Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

METODE PERHITUNGAN PENENTUAN HARGA JUAL PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DI PERBANKAN SYARIAH (Studi pada PT Bank Syariah Mandiri) Zakiy, Faris Shalahuddin; Athief, Fauzul Hanif Noor
El Dinar: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 3, No 1 (2015): El Dinar
Publisher : Faculty of Economics Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.741 KB) | DOI: 10.18860/ed.v3i1.3334

Abstract

Salah satu produk yang dikeluarkan oleh perbankan syariah adalah produkpembiayaan. Produk pembiayaan tersebut menggunakan akad murabahah.Profit yang didapatkan dari akad murabahah adalah dari margin keuntungan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik murabahah dan perhi-tungan penentuan harga jual pada pembiayaan konsumtif di Bank SyariahMandiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatandeskriptif. Teknis analisa data yang digunakan dengan metode studi kasus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembiayaan konsumtif menggu-nakan akad murabahah wal wakalah. Kemudian metode penentuan hargajual pada pembiayaan konsumtif ini menggunakan metode annuitas. Metodeperhitungan tersebut sesuai dengan metode yang dipaparkan oleh Karim
The Use Of Conventional Banks By Sharia Economic Law Students: Practice, Factors, And Laws Thamrin, Dzaky Adam; Athief, Fauzul Hanif Noor
Dinar : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 7, No 2: Agustus 2020
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/dinar.v7i2.9150

Abstract

This study aims to reveal the factors and reasons behind the large number of Islamic Economic Law students using conventional banks which are then analysed with an Islamic law approach.The method used in this study is descriptive quantitative and qualitative study. Data collection by survey and interview methods. The data analysis used descriptive and deductive analysis approach.The results of this study found that most students use conventional banks, although half of them are aware of the concern of usury on interest. Nevertheless, in practice, only a small percentage of them separate bank interest from their savings. The majority of the reasons they use conventional banks are based on facilities, family and work. Under Islamic law, the use of conventional banks is haram, although there are cases where it is permissible under Islamic law.
Determinants of Domestic Direct Investment in Indonesia: Islamic Economic Approach Faizah, Iva; Fasa, Muhammad Iqbal; Suharto, Suharto; Rahmanto, Dhidhin Noer Ady; Athief, Fauzul Hanif Noor
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 12, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v12i2.20973

Abstract

The aim of this research is to analys the influence of Domestic Direct Investment (DDI) to Economic Growth in Indonesia (GDP) with Capital Expenditures as moderating variable. We use panel data with 9 years of observation (2010-2018) and 30 provinces in Indonesia, based on purposive sampling, secondary data and analyzed by MRA (Moderated Regression Analysis). The results indicates that, DDI actually gives negative effect on economic growth in Indonesia it was because of them is worth the investment in the country is still low when compared with foreign investment and investment out of the country, and greater fluctuations in value realization of these investments annually. Capital expenditure has proved to strengthen and change the direction of the relationship between the DDI to the GDP, due to the realization that capital spending is focused in the development of infrastructure.
Embedding Crowdfunding Structure in Islamic Venture Capital for SMEs Development Athief, Fauzul Hanif Noor
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2019.10.1.3186

Abstract

SMEs that play significant role in Indonesia economy still suffer from financial constraint. Even though government provides big support to open finance access for SMEs, there are still more than half are not supported by sufficient access of financing. This paper investigates the possible financing methods that can be used by SMEs by examining its positive and negative aspects along with the shariah view on it. Since there are limitations that have to be removed, we propose new scheme of financing suits best for Indonesia SMEs based on the venture capital design by embedding crowdfunding structure and the Islamic element in it. This paper also proposes new possible exit strategy for the scheme in order to benefit all parties involved.UKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia yang masih mengalami kendala keuangan. Meskipun pemerintah memberikan dukungan besar untuk membuka akses keuangan untuk UKM, masih ada lebih dari setengah yang tidak didukung oleh akses pembiayaan yang memadai. Kajian ini meneliti kemungkinan metode pembiayaan yang dapat digunakan oleh UKM dengan memeriksa aspek positif dan negatifnya disertai dengan pandangan syariah atas permasalahan ini. Karena ada keterbatasan yang harus dihilangkan pada model-model pembiayaan, maka kami mengusulkan skema baru pembiayaan yang terbaik untuk UKM Indonesia berdasarkan desain modal ventura dengan menanamkan struktur crowdfunding dan elemen Islami di dalamnya. Penelitian ini juga mengusulkan kemungkinan strategi keluar baru untuk skema tersebut agar bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat.
Inacoin Cryptocurrency Analysis: An Islamic Law Perspective Windiastuti, Filka Catur; Athief, Fauzul Hanif Noor
Journal of Islamic Economic Laws Vol 2, No 2 (2019): Journal of Islamic Economic Laws
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.464 KB) | DOI: 10.23917/jisel.v2i2.8585

