Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN SELF ESTEEM DAN KECENDERUNGAN NARSISISME TERHADAP PENGGUNA FACEBOOK PADA MAHASISWA PGSD UN PGRI KEDIRI Santi, Novi Nitya
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 1 (2016)
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:From fenomina facebook users often mempostinmang poto- for a personal photograph in the show or to share with friends - friends. The more thatcomment, they consider themselves more popular.Dalam this case they can be said tobe narcissistic behavior, which means self-love, greatly exaggerated attention toyourself. Narcissism is a personality disorder. People who suffer, suffer from healthypride and self love. Narcissists may have a lot of personal charm, needs more to makethemselves known or requirements grow. While self-esteem is the acceptance ofoneself, by oneself related that we deserve, valuable, capable and useful not concernedwith anything that has been, is being or will terjadi.Peneliti want to know therelationship of self-esteem and narcissism tendency .Peneliti use social networks,namely Facebook , because social networking is widely used class of 2012 studentsProdi PGSD Nusantara University Pgri Kediri academic year 2012 - 2013. In theanalysis hyot t = 0968 means there is a relationship Self Esteem and Narcissism InUser Facebook.Hasil trend research can be used as a measure of the level ofconfidence students and contribute ideas in order to improve implementation of theconcept and practice of education as a strategic effort in developing human resources.Abstrak: Dari fenomina para pengguna facebook sering mempostinmang poto- potopribadinya untuk di tunjukan atau di pamerkan ke teman – temannya. Semakin banyakyang memberi komentar,mereka beranggapan dirinya makin popular.Dalam hal iniperilaku mereka bisa dikatakan narsis,yang berarti cinta-diri, perhatian yang sangatberlebihan kepada diri sendiri. Narsisme adalah gangguan kepribadian. Orang yang menderita, menderita sehat kesombongan dan cinta diri. Narsisis mungkin memilikibanyak pesona pribadi,kebutuhan yang lebih membuat sendiri dikenal ataupersyaratan tumbuh. Sedangkan self esteem adalah penerimaan diri sendiri, oleh dirisendiri berkaitan bahwa kita pantas, berharga, mampu dan berguna tak peduli denganapa pun yang sudah, sedang atau bakal terjadi.Peneliti ingin mengetahui hubunganself esteem dan kecenderungan narsisisme .Peneliti menggunakan jejaring sosial yaitufacebook ,karena jejaring sosial ini banyak di gunakan  mahasiswa angkatan 2012Prodi Pgsd Universitas Nusantara Pgri Kediri tahun akademik  2012 – 2013. Padaanalisis hyot t= 0.968 artinya ada Hubungan Self Esteem  Dan KecenderunganNarsisisme Pada Pengguna Facebook.Hasil penelitian dapat digunakan sebagai ukurantingkat kepercayaan diri mahasiswa dan sumbangan pemikiran dalam rangkapenyempurnaan konsep maupun implementasi praktik pendidikan sebagai upaya yangstrategis dalam pengembangan kualitas sumberdaya manusia.
Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Discovery Learning Pada Materi Mendeskripsikan Perubahan Sifat Benda Santi, Novi Nitya; Chotimah, Anggun Chusnul
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.95 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v2i2.35

