Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

GAMBARAN SIBLING RELATIONSHIP PADA REMAJA AWAL YANG MEMILIKI SAUDARA DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME (GSA) Mellinda Dwi Artanti; Primatia Yogi Wulandari
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.245 KB) | DOI: 10.47353/sikontan.v1i2.361

Abstract

Kehadiran saudara dengan gangguan spektrum autisme (GSA) dapat berdampak pada remaja awal, termasuk sibling relationship antar saudara. Karakteristik dari saudara dengan GSA yaitu memiliki keterbatasan dalam berinteraksi sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, serta perilaku repetitif yang mengakibatkan sibling relationship antara mereka memiliki dinamika yang berbeda pada umumnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran sibling relationship pada remaja awal yang memiliki saudara dengan GSA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melibatkan tiga orang partisipan. Teknik penggalian data menggunakan pedoman wawancara dengan teknik analisis theory driven, sedangkan teknik pemantapan kredibilitas menggunakan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan pada dimensi kekuasaan terdapat partisipan yang lebih menguasai hubungan dan partisipan yang tidak ingin menguasai karena merasa sibling relationship di antara mereka egaliter. Dimensi persaingan terdapat perbedaan perlakuan dari orangtua tetapi tidak menimbulkan persaingan. Dimensi kedekatan ditandai memiliki hobi yang sama dan remaja awal mendampingi kebutuhan saudaranya. Dimensi konflik masih mengalami pertengkaran secara verbal dan nonverbal ditujukan ke saudara dengan GSA dan begitupun sebaliknya. Dampak kehadiran saudara dengan GSA terhadap kehidupan remaja awal membuat mereka jarang berinteraksi, tidak diterima dalam lingkup pertemanan sehingga menarik diri dari lingkungan tersebut, serta memberikan dampak positif yaitu lebih bersyukur dengan pemberian Tuhan, lebih mandiri, serta bertanggungjawab dengan dirinya masing-masing.
GAMBARAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PASANGAN SUAMI ISTRI YANG MENJALANI COMMUTER MARRIAGE Miftakhul Jannah; Primatia Yogi Wulandari
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.323 KB) | DOI: 10.47353/sikontan.v1i2.375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pernikahan pada pasangan suami istri yang menjalani commuter marriage. Commuter marriage dipercaya memiliki kepuasan pernikahan lebih rendah dibanding pasangan single resident dikarenakan tidak adanya bantuan dari pasangan untuk melakukan tugas rumah tangga, tidak terpenuhinya kebutuhan seksual dan dukungan emosional, perasaan terisolasi sehingga memicu konflik yang berakibat pada ketidakpuasan pernikahan. Metode penelitian menggunakan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara dan analisis model interaktif Miles Huberman. Partisipan dipilih dengan kriteria pasangan suami istri yang sedang menjalani pernikahan jarak jauh minimal 3 bulan dan sudah memiliki anak. Teknik pemantapan kredibilitas dengan memberchecking. Dinamika kepuasan pernikahan pada tahun-tahun pertama meliputi intimacy, kepercayaan dan dukungan pasangan. Kepuasan pernikahan menurut pasangan WM dan DS adalah dengan berusaha mensyukuri apa yang ada dalam rumah tangganya. Kepuasan pernikahan menurut pasangan SM dan AS adalah berbahagia dengan pernikahan yang dijalani dan berupaya mempertahankannya hingga akhir hayat. Pola interaksi pasangan pada aspek kepuasan pernikahan berbeda antara kedua pasangan. Aspek kepuasan pernikahan yang cukup menonjol pada pasangan pertama ialah pengasuhan, pembagian peran dan waktu luang. Sementara aspek kepuasan pernikahan pasangan kedua yang sangat menonjol ialah kepuasan pada komunikasi, waktu luang, kepribadian, dan resolusi konflik.
Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Kecenderungan Perilaku Cyberbullying Pada Remaja Pengguna Media Sosial Anonim Maria Angela Intan Cahyaning Bulan; Primatia Yogi Wulandari
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 1 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.364 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i1.25127

