Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

BUKTI YANG MEMBUKTIKAN DAN BUKTI YANG MENJELASKAN DALAM KELAS MATEMATIKA Hamdani, Deni; Junaidi, J.; Novitasari, Dwi; Salsabila, Nilza Humaira; Tyaningsih, Ratna Yulis
Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Vol 4, No 2: July 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.323 KB) | DOI: 10.36312/e-saintika.v4i2.253

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan secara komprehensif perbedaan bukti yang membuktikan dan bukti yang menjelaskan berdasarkan pertimbangan implikasi kedua bukti tersebut sebagai dasar konstruksi penalaran dan bukti dalam matematika. Kajian dijalani dengan kegiatan menguraikan perbedaan spesifik antara keduanya serta memberikan contoh kasus kedua bukti, dan memberikan justifikasi atas pentingnya pengenalan kedua bukti dalam kelas matematika. Kedua bukti digambarkan dengan permasalahan konsep barisan bilangan ganjil. Bukti yang membuktikan hanya menunjukkan dengan menggunakan induksi matematis, sementara bukti yang menjelaskan menunjukkan dengan bukti Gauss, representasi geometrik bangun titik, dan garis zig-zag. Perbedaan antara keduanya tampak pada pemberian alasan yang berasal dari bukti itu sendiri. Hasil kajian mengindikasikan bahwa peran bukti dalam kelas matematika pada tingkat perguruan tinggi adalah membuktikan/meyakinkan, pada tingkat menengah atas adalah membuktikan dan menjelaskan, dan pada tingkat sekolah menengah pertama dan dasar peran utamanya adalah menjelaskan. Akibatnya bukti matematis tidak hanya membuktikan/menyakinkan, melainkan juga menjelaskan. Karenanya penting mempertimbangkan implikasi bukti dalam kurikulum matematika di sekolah, serta perlunya menyajikan bab materi kepada mahasiswa pendidikan matematika tidak hanya bukti yang membuktikan, melainkan juga bukti yang menjelaskan.Proofs that Prove and Proofs that Explain in Mathematics ClassroomAbstractThe purpose of this study was to comprehensively describe the differences of the proofs that prove and proofs that explain based on the consideration of the implications of the two proofs as the basis for the construction reasoning and proofs in mathematics. The study was undertaken with the activity of describing the specific differences between the two and providing examples of cases of both proofs; and provide justification for the importance of introducing both proofs in mathematics classrooms. Both proofs are illustrated by the problem of the odd number sequence concept. Proofs that prove is only shown using mathematical induction, while proofs that explain shows with Gaussian proof, a geometric representation of point shape, and zigzag line. The difference between the two appears to be the reasoning that comes from the proof itself. The results of the study indicate that the role of proof in mathematics classes at the tertiary level is proving/convincing, at the senior secondary level it is proving and explaining, and at the junior and elementary school level its main role is explaining. As a result, mathematical proof does not only prove/convince, but also explain. It is therefore important to consider the implications of proof in the mathematics curriculum in schools, as well as the need to present chapter materials to mathematics education students not only proofs that prove but also proof that explain.
Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Bab Peluang (MUPEL) terhadap Penurunan Kesalahan Konsep Siswa Tyaningsih, Ratna Yulis; Samijo, Samijo
Jurnal Tadris Matematika Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.684 KB) | DOI: 10.21274/jtm.2019.2.1.41-50

Abstract

Multimedia Interaktif Bab Peluang (MUPEL) are an interactive multimedia to facilitate self-learning in the chapter of Probability. The purpose of this research is: (1) to describe misconception of probability for students who use the interactive multimedia assistance and for students who take the conventional learning and (2) to test the difference in the proportion of decreasing misconception between students who use the interactive multimedia assistance and students who take the conventional learning. The research was conducted at SMAN 2 Kediri. The subjects of this research were students of class XI MIPA 6 as a control class and students of class XI MIPA 8 as an experimental class. The research method that used was Quasi Experiment and the reserach design was Non-Equivalent Pretest-Postest Control Group Design. The instrument of data collection is a diagnostic test of misconception. The data analysis technique used is the proportion test with the Z test and the significance level . The results of this research were: (1) the initial knowledge of the experimental class was 76% still make misconception while the control class 77% still made misconception. After going through the learning process, the experimental class succeeded in reducing misconception to 19%, while the control class succeeded to reduce the misconception only to 45%, and (2) the result of hypothesis testing using the Z-test obtained . Based on these results, the proportion of the reduction in misconception of students with learning facilitated by MUPEL greater than the proportion of the reduction in misconception of students who take conventional learning.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER PADA MATERI GEOMETRI RUANG BERBASIS VAN HIELE LEVELS UNTUK SISWA SMA KELAS X SEMESTER 2 Tyaningsih, Ratna Yulis
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2791.471 KB)

