Syamsul Wathani, Syamsul
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al Irfani Journal of Quranic and Tafsir (JQT)

ISTINBAT AT TAFSIR: Wacana Istinbat Ayat Hukum Dalam Teori Penelitian Tafsir Wathani, Syamsul
AL IRFANI: Ilmu Al Qur'an dan Tafsir [JQT] Vol 1 No 01 (2020): Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/irfani.v1i1.8

Abstract

Sejarah tafsir memperlihatkan karya tafsir yang memiliki genre fiqhi dengan pola penafsiran yang memainkan analisis istinbat dalam mengeluarkan hukum dari sebuah teks/ayat. Pola pemaknaan seperti ini melahirkan sebuah produk hukum yang menjadi rujukan sebuah madzhab dalam fuqaha’. Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an karya al-Qurtubi adalah tafsir yang memainkan genre ini. Tafsir ini memiliki genre tahlili-fiqhi bermadzhab Maliki. Artikel ini menggabungkan pola analisis penelitian tafsir dan usul alfiqh untuk mengkaji pemikiran al-Qurtubi. Kajian terhadap tafsir al-Qurtubi menghasilkan beberapa kesimpulan, (a) Istinbat at-Tafsir berarti mengkonstruksi paradigma tafsir fiqhi sebagai metode Istinbat dalam memahami dan merumuskan hukum Islam dari sebuah teks/ayat. Istinbat at Tafsir juga bermakna merumuskan metodologi interpretasi yang digunakan mufassir dalam membentuk pemikiran akidah dan amal syariat. (b) Interpretasi sebagai alat istinbat diaplikasikan oleh al-Qurtubi secara baik dalam tafsirnya, ia menggariskan metodologi interpretasi secara sistematis (c) Istinbat at-Tafsir dalam tafsir al-Qurtubi terhadap QS. An-Nisa’: 3menghasilkan kebolehan hukum poligami, ia menggunakan istinbat lafzi pada lafadz fankihu sebagai sebuah kebolehan dan perintah
HISTORISITAS TRADISI TA’WIL AL-QUR’AN AHL AS-SUNNAH: Kajian Sejarah Ta’wil dengan Kerangka Analisis History of Ideas Wathani, Syamsul
AL IRFANI: Ilmu Al Qur'an dan Tafsir [JQT] Vol 1 No 02 (2020): Desember 2020
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/jqt.v1i02.123

Abstract

“The tradition of Ta’wil al-Qur’an has not developed as rapidly as the tradition of interpretation. It could be that this is because the study of the ta'wil of the Quran has received less attention, even though the history of the representation of the Quran is very developed. This article Discuss the history of the ta’wil al-Qur’an in the Ahl as-Sunnah Theology tradition. The study framework used is the history of thoughts/ideas. Within the framework of this study, this article finds several conclusions: As an exegetical method, classical Islamic discourse has developed many ta'wil as a means of interpretation and theory in understanding the text of the Qur'an. The Historical Discussion of thinking about the ta’wil of the Qur'an in the tradition of ahl as-Sunnah shows the development of the diversity of thoughts and knowledge used in interpreting the al-Qur'an. Ibn Qutaybah in Ta'wil Musykil Al-Qur'an uses linguistic analysis, gives birth to linguistic takwil (at-ta'wil al-lughawi), al-Ghazali wrote Qanun at Ta’wil which depicts the work of the Qur'anic representations with a ta'wil Theological, al-Razi wrote Mafatih al-Ghaib with a style of thought ta'wil falsafi, Ibn' Arabi wrote al-Futuhat al-Makkiyyah with a Sufistic interpretation / ta'wil, and asy-Syatibi wrote al-Muwafaqat offering a paradigm of Ta 'wil Ushuli.”