Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGEMBANGAN APLIKASI CITRA DIGITAL UNTUK MENGUBAH CITRA GREYSCALE MENJADI CITRA BERWARNA Agus Wirahadi Putra, I Made
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v1i3.19540

Abstract

This study aims at designing and developing an automatic greyscale image coloring application by implementing Global Image Matching. The input of this application is an image with bitmap (*.bmp) extension. There are two ways of coloring greyscale image, colorization and image sequences. Both of these ways have differences in the amount of the input and the output. In colorization, the input image that will be used is a greyscale image and a color image in which through this process it will be produced an output image. Meanwhile in image sequence, a greyscale image and three color images are used as the input and this will produce twelve output images. Based on the result of the study, greyscale image coloring application can be easily used in coloring the greyscale image. The software that can be used to develop the greyscale image coloring application is Delphi 2010 programming language.
Sistem Otomatisasi Rumah untuk Mengatur Perangkat Listrik pada Saat Beban Puncak Liandana, Made; Putra, Made Agus Wirahadi
Proceedings Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I) 2015
Publisher : Proceedings Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.554 KB)

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik dapat dikatakan sebagai kebutuhan primer karena hampir setiap kegiatan manusia memerlukan listrik. Akan tetapi, kebutuhan listrik dengan pasukan yang tersedia tidak seimbang sehingga menimbulkan krisis listrik. Tentunya bagi pengguna listrik harus melakukan penghematan listrik. Penghematan penggunaan energi listrik dapat dilakukan dengan cara mengurangi pemakaian listrik pada saat beban puncak. Pengurangan pemakaian pada dapat dilakukan dengan mematikan perangkat-perangkat listrik pada jam-jam beban puncak. Untuk membantu penghuni rumah mematikan perangkat listrik secara tepat waktu sesuai dengan jam-jam beban puncak diperlukan sistem otomatisasi rumah. Sistem yang dibangun pada penelitian ini menggunakan single board computer sebagai unit pengendalinya. Sedangkan teknik yang digunakan untuk men-trigger unit pengendali untuk mematikan atau menyalakan perangkat listrik berupa waktu. Waktu yang dimaksud adalah waktu dari beban puncak pemakain listrik. Selain waktu parameter lain yang digunakan untuk menentukan apakah perangkat listrik dimatikan atau dinyalakan adalah prioritas dari setiap perangkat listrik. Terdapat dua prioritas yaitu tinggi dan rendah. Prioritas tinggi artinya perangkat listrik tersebut tidak dapat dimatikan oleh sistem karena akan mengganggu aktivitas dari penghuni rumah. Sedangkan prioritas rendah berarti perangkat listrik tersebut dapat dimatikan. Dari hasil pengujian sebanyak 42 kali, teknik yang diusulkan dapat mematikan dan menyalakan perangkat listrik secara tepat waktu.
Ekstraksi Garis Pantai Pada Citra Satelit Landsat dengan Metode Segmentasi dan Deteksi Tepi I Putra, I Made Agus Wirahadi; Susanto, Adhi; Soesanti, Indah
Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika (JANAPATI) Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.95 KB)

Abstract

Garis pantai merupakan kawasan yang dinamis yang dapat berubah setiap saat.Perubahan ini disebabkan oleh adanya abrasi dan akresi.Pemantauan terhadap perubahan garis pantai dapat dilakukan dengan menggunakan citra satelit.Analisis citra satelitmemberikan data yang lengkap dan dapat dilakukan   dengan sedikit atau tanpa bantuan manusia. Makalah ini, menggunakan metode segmentasi dan deteksi tepi pada multi-spektrum yang berkeja secara otoimatis. Proses pemunculan informasi garis pantai dilakukan dalam dua tahapan, yaitu pre-processing dan processing. Pre-processing merupakan tahapan awal yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas masing-masing citra (noise remover dan edge enhancement).Tahapan processing merupakan tahapan pemunculan informasi garis pantai dengan segmentasi dan deteksi tepi.Penerapkan metode ini diharapkan dapat memunculkan informasi mengenai garis pantai.
Klasifikasi Citra Satelit Dengan Menggunakan Algoritma K-Means I Made Agus Wirahadi Putra
Proceeding Seminar Nasional Sistem Informasi dan Teknologi Informasi 2018: Proceeding Seminar Nasional Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SENSITEK)
Publisher : STMIK Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30700/pss.v1i1.913