Abstract

Materi Geometri Ruang menuntut adanya kemampuan visualisasi dan analisis yangtinggi sehingga diperlukan suatu media yang mendukung aktivitas visual siswa. Pengadaanmedia Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK) merupakan salah satu usaha untukmeningkatkan pemahaman konsep tentang materi jarak dan memotivasi siswa untuk belajarmateri jarak pada bangun ruang secara lebih mudah.Media ini berisi materi jarak pada kubusyang ditujukan untuk siswa SMA Kelas X. Media ini berbasis Van Hiele Levels yang terdiri dari5 tahapan yaitu tahap visualisasi, analisis, abstraksi, deduksi, dan rigor. Tetapi untuk tahapRigor tidak digunakan dalam media ini. Media ini diujicobakan ke SMA Negeri 1 Grogol Kediridengan mengambil 9 siswa yang terdiri dari 3 siswa berkemampuan baik, 3 siswaberkemampuan sedang, dan 3 siswa berkemampuan kurang. Hasil penelitian inimenunjukkan ≥ 80% dari seluruh siswa yang menjadi subjek uji coba memenuhi ketuntasanbelajar yaitu ≥ KKM (Kompetensi Ketuntasan Minimal) yang telah ditentukan sekolahtersebut dan hasil angket siswa menunjukkan bahwa media ini efektif dengan tingkatkeefektifan ≥ 70%.Tipe media yang dikembangkan adalah tipe tutorial terprogram dansimulasi. Media ini terdiri dari 4 bagian utama yaitu pengantar, materi, contoh, dan soal.Produk akhir media ini dikemas dalam bentuk CD Autorun sehingga dapat digunakan secaraumum oleh guru dan siswa di sekolah atau secara mandiri oleh siswa di rumah.Berdasarkanpengembangan media ini, disarankan agar dilakukan pengembangan media pembelajaranberbantuan komputer untuk materi jarak atau materi-materi lain yang lebih interaktif,inovatif, dan berbasis dimensi tiga (3D Visual). Media ini juga dapat dijadikan sebagaiinspirasi untuk melakukan pengkajian dan pengembangan yang lebih lanjut sehinggadiperoleh media sejenis yang lebih baik.  Kata Kunci: PBK, media, geometri ruang, Van Hiele Levels, kelas X SMA
KETERAMPILAN KOMUNIKASI LISAN CALON GURU MATEMATIKA PADA MATA KULIAH PROSES BELAJAR MENGAJAR (MK PBM) Tyaningsih, Ratna Yulis
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.96 KB)

Abstract

Mata Kuliah Proses Belajar Mengajar (MK PBM) memberikan pengalaman empirik dan praktis mengenai hal-hal yang berkenaan dengan kompetensi profesionalisme kependidikan, terutama yang berkaitan dengan kompetensi pedagogik dalam mempersiapkan calon guru matematika yang handal dan berkualitas. Akan tetapi, pada kenyataannya kemampuan komunikasi lisan yang dimiliki mahasiswa masing cukup rendah, terlihat dari ketidaklancaran mahasiswa ketika sedang melakukan diskusi maupun menyajikan makalah presentasi. Hal tersebut mengakibatkan kemampuan pedagogik mahasiswa cukup rendah, karena dalam proses pembelajaran peran guru sebagai fasilitator diperlukan kemampuan komunikasi lisan yang baik. Subjek yang akan diteliti ada 9 mahasiswa dengan rincian, 3 mahasiswa berkemampuan komunikasi lisan kurang baik, 3 mahasiswa berkemampuan komunikasi lisan baik, dan 3 mahasiswa berkemampuan komunikasi lisan sangat baik. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini akan diukur kemampuan komunikasi lisan mahasiswa ketika diskusi kelompok dan tes lisan.   Kata Kunci: keterampilan komunikasi lisan, Proses Belajar Mengajar, MK PBM
Pengembangan MUPEL (multimedia peluang) berbasis etnomatematika dalam permainan tradisional anak (Dakon) Tyaningsih, Ratna Yulis; Salsabila, Nilza Humaira; Samijo, Samijo; Jatmiko, Jatmiko
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.286 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v6i1.14255

