Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN SISWA SEKOLAH DASAR Sumianto, Sumianto
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 17, No 2 (2017): BAHASA, BUDAYA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan sikap peduli lingkungan siswa sekolah dasar. Selain itu, penelitian ini dilakukan agar siswa selalu memiliki kebiasaan untuk berfikir sisi baik dan sisi buruk sebelum memutuskan suatu keputusan dalam kehidupan siswa kelak. Penelitian ini dilakukan di SDIT Raudhatur Rahmah Pekanbaru dengan subjek berjumlah 60 orang siswa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain kuasi eksperimen dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berfikir kritis digunakan soal bentuk uraian dan menggunakan angket untuk mengukur sikap peduli lingkungan siswa. Perhitungan analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan bantuan soft ware SPSS Versi 16.0 for windows dan Microsoft Excel 2013. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan sikap peduli lingkungan lebih baik bila dibandingkan dengan peningkatan pada kelas yang menggunakan pembelajaran secara konvensional.
Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Menggunakan Media Pop Up Pada Siswa Sekolah Dasar Sumianto Sumianto
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.727

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas belajar siswa-siswa sekolah dasar dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan media pop up. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, penelitian dilakukan di SD Pahlawan Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Subjek yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kelas V dengan jumlah subjek sebanyak 13 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dan lembar observasi guru. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pembelajaran siswa dengan pembelajaran menggunakan media pop up. Selain meningkatnya aktivitas belajar siswa, ditemukan pula dalam penelitian siswa menjadi lebih cepat dan tangkas dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru serta siswa menjadi lebih berani dalam mengajukan ide-ide atau gagasan yang ada di dalam dirinya.
Analisis Faktor-Faktor yang Menghambat Minat Belajar Dimasa Pandemi Covid-19 pada Siswa SDN 008 Salo Fitri Yanti, Nurul; Sumianto, Sumianto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi covid-19 telah mengganggu proses pembelajaran sehingga guru harus melaksanakan pembelajaran secara online. Pembelajaran online memiliki kendala yang menyebabkan minat belajar siswa menurun. Untuk itu perlu diketahui faktor-faktor yang menghambat minat belajar siswa agar dapat dicari solusi dari kendala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat minat belajar dimasa pandemi covid-19 pada siswa SDN 008 Salo. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dan angket. Penelitian dilaksanakan di SDN 008 Salo pada bulan November 2020, dan yang menjadi subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V SDN 008 Salo. Hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran dimasa pandemi covid-19, minat belajar siswa tidak sepenuhnya dapat dicapai sesuai dengan indikator minat belajar yaitu kesukaan, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan. Hal ini diakibatkan karena beberapa faktor yang menjadi penghambat minat belajar seperti, 1) media pembelajaran, 2) jaringan internet, 3) fasilitas pembelajaran, 4) kualitas pembelajaran, 5) orangtua.
Peningkatan Keterampilan Partisipasi Siswa Melalui Metode Think Pair Share Di Sekolah Dasar Tessy Heriany; Sumianto Sumianto; Yanti Yandri Kusuma
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 1 (2021): INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v1i1.2030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan keterampilan partisipasi siswa melalui metode think pair share pada pembelajaran PKn kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru kecamatan tapung kabupaten Kampar. Metode penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, evaluasi, dan waktu penelitian dilaksanakan penelitian ini dikarnakan sekolah ini mengalami rendahnya tingkat partisipasi siswa dalam belajar. Subjek penelitian ini siswa kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru yang berjumlah 27 orang, dengan jumlah laki-laki 15 orang dan jumlah siswa perempuan 12 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik obsevasi dan lembar dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan partisipasi siswa dengan tema Indahnya kebersamaan kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru,pada pra tindakan tergolong kriteria kurang dengan ketuntasan klasikal 37 % dari 27 orang siswa hanya 10 orang siswa yang tuntas. Pada siklus I dengan kriteria cukup dengan ketuntasan klasikal 48,14% dari 27 orang siswa hanya 14 orang siswa yang tuntas. Pada siklus II tergolong kriteria baik dengan ketuntasan klasikal 70,37% dari 27 orang siswa terdapat hanya 19 orang yang tuntas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Think Pair Share dapat peningkatan keterampilan partisipasi siswa kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru.
PELATIHAN DISEMINASI PENDIDIKAN KARAKTER ANTI KORUPSI BAGI PENGURUS ORGANISASI INTRA KAMPUS Mufarizuddin, Mufarizuddin; Pebriana, Putri Hana; Sumianto, Sumianto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4329

