Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENERAPAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) HAND HYGIENE PADA TENAGA KESEHATAN DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT DR. TADJUDDIN CHALID KOTA MAKASSAR Nurbaety, N; Baharuddin, Alfina; Amelia, A. Rizki; Julianti, Syafrilia
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.868 KB)

Abstract

Hand hygiene pada tenaga kesehatan merupakan hal paling penting untuk mencegah penyebaran infeksi nosokomial. Penelitian ini adalah jenis metode penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan standar prosedur operasional (SPO) hand hygiene pada tenaga kesehatan di instalasi rawat inap Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar dengan total sampel sebanyak 85 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapatuhan penerapan hand hygiene pada tenaga kesehatan sebelum kontak dengan pasien yaitu sebanyak 85 orang (100%), sebelum melakukan tindakan aseptik yaitu sebanyak 58 orang (68,2%), setelah bersentuhan dengan cairan tubuh pasien yaitu sebanyak 82 orang (96,5%), setelah kontak dengan pasien yaitu sebanyak 81 orang (95,3%), setelah kontak dengan lingkungan pasien yaitu sebanyak 82 orang (96,5%). Peneliti menyimpulkan bahwa masih rendahnya angka kepatuhan tenaga kesehatan dibeberapa momen hand hygiene di masing-masing unit kerja instalasi rawat inap pada penerapan hand hygiene dengan handwash maupun hand hygiene dengan handrub.
ASPEK PENILAIAN HYGIENE SANITASI DEPOT PADA AIR MINUM ISI ULANG Baharuddin, Alfina; Amelia, A.Rizki; Nurbaety, N
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.048 KB)

Abstract

Higiene sanitasi merupakan salah satu upaya kesehatan untuk mengurangi atau menghilangkan faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya pencemaran terhadap air minum survei awal yang dilakukan secara mandiri didapati bahwa beberapa depot air minum isi ulang (DAMIU) yang ada di Kecamatan Rappocini dan Kec Manggala Kota Makassar dilihat dari segi fisik terlihat belum memenuhi standar serta DAMIU Jenis penelitian ini adalah Observasional Analitik, Metode pengambilan sampel secara Purpossive sampling. Jumlah sampel sebanyak 10 depot AMIU meliputi: 5 depot di Kec Manggala dan Kec Rappocini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi peralatan air minum semuanya 10 depot (100%) memenuhi syarat Sedangkan kondisi peralatan depot masa pemakaian filter catridge < 3 bulan yang menggunakan sebanyaj 70% dan, model lampu spiral yang menggunaka 80% , filter cadrige masih bagus sebanyak 20%, dan panjang gelombang uv 260 nm tidak ada yang memenuhi syarat. Hygiene Sanitasi Depot air minum berdasarkan Pemeriksaan fisik depot air minum tentang Permenkes No 43 tahun 2014 ditemukan masing-masing 5 depot yang memenuhi syarat dan belum memenuhi syarat. Disarankan kepada Pemilikdepot air minum harus menerapkan Hygiene sanitasi dalam usaha depot air minum dan melakukan pemeriksaan kualitas air minum secara berkal minimal 6 bulan sekali.
HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUKU BODOA TAHUN 2019 Amelia, A. Rizki; Nurbaeti, N; Baharuddin, Alfina; Sari, Mita Yunita
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.968 KB)

Abstract

Pencegahan penyakit adalah upaya mengarahkan sejumlah kegiatan untuk melindungi penderita dari ancaman kesehatan potensial. Dalam program pencegahan penyakit tuberkulosis paru dilakukan secara berjenjang, mulai dari pencegahan primer, kemudian pencegahan sekunder, dan pencegahan tertier. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cross sectional study, dimana variabel independen yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan keluarga dan variabel dependen yaitu pencegahan penyakit menular tuberkulosis paru di ukur dalam waktu yang bersamaan dan sesaat. Desain yang digunakan yaitu deskriptif korelasi untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tiga variabel yang diteliti dimana Pengetahuan keluarga tidak memiliki hubungan terhadap pencegahan penyakit TB paru (p value: 0,501), sikap keluarga tidak memiliki hubungan terhadap pencegahan penyakit TB paru (p value: 0,501) dan Tindakan keluarga tidak memiliki hubungan terhadap pencegahan penyakit menular TB paru (p value: 1,000). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyarankan memberikan agar pengetahuan tentang pencegahan penyakit menular, perilaku hidup bersih dan sehat lebih ditingkatkan.
STUDI KOMPARATIF JUMLAH KUMAN PADA PERLATAN MAKAN PADA PENCUCIAN DENGAN PERENDAMAN DAN AIR MENGALIR khaldun, Syamsu; Baharuddin, Alfina
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.013 KB)