Abstract

MUPEL, singkatan dari Multimedia Peluang, merupakan multimedia pembelajaran matematika materi Peluang, berbasis etnomatematika, yang dikaitkan dengan jenis permainan tradisional yang sudah lama ditinggalkan di zaman modern ini. Jenis permainan tradisional yang dipilih adalah Congklak, atau dikenal dengan nama “Dakon” di kawasan Putat. Putat adalah salah satu nama desa pedalaman yang berada di lereng Gunung Klothok Kabupaten Kediri. Di dalam MUPEL terdapat beberapa menu utama, diantaranya Pendahuluan (pengenalan permainan Dakon), Materi, dan Uji Pemahaman. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan Multimedia Peluang (MUPEL) yang valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian yang digunakan untuk pengembangan multimedia ini adalah Research & Development dengan model pengembangan Plomp (modifikasi) sehingga tahap pengembangan multimedia hanya sampai pada tahap pengujian, evaluasi, dan revisi, tidak sampai pada tahap implementasi. Adapun langkah penelitian yang dilakukan meliputi: tahap investigasi awal (preliminary investigation), tahap perancangan (design), tahap realisasi/konstruksi (realization/construction), dan tahap pengujian, evaluasi, dan revisi (test, evaluation, and revision). Tingkat kevalidan Multimedia Peluang (MUPEL) secara isi 81% dengan kriteria “valid” dari ahli multimedia dan konstruk 86% dengan kriteria “sangat valid” dari ahli materi dan 83% dengan kriteria “valid” dari ahli bahasa, tingkat kepraktisan 83% termasuk kriteria “praktis”, dan tingkat keefektifan 88,89% termasuk kriteria “efektif”.
Peningkatan Kemampuan Membuat Petunjuk Penggunaann Alat Peraga Menentukan Luas Daerah Bangun Datar Kepada Para Guru SD Di Kecamatan Labuapi Sarjana, Ketut; Turmuzi, Muhammad; Kurniati, Nani; Hikmah, Nurul; Tyaningsih, Ratna Yulis
Unram Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.748 KB) | DOI: 10.29303/ujcs.v2i1.23

Abstract

Elementary school teachers in labuapi group II have never made instructions for the use of props. Do not use instructions, props alone have never been made. Knowledge of the manufacture of props and instructions are very poorly obtained and the opportunity to learn is also minimal. The objectives to be achieved in this devotional activity are: (1) Improving the knowledge of the teachers of SD Cluster II in Labuapi Subdistrict about the concept of area area and the principle of area area can be built through the concept of broad immortality; (2) Improve the skill of making instructions for using props to determine the area of data building. Devotion activities are carried out through the deepening of the concepts and principles of the area, especially the parameters of determining the area by means of presentation, demonstration, simulation and practice of designing a broad principle model media, and discussions in working groups and presentations about the media and guidelines that have been designed and demontrasi how it is used. The training results are very effective, this is shown to be a significant average difference between pretest and post-test results. Community Service activities that have been conducted turned out to be very effective, namely a change towards significant improvement. This can be shown by the difference in the pre-test average of 4.08 with a post-test average of 7.35. The test result t shows that = 15,286 > ttab = 2.03 at the signification level of 5 %. This also means that knowledge of the area of flat build area and the skills of designing media and operational guidelines of teachers in Cluster II Labuapi Subdistrict increased convincingly as shown by the average change
GAME EDUKASI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA: TANGGAPAN SISWA SMP BERDASARKAN GENDER Salsabila, Nilza Humaira; Lu’luilmaknun, Ulfa; Novitasari, Dwi; Tyaningsih, Ratna Yulis; Ardani, Riska Ayu
Mathematic Education And Aplication Journal (META) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.324 KB) | DOI: 10.35334/meta.v2i1.1632