Abstract

Abstrak: Dalam memberantas korupsi di Indonesia tidak cukup hanya dengan melakukan suatu tindakan respresif, namun yang lebih mendasar lagi adalah melakukan tindakan preventif atau pencegahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan melalui preventif ini adalah dengan menumbuhkan kepedulian untuk melawan berbagai tindakan korupsi, dan sekaligus juga mendidik generasi muda dengan menanamkan nilai- nilai etika dan moral yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan kegiatan adalah dengan adanya pendidikan karakter antikorupsi diharapkan munculnya rasa tanggung jawab untuk memberantas koruspi dan memberikan contoh pada masyarakat luas. Tim pengabdian masyarakat ini melakukan beberapa metode yaitu ceramah, tanya jawab dan simulasi dengan pemutran film tentang karakter anti korupsi dan selanjutnya diberikan pre-test yang digunakan untuk melihat pengetahuan mahasiswa terhadap karakter anti korupsi, metode ceramah, metode tanya jawab dan metode simulasi hal ini dilakukan agar Pengurus HIMA memahami pendidikan Antikorupsi dengan baik. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman kepada mahasiswa khususnya pengurus HIMA PGSD tentang pendidikan anti korupsi, termasuk pemahaman, aturan dan implementasi pendidikan anti korupsi di Perguruan Tinggi.  Abstract:  In eradicating corruption in Indonesia, it is not enough just to take a respectful action, but even more fundamental is to take preventive or preventive actions. One of the efforts that can be made through this prevention is to raise awareness to fight various acts of corruption, and at the same time educate the younger generation by instilling ethical and moral values that are necessary in social life. The aim of the activity is that with anti-corruption character education, it is hoped that a sense of responsibility will emerge to eradicate corruption and provide an example to the wider community. This community service team carried out several methods, namely lectures, questions and answers and simulations with film screenings about anti-corruption characters and then given a pre-test which was used to see student knowledge of anti-corruption characters, lecture methods, question and answer methods and simulation methods. so that the HIMA Management understands Anti-corruption education well. The results achieved in this activity were to provide understanding to students, especially PGSD HIMA administrators about anti-corruption education, including understanding, rules and implementation of anti-corruption education in tertiary institutions.
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM POSING PADA SISWA SEKOLAH DASAR Yana Yela Afnita; Sumianto Sumianto
Indonesian Research Journal on Education Vol. 1 No. 1 (2021): Januari: Pages 1 - 54
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/.v1i1.1414

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas V SDN 001 Binamang Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran Problem Posing. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi statistik dengan menggunakan model pembelajaran Problem Posing pada siswa kelas V SDN 001 Binamang. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan waktu penelitian dilaksanakan mulai April hingga Mei 2019. Subjek Penelitian ini siswa kelas V yang berjumlah 19 orang, dengan jumlah laki-laki 8 orang, dan siswa perempuan berjumlah 11 orang. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian aktivitas belajar siswa materi statistik kelas V SDN 001 Binamang pada pratindakan tergolong cukup aktif dengan ketuntasan klasikal 22,2%, dari 18 orang siswa hanya 4 orang siswa yang tuntas. Pada siklus I cukup aktif dengan ketuntasan aktivitas belajar 50%, dan 18 orang siswa terdapat 9 orang siswa yang tuntas. Pada siklus II tergolong aktif dengan ketuntasan aktivitas belajar 83,3%, dari 18 orang siswa terdapat 15 orang siswa yang tuntas. Hasil penelitian ini meningkat karena menemukan penggunaan media Microsoft PowerPoint membuat suasana belajar yang lebih menarik dan siswa llebih bersemangat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Problem Posing dapat meningkatkan aktivitas belajar Siswa kelas V SDN 001 Binamang.
Analisis Kreativitas Guru Dalam Merancang Media Pembelajaran Dimasa Pandemi Covid-19 Sumianto Sumianto; Iis Aprinawati
Indonesian Research Journal on Education Vol. 1 No. 2 (2021): Mei: Pages 55 - 103
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/.v1i2.1730

