Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Optimasi Kadar Aspal pada Stabilisasi Tanah Pasir Menggunakan Aspal dengan Uji CBR Ika Ernawati, Willis Diana , Afriza Marianti ,
Jurnal Semesta Teknika Vol 14, No 2 (2011): NOVEMBER 2011
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the optimum bitumen content for sandy soil stabilization (sandy soil obtained from Glagah beach, Kulon Progo). Variation in bitumen content being used was 0% to 5% by weight of dry soil. Against, a mixture of bitumen and sandy soil proctor compaction tests was performed to obtain optimum moisture content (OMC) mixture which then was tested its California Bearing Ratio (CBR). The addition of bitumen content in soil stabilization with bitumen causing a continuing lack of OMC (Optimum Moisture Content) and increased MDD (Maximum Dry Density) on the compaction process. The maximum CBR value, 20%,  was obtained at 2% bitumen content. . There was an increase of 150% CBR value when compared with the original soil without stabilization. CBR tends to decrease with further increase of the bitumen content  up to 5% which may due to the mixture being more plastic.
Perbandingan Analisis Lendutan Pelat dengan Menggunakan Metode Beam on Elastic Foundation (BoEF) dan Finite Element Method (FEM) Diana, Willis
Jurnal Semesta Teknika Vol 14, No 1 (2011): MEI 2011
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study was to compare deflection plates are supported by soil by using the method of Beam on Elastic Foundation (BoEF) and Finite Element Method (FEM). To validated the  methods, used data from laboratory testing of the loading plate models. For the calculation of deflection plates on elastic (soil) foundation, the accuracy of determining the modulus of subgrade reaction will greatly affect the calculation of deflection plate. Deflection calculation used Finite Element Method and BoEF method gave deflections, where close enough to those of experimental result. Both methods can be used to estimate the plate deflection.
Perancangan Fondasi Pada Tanah Timbunan Sampah (Studi Kasus Di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Piyungan, Yogyakarta) Widianti, Anita; Wahyudi, Dedi; Diana, Willis
Semesta Teknika Vol 8, No 1 (2005): MEI 2005
Publisher : Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) merupakan kebutuhan setiap daerah guna mengatasi masalah sampah. Apakah lahan yang sangat luas tersebut  nantinya dapat dimanfaatkan kembali ? Berdasarkan pertanyaan itulah penelitian ini dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang fondasi berdasarkan daya dukung tanah yang mampu menahan beban dan penurunan yang tidak berlebihan dari hasil uji sondir di lapangan.Penelitian dilakukan di zona pertama dari TPAS Piyungan, Yogykarta  yang merupakan zona di mana proses penimbunan dan pemadatannya telah selesai.  Hasil uji sondir pada dua titik digunakan sebagai dasar untuk merancang fondasi dari struktur bangunan dua lantai, dengan mengacu pada Standar Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, SK SNI-T-15-1991-03.Dari hasil analisis menunjukkan bahwa fondasi telapak dapat digunakan dengan kedalaman 1,6 m. Fondasi tersebut  dirancang berukuran 100 cm x 100 cm dengan ketebalan 25 cm, jumlah tulangan sebanyak 8 buah dengan diameter 10 mm dan spasi tulangan 12 cm. 
PENINGKATAN KETANGGUHAN MASYARAKAT DUSUN GODEGAN JAMUSKAUMAN NGLUWAR MAGELANG JAWA TENGAH Restu Faizah; Willis Diana; Edi Hartono
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.868 KB) | DOI: 10.24269/adi.v3i2.1632

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di dusun Godegan, desa Jamuskauman kecamatan Ngluwar Magelang Jawa Tengah. Desa Jamuskauman termasuk pada kategori Desa Tangguh Bencana Pratama, dimana kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) masih sangat awal dilakukan di desa ini. Kegiatan ini betujuan meningkatkan ketangguhan warga dalam menghadapi bencana, dengan beberapa kegiatan yaitu pendidikan ketangguhan, diskusi potensi bencana dan pembagian buku saku tangguh bencana. Dari hasil kegiatan ini diperoleh informasi bahwa dusun Godegan memiliki potensi ancaman bencana gempabumi, angina putting beliung dan banjir lahar dingin. Kegiatan selanjutnya yang perlu dilakukan berupa pelatihan kesiapsiagaan, penentuan titik kumpul dan pembuatan jalur evakuasi. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan warga, terbukti dari antusiasme warga dalam mengikuti seluruh rangkaian acara.Community service has been done in Godegan, Jamuskauman village, Ngluwar sub-district of Magelang regency, Central Java. Those event has succeeded in assessing the resilience of these villagers in the face of disasters. The village is included in the category of Desa Tangguh Bencana Pratama, whereis the Disaster Risk Reduction activities will begin (at early stage) in this village. This activity aims to increase the resilience of villagers in the face of disasters, with several activities namely disaster preparedness and resilience education, discussion of potential disasters and the distribution of disaster resilient manual books. The community succeeded in mapping out the potential disasters in the village, namely earthquakes, tornadoes and cold lava floods and improved the knowledge abaut the preparedness and resilience of disaster.  The next activity that needs to be done is in the form of preparedness training, determining the gathering point and making an evacuation route. The enthusiasm of the villagers in participating in this activity needs to be followed up by the local government and the community concerned with disasters by carrying out sustainable activities towards a resilient village
Perbandingan Analisis Lendutan Pelat dengan Menggunakan Metode Beam on Elastic Foundation (BoEF) dan Finite Element Method (FEM) Willis Diana
Semesta Teknika Vol 14, No 1 (2011): MEI 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v14i1.590

