Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMANFAATAN DAUN BINAHONG DAN MADU SEBAGAI MASKER UNTUK MENYAMARKAN BEKAS LUKA PADA KULIT Syamsi, Nur; Widodo, Slamet
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.765 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh daun binahong dan madu sebagai masker untuk menyamarkan bekas luka pada kulit. teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara dan angket. teknik analisis data yang digunakan ialah analisis data deskriptif kuantitatif. hasil penelitian menunjukkan keenam kulit klient menjadi tampak cerah, lembab dan halus dari minggu pertama hingga minggu keempat tapi untuk penyamaran bekas luka sebagian klien tidak tampak. dari ketiga formula masker, yang paling menyamarkan bekas koreng yaitu ada pada klien 5 dan 6 dengan formula masker f3 dengan memiliki lebih banyak komposisi madu pada campuran bubuk daun binahong dibandingkan masker f1 dan f2.
HUBUNGAN DYSMENORRHOE DENGAN IMT (INDEKS MASSA TUBUH) PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Tuweno, Erdiansyah Taher; Syamsi, Nur
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackgrounds. In Indonesia it is estimated that productive women who were tortured by dysmenorrhoe were 55%. The incidence (prevalence) of dysmenorrhoe ranges from 45-95% among women of childbearing age. According to data from the Palu City Health Office (Health Care Care for Youth) report recorded the number of teenagers who came to visit since April 2011 to March 2012 as many as 1016 people with cases of menstrual disorders as many as 29 people, including 24 people who had dysmenorrhoea and 5 others experienced amenorrhoe. This is the background to the conduct of this study where this study aims to determine whether there is a relationship between BMI (Body Mass Index) and the incidence of dysmenorrhoe..Method. The study design used cross-sectional with a study population of 126 people with a sample of 110 people. Sampling was done by purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Then primary data collection was carried out using a questionnaire and measurement of body weight and height in the sample.Results. The results showed that of the 110 respondents, who had dysmenorrhoe as many as 96 respondents (87.3%), those who did not experience dysmenorrhoe were 14 respondents (12.7%), normal BMI were 26 respondents (23.6%), and those who had Abnormal BMI as many as 84 respondents (76.4%). Based on the Chi Square test, the relationship between BMI and the incidence of dysmenorrhea obtained p = 0.001 (p <0.05).Conclusion. Statistically there is a relationship between BMI and the incidence of dysmenorrhea. Keywords: dysmenorrhoe, BMI (Body Mass Index, teenager, menstruation           ABSTRAKLatar Belakang. Di Indonesia diperkirakan perempuan produktif yang tersiksa oleh dysmenorrhoe angkanya 55%. Angka kejadian (prevalensi) dysmenorrhoe berkisar 45-95% di kalangan wanita usia produktif. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Palu laporan PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) tercatat jumlah remaja yang datang berkunjung sejak bulan April 2011 sampai Maret 2012 sebanyak 1016 orang dengan kasus gangguan haid sebanyak 29 orang, diantaranya 24 orang yang mengalami dysmenorrhoe dan 5 orang lainnya mengalami amenorrhoe. Hal inilah yang menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan IMT (Indeks Massa Tubuh) dengan kejadian dysmenorrhoe.Metode. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan populasi penelitian sebanyak 126 orang dengan sampel penelitian sebanyak 110 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kemudian dilakukan pengambilan data primer menggunakan kuesioner serta pengukuran berat  badan dan tinggi badan pada sampel.Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 110 responden, yang mengalami dysmenorrhoe sebanyak 96 responden (87,3%), yang tidak mengalami dysmenorrhoe sebanyak 14 responden (12,7%), IMT normal sebanyak 26 responden (23,6%), dan yang  memiliki IMT tidak normal sebanyak 84 responden (76,4%). Berdasarkan uji Chi Square, hubungan antara IMT dengan kejadian dysmenorrhea didapatkan nilai p = 0,001 (p < 0,05).Kesimpulan. Secara statistik terdapat hubungan antara IMT dengan kejadian dysmenorrhea.Kata kunci : IMT, dysmenorrhoe, remaja, menstruasi
HUBUNGAN ANTARA PENDAMPING PERSALINAN, UMUR DAN PARITAS IBU HAMIL DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL MENJELANG PERSALINAN DI KLINIK KESEHATAN IBU DAN ANAK PUSKESMAS MABELOPURA KECAMATAN PALU SELATAN SULAWESI TENGAH Halim Musahib, Abd; Waskito, Fajar; Syamsi, Nur
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.352 KB) | DOI: 10.22487/htj.v1i1.2

