Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS SEISMOGRAM TIGA KOMPONEN TERHADAP MOMEN TENSOR GEMPA BUMI DI MANOKWARI PAPUA BARAT Setyowidodo, Irwan; Dwi Handayani, Aprilia
Vidya Karya Jurnal Kependidikan Vol 29, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Vidya Karya Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research has the objective to find out the characteristics of earthquake so that it can be used to predict the preventive action for the people around. Based on the data analysis of earthquake in Manokwari Papua Barat, earthquake in January 3 2009 had the magnitude 7.1 Mw with the epicentrum in lattitude -0.705, longitude 132.84 and 25 km for depth.The cause of eartquake is strike-slip oblique moving to southeast, northwest. Earthquake in January 6 2009 had the magnitude 5.7 Mw with the epicentrum in lattitude -0.63, longitude 133.33 and 10 kms for depth.The cause of eartquake is reverse moving to northeast, southwest. Earthquake in August 2 2009 had the magnitude 5.9 Mw with the epicentrum in lattitude -0.444, longitude 133.06 and 10 kms for depth. The cause of eartquake is reverse moving to northeast, southwest. Earthquake in January 13 2010 had the magnitude 5.7 Mw with the epicentrum in lattitude -0.72, longitude 133.33 and 42 kms for depth. The cause of eartquake is reverse moving to orthwest, southeast.
MATHEMATICAL HABITS OF MIND: URGENSI DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Handayani, Aprilia Dwi
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.577 KB)

Abstract

Abstrak— Perilaku dan pertumbuhan kemampuan kognitif siswa banyak dibentuk dari lingkungankelas, termasuk dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu hal yang tidak dapat dipisahkandari pembelajaran matematika adalah Mathematical Habits of Mind. Kebiasaan berpikirmatematis (Mathematical Habits of Mind) merupakan salah satu budaya yang penting untukdikembangkan dalam lingkungan kelas ketika siswa mempelajari Matematika. Seorang siswayang pemikirannya berkembang secara bertahap (melalui kebiasaan) lebih cenderung dapatmengaplikasikan keterampilan mengatur diri dan metakognisi saat menghadapi kesulitandalam menyelesaikan permasalahan. Dengan kata lain, kebiasaan berpikir, termasukkebiasaan berpikir matematis, mampu menjadikan seseorang sebagai pebelajar yang unggul.Makalah ini mendeskripsikan tentang urgensi Mathematical Habits of Mind dan bagaimanapenerapannya dalam belajar matematika. Beberapa contoh Mathematical Habits of Mind,diantaranya adalah siswa seharusnya dapat mengamati pola, melakukan eksperimen,mendeskripsikan, menjadi pemikir, menjadi penemu, dapat memvisualisasikan, membuatdugaan, dan menebak. Selain itu diuraikan pula beberapa kebiasaan berpikir matematikawandalam mempelajari matematika yang dapat ditanamkan pada diri siswa sehingga siswamampu mengembangkan kebiasaan berpikir matematis.
Penyusunan Bahan Ajar Pengembangan Kognitif Melalui Pendekatan Iceberg Pada Anak Kelompok TK B Handayani, Aprilia Dwi; Yulianto, Dema; Samijo, Samijo; Devita Yohanie, Dian; Darsono, Darsono
Efektor Vol 7 No 2 (2020): Efektor Vol.7 No.2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v7i2.14994

Abstract

Salah satu perkembangan kognitif yang harus diperhatikan usia TK adalah kemampuan berhitung yang mencakup konsep penjumlahan dan pengurangan. Faktanya, tidak semua anak usia TK dapat memahami dengan baik konsep matematika yang disajikan dalam simbol matematika. Selain itu, sebagian anak usia TK masih mengalami kesulitan dalam menjumlahkan angka-angka secara abstrak. ada pula siswa yang kurang mampu menuliskan banyaknya benda dalam simbol angka. Oleh karena itu, untuk mendukung perkembangan kognitif anak kelompok TK B secara optimal diperlukan stimulan yang tepat dalam proses pembelajaran. Sehingga disusun sebuah bahan ajar yang berdasarkan pada teori Iceberg untuk mengembangkan kemampuan koginitif anak dalam konsep berhitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar untuk memperkenalkan konsep penjumlahan dan pengurangan bagi TK kelompok B dengan menggunakan pendekatan Iceberg. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilaksanakan dalam tahapan 4D yaitu, define, design, develop dan disseminate. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahan ajar yang disusun termasuk dalam kategori layak dan dapat digunakan untuk menjadi bahan ajar penunjang pembelajaran berhitung pada anak usia TK
PENALARAN KREATIF MATEMATIS Handayani, Aprilia Dwi
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 18, No 2 (2013): JPMIPA: Volume 18, Issue 2, 2013
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i2.36131