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan karena saat ini pembelajaran dilakukan di rumah baik guru maupun siswa. Merupakan hal yang mutlak pembelajaran harus tetap dilaksanakan secara daring. Agar pembelajaran dapat menarik perhatian siswa dan meningkatkan minat siswa untuk belajar guru harus menggunakan media yang tepat dalam pembelajaran, namun penggunaan media yang dipergunakan guru dalam mengajar masih belum maksimal. Penelitian ini dilakukan di SDN 028 Rimbo Panjang dengan jumlah subjek sebanyak empat orang guru yaitu guru kelas 1A, 2A, 3B, dan 4A. Data dikumpulkan menggunakan observasi secara langsung menggunakan catatan lapangan, wawancara bebas dengan berpanduan pada indikator media pembelajaran yang baik serta indikator guru kreatif. Analisis data dilakukan melalui serangkaian kegiatan berupa mereduksi data atau mengambil data penting dalam penelitian sesuai variabel yang diteliti, menyajikan data serta menarik kesimpulan. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang dilakukan oleh guru SDN 028 Rimbo Panjang telah terlaksana pada kategori cukup kreatif. Cukup kreatifnya guru dan belum mencapai kriteria sangat kreatif disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor keterbatasan waktu guru dalam merancang media pembelajaran daring, kurangnya pelatihan yang diterima guru terutama dalam merancang media pembelajaran secara daring baik dari dari dinas terkait maupun dari swasta yang kompeten dibidangnya. Selain itu, cukup kreatif guru dalam mengajar disebabkan kurang mendukungnya fasilitas yang dimiliki untuk kegiatan pembelajaran daring yang dimiliki orang tua maupun kualitas jaringan yang dipergunakan.
PENGARUH SERTIFIKASI GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR SD NEGERI 006 LANGGINI BANGKINANG KOTA Oki Oktario; Sumianto Sumianto
Indonesian Research Journal on Education Vol. 1 No. 1 (2021): Januari: Pages 1 - 54
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/.v1i1.1465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sertifikasi terhadap kinerja mengajar guru. Penelitian dilakukan pada guru-guru di Sekolah Dasar Negeri 006 Langgini, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar dimana keseluruhan responden dalam penelitian ini adalah guru-guru yang telah lulus sertifikasi. Melalui sertifikasi yang telah didapatkan, diharapkan mampu memberikan pengaruh terhadap kinerja responden yang semakin baik sehingga menghasilkan tenaga pendidik yang profesional. Tipe penelitian ini adalah Asosiatif Kausal dengan pendekatan secara kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, studi pustaka, dan dokumentasi, sedangkan uji pengaruh dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil perhitungan korelasi antar variabel menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sertifikasi guru dengan kinerja guru. Secara keseluruhan arah hubungan antara kedua variabel tersebut positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai sertifikasi guru maka semakintinggi pula nilai kinerja guru. Besarnya korelasi antara variabel sertifikasi guru dengan variabel kinerja guru adalah 0,741. Besarnya pengaruh antara variabel sertifikasi guru terhadap variabel kinerja guru adalah 0,581. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara sertifikasi guru terhadap kinerja mengajar guru SD Negeri 006 Langgini.
PENERAPAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V Al-Azim SDIT RAUDHATUR RAHMAH PEKANBARU Sumianto Sumianto
Jurnal Basicedu Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.039 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v2i1.121

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Al-Azim SDIT Raudhatur Rahmah Pekanbaru melalui pembelajaran dengan penerapan pendekatan matematika realistik. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Penelitian dilakukan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian sebanyak 32 orang siswa, 19 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran, untuk mengukur kemampuan siswa pada tiap siklus dipergunakan soal tes. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan mengolah data aktifitas guru dan siswa serta data pemahaman hasil belajar dari tes. Sementara data kualitatif dianalisis untuk melengkapi data kuantitatif. Berdasarkan hasil tindakan, dapat dikatakan pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDIT Raudhatur rahmah Pekanbaru
Analisis Faktor Lingkungan Sekolah yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Nurul Sa'adah; Syahrial Syahrial; Sumianto Sumianto
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.936 KB) | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i2.2067

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis faktor lingkungan sekolah yang mempengaruhi motivasi belajar siswa sekolah dasar. Studi ini bertujuan untuk mengetahui mengenai permasalahan: Faktor lingkungan sekolah yang mempengaruhi motivasi belajar siswa sekolah dasar, di kelas V SDN 007 Suka Maju, narasumber dalam penelitian ini berjumlah 14 orang yang beruba 11 orang siswa dan 3 orang guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengunakan teknik analisis kualitatif, dengan variabel bebas lingkungan sekolah, sedangkan variabel terikatnya adalah motivasi belajar. Pengumpulan data dengan mengunakan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dan wawancara digunakan untuk memperoleh data lingkungan sekolah dan motivasi belajar siswa. Teknik analisis datanya dengan langkah-langkah: Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil ini menunjukan bahwa: 1) Faktor lingkungan sekolah yang mempengaruhi Motivasi belajar siswa kelas V SDN 007 Suka Maju dipengaruhi oleh lima faktor lingkungan sekolah yaitu metode mengajar, keadaan gedung, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, dan alat pembelajaran atau media belajar, 2) Dari kelima faktor tersebut yang paling dominan mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah faktor metode mengajar, dan media belajar. Yang mana dengan adanya metode mengajar dan media yang bervariasi bisa mempengaruhi motivasi belajar siswa.