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa LKS yang sering digunakan di Sekolah Dasar saat ini cenderung hanya berisikan rangkuman materi dan latihan soal. Siswa mempelajari materi dan evaluasi berdasarkan LKS yang mereka gunakan dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengembangan LKS berbasis Discovery Learning yang tidak hanya berisikan rangkuman materi dan soal, namun juga disertai praktikum yang akan melatih siswa untuk berfikir secara ilmiah. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui dampak penggunaan LKS berbasis Discovery Learning pada materi perubahan sifat benda. Dampak penggunaan LKS dilihat dari respon guru dan siswa terhadap penggunaan LKS berbasis Discovery Learning, serta bagaimana dampak penggunaan LKS terhadap kemampuan siswa dalam mendeskripsikan perubahan sifat benda. Hasil penelitian ini yaitu respon guru terhadap penggunaan LKS berbasis Discovery Learning yang telah diterapkan dalam pembelajaran memperoleh respon baik.  Hasil angket respon guru yaitu lebih dari 50 % jawaban guru termasuk dalam kriteria sangat setuju. Respon siswa terhadap penggunaan LKS berbasis Discovery Learning memperoleh respon positif dari siswa. Hal ini dapat diketahui dari presentase jawaban siswa yaitu dari 10 pernyataan memiliki kriteria baik yaitu nilai presentase ≥ 50 %. Selaini tu, dampak penggunaan LKS berbasis Discovery Learning terhadap kemampuan siswa dalam mendeskripsikan perubahan sifat benda yaitu memiliki dampak positif. Hal ini dapat diketahui dari hasil penilaian pretes dan postes. Pada hasil pretesterdapat 2 siswa yang memperolehnilai di bawah KKM. Sedangkan pada nilai postes siswa mengalami peningkatan yaitu hanya 1 siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH ORANG TUA DAN PERSEPSI TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN SEKOLAH, TERHADAP MOTIVASI BELAJAR Santi, Novi Nitya
Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.123 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v3i1.139

Abstract

Motivasi belajar adalah suatu dorongan yang ada pada seseorang sehubungan dengan prestasi yaitu menguasai, memanipulasi dan mengatur lingkungan sosial maupun fisik, mengatasi rintangan dan memelihara kualitas belajar serta bersaing melalui usaha untuk melebihi perbuatannya yang lalu dan mengungguli perbuatan orang lain. persepsi terhadap pola asuh merupakan cara pandang anak terhadap pola asuh orang tua yang diterimanya.Persepsi terhadap lingkungan sekolah adalah cara pandang anak terhadap semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada didalam lembaga pendidikan formal yang secara sistematis melaksanakan program pendidikan dan membantu siswa mengembangkan potensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap pola asuh orang tua, persepsi terhadap kondisi lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar.Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel sebanyak 75 siswa. Dari hasil uji untuk kekuatan hubungan antara persepsi terhadap pola asuh orang tua dan persepsi terhadap kondisi lingkungan sekolah dengan motivasi belajar di dapat dalam tabel ANOVA terbaca nilai Fhitung = 37,471 sementara itu, dari nialai tabel statistic F dengan derajat bebas V1 = 3 dan V3 = 73 pada taraf signifikansi 0,05 kita peroleh nilai Ftabel = 2,72 jadi tampak bahwa Karena Fhitung > Ftabel 37,47 > 2,72 artinya antara persepsi terhadap pola asuh orang tua, persepsi terhadap kondisi lingkungan sekolah, dengan motvasi belajar ada hubugan linier. nilai R2 = 0,613 artinya variabel persepsi terhadap pola asuh orang tua, persepsi terhadap kondisi lingkungan sekolah, dapat menerangkan variabilitas sebesar 61,3 % dari variabel motivasi belajar. Berdasarkan uraian diatas Ada hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap pola asuh orang tua, persepsi terhadap kondisi lingkungan sekolah, dengan motivasi belajar.
ANALISIS KEMAMPUAN MENCERMATI TOKOH-TOKOH YANG TERDAPAT PADA TEKS FIKSI SISWA SD MELALUI MODEL SQ3R Mahmudah, Riyadhotul; Laila, Alfi; Santi, Novi Nitya
Ar-Risalah: Media Keislaman, Pendidikan dan Hukum Islam Vol 18 No 2 (2020): (Oktober 2020)
Publisher : Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/arrisalah.v18i2.391