Abstract

Desa adat dalung merupakan salah satu wilayah di kabupaten badung yang mengalami dampak perubaha yang diakibatkan oleh perkembangan kota Denpasar. dampak yang ditimbulkan seperti peningkatan jumlah penduduk dimana peningkatan ini mencapai 7,6% pada tahun 2010. Dampak dari peningkatan jumlah penduduk adalah kebutuhan lahan hunian. Banyak lahan yang beralih fungsi menjadi kawasan hunin demi menunjang kebutuhan akan hunian. Lahan yang sering mengalami alih fungsi adalah lahan vegetasi atau lahan hijau. Lahan vegetasi merupakan wilayah yang ditumbuhi oleh ekosistem tanaman menunjang kebutuhan disekitarnya. Pengawasan akan wilayah vegetasi menjadi sangat sulit untuk dilakukan mengingat luas wilayah yang dimiliki. Salah satu cara untuk dapat mengobservasi area vegetasi dengan menggunakan pengindraan jauh dan analisis image processing. Untuk dapat melakukan observasi dengan image processing dibagi kedalam 2 tahapan. Dimana tahap pertama yaitu preprocessing dan tahap kedua adalah processing. Preprocessing berkaitan dengan proses akuisis data satelit, noise filtering dan peningkatan kualitas citra. Sedangkan pada tahap processing yaitu dengan membagi citra kedalam 2 wilayah yaitu wilayah vegetasi dan non vegetasi dengan pendekatan metode k-means clastering serta proses morfologi. Hasil dari penelitian ini menunjukan klasifikasi citra dengan menggunakan k-means dapat dilakukan.
Pengembangan Aplikasi Citra Digital Untuk Mengubah Citra Greyscale Menjadi Citra Berwarna Wirahadi P, I Md Agus; Kesiman, Made Windu Antara; Wahyuni, Dessy Seri
Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika : JANAPATI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3399.872 KB) | DOI: 10.23887/janapati.v2i1.9757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sebuah aplikasi pewarnaan citra greyscale secara otomatis, dengan mengimplementasikan algoritma Global Image Matching. Inputan dari aplikasi ini adalah citra yang berekstensi bitmap (*.bmp). Terdapat 2 macam pilihan pewarnaan citra greyscale yaitu colorization  dan image sequences. Kedua pemrosesan tersebut memiliki perbedaan pada jumlah citra input dan citra output. Pada colorization,citra input yang digunakan adalah 1 buah citra greyscale dan 1 buah citra warna dan akan menghasilkan 1 buah citra output sedangkan pada image sequences menggunakan 1 buah citra greyscale dan 3 buah citra warna dimana pada pemrosesan ini akan menghasilkan 12 citra output. Berdasarkan hasil pengujian, aplikasi pewarnaan citra greyscale mampu melakukan proses pewarnaan citra greyscale secara mudah. Perangkat lunak aplikasi pewarnaan citra greyscale dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi 2010.
PEMAKAIAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM UNTUK PEMETAAN EMISI GAS RUMAH KACA SEKTOR LIMBAH DI KABUPATEN KARANGASEM Affan Irfan Fauziawan; I Made Agus Wirahadi Putra; Ratna Kartika Wiyati
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTWaste production increases with the increase in population, urbanization rate and people’s income. Solid waste is a contributor to greenhouse gas (GHG) emissions which can cause global warming. At the Conference of Parties 25 (COP 25) in Madrid 2019, the Indonesian government is still commited to reducing GHG emissions and working to reduce/limit the increase in temperature below 1.50C. Karangasem regency is an area located in the eastern part of Bali Island, which administratively is one of the regency in Bali Province. The population of Karangasem regency in 2018 based on results of population registration was 414,800 people. The population is spread across 8 sub-districs with the population growth rate in Karangasem averaging 0.88% per year. The distribution of the population will be directly proportional