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat adakah pengaruh kontrol diri terhadap kecenderungan perilaku cyberbullying pada remaja pengguna media sosial anonim. Penelitian ini ditujukan untuk remaja akhir berusia 18-21 tahun yang menggunakan media sosial anonim. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 493 orang. Alat ukur pada penelitian ini yaitu Brief Self Control Scale dan Skala Cyberbullying. Teknik yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif, yakni analisis regresi linear sederhana menggunakan SPSS 24 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat pengaruh siginifikan antara kontrol diri dan cyberbullying. Dari hasil persamaan analisis regresi didapatkan persamaan yaitu Y = 220.523 + (-2.418). Dapat disimpulkan bahwa kontrol diri memilki pengaruh negatif terhadap cyberbullying yang bermakna semakin tinggi kontrol diri akan menurunkan kecenderungan perilaku cyberbullying pada remaja pengguna media sosial anonim.
Improving the Ability to Wear Socks in Autistic Children Through Behavior Modification Interventions Lysandra Hutomo; Primatia Yogi Wulandari
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i1.9332

Abstract

Self-care, cleaning, dressing, and eating skills are the basic skills needed by autistic individuals to achieve independence and improve the quality of life. Apart from focusing on improving certain behaviors, interventions for autistic children also have an impact on stress disorders for both autistic children and their families. This study aims to improve the ability to wear socks in autistic children through behavior modification interventions. The subject of this study was a six-year-old boy who was diagnosed with autism. This type of research used Single Subject Research (SSR) with an A-B-A design consisting of baseline 1, intervention, and baseline 2. The techniques of behavior modification intervention used were forward chaining, prompting, and positive reinforcement. The intervention lasted for nine sessions with five trials in each session. The intervention began with two baseline 1 sessions, five intervention sessions, and ended with two baseline 2 sessions. The results showed an increase in the ability to wear socks independently in autistic children through behavior modification interventions. Keterampilan perawatan diri, kebersihan, berpakaian dan makan merupakan seperangkat keterampilan dasar yang dibutuhkan individu autisme untuk mencapai kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup. Selain berfokus pada peningkatan perilaku tertentu, intervensi pada anak autis pun berdampak pada pengurangan stress baik bagi anak autis hingga keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memakai kaos kaki pada anak autis melalui intervensi modifikasi perilaku. Subjek pada penelitian ini adalah seorang anak laki-laki berusia enam tahun yang didiagnosis autis. Jenis penelitian ini menggunakan Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A yang terdiri dari baseline 1, intervensi, dan baseline 2. Teknik dari intervensi modifikasi perilaku yang digunakan adalah forward chaining, prompting, dan positive reinforcement. Intervensi berlangsung selama sembilan sesi dengan lima kali percobaan di setiap sesinya. Intervensi diawali dengan dua sesi baseline 1, lima sesi intervensi, dan diakhiri dengan dua sesi baseline 2. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan memakai kaos kaki secara mandiri pada anak autis melalui intervensi modifikasi perilaku.
Pengaruh Metode Pembelajaran Bilingual terhadap Self-Efficacy Siswa Sekolah Dasar Eghita Desiane N; Primatia Yogi Wulandari; Nur Ainy Fardana N
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.607 KB)

Abstract

Pembelajaran bilingual dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing dan keterampilan komunikasi siswa. Selain itu, pembelajaran bilingual juga dianggap dapat meningkatkan kepercayaan diri (self-efficacy) siswa dalam mempelajari bahasa asing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode pembelajaran bilingual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap self-efficacy siswa sekolah dasar di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa sekolah dasar yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran bilingual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan self-efficacy siswa sekolah dasar di Indonesia. Siswa yang belajar dengan metode pembelajaran bilingual memiliki self-efficacy yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan metode konvensional.
Specific coping behaviours related to depression in adolescents with a divorced parent Ktut Dianovinina; Endang Retno Surjaningrum; Primatia Yogi Wulandari
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 3: September 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i3.23272