Abstract

The aim of this study was to compare deflection plates are supported by soil by using the method of Beam on Elastic Foundation (BoEF) and Finite Element Method (FEM). To validated the  methods, used data from laboratory testing of the loading plate models. For the calculation of deflection plates on elastic (soil) foundation, the accuracy of determining the modulus of subgrade reaction will greatly affect the calculation of deflection plate. Deflection calculation used Finite Element Method and BoEF method gave deflections, where close enough to those of experimental result. Both methods can be used to estimate the plate deflection.
Optimasi Kadar Aspal pada Stabilisasi Tanah Pasir Menggunakan Aspal dengan Uji CBR Ika Ernawati, Willis Diana , Afriza Marianti ,
Semesta Teknika Vol 14, No 2 (2011): NOVEMBER 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v14i2.541

Abstract

This research aims to determine the optimum bitumen content for sandy soil stabilization (sandy soil obtained from Glagah beach, Kulon Progo). Variation in bitumen content being used was 0% to 5% by weight of dry soil. Against, a mixture of bitumen and sandy soil proctor compaction tests was performed to obtain optimum moisture content (OMC) mixture which then was tested its California Bearing Ratio (CBR). The addition of bitumen content in soil stabilization with bitumen causing a continuing lack of OMC (Optimum Moisture Content) and increased MDD (Maximum Dry Density) on the compaction process. The maximum CBR value, 20%,  was obtained at 2% bitumen content. . There was an increase of 150% CBR value when compared with the original soil without stabilization. CBR tends to decrease with further increase of the bitumen content  up to 5% which may due to the mixture being more plastic.
Pengaruh Substitusi Bubuk Cangkang Telur dan Siklus Basah Kering Terhadap Kuat Tekan Bebas Tanah Lanau yang Distabilisasi dengan Kapur Willis Diana; Irsyad Mirdan Finanda; Hafiza Fiqri Firdaus
Prosiding UMY Grace Vol. 1 No. 1 (2020): Armoring the Youth to Contribute to the SDGs
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.936 KB)

Abstract

Stabilisasi tanah mampu merubah sifat teknis tanah sehingga dapat meningkatkan kekuatan dan mengurangi deformasi tanah. Kapur merupakan bahan stabilisasi tanah yang paling tua dan terbukti mampu meningkatkan performa tanah-tanah bermasalah seperti tanah lempung dan lanau dalam mendukung beban. Cangkang telur merupakan limbah industri dan rumah tangga yang kandungan kalsitnya tinggi, sehingga dapat digunakan untuk menggantikan kapur sebagai bahan stabilisasi tanah. Potensi pemanfaatkan bahan-bahan yang mengandung kalsit seperti bubuk cangkang telur (egg shell powder, ESP) belum banyak dilakukan. Selain itu kinerja tanah yang distabilisasi juga dipengaruhi oleh kondisi iklim seperti keadaan basah dan kering tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi pemanfaatan ESP dan mengkaji pengaruh siklus basah-kering terhadap kuat tekan bebas pada tanah yang distabilisasi dengan kapur dengan menggantikan (substitusi) sebagian atau seluruh kadar kapur dengan ESP. Jenis kapur yang digunakan untuk stabilisasi yaitu kapur tohor (quicklime). Kadar kapur yang diperlukan (initial consume of lime, ICL) untuk stabilisasi diperoleh sebesar 6%. Penentuan ICL dengan menggunakan uji pH metode Eades and Grim. Substitusi ESP pada kapur yang dilakukan adalah 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dari ICL. Pengujian kuat tekan bebas dilakukan pada variasi sampel tanah, benda uji disiapkan pada kadar air optimum dan berat volume kering maksimum hasil uji pemadatan standar pada sampel tanah dengan kadar kapur optimum. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin banyak substitusi ESP menyebabkan penurunan nilai kuat tekan bebas pada campuran tanah-kapur tohor. Tetapi, kekuatan tekan bebas tanah dengan penggantian seluruh kadar kapur dengan ESP masih lebih tinggi dibandingkan tanah tanpa stabilisasi. Bertambahnya jumlah siklus basah-kering menyebabkan kenaikan nilai kuat tekan bebas hingga siklus tertentu sebelum berangsur mengalami penurunan. Substitusi ESP pada stabilisasi tanah-