to the distribution of solid waste produced. The method for calculating municipal solid waste will be carried out using the First Order Decay method contained in the IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) Guidelines. From the calculation results, GHG emission have been obtained in each sub-district in Karangasem regency. Total GHG emission in 2019 amounted to 11,764 tonnes of CO2-e. Mapping the area in Karangasem district to determine the amount of waste produced by each district is deemed necessary as a mitigation effort to be implemented. In this study, a mapping of each sub-district was carried out on the basis of Geographical Information System (GIS). It is necessary to carry out a GHG inventory at the district level, to determine how much GHG emission are generated from the waste sector. After the GHG emission in known, a mapping of each sub-district will be made to determine the level of emission produced, so that this GHG emission reduction mitigation action will focus more on the sub-districts that produce the most emission first followed by other sub-districts.Keywords: Waste, GHG Inventory, First Order Decay, Geographic Information System.ABSTRAKProduksi limbah meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, tingkat urbanisasi dan pendapatan masyarakat. Sampah merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) yang dapat menyebabkan adanya pemanasan global (global warming). Pada Conference of Parties 25 (COP 25) di Madrid tahun 2019, pemerintah Indonesia masih berkomitmen untuk dapat menurunkan emisi gas rumah kaca dan berupaya untuk mengurangi/membatasi peningkatan suhu dibawah 1,50C. Kabupaten Karangasem, merupakan daerah yang berada di belahan timur Pulau Bali, yang secara administratif merupakan salah satu kabupaten dalam wilayah Provinsi Bali. Jumlah penduduk Kabupaten Karangasem pada tahun 2018 berdasarkan hasil registrasi penduduk adalah 414.800 jiwa. Jumlah penduduk tersebut tersebar dalam 8 kecamatan dengan angka pertambahan penduduk di Karangasem rata-rata 0,88% per tahun. Sebaran jumlah penduduk akan berbanding lurus dengan sebaran limbah padat yang dihasilkan. Metode penghitungan limbah padat kota akan dilakukan dengan menggunakan metode First Order Decay yang terdapat pada IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) Guidelines. Dari hasil perhitungan telah didapatkan emisi GRK di tiap-tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Karangasem. Total emisi GRK pada tahun 2019 yaitu sebesar 11.764 ton CO2-e. Pemetaan wilayah di kabupaten392 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer, Volume 6, Nomor 3, Oktober 2020Karangasem untuk mengetahui jumlah sampah yang dihasilkan tiap kecamatan dipandang perlu dilaksanakan sebagai upaya mitigasi yang akan dilaksanakan. Pada penelitian ini dilaksanakan pemetaan tiap-tiap kecamatan dengan basis Sistem Informasi Geografis (SIG). Inventarisasi GRK di tingkat kabupaten ini perlu dilakukan, untuk mengetahui sampai berapa besar emisi GRK yang dihasilkan dari sektor limbah tersebut. Setelah emisi GRK sudah diketahui, maka akan dibuat sebuah pemetaan tiap-tiap kecamatan untuk mengetahui tingkat emisi yang dihasilkan, sehingga aksi mitigasi penurunan emisi GRK ini akan lebih fokus pada kecamatan-kecamatan yang menghasilkan emisi paling besar terlebih dahulu dilanjutkan dengan kecamatan yang lainnya.Kata Kunci : Limbah, Inventarisasi GRK, First Order Decay, Sistem Informasi Geografis.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DI SMA N 1 BLAHBATUH I Made Agus Wirahadi Putra; I Komang Dharmendra; Tubagus Mahendra Kusuma
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 4 No. 1 (2021): Nopember
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/widyabhakti.v4i1.277