Abstract

This article aims to describe: the implementation of the SQ3R model to the ability to examine the characters contained in fiction texts in grade IV students of SDN Ganung Kidul 1 Nganjuk in the 2019/2020 Academic Year. This article is an descriptive qualitative research carried out through five stages, namely: (1) data collection; (2) determination of the sample; (3) recording data; (4) reduction; and (5) drawing conclusions. Data sources in this article are journals and books relating to the learning of the SQ3R model on learning to examine the characters contained in fiction texts. These data provide an overview of the application of the SQ3R model on the ability to examine the characters contained in fictional texts. Furthermore, the object of the research is the learning model SQ3R with a subject of 22 students. The conclusion of the article shows that: this SQ3R model is very good to be applied to the basic competencies of Indonesian language class IV semester II, namely the ability to examine the characters contained in fiction texts.
Kesesuaian antara Gaya Belajar Siswa dengan Metode Mengajar Guru dalam Pembelajaran Matematika Materi Menentukan Lama Waktu Suatu Kejadian Berlangsung pada Kelas III SDN Gayam 3 Kota Kediri Yuniantoro, Irwan Prastian; Santi, Novi Nitya; Damayanti, Susi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui gaya belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi menentukan lama waktu suatu kejadian berlangsung pada kelas III SDN Gayam 3 Kota kediri; 2) mengetahui kegiatan pembelajaran matematika tentang materi menentukan lama waktu suatu kejadian berlangsung pada siswa kelas III SDN Gayam 3 kota kediri; dan 3) mengetahui adakah kesesuaian antara metode mengajar guru dengan gaya belajar siswa kelas III SDN Gayam 3 kota Kediri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini sebanyak 28 siswa Kelas III SDN Gayam 3 Kota Kediri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan mengembangkan instrumen kuesioner atau angket. Data penelitian dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Gaya belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi menentukan lama waktu suatu kejadian berlangsung pada kelas III SDN Gayam 3 Kota Kediri, bahwa mayoritas adalah gaya belajar visual pada kategori cukup terdapat 21 (75%), gaya belajar auditori pada kategori kurang terdapat 4 (14%) dan gaya belajar kenestetik pada kategori kurang terdapat 3 (11%). 2) Kegiatan pembelajaran matematika tentang materi menentukan lama waktu suatu kejadian berlangsung pada siswa kelas III SDN Gayam 3 Kota Kediri, bahwa metode mengajar visual pada kategori cukup skor 26, sedangkan yang kedua adalah metode mengajar auditori, dan metode mengajar kinestetik pada kategori kurang skor 22. Dengan demikian bahwa metode mengajar adalah metode mengajar visual. 3) Kesesuaian antara metode mengajar guru dengan gaya belajar siswa kelas III SDN Gayam 3 kota Kediri, terdapat kesesuaian dengan metode mengajar guru dengan gaya mengajar siswa mayoritas menggunakan gaya belajar visual sehingga terjadi keselarasan antara metode mengajar guru dengan gaya belajar siswa.
Pengaruh Belajar Sistem Daring terhadap Keaktifan Siswa pada Masa Pandemi pada Siswa Kelas IV SDN Tiru Lor 1 Kabupaten Kediri Putri, Desy Lutfiana; Santi, Novi Nitya; Damayanti, Susi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan belajar efektif yang dilakukan dengan cara daring yang dilakukan saat ini oleh semua tingkat sekolah baik sekolah dasar, sekolah menengah, maupun perguruan tinggi. Tujuan seorang peneliti untuk mendeskripsikan pengaruh belajar sistem daring terhadap keaktifan siswa pada masa pandemi pada siswa kelas IV SDN Tiru Lor 1 Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan model metode kuantitatif assosiatif kausal. Subjek yang dilakukanpenelitianadalahsiswakelas IV sekolahdasardengan 24 siswa. Penelitian ini mendapatkan hasil terdapat pengaruh pembelajaran daring terhadap keaktifan siswa dengan baik dikarenakan pembelajaran berjalan dengan baik dan juga siswa aktif dalam pembelajaran mendapatkan nilai yang signifikan sebesar 0,000 < 0,05 untuk taraf signifikan 5%. diperoleh nilai thitung 4,364 sedangkan ttabel 2,073 (thitung > ttabel) yang artinya HO untuk penelitian ini ditolak dan untuk Ha diterima. Dan berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti mendapatkan strategi yag dilakukan oleh guru dengan car kelas dan terdapat proses yang dilakukan guru kelas terhadap proses pembelajaran yang akan dilakukan.