Abstract

LatarBelakang: Di Dunia, dua ratus juta perempuan hamil dengan berbagai risiko kehamilan dijumpai setiap tahun. Komplikasi yang disebabkan faktor risiko dalam masa kehamilan sebesar 40%, salah satunya adalah kecemasan. Beberapa faktor penyebab kecemasan pada ibu hamil menjelang persalinan adalah usia, paritas, pendamping persalinan dan pengetahuan tentang persalinan.Tujuan: Mengetahui hubungan antara usia, paritas, dan pendamping ibu hamil dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Menjelang PersalinanMetode: Desain penelitian adalah cross sectional dengan jumlah subjek sebanyak 59 orang yang dipilih menggunakan accidental sampling.Hasil: Penelitian menunjukan bahwa faktor adanya pendamping persalinan secara statistik mempunyai hubungan bermakna untuk terjadinya kecemasan pada ibu hamil menjelang persalinan (CI 95%, p = 0,000), sedangkan faktor usia dan jumlah paritas secara statistik tidak mempunyai hubungan bermakna (CI 95%, p = 0,378 dan p = 0,115)Kesimpulan: Pada ibu hamil menjelang persalinan, pendamping persalinan merupakan faktor risiko untuk terjadinya kecemasan, sedangkan usia dan jumlah paritas ibu tidak merupakan faktor risiko untuk terjadinya kecemasan.
STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH GASTROINTESTINAL Syamsi, Nur
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.885 KB) | DOI: 10.22487/htj.v4i2.68

Abstract

Infeksi luka operasi merupakan infeksi nosokomial yang insidensinya masih tinggi di negara– negara berkembang. Penyebabnya adalah kontaminasi kuman dari daerah sekitar luka insisi. Infeksiluka operasi ini dapat dicegah dengan pemberian antibiotika profilaksis. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah gastrointestinaldi RSUD Anutapura Palu Sulawesi Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif noneksperimental yang dilakukan secara retrospektif. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pasienyang telah menjalani operasi gastrointestinal dan dirawat inap di rumah sakit tersebut serta pasienmenggunakan antibiotik profilaksis yang ditujukan untuk pencegahan infeksi luka operasi. Data yangdiperoleh dianalisis dengan cara menghitung persentase pola penggunaan antibiotik pada pasien yangmenjalani bedah gastrointestinal. Pada penelitian ini didapatkan bahwa jenis antibiotik profilaksisyang paling banyak diberikan adalah sefalosporin generasi ketiga yaitu seftriakson dosis 1 gramdalam bentuk intravena.
IDENTIFIKASI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN LANJUT USIA INSTALASI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MADANI PALU Barkah Afrilianto, Muhammad; Syamsi, Nur; Nur Asrinawati, Andi
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.165 KB) | DOI: 10.22487/htj.v6i1.99