Abstract

AbstractThe use of media in mathematics learning can help students to learn more easily. One of them is educational game media. The study aims to describe the responses of junior high school students based on gender to learn mathematics by using educational game media. The subjects of this study were 7thand 8thgrade of junior high school students in Mataram-West Nusa Tenggara, a total of 101 students. Study data were obtained from a questionnaire about the use of educational games in mathematics classes. Study data processing using descriptive statistics, qualitative methods. The results of the study show that there are differences in responses between male and female students, towards: fun learning and increased motivation using media games and missions in educational games.Keywords: Edukasi, Game, Gender, MathematicsAbstrakPenggunaan media pada pembelajaran matematika dapat membantu siswa untuk lebih mudah belajar. Salah satunya media game edukasi. Adapun studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan siswa SMP berdasarkan gender terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan media game edukasi. Subjek penelitianini adalah siswaSMP kelas 7 dan 8 di Mataram-Nusa Tenggara Barat sebanyak 101 siswa. Data studi diperoleh dari kuesioner tentang penggunaan game edukasi di kelas matematika.Pengolahan data studi menggunakan statistic deskriptif ,metode kualitatif. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tanggapan antara siswa laki-laki dan perempuan, terkait: pembelajaran yang menyenangkan dan motivasi yang meningkatdenganmenggunakan media game, serta misi pada game edukasi.Kata kunci: Education, Game, Gender, Matematika
FAKTOR-FAKTOR AFEKTIF YANG MEMPENGARUHI PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH Lu’luilmaknun, Ulfa; Salsabila, Nilza Humaira; Tyaningsih, Ratna Yulis
Mathematic Education And Aplication Journal (META) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.126 KB) | DOI: 10.35334/meta.v3i2.2398

Abstract

 AbstractThis study aims to discuss several research results regarding the understanding of mathematical concepts that are influenced by affective factors possessed by high school students. Sources of data obtained from 9 research results consisting of 3 results of research on the effect of independent learning on students' understanding of mathematical concepts, and 3 results of research on the effect of self-confidence on students' understanding of mathematical concepts. From several research results, it can be concluded that motivation, learning independence, and self-confidence partially affect the understanding of high school students' mathematical concepts.Keywords: Mathematic Concept Understanding, Motivation, Self-regulated Learning, Self-confidenceAbstrakTujuan dari penelitian ini yaitu untuk membahas beberapa hasil penelitian mengenai pemahaman konsep matematika yang dipengaruhi oleh beberapa faktor afektif yang dimiliki oleh siswa sekolah menengah. Sumber data diperoleh dari 9 hasil penelitian yang terdiri dari 3 hasil penelitian mengenai pengaruh motivasi belajar terhadap pemaham konsep matematika siswa, 3 hasil penelitian mengenai pengaruh kemandirian belajar terhadap pemaham konsep matematika siswa, dan 3 hasil penelitian mengenai pengaruh kepercayaan diri terhadap pemaham konsep matematika siswa. Dari beberapa hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar, kemandirian belajar, dan kepercayaan diri berpengaruh secara parsial terhadap pemahaman konsep matematika siswa sekolah menengah.   Kata kunci: Pemahaman Konsep Matematika, Motivasi Belajar, Kemandirian Belajar, Kepercayaan Diri
Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Belajar Mahasiswa Pendidikan Matematika di Era New Normal Sarjana, Ketut; Turmuzi, Muhammad; Tyaningsih, Ratna Yulis; Lu’luilmaknun, Ulfa; Kurniawan, Eka
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol 7, No 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.303

Abstract

Terdapat beberapa faktor penentu keberhasilan belajar mahasiswa di era new normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih jauh faktor-faktor penentu keberhasilan belajar mahasiswa pendidikan matematika di era new normal. Fokus penelitian ini pada kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar sebagai faktor-faktor penentu keberhasilan belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah ex post facto. Subjek dalam penelitian ini adalah 96 mahasiswa pendidikan matematika FKIP Universitas Mataram semester VII tahun ajaran 2021/2022. Pengumpulan data menggunakan angket kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar, kemudian data prestasi belajar diambil dari IP (indeks prestasi) semester 6 tahun ajaran 2020/2021. Dilakukan uji signifikansi pengaruh variabel-variabel dependen terhadap variabel indepen secara parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan hubungan kemampuan berpikir kreatif dengan prestasi belajar mahasiswa dapat digambarkan melalui persamaan Y = 1,917 + 0.508 X1. Hubungan kemandirian belajar dengan prestasi belajar mahasiswa dapat digambarkan melalui persamaan Y = 2,179 + 0,318 X2. Hubungan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa dapat digambarkan melalui persamaan Y = 1,482 + 0,385 X1 + 0,232 X2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan secrara parsial maupun simultan antara kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar dengan prestasi belajar mahasiswa di era new normal.