Abstract

The existence of money makes buying and selling activity easier than the barter system. However, the increasing globalization of the world economy demands speed accelaration, ease and security of financial transactions. The discovery of cryptocurrency provides solution for the current payment system which relies highly on the third party in conducting digital transactions. One of those cryptocurrency products is Inacoin which is originated from Indonesia. Because this cryptocurrency is a contemporary problem that cannot be concluded directly from the classical fiqh book, a thorough investigation is needed to obtain the validity of this money from Islamic perspective. This research is a qualitative research that uses multimethod of normative-empirical Islamic law perspective in discussing the aforementioned problem. This study concluded that the existence of Inacoin cannot be accepted as money since there are Islamic requirements or criteria that are not met. In addition, the use of Inacoin is mostly for trading commodity, not as money. The Inacoin trade is legitimate but unlawful, because Inacoin has fulfilled the pillars and requirements of the Al-?arf, yet contradicted some Islamic principal such as maisir, gharar, and possibility of harming its user
SEJARAH MUNCULNYA DISIPLIN ILMU DALAM ISLAM Athief, Fauzul Hanif Noor
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 19 No 02 (2019): Jurnal Islamika Volume 19 No 02
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.058 KB) | DOI: 10.32939/islamika.v19i02.386

Abstract

Salah satu faktor utama penyebab kemajuan suatu peradaban adalah ilmu. Maka, Islam yang berjaya hingga belasan abad juga banyak mempunyai khazanah keilmuan yang mewarnai masa gemilang tersebut. Tentunya menjadi hal menarik untuk mencari akar kemunculan berbagai macam disiplin ilmu yang bahkan hingga saat ini terus dipelajari dan dilestarikan. Dengan menggunakan model penilitian  kepustakaan serta pengolahan data secara deduktif, penulis mencoba mengeksplorasi sejarah keilmuan dalam Islam. Penulis mendapati bahwa pada dasarnya setiap keilmuan mempunyai sejarah kemunculannya masing-masing. Namun, tidak bisa dielakkan bahwa kesemuanya mempunyai irisan yang sama, yaitu bertujuan untuk dapat lebih memahami wahyu yang diturunkan kepada umat Islam. Maka, tafsir terbentuk untuk memahami Alquran. Hadis ilmu hadis terbentuk untuk membantu menafsirkan Alquran serta Hadis Nabawi sendiri. Fikih, Usul Fikih serta ilmu bahasa menjadi alat yang juga membantu memahami serta menjabarkan Alquran dan Hadis. Kemudian ada juga ilmu ?aqliyah yang tujuannya juga membantu menguatkan posisi Islam dalam ranah keilmuan secara umum.
ANALISIS STRATEGI ISLAMIC COLLECTIVE ENTREPRENEURSHIP (ICE): SOLUSI MENGATASI DESA TERTINGGAL Thamrin, Dzaky Adam; Habibi, Boby; Sari, Dewi Permata; Athief, Fauzul Hanif Noor
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11059