Abstract

Obat adalah suatu substansi yang melalui efek kimianya membawa perubahan dalam fungsi biologik. Interaksi obat didefinisikan sebagai fenomena yang terjadi ketika efek farmakodinamik dan farmakokinetik dari suatu obat berubah karena adanya pemberian obat yang lain. pasien yang memiliki komorbiditas lebih banyak dari pada kelompok usia lainnya, kerentanan terhadap penyakit meningkat, dan berisiko mendapatkan terapi polifarmasi.Untuk mengidentifikasi kejadian interaksi obat pada pasien lanjut usia instalasi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Madani Palu. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi sebanyak 256 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia tertinggi adalah 60 – 69 tahun sebanyak 174 orang (68,0%), dan 64,1% dari 256 orang pasien berpotensi mengalami interaksi obat. 64,1% pasien lanjut lanjut usia instalasi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Madani Palu teridentifikasi berpotensi untuk mengalami kejadian interaksi obat.
EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK JERUK NIPIS (Fructus Citrus aurantifolium) PADA MENCIT (Mus musculus) Syamsi, Nur; Andilolo, Angelia
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.057 KB) | DOI: 10.22487/htj.v5i1.113

Abstract

Demam ditandai dengan kenaikan suhu tubuh di atas suhu tubuh normal yaitu 36-37oC. Demam menempati urutan kedua dari gejala yang sering dikeluhkan masyarakat setelah nyeri. Masyarakat umum, telah lama mengenal bahan tradisional yang digunakan untuk menurunkan demam. Salah satu jenis bahan tradisional yang sering digunakan sebagai pereda demam adalah jeruk nipis. Tanaman jeruk nipis berpotensi sebagai antipiretik dikarenakan mengandung flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya efek antipiretik ekstrak jeruk nipis (Fructus Citrus aurantifolia) pada mencit (Mus musculus) yang telah diinduksi demam dengan penyuntikan vaksin DPT-Hb. Penelitian ini bersifat true eksperimental dengan rancangan pre test-post test with control group design. 25 mencit berumur kurang lebih 3 bulan dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (aquades), kelompok kontrol positif (parasetamol), kelompok dosis I (ekstrak jeruk nipis 1%), kelompok dosis II (ekstrak jeruk nipis 2%), dan kelompok dosis III (ekstrak jeruk nipis 4%). Kelima kelompok ini kemudian diinduksi demam dengan penyuntikan Vaksin DPT-Hb 0,2 cc intramuskular. Pengukuran suhu dilakukan di awal penelitian 2 jam setelah induksi demam, dan setiap 15 menit berikutnya sampai menit ke-120 setelah perlakuan. Hasil dianalisis dengan uji one-way ANOVA dilanjutkan dengan uji post hoc. Hasil uji one-way ANOVA diperoleh nilai p = 0,001 yang artinya terdapat perbedaan penurunan suhu yang bermakna pada kelima kelompok perlakuan. Kemudian dari hasil uji post hoct dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penurunan suhu yang bermakna antara kelompok kontrol positif dengan kelompok kontrol negatif (p = 0,000) dan kelompok dosis I (p = 0,002), kelompok dosis II dengan kelompok kontrol negatif (p = 0,001) dan kelompok dosis I (p = 0,038), dan kelompok dosis III dengan kelompok kontrol negatif (p = 0,000) dan kelompok dosis I (p = 0,013). Tidak terdapat perbedaan penurunan suhu yang bermakna antar kelompok kontrol positif dengan kelompok dosis II (p = 0,267) dan dosis III (p = 0,510). Ekstrak jeruk nipis (Fructus Citrus aurantifolia) memiliki efek antipiretik terhadap mencit (Mus musculus) yang diinduksi demam menggunakan vaksin DPT-Hb.
UJI EFEK SEDASI EKSTRAK KANGKUNG AIR (Ipomoea Aquatica) PADA MENCIT (Mus musculus) Syamsi, Nur; Alfia Muthmainnah Tanra, Andi; Hikma Lestari, Nanda
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.984 KB) | DOI: 10.22487/htj.v5i2.120