Abstract

ABSTRAKMatematika dapat dipandang sebagai cara bernalar, karena matematika memuat cara pembuktian yang sahih atau valid, serta sifat penalaran matematika yang sistematis. Kemampuan penalaran merupakan salah satu dari kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik. Materi matematika dan penalaran matematika merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, materi matematika dipahami melalui penalaran dan penalaran dipahami dan dilatih melalui belajar materi matematika. Dalam artikel ini akan dibahas tentang salah satu jenis penalaran menurut Lithner, yaitu penalaran kreatif. Terdapat dua jenis penalaran yang sering digunakan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas matematika, yaitu: Creative Reasoning (Penalaran Kreatif) dan Imitatif Reasoning (Penalaran Imitatif). Penalaran kreatif mempunyai empat kriteria, yaitu: kebaruan (novelty), fleksibel (flexibility), masuk akal (plausible) dan berdasar matematis (mathematical foundation).ABSTRACTMathematics can be seen as a way of reasoning, because mathematics contain valid way of proving, as well as the systematic nature of mathematical reasoning. Reasoning ability is one of the competencies required by learners. Mathematics and mathematical reasoning are two things that cannot be separated, the material is understood through reasoning and mathematical reasoning to understand and are trained through learning mathematics. In this article will discuss about one of the types of reasoning according to Lithner, creative reasoning. There are two types of reasoning that is often used by students in solving mathematical tasks: creative reasoning and imitative reasoning. Creative reasoning has four criteria: novelty, flexible, reasonable and mathematical foundation.
Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Disposisi Matematis Pada Materi Kubus Dan Balok Ditinjau Dari Kemampuan Matematika ali suwito, uswatun hasanah; Handayani, Aprilia Dwi; Yohanie, Dian Devita
Efektor Vol 8 No 2 (2021): Efektor Vol.8 No.2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v8i2.15984

Abstract

This research is motivated by the importance of problem-solving abilities and mathematical dispositions on cube and block material in terms of mathematical abilities. Where the objectives of learning mathematics contain cognitive aspects seen from problem-solving abilities and affective aspects which can be seen from mathematical dispositions. The purpose of this study was to describe problem solving abilities and mathematical dispositions, as well as the relationship between the two in the cube and block material in terms of mathematical abilities. This research was conducted at SMP Pawyatan Daha 2 Kediri City with the research subjects of class IX. The approach used is a qualitative approach. Data were collected by giving test questions of problem-solving abilities, giving mathematical disposition questionnaires, and interviews based on the results of test questions by each subject. The conclusions of the results of this study are (1) The problem-solving ability of students is generally in quite good criteria (2 Students' mathematical disposition is generally in good criteria, and (3) There is no significant relationship between problem-solving abilities and mathematical dispositions.
Analisis kesalahan siswa dalam penyelesaian soal perbandingan trigonometri segitiga siku-siku berdasarkan kriteria watson Bayu, Cindivia Putri; Yohanie, Dian Devita; Handayani, Aprilia Dwi
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v7i2.16247

Abstract

This study aims to analyze the location of students' errors in problem solving and the causal factors based on Watson's criteria. This type of qualitative descriptive research, with the subject of three students of class X AKL 1 taken based on certain considerations according to the criteria or can be called purposive sampling technique. Data collection techniques include direct observation in schools, interviews with subjects and documentation. Triangulation techniques used for data analysis include data reduction, presentation and conclusion drawing. From the results of the analysis, it was found that four types of errors were located inimproper procedures, indirect manipulation, missing data and missing conclusions. The cause of the error is students lack understanding of material concepts, being careless in reading questions, forgetting formulas, being in a hurry, and new factors are found, namely students use other paper to write down the completion steps. The results of the study can explain in detail the errors made by students in solving problems, so that it can minimize the occurrence of similar errors and improve the learning process of mathematics.