Abstract

Berdasarkan Permenkes No. 304 pasal 9 ayat 1 dijelaskan bahwa peralatan makan yang digunakan harus memenuhi syarat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Studi Komparati Pencucian Alat Makan Dengan Perendaman dan Air Mengalir Terhadap Jumlah Kuman Pada Alat Makan di Warung Makan G Kota Makassar Tahun 2017. Populasi dalam penelitian yaitu alat makan yang digunakan di Warung Makan G, berupa piring, sendok, dan gelas. Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 18 yang terbagi menjadi dua perlakuan yaitu 9 perendaman dan 9 air mengalir. Hasil Laboratorium dengan proses perendaman diperoleh jumlah kuman tertinggi pada piring kedua sebanyak 13 koloni/cm2, gelas pertama sebanyak 19,4 koloni/cm2, dan sendok kedua sebanyak 39,60 koloni/cm2. Sedangkan, proses air mengalir diperoleh jumlah kuman tertinggi pada piring ketiga sebanyak 1 koloni/cm2, gelas ketiga sebanyak 1 koloni/cm2, sendok ketiga sebanyak 1,68 koloni/cm2. Hasil penelitian diperoleh bahwa semua peralatan makan tidak memenuhi syarat berdasarkan Permenkes 1096/Menkes/Per/VI/2011 Tentang persyaratan Hygiene Sanitasi Jasa Boga yaitu 0 koloni/cm². Kepada masyarakat yang memiliki warung makan disarankan menggunakan proses air mengalir, karena terbukti lebih efektif menurunkan jumlah angka kuman.
PELAKSANAAN HYGIENE SANITASI DEPOT DAN PEMERIKSAAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN MARISO KOTA MAKASSAR Baharuddin, Alfina
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.532 KB)

Abstract

Tingginya minat masyarakat terhadap AMIU (Air Minum Isi Ulang) khususnya untuk pengisian kembali telah mendorong pendirian depot-depot AMIU di berbagai tempat. Depot AMIU terus berkembang dan bertumbuh karena konsumen mencari alternative baru yang lebih murah. Harga air minum yang diperoleh dari depot-depot AMIU bisa sepertiga dari produk air minum dalam kemasan yang bermerek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan hygiene sanitasi depot serta pemeriksaaan bakteri Escherichia coli pada air minum isi ulang di Kec Mariso Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yaitu dengan melihat pelaksanaan hygiene sanitasi dan analisis laboratorium untuk mengetahui kandungan bakteri Escherichia coli. Lokasi penelitian bertempat pada beberapa depot Air Minum Isi Ulang yang ada di Kecamatan mariso kota Makassar. Metode pengambilan sampel secara puspossivesampel sebanyak 5 depot. Pemeriksaan sampel bakteri Escherchia coli dengan metode MPN Coliform.meliputi: test pendugaan (Presumptive Test), test Uji Penegasan (Confirmed test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Distribusi Air Minum Berdasarkan Hasil penilaian fisik depot yaitu secara keseluruhan ke 5 (100%) depot tidak ada yang memenuhi syarat dengan score bobot yaitu 58-66. Distribusi Air Minum Berdasarkan Bakteriologis yaitu secara keseluruhan ke 5 (100%) depot tidak ada yang memenuhi syarat baik pemeriksaan bakteriologis sebelum maupun sesudah pengolahan depot. Pemeriksaan fisik depot air minum berdasarkan form Permenkes No 43 tahun 2014 Tentang Hygiene Sanitasi Depot air minum ditemukan 5 depot yang belum memenuhi syarat dengan total bobot 58- 66. Terdapat kandungan Escherchia coli sebelum dimasukan ke dalam botol (galon) pada salah satu depot air minum dan sesudah dimasukan kedalam botol (galon) pada 5 depot air minum di Kota makassar. Disarankan kepada Pemilik depot air minum harus menerapkan Hygiene sanitasi dalam usaha depot air minum dan melakukan pemeriksaan kualitas air minum secara berkala, agar air minum yang dihasilkan aman dan sehat.
Efektivitas Ekstrak Dahan Kelor Terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti Baharuddin, Alfina
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 1 (Januari, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.127 KB)