Abstract

Kangkung air (Ipomoea aquatica) banyak dimanfaatkan oleh orang Indonesia untuk keperluansayuran. Beberapa orang yang telah mengkonsumsi sayuran kangkung mengaku merasakan kantuk.Kangkung air berpotensi sebagai penenang (sedative) dan dapat mengatasi gangguan tidur. Penelitianini bertujuan untuk menguji efek sedatif pada ekstrak kangkung air. Penelitian ini bersifat trueeksperimental dengan rancangan posttest only control group design, menggunakan 25 ekor mencit(Mus musculus) sehat, berat 20 – 25 gram. Mencit kemudian dibagi ke dalam 5 kelompok secara acak,masing – masing kelompok terdiri atas 5 ekor mencit, yaitu kelompok I (kontrol positif), kelompok II(kontrol negatif), kelompok III (ekstrak kangkung 1 mg/20grBB), kelompok IV (ekstrak kangkung 2mg/20grBB), kelompok V (ekstrak kangkung 4 mg/20grBB). Masing–masing kelompok dicatat onsetdan durasi sedasi. Penurunan aktivitas sistem saraf pusat (SSP) diamati dengan passivity, sedangkandurasi diamati dengan righting reflex. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan Kruskall-Wallisdilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa onset tercepat terjadi padakelompok I yaitu 10 menit dan onset terlama terjadi pada kelompok III yaitu 31 menit sedangkan untukdurasi tercepat terjadi pada kelompok IV selama 11 menit 20 detik dan durasi terlama terjadi padakelompok I selama 21 menit. Ekstrak kangkung air memiliki efek sedasi terhadap mencit dengan dosisefektif 4 mg/20grBB. Efek sedasi ekstrak kangkung air 4 mg/20grBB secara statistik tidak berbedadengan efek sedasi yang ditimbulkan oleh diazepam 0,018 mg/20grBB pada mencit.
IMUNOPROFILAKSIS DAN IMUNOTERAPI BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Syamsi, Nur
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 5 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.296 KB) | DOI: 10.22487/htj.v5i3.126

Abstract

Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri penyebab utama infeksi yang mengancam jiwa, khususnya strain MRSA yang resisten terhadap antibiotik tertentu. Strain MRSA terkait dengan komunitas dan kemudian menyebar berkelanjutan dalam populasi. MRSA secara rata-rata menyebabkan lebih banyak kematian setiap tahun daripada AIDS, menjadikan MRSA salah satu masalah terpenting bagi sistem kesehatan masyarakat. Situasi sulit ini diperparah oleh kenyataan kurangnya keberhasilan dalam penemuan antibiotik baru. Karena itu, eksplorasi potensi imunoprofilaksis dan imunoterapeutik antistaphylococcal saat ini merupakan prioritas dan salah satu alternatif paling menjanjikan untuk mengatasi tantangan ini.
HUBUNGAN ANTARA MEROKOK DENGAN GAMBARAN FUNGSI GINJAL PADA KARYAWAN PT.X Syamsi, Nur; Tanra, Andi Alfia Muthmainnah; HS, Mariani Rasjid
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 7 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.301 KB) | DOI: 10.22487/htj.v7i3.181

Abstract

The chronic kidney disease is a global health problem with increasing prevalence and incidence and a poor prognosis. Therefore, those brought about by risk factors are primarily those which can be modified and controlled for their occurrence. One of the risk factor is smoking habit. The objective of this study was to determine the associations between smoking and renal function profiles in PT.X employees. The study was conducted by using descriptive analytical study with a cross sectional design based on smoking habits and blood test samples of employees. The sample were 40 employees in PT.X which determined by consecutive sampling. The results showed that there were no associations between smoking with age (p = 0.222) and azotemia (p = 1.00) but there were associations between smoking and blood creatinine levels (p = 0.001), urea (p = 0.023), eGFR (p. = 0.001), and the stages of chronic kidney disease (p = 0.047). Based on the study results, in can be concluded that there were associations between smoking and renal function profiles among employees of PT. X