Elisna -, Elisna
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal of Cancer

The Need of Chest Computer Tomography in The Assessment of Mediastinal Seminoma and Non Seminomatous Germ Cell Tumors Icksan, Aziza; Luhur, Reny; -, Elisna; -, Heriawati
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 4 (2007): Oct - Dec 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.03 KB)

Abstract

Germ cell tumor mediastinum merupakan salah satu dari masa mediastinum anterior yang terdiri dari teratoma, seminoma dan non seminomatous. Diferential diagnosa dari germ cell tumor pada mediastinum anterior meliputi massa thymus, massa tiroid dan lymphoma. Dalam membuat diagnosa, disamping gejala klinis dan usia pasien, pemeriksaan seromarker serta temuan foto toraks dan CT toraks sangat membantu. Diagnosa pasti ditegakkan berdasarkan pemeriksaan sitologi dan histopatologi dari spesimen yang berperan penting sebagai baku emas.Penentuan lokasi tumor yang tepat sangatlah penting dalam penanganan pasien. Foto toraks merupakan pemeriksaan imaging awal yang dilakukan pada pasien yang sudah diketahui atau dicurigai menderita germ cell tumor mediastinum. Pemeriksaan Chest CT dengan kontras merupakan prosedur rutin dalam penanganan germ cell tumor mediastinum.Kasus non seminomatous dan seminoma germ cell tumor pada mediastinum anterior dilaporkan pada laki laki berusia 17 dan 15 tahun. Pada kedua pasien ini telah dilakukan pemeriksaan foto toraks dan CT toraks dengan menggunakan kontras media.Kata kunci : germ cell tumor mediastinum, seminoma, non seminomatous, foto toraks, CT toraks. ABSTRACTV»**Mediastinal germ cell tumor is one of the anterior mediastinal mass which consists of teratoma, seminoma and non seminomatous. The differential diagnosis of the anterior mediastinal germ cell tumor such as thymic mass, thyroid mass and lymphoma. The diagnosis depends on some criteria such as, clinical finding, the age of the patient, sero markers, location of the mass and findings on the chest radiograph and chest CT. Cytology and histopathology finding from the specimens are paramount important as a gold standard.Accurate assessment of the location is very important to manage the patient. Chest radiograph is usually the first imaging study obtained in a patient with known or suspected of mediastinal germ cell tumor, and for further evaluation enhanced Chest CT nowadays has become the routine procedure in assessing mediastinal germ cell tumor.Cases of the mediastinal non seminomatous and seminoma germ cell tumors were reported in a 17 and 15 year old males. Chest radiograph and enhanced chest CT were used to diagnosing and assessing of the patients.Key word : mediastinal germ cell tumor, seminoma, non seminomatous, chest radiograph , Enhanced chest CT.
Kriteria Diagnosis Kanker Paru Primer Berdasarkan Gambaran Morfologi pada CT Scan Toraks Dibandingkan dengan Sitologi Icksan, Aziza; -, Faisal; -, Elisna; Astowo, Pudjo; Hidayat, Heriawaty; Prihartono, Joedo
Indonesian Journal of Cancer Vol 2, No 1 (2008): Jan - Mar 2008
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2106.769 KB)

Abstract

Menetapkan komponen gambaran morfologi kanker paru primer pada CT scan toraks yang dapat dipakai sebagai kriteria diagnosis. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Dalam kurun waktu Desember 2006 - Mei 2007 di RS. Persahabatan Jakarta dilakukan pemeriksaan CT scan toraks terhadap 28 pasien dengan gambaran klinis diduga kanker paru primer. DinilailO gambaran morfologi kanker paru pada CT scan toraks, setiap gambaran morfologi kanker dibandingkan dengan hasil sitologi CT guided TTNA sebagai baku emas. Terdapat 7 komponen morfologi kanker paru primer pada CT scan toraks yang mempunyai sensitivitas yang tinggi dalam diagnosis yaitu: ukuran tumor > 3 cm sensitivitas 95,7%, penyangatan s24 HU sensitivitas 82,6%, tepi irregular-spiculated sensitivitas 78,3%, lobulated sensitivitas 73,9%, air bronchograms sensitivitas 69,6%, ground glass opacity sensitivitas 65,2 % dan densitas heterogen sensitivitas 65,2%.Komponen morfologi ukuran tumor > 3 cm, penyangatan ¿24 HU, tepi irregular spiculated, lobulated, air bronchograms, ground glass opacity dan densitas heterogen mempunyai sensitivitas yang tinggi serta dapat dipakai sebagai kriteria diagnosis kanker paru primer pada CT scan toraks.Kata kunci: morfologi, kanker paru primer, CT scan toraks