Abstract

Parents’ divorce is one of the life events that elicit pressure in adolescents, to such an extent that parents’ divorce is a predictor of depressive disorder in adolescents. Coping strategy plays an important role in the relationship between pressure and depression. This research aimed to examine coping strategies (problem-focused, emotion-focused, and dysfunctional coping) and specific coping behaviours which affect adolescents with divorced parents’ depressive symptoms. Participants are 80 adolescents with divorced parents from several cities in Indonesia, aged between 13 to 19 years old (mean=16.6 years, SD=1.62 with 76% female and 24% male). Depressive symptoms were measured using the children’s depression inventory, and specific coping behaviour was measured with Brief-COPE or coping orientation to problems experienced. In this research, it was found that 38% of the adolescents had depression. On the multiple linear regression, only problem-focused coping and dysfunctional coping significantly affected depression and not emotion-focused coping. Furthermore, among 14 specific coping behaviours, only instrumental support and behaviour disengagement affect depressive symptoms. These findings indicate that intervention focused on increasing the utilization of problem-focused coping and reducing dysfunctional coping might be beneficial to minimize depressive symptoms in adolescents with divorced parents.
Is a good relationship enough for a good life? Efendy Xu; Kususanto Ditto Prihadi; Primatia Yogi Wulandari; Rosatyani Puspita Adiati; Rudi Cahyono; Iwan Wahyu Widayat; Herdina Indrijati; Berlian Gressy Septarini; Valina Khiarin Nisa
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 4: December 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i4.22967

Abstract

Satisfaction with life is an important element of mental health as its protective features against depression, anxiety, and other mental health problems. The bottom-up theory of life satisfaction explained that satisfaction in specific domains tend to sum up to general life satisfaction. accordingly, studies reported that relationship satisfaction predicts general life satisfaction This cross-sectional study aims to investigate the role of two variables, namely perceived social support (PSS) and mattering. We hypothesized that PSS and mattering perform full serial mediation on the link relationship between relationship satisfaction and life satisfaction. 256 individuals who live in several urban areas in West Malaysia were recruited through purposive sampling to respond to online form consisted of scales of relationship satisfaction, satisfaction with life, general mattering scale and multidimensional scale of perceived social support. Bootstrap method with 95% confidence interval and 5,000 samples was conducted through PROCESS Macro model 6; the results suggested that a significant, full serial mediation occurred. Additionally, both PSS and mattering significantly predicted life satisfaction after controlling for each other.
Adaptation and validation of the children’s cognitive triad inventory for Indonesian students Ktut Dianovinina; Endang Retno Surjaningrum; Primatia Yogi Wulandari
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 13, No 3: June 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v13i3.28038

Abstract

Depression causes student learning problems. Depressive symptoms are influenced by automatic thoughts that contain a negative cognitive triad. A valid and reliable instrument to measure the cognitive triad in adolescents is essential to identify one of the risk factors for depressive disorders in adolescents. At the same time, Indonesia has no instrument to measure this. This study aims to adapt the children’s cognitive triad inventory (CTI-C) into an Indonesian version and to examine its psychometric properties. Data were collected from 1,184 students aged 13-19 (mean=15.32, SD=1.62) using the 36-item CTI-C. The CTI-C instrument adaptation process refers to the international test commission (ITC). The results of confirmatory factor analysis (CFA) showed comparative fit index (CFI)=0.95, Tucker-Lewis’s index (TLI)=0.94, root mean square error of approximation (RMSEA)=0.071, standardized root mean square residual (SRMR)=0.056, and goodness of fit index (GFI)=0.82, with a load factor range of 0.43-0.80 for the view of self, 0.43-0.68 for the view of the world, and 0.37-0.70 for the view of the future. The Cronbach’s alpha coefficient ranged from 0.81 to 0.84 for the subscales and 0.93 for the total score. Thus, the Indonesian version of the CTI-C can measure the cognitive triad in Indonesian students aged 13-19.