Abstract

Sektor ekonomi desa memiliki peran substansial bagi kesejahteraan masyarakat dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Data Kementerian Desa (2018) menunjukkan masih ada 13.232 desa tertinggal karena faktor ekonomi. Adapun kendala besar dalam ketertinggalan desa adalah rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan SDM pada desa salah satunya dengan berwirausaha. Hal ini telah dilakukan oleh Desa Gerdu yang berhasil menjadi Desa Wisata Islami. Strategi wirausaha dilakukan secara kolektif yang berlandaskan nilai-nilai Islam atau dikenal Islamic Collective Entrepreneurship (ICE). Peneliti mencoba mengangkat sejauh mana strategi ICE dapat menjadi solusi dalam membangun perekonomian desa, sehingga strategi ini dapat menjadi solusi bagi desa tertinggal lainnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan observasi dalam pengumpulan data. Data tersebut diperoleh dari hasil wawancara yang akan dilaksanakan dengan informan dari pemuka masyarakat, perwakilan masyarakat, dan instansi kabupaten. Dari hasil analisa, strategi ICE yang dilakukan Desa Gerdu memiliki 3 (tiga) tahap yaitu: 1. Pendidikan dan Kerjasama, 2. Pelaksanaan dan Pengelolaan, 3. Evaluasi dan Perencanaan. Selain itu, faktor pendorong internal dalam kesuksesan ICE terletak pada keaktifan pemuka dan pemuda desa dalam mempraktikkan ekonomi Islam. Adapun kerjasama dengan pihak eksternal seperti BAZNAS, DISPARPORA, serta lembaga lainnya sekitar desa yang aktif membantu dalam pembangunan desa.The rural economic sector has a substansial role for the welfare of society and the economic support of nation. Data from Indonesian Ministry of Villages (2018) showed 13.232 underdeveloped villages in Indonesia due to economic reasons. The lack of human resources was the major reason. Therfore, the improvement of human resources throught entrepreneurship is needed. One of the successful village throught entrepreneurship is Gerdu Village in Karanganyar, which also has succeeded in becoming an islamic tourism village. The entrepreneurship strategy is carried out collectively based on islamic values or known as islamic Collective Entrepreneurship (ICE). Researchers try to find how far the effecticeness of ICE strategy as a solution for othe underdeveloped villages. This is a descriptive qualitative research with using observation for collecting data. The data is obtained through interviews with some informants: community  leader, community representative, and district institution in Karanganyar. The result is the ICE strategy was carried out by Gerdu Village has three stages: 1. Education and Cooperation, 2. Implementation and Management, 3. Evaluation and Planning. In addition, the internal driving factor in ICE?s success lies in the activeness of village leader and youth in practicing islamic economics. The collaborationwith external parties such as BAZNAS, DISPARPORA, as well as other intitution around the village are actively helping in village development
Embedding Crowdfunding Structure in Islamic Venture Capital for SMEs Development Athief, Fauzul Hanif Noor
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2019.10.1.3186

Abstract

SMEs that play significant role in Indonesia economy still suffer from financial constraint. Even though government provides big support to open finance access for SMEs, there are still more than half are not supported by sufficient access of financing. This paper investigates the possible financing methods that can be used by SMEs by examining its positive and negative aspects along with the shariah view on it. Since there are limitations that have to be removed, we propose new scheme of financing suits best for Indonesia SMEs based on the venture capital design by embedding crowdfunding structure and the Islamic element in it. This paper also proposes new possible exit strategy for the scheme in order to benefit all parties involved.UKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia yang masih mengalami kendala keuangan. Meskipun pemerintah memberikan dukungan besar untuk membuka akses keuangan untuk UKM, masih ada lebih dari setengah yang tidak didukung oleh akses pembiayaan yang memadai. Kajian ini meneliti kemungkinan metode pembiayaan yang dapat digunakan oleh UKM dengan memeriksa aspek positif dan negatifnya disertai dengan pandangan syariah atas permasalahan ini. Karena ada keterbatasan yang harus dihilangkan pada model-model pembiayaan, maka kami mengusulkan skema baru pembiayaan yang terbaik untuk UKM Indonesia berdasarkan desain modal ventura dengan menanamkan struktur crowdfunding dan elemen Islami di dalamnya. Penelitian ini juga mengusulkan kemungkinan strategi keluar baru untuk skema tersebut agar bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat.
Sejarah Munculnya Disiplin Ilmu dalam Islam Athief, Fauzul Hanif Noor
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 19 No. 02 (2019): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v19i02.386