Abstract

Tingginya angka kasus DBD di Indonesia sehingga perlu diadakan upaya pengendalian vector.batang kelor digunakan sebagai anti nyamuk alami diangap mampu memetikan jentik. Hal ini disebabkan terdapat senyawa steroid, triterpenoid, alkaloid, saponin, flavanoid, dan tanin di dalam batang dahan kelor. Jenis Penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan metode post test only control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan menghitung jumlah larva Aedes aegypti instar III yang mati disetiap jenis konsentrasi salinitas selama waktu pemaparan. Percobaan dilakukan sebanyak 4 kali, Pengamatan, perhitungan dan pencatatan jumlah larva yang hidup dan mati setiap 24, 32, 40 dan 48 jam setelah perlakuan. Data yang telah dikumpulkan dan dianalisis kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Pada konsentrasi 3% pada estrak kulit dahan kelor pada waktu pengukuran 24 jam pada masing-masing perlakuan 1 (3), perlakuan 2 (3), perlakuan 3 (3), perlakuan 4 (1) dengan presentase rata-rata kematian jentik yaitu 27,5%. Konsentrasi 3% ekstrak kulit dahan kelor efektif membunuh jentik Aedes aegepty sebesar 45% dalam waktu 48 jam. Konsentrasi 3,5% ekstrak kulit dahan kelor efektif membunuh jentik Aedes aegepty sebesar 45% dalam waktu 24 jam. Konsentrasi 4% ekstrak kulit dahan kelor efektif membunuh jentik Aedes aegepty sebesar 67,5% dalam waktu 24 jam. Lama waktu paparan yang efektif yaitu 24 jam yang menyebabkan kematian 67,5 % Aedes aegypti.
Identifikasi Bakteri Staphylococcus Sp Pada Handphone Dan Analisis Praktik Personal Hygiene Rahman, Aulia; Hardi, Ikhram; Baharuddin, Alfina
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 1 (Januari, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.648 KB)

Abstract

Pengguna handphone setiap tahun semakin meningkat jumlahnya. Para pengguna, menggunakan Handphone secara rutin sepanjang hari namun tidak membersihkannya dengan baik serta tidak mencuci tangan mereka sesering mungkin. Hal tersebut akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan terjadinya kontaminasi bakteri pada Handphone. Adapun tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap dan tindakan&nbsp; mahasiswa terhadap personal hygiene dan keberadaan bakteri pada Handphone serta mengetahui jumlah bakteri pada Handphone pada mahasiswa. Jenis Penelitian yang digunakan observasional analitik Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa FKG UMI Sedangkan sampel adalah mahasiswa FKG UMI semester 5. Teknik pengambilan sampel yaitu pupossive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 sampel Handphone ditemukan adanya pertumbuhan Jamur sp., 5 sampel menunjukkan tidak ada pertumbuhan bakteri, 10 sampel teridentifikasi bakteri Staphylococcus sp yaitu sampel pada kode sampel 04D berjumlah 2,5x104 Cfu/cm2, kode sampel 05E berjumlah 1,8x103 Cfu/cm2, kode sampel 06 berjumlah 2,9 x 101 Cfu/cm2, kode sampel 10J berjumlah 2,3 x 101 Cfu/cm2,&nbsp; kode sampel 11K berjumlah 4,1 x 102 Cfu/cm2,Kode sampel 12L berjumlah 2,3x104 Cfu/cm, kode sampel 13M berjumlah 2,5 x 103 Cfu/cm2, kode sampel 14N&nbsp; berjumlah 3,8 x 101 Cfu/cm2, kode sampel 15O berjumlah 3,9 x 101 Cfu/cm2,serta 1 sampel dengan kode 08H teridentifikasi bakteri Shingomonas paucimobilis yaitu berjumlah 6,5 x 104 Cfu/cm2. Pengetahuan mempengaruhi personal hygiene (ρ = 0,02), Sikap tidak mempengaruhi personal hygiene ( ρ = 0,064). Tindakan mempengaruhi personal hygiene (ρ = 0,025). Jumlah bakteri yang tertinggi&nbsp; pada Handphone yaitu berjumlah 6,5 x 104 Cfu/cm2. Identifikasi bakteri pada Handphone yaitu bakteri Staphylococcus sp. dan bakteri Shingomonas paucimobilis.Diharapkan kepada para mahasiswa agar lebih meningkatkan personal hygiene dengan mencuci tangan setiap selesai memakai/ menggunakan handphone.
Efektivitas Ekstrak Dahan Kelor Terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti Baharuddin, Alfina
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 1 (Januari, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.127 KB) | DOI: 10.33368/woh.v0i0.7