Abstract

SMA Negeri 1 Blahbatuh merupakan Sekolah Menengah Atas yang terletak di jalan. Astina Jaya , kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. SMA N 1 Blabatuh berjarak 22 Km dengan waktu tempuh normal 60 menit dari kampus ITB STIKOM Bali Renon. Masa pandemi covid memaksa sekolah SMA N 1 Blahbatuh untuk melakukan pembelajaran secara online untuk mengurangi interaksi. Pembelajaran online dengan media yang kurang meanrik menyebabakan materi yang disampaikan kurang diminati oleh sisiwa. Melalui pengabdian ini dilakukan pelatihan optimasi moodle dan pembuatan media pembelajaran dengan canva. Pengabdian dilakukan melalui 4 tahapan yaitu sosialisasi, penyusunan modul, pelatihan (online dan offline) dan terakhir adalah evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi adanya peningkatan pemahaman akan membuat media pembelajaran dengan canva.
Pengembangan Media Pembelajaran Bermuatan Conceptual Change untuk Perkuliahan Sistem Elektronika Putu Pande Agus Santoso; I Made Agus Wirahadi Putra; Anak Agung Ayu Meitridwiastiti
Jurnal Sistem dan Informatika (JSI) Vol 12 No 2 (2018)
Publisher : Bagian Perpustakaan dan Publikasi Ilmiah - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.056 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah dihasilkannya media pembelajaran bermuatan conceptual change, mendeskripsikan tingkat validitas dan efektifitasnya dalam meningkatkan hasil belajar elektronika. Media ini dikembangkan dengan menggunakan software Adobe Captivate yang disusun sesuai dengan sintak model pembelajaran perubahan konseptual. Media yang dikembangkan ini terdiri atas page home, page indicator, page problem, page deny, page prove, page clarification dan page evaluation. Analisis data pada uji perseorangan menunjukkan bahwa 40,80% mahasiswa menyatakan sangat setuju, 56,42% menyatakan setuju dan hanya 2,78% menyatakan cukup. Analisis data pada uji kelompok kecil menunjukkan bahwa 45,30% mahasiswa memberikan respon sangat setuju dan 54,70% menyatakan setuju. Uji coba kelas menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil perkulihan sistem elektronika yang dimediasi dengan media pembelajaran interaktif bermuatan conceptual change = 80,08. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini valid dan efektifitasnya dalam meningkatkan hasil belajar elektronika.
PERBANDINGAN METODE SINGLE BAND DAN MULTI BAND DALAM EKSTRAKSI FITUR PERMUKAAN AIR KAWASAN PERAIRAN DI TELUK BENOA I Made Agus Wirahadi Putra; Shofwan Hanief
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol 7, No 4 (2021): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTRemote sensing is an optimal method to observe an object on earth’s surface with wide area. One of the example is that remote are often used to observe surface water. Water has unique property to electromagnetic radiation/spectrum, thus it can be captured by observation satelit. There are many algorithm for extracting the feature of surface water which apply the single band or multi band. In this research, there is comparison between single band algorithm and multi band algorithm. On Single band, it uses BILKO algorithm with Bv 0.16 value with the result that it can extract water feature well, but there is a mistake in identifying the roof surface. Whereas multi band with modified normalized difference water index algorithm with surface water value 1, it obtained good result of image extraction.Keywords : Remote sensing, single band algorithm, multi band algorithmABSTRAKPengindraan jauh merupakan salah satu metode yang optimal dalam melakukan observasi objek yang ada di permukaan bumi dengan cakupan wilayah yang cukup luas, salah satunya sering digunakan untuk mengamati permukaan air. Air memiliki sifat yang unit terhadap gelombang elektromagnetik sehingga dapat dengan optimal ditangkap oleh satelit observasi.terdapat berbagai macam algoritma dalam ekstraksi fitur permukaan air yang menerpakan single band maupun multi-band. Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan 2 buah algoritma single band dan multi band. Pada single band menggunakan algoritma BILKO dengan nilai Bv 0.16 dengan hasil mampu mengekstraksi fitur air dengan baik namun terdapat kesalahan dalam mengenali permukaan atap rumah. Sedangkan pada multiband dengan algoritma modified normalized difference water index dengan nilai permukaan air adalah 1 maka diperoleh hasil citra ekstaraksi permukaan air yang baik.Kata Kunci : Remote sensing, single band algorithm, multi band algorithm
Pelatihan Penerapan Teknologi Pembuatan Kolam Pada Peternak Lele di Desa Dalung I Made Agus Wirahadi Putra; Bagus Sabda Nirmala
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 2 No. 1 (2019): Nopember
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.791 KB)

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu komuditi yang sangat diminati oleh masyarakat. Berdasarkan data yang diperoleh dari dinas perikanan kabupaten Badung, permintaan ikan lele di kabupaten Badung mencapai 1.800 ton pada tahun 2018. Permintaan ikan lele yang cukup tinggi mendorong munculnya para pengusaha muda untuk membudidayakan ikan lele, salah satunya adalah Bapak Made Rai Suriawan. Usaha budidaya ikan lele dimulai pada tahun 2015 dengan jumlah kolam hanya 4 kolam. Banyak permasalahan yang dialami oleh mitra, salah satunya adalah kualitas rasa ikan yang dipengaruhi oleh jenis kolam yang digunakan. Kolam yang digunakan oleh mitra berjis kolam gali. Dimana kolam digali dan dinding kolam tidak terlapisi oleh penyekat. Air akan kontak langsung dengan tanah sehingga pada dasar kolam memiliki kandungan lumpur yang tinggi. Kandungan lumpur yang tinggi akan mempengaruhi rasa dari daging ikan lele. Solusi yang ditawarkan ke mitra adalah pembuatan kolam terpal serta penerapan bioflok dalam mengatasi virus dan bakteri yang dapat mempengrahui kesehatan ikan lele.