Abstract

Salah satu faktor utama penyebab kemajuan suatu peradaban adalah ilmu. Maka, Islam yang berjaya hingga belasan abad juga banyak mempunyai khazanah keilmuan yang mewarnai masa gemilang tersebut. Tentunya menjadi hal menarik untuk mencari akar kemunculan berbagai macam disiplin ilmu yang bahkan hingga saat ini terus dipelajari dan dilestarikan. Dengan menggunakan model penilitian kepustakaan serta pengolahan data secara deduktif, penulis mencoba mengeksplorasi sejarah keilmuan dalam Islam. Penulis mendapati bahwa pada dasarnya setiap keilmuan mempunyai sejarah kemunculannya masing-masing. Namun, tidak bisa dielakkan bahwa kesemuanya mempunyai irisan yang sama, yaitu bertujuan untuk dapat lebih memahami wahyu yang diturunkan kepada umat Islam. Maka, tafsir terbentuk untuk memahami Alquran. Hadis ilmu hadis terbentuk untuk membantu menafsirkan Alquran serta Hadis Nabawi sendiri. Fikih, Usul Fikih serta ilmu bahasa menjadi alat yang juga membantu memahami serta menjabarkan Alquran dan Hadis. Kemudian ada juga ilmu ‘aqliyah yang tujuannya juga membantu menguatkan posisi Islam dalam ranah keilmuan secara umum.
ANALISIS STRATEGI ISLAMIC COLLECTIVE ENTREPRENEURSHIP (ICE): SOLUSI MENGATASI DESA TERTINGGAL Thamrin, Dzaky Adam; Habibi, Boby; Sari, Dewi Permata; Athief, Fauzul Hanif Noor
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11059

Abstract

Sektor ekonomi desa memiliki peran substansial bagi kesejahteraan masyarakat dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Data Kementerian Desa (2018) menunjukkan masih ada 13.232 desa tertinggal karena faktor ekonomi. Adapun kendala besar dalam ketertinggalan desa adalah rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan SDM pada desa salah satunya dengan berwirausaha. Hal ini telah dilakukan oleh Desa Gerdu yang berhasil menjadi Desa Wisata Islami. Strategi wirausaha dilakukan secara kolektif yang berlandaskan nilai-nilai Islam atau dikenal Islamic Collective Entrepreneurship (ICE). Peneliti mencoba mengangkat sejauh mana strategi ICE dapat menjadi solusi dalam membangun perekonomian desa, sehingga strategi ini dapat menjadi solusi bagi desa tertinggal lainnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan observasi dalam pengumpulan data. Data tersebut diperoleh dari hasil wawancara yang akan dilaksanakan dengan informan dari pemuka masyarakat, perwakilan masyarakat, dan instansi kabupaten. Dari hasil analisa, strategi ICE yang dilakukan Desa Gerdu memiliki 3 (tiga) tahap yaitu: 1. Pendidikan dan Kerjasama, 2. Pelaksanaan dan Pengelolaan, 3. Evaluasi dan Perencanaan. Selain itu, faktor pendorong internal dalam kesuksesan ICE terletak pada keaktifan pemuka dan pemuda desa dalam mempraktikkan ekonomi Islam. Adapun kerjasama dengan pihak eksternal seperti BAZNAS, DISPARPORA, serta lembaga lainnya sekitar desa yang aktif membantu dalam pembangunan desa.The rural economic sector has a substansial role for the welfare of society and the economic support of nation. Data from Indonesian Ministry of Villages (2018) showed 13.232 underdeveloped villages in Indonesia due to economic reasons. The lack of human resources was the major reason. Therfore, the improvement of human resources throught entrepreneurship is needed. One of the successful village throught entrepreneurship is Gerdu Village in Karanganyar, which also has succeeded in becoming an islamic tourism village. The entrepreneurship strategy is carried out collectively based on islamic values or known as islamic Collective Entrepreneurship (ICE). Researchers try to find how far the effecticeness of ICE strategy as a solution for othe underdeveloped villages. This is a descriptive qualitative research with using observation for collecting data. The data is obtained through interviews with some informants: community  leader, community representative, and district institution in Karanganyar. The result is the ICE strategy was carried out by Gerdu Village has three stages: 1. Education and Cooperation, 2. Implementation and Management, 3. Evaluation and Planning. In addition, the internal driving factor in ICE’s success lies in the activeness of village leader and youth in practicing islamic economics. The collaborationwith external parties such as BAZNAS, DISPARPORA, as well as other intitution around the village are actively helping in village development