Zwista Yulia Dewi, Zwista Yulia
Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE EFFECT OF COMPOSITION GLASS FIBRE NON DENTAL AND GLASS FIBER NON DENTAL IN FIBER REINFORCED COMPOSITE TO THE STREPTOCOCCUS MUTANS BACTERIA Dewi, Zwista Yulia
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 3, Nomor 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.716 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.38

Abstract

E-glass fiber dental tersedia sangat terbatas di Indonesia dan mempunyai harga relatif mahal. Glass fiber non dental lebih mudah didapatkan dan harga lebih terjangkau. Glass fiber non dental umumnya digunakan sebagai bahan bangunan dan otomotif. Bakteri Streptococcus mutans mempunyai kemampuan menempel pada seluruh permukaan dalam mulut termasuk material gigi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan komposisi antara glass fiber dental dan glass fiber non dental pada fiber reinforced composite terhadap perlekatan bakteri Streptococcus mutans. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah E-glass fiber dental (Fiber-splint, Polydentia SA, Switzerland), glass fiber non dental A (LT, China), flowable komposit (CharmFil Flow, Denkist, Korea) dan silane coupling agent (Monobond S, Ivoclar Vivadent, Liechtenstein). Subjek dibagi dalam 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 sampel. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan rerata perlekatan bakteri glass fiber dental (934±7,48), glass fiber non dental (756,8±10,35). Hasil analisis statistik menunjukkan variabel komposisi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perlekatan bakteri(p <0,05). Kesimpulan bahwa kandungan logam alkali (Na2O dan K2O) yang pada glass fiber dapat mempengaruhi jumlah perlekatan bakteri Streptococcus mutans.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN SUSPENSI VITAMIN C TERHADAP PELEPASAN ION KROMIUM PADA KAWAT STAINLESS STEEL Herawati, Hillda; Dewi, Zwista Yulia; Pujarama, Anne Utami Puspita
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawat ortodontik stainless steel (SS) mengandung unsur kromium yang memiliki sifat tahan terhadap korosi sehingga banyak digunakan dalam perawatan ortodontik. Vitamin C atau asam askorbat merupakan salah satu vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.Vitamin C bermanfaat dalam menjaga keutuhan kolagen. Kolagen mempunyai berbagai peran penting bagi tubuh yaitu membantu penyembuhan luka, memelihara kesehatan jaringan penghubung, dan membantu melindungi sel-sel tubuh. Salah satu pengobatan terhadap defisiensi vitamin C adalah dengan mengkonsumsi vitamin C selama 7-10 hari. Vitamin C mempunyai sifat asam yang dapat menyebabkan reaksi kimia sehingga bersifat korosif dan dapat mengoksidasi logam kawat dengan cara melepaskan ion-ion yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman kawat SS dalam larutan vitamin C terhadap pelepasan ion kromium. Metode penelitian adalah laboratorium eksperimental.. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling atau pengambilan sampel berjatah yaitu kawat SS sebanyak 10 buah. Seluruh sampel direndam di dalam larutan vitamin C sebanyak 10 ml selama satu menit dalam 7 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdeteksi pelepasan ion kromium tertinggi pada pengukuran hari keenam dalam konsentrasi rendah sebesar 0,0190 mg/l. Pelepasan ion kromium terjadi karena kawat SS mengalami oksidasi berkontak dengan vitamin C yang asam. Hasil analisis statistik uji multivariat General Linear Model-Repeated Measure (GLM-RM) menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,476 atau p&gt;0,05 artinya tidak terdapat pengaruh yang bermakna pada lama perendaman kawat SS dalam larutan vitamin C terhadap pelepasan ion kromium sampai pada hari ketujuh. Pelepasan ion kromium kawat SS terdeteksi dalam batas aman sehingga vitamin C aman digunakan untuk pengguna ortodontik.
Pengaruh Perendaman Pada Saliva Buatan Selama 14 Hari Pada Glass Fiber Non Dental Dan Glass Fiber Dental Terhadap Perlekatan Bakteri Streptococcus Mutans Dewi, Zwista Yulia; Widjijono, Widjijono; Setyowati, Erna Prawita
Jurnal Material Kedokteran Gigi Vol 6 No 1 (2017): JMKG Vol 6 No 1 Maret 2017
Publisher : Ikatan Peminat Ilmu Material dan Alat Kedokteran Gigi (IPAMAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.656 KB) | DOI: 10.32793/jmkg.v6i1.263

