdasarkan temuan/laporan seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian neonatal di Kabupaten Serang sebanyak 215 kasus. Proporsi kematian neonatal tertinggi yaitu Kecamatan Baros (8,8%), Jawilan (6,9%), Kramatwatu (6,9%), Cikande (6,5%), Padarincang (5,6%), Kragilan (5,6%). Proporsi kasus berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki sebesar 60,5% dan perempuan sebesar 39,5%. Penyebab kematian neonatal di Kabupaten Serang disebabkan oleh BBLR (46%), asfiksia (27,9%), kelainan bawaan (11,6%), penyebab lainnya (11,6%), tetanus neonatorium (1,4%), dan sepsis (1,4%). Cakupan pelayanan kesehatan (K4) sebesar 92%, cakupan pertolongan persalinan (99,4%), cakupan persalinan di pelayanan kesehatan (89,3%), cakupan kunjungan neonatal lengkap (99,6%), cakupan Inisiasi Menyusui Dini (77,5%). Tingginya kasus kematian neonatal di Kabupaten Serang disebabkan oleh faktor ibu, neonatal dan pelayanan kesehatan. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan dalam upaya menekan angka kematian neonatal.