Abstract

The high number of cases of dengue fever in Indonesia, so it needs to be held vector control effort. Moringa is used as a natural anti-mosquito capable of supplying larvae. This is because there are compounds of steroids, triterpenoids, alkaloids, saponins, flavanoids, and tannins in the stem of moringa. The type of research used was experimental with post test only control group design method. The data were collected by counting the number of Aedes aegypti instar III larvae that died in each type of salinity concentration during the exposure time. The experiment was conducted 4 times, Observation, calculation and recording of the number of live and dead larvae every 24, 32, 40 and 48 hours after treatment. The data that has been collected and analyzed is then presented in tabular and narrative form. At the concentration of 3% in the Moringa leather bark estrants at the time of 24 hour measurements in each treatment of 1 (3), 2, 3, 3 (3) treatment, 4 (1) treatment with an average percentage of larva death 27 , 5%. The concentration of 3% extract of Moringa leaf bark effectively kills Aedes aegepty larvae by 45% within 48 hours. Concentration of 3.5% extract of Moringa leaf bark effectively kills Aedes aegepty larva by 45% within 24 hours. The concentration of 4% extract of Moringa leaf bark effectively kills Aedes aegepty larva by 67.5% within 24 hours. The effective exposure time of 24 hours resulted in the death of 67.5% Aedes aegypti.
Identifikasi Bakteri Staphylococcus Sp Pada Handphone Dan Analisis Praktik Personal Hygiene Rahman, Aulia; Hardi, Ikhram; Baharuddin, Alfina
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 1 (Januari, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.648 KB) | DOI: 10.33368/woh.v0i0.8

Abstract

Mobile users every year are increasing in number. Users, use Mobile regularly throughout the day but do not clean it properly and do not wash their hands as often as possible. This will contribute to the increase of bacterial contamination on Mobile. The purpose of this study is: to determine the effect of knowledge, attitudes and actions of students on personal hygiene and the presence of bacteria on the Mobile and know the number of bacteria on the Mobile on the students. Type of research used observasional analitic Population in this research is FKG UMI students While the sample is a student of FKG UMI semester 5. Sampling technique is pupossive sampling. The result showed that from 15 cellular samples found growth of fungus sp., 5 samples showed no bacterial growth, 10 samples of bacteria Staphylococcus sp were samples in sample code 04D amounted to 2.5x104 Cfu / cm2, sample code 05E amounted to 1.8x103 Cfu / cm2, sample code 06 is 2.9 x 101 Cfu / cm2, the sample code of 10J is 2.3 x 101 Cfu / cm2, the sample code of 11K is 4.1 x 102 Cfu / cm2, the 12L sample code is 2.3x104 Cfu / cm, the 13M sample code is 2.5 x 103 Cfu / cm2, the sample code of 14N is 3.8 x 101 Cfu / cm2, the sample code 15O is 3.9 x 101 Cfu / cm2, and 1 sample with the code 08H is identified Shingomonas paucimobilis bacteria that amounted to 6.5 x 104 Cfu / cm2. Knowledge affects personal hygiene (ρ = 0.02), Attitude does not affect personal hygiene (ρ = 0.064). The action affects personal hygiene (ρ = 0.025). The highest number of bacteria on mobile is 6,5 x 104 Cfu / cm2. Identification of bacteria on mobile that is bacterium Staphylococcus sp. and bacteria Shingomonas paucimobilis. Expected to the students to further improve personal hygiene by washing hands after each use / use of mobile phones.
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assesment, Risk Control) pada Pekerja PT. Varia Usaha Beton Cabang Makassar Muhtia, Sri Ainun; Suharni A. Fachrin; Alfina Baharuddin
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 3 (Oktober, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i3.94

Abstract

HIRARC atau Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control adalah upaya metode melakukan identifikasi terhadap bahaya yang digunakan suatu proses menentukan nilai risiko dan memasukkan kedalam kategori tingkat bahaya yang ada di tempat kerja serta menentukan pengendalian risiko yang digunakan pada setiap kegiatan prosedur yang ada di lingkungan kerja. Setiap tempat kerja selalu mempunyai risiko yang besar tergantung dari jenis pekerjaanya begitu pula upaya pengendalian risiko yang dilakukan di tempat kerja oleh karena itu dibutuhkan suatu pengukuran risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang ada di bagian produksi kerja PT. Varia Usaha Beton Cabang Makassar Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang ada di lingkungan kerja di PT. Varia Usaha Beton Cabang Makassar dengan teknik total sampling yaitu sebanyak 32 responden yang ada dibagian produksi beton.Data dianalisis dengan menggunakan univariat untuk mendeskripsikan karakkteristik responden serta menganalisa setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan identifikasi bahaya memiliki risiko sebanyak 75% sedangkan penilaian risiko di setiap kegiatan produksi beton terdapat tingkat risiko paling tinngi di kegiatan pengoperasian mesin sebanyak 20 WRAC dan tingkat risiko rendah di kegiatan perbaikan mobil truck sebanyka 02 WRAC. Pengendalian risiko yang ada di PT. Varia Usaha Beton telah menimalisir dari segala bentuk upaya terhadap bahaya dan risiko yang ada di lingkungan kerja bagian produksi beton. Kesimpulannya dari identifikasi risiko, penilaian risiko serta pengendalian risiko yang didapatkan di PT. Varia Usaha Beton Cabang Makassar memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda sesuai dengan potensi bahaya pekerjaan atau kegiatan yang sedang dikerjakan. Kata kunci : Identifikasi risiko, penilaian risiko, pengendalian risiko