Abstract

The material in the oral cavity will be coated by saliva. The humidity of material that is immersed&nbsp; in water will increase from time to time. Longer immersion&nbsp; time&nbsp; in water causes &nbsp;an increase in the absorption of water by a material. Non-dental glass fiber can be used as an alternative replacement for fiber glass dental. The advantages of dental glass fiberis widely available with&nbsp; reasonably&nbsp; priced. Fiber glass&nbsp; non dental commonly used as building materials and automotive. Streptococcus mutans bacteria have the ability to stick to the whole surface of the mouth, including dental materials. The purpose of this study is to determine the effect of dental glass fiber and non-dental glass fiber immersion in artificial saliva&nbsp; for 14 days to the adhesions of Streptococcus mutans bacteria.Fiber used in this study is E-glass fiber dental(Fibersplint, Polydentia SA, Switzerland), non-dental glass fiber A (LT, China), flowable composite (CharmFil Flow, Denkist, Korea) and silane coupling agent (Monobond S, Ivoclar Vivadent, Liechtenstein). Subjects were divided into three groups, each group consisting of 5 samples. Streptococcus mutans bacteria&nbsp; was planted in BHI media and calculated by&nbsp; plate count method. Results were analyzed using ANAVA. From the research it showed that the average dental glass fiber bacterial adhesions value was (953.4 ± 7.19), non-dental glass fiber(953.4 ± 7.19) while the composite resin without using fiber glass (848 ± 7.07). Statistical analysis showed a variable composition have a significant effect (p &lt;0.05). The conclusion of this research that the alkali metal content in the fiber glass can affect the amount of bacteria Streptococcus mutans adhesions.
Peran Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam Pengembangan Desa Binaan Melalui Edukasi Potensi Bahan Alam Bumbu Dapur Sebagai Terapi Alternatif pada Penyakit Gigi Sidiqa, Atia Nurul; Rahaju, Asih; Dewi, Zwista Yulia; Widyasari, Ratih; Endrowahyudi, Hartanto; Soerachman, Badi
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v3i1.170

Abstract

Mayoritas penduduk Desa Mekarsaluyu memiliki mata pencaharian sebagai petani dan buruh tani. Selain petani, mata pencaharian penduduk Desa Mekarsaluyu adalah pedagang dan tenaga pertukangan. Secara geografis, Desa Mekarsaluyu berada pada jalur wisata. Pandemi global virus Covid-19 telah berlangsung selama 2 tahun, kondisi tersebut menyebabkan masyarakat perlu melakukan beberapa adaptasi dan perubahan perilaku. Kesehatan gigi pun menjadi bagian penting yang harus dijaga kebersihan dan kesehatannya agar sistem kekebalan tubuh kita secara menyeluruh tetap optimal. Gigi dan mulut merupakan pintu gerbang masuknya kuman penyakit. Kehadiran alam sekitar sangat membantu masyarakat yang hidup dari alam. Kesehatan akan terjaga apabila masyarakat tahu bahwa alam sekitar memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa. Salah satu contohnya dari mengkonsumsi bahan-bahan yang sering digunakan sebagai bumbu dapur. Pendekatan yang dilakukan pada pendayagunaan peran mahasiswa sebagai implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan dengan efektif dan efisien karena dilakukan secara berkesinambungan dari hulu ke hilir. Edukasi dengan tema bumbu dapur yang berasal dari alam sekitar sebagai alternatif penanganan masalah kesehatan gigi di Desa Binaan Wilayah Desa Mekarsaluyu Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Edukasi mengenai potensi bahan alam terutama bumbu dapur sebagai alternatif terapi kesehatan gigi dengan pendekatan melalui metode audio visual pada Ibu-ibu PKK di di Desa Binaan telah berhasil dilakukan dengan antusias dengan minat yang tinggi.