Arinto Nurcahyono, Arinto
Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kekerasan Sebagai Fenomena Budaya: Suatu Pelacakan Terhadap Akar Kekerasan di Indonesia Arinto Nurcahyono
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 19, No. 3, Tahun 2003
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.664 KB) | DOI: 10.29313/mimbar.v19i3.107

Abstract

Kekerasan secara umum dipahami sebagai tindakan, perilaku, atau keadaan sosial yang mengakibatkan orang atau kelompok lain menderita, sengsara, terluka, bahkan meninggal dunia, selalu dipandang sebagai tindakan atau perbuatan tidak bermoral, tidak manusiawi, dan merusak basis kehidupan manusia. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah kekerasan itu sesuatu yang inheren ataukah bersifat struktural. Tulisan ini akan berusaha menjawab pertanyaan tersebut dengan melacak akar kekerasan di Indonesia melalui catatan sejarah kekerasan pada era pra kolonial.
Hak Atas Air dan Kewajiban Negara dalam Pemenuhan Akses terhadap Air Arinto Nurcahyono; Husni Syam; Yuhka Sundaya
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 31, No. 2, Year 2015 [Accredited by Ristekdikti]
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.836 KB) | DOI: 10.29313/mimbar.v31i2.1477

Abstract

Water is a basic need of human being, no one can live without water and ithas no substitution. Water is a a requirement of adequate living standard for the healthand well-being of all human being..The current problem is the availability of water infulfill the human need is decreased. On the one hand there is the view that water isa commodity while the other side said that water is a social good.. The right to waterimplies that everyone should have access to water without discrimination. The state’srole is indispensable when people are not in the same position in getting water, thedifferences position of people can occur not only a problem of economic inequality, butalso the specific natural conditions in a certain region. Such differences make some partsof society difficult to gain access to water, and in this situation, the presence of the stateis strong required.
Reformasi Kultural Orde Baru dalam Perspektif Postmodernisme Arinto Nurcahyono
Unisia No 39/XXII/III/1999
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.v0i39.5745

Abstract

As a discourse of Postmodernism, deconstruction has a great importance to be used as a tool of cultural reform in Indonesia. When The New Era was in power it developed the "logocentrism culture" through the creation of "biner position" in the structure of language, society, political-economy, and of course, culture. These structures were implemented in the feudalism., totalitarianism, and oppresive manner of the New Era. The stigmatization against some groups as a subversives, dissident or anti-Pancaslla, had been very popular during Suharto's regime. Hopefully, the deconstruction perspective, as a tool of reform will encourage changes in Indonesia which meet requirements for globalization. Finally, it recommended that the perspective of deconstruction encourage changes for Indonesia toward the new paradigm and structure which, in turn, satisfy, the intemal and global needs. 
KEDUDUKAN ASEAN CSR NETWORK DALAM PENGELOLAAN CSR DI ASEAN BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL Syam, M. Husni; Nurcahyono, Arinto; An Aqimuddin, Eka; Setiawan, Erik
Arena Hukum Vol 14, No 3 (2021)
Publisher : Arena Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.arenahukum.2021.01403.1

Abstract

Non governmental organizations (NGO) telah diakui memiliki peran yang signifikan dalam perkembangan masyarakat internsional termasuk dalam wacana Corporate Social Responsibility (CSR). Pengakuan masyarakat internasional akan berhubungan dengan kedudukannya dalam hukum internasional. ASEAN CSR Network (ACN) merupakan salah satu NGO di ASEAN yang fokus kepada isu CSR. Kedudukan ACN penting untuk dibahas untuk melihat pelaksanaan pengelolaan CSR oleh ASEAN. Permasalahan yang dibahas adalah kedudukan ACN sebagaisubjek hukum internasional dan fungsi ACN dalam pengelolaan CSR berdasarkan hukum internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normative dengan studi kasus ACN sebagai objek penelitian. Hasil yang diperoleh yaitu ACN bukan subjek hukuminternasional mauapun ASEAN. ACN merupakan subjek hukum Singapura karena didirikan di Singapura. ACN berfungsi sebagai agen yan membangun kesadaran di ASEAN perihal bisnis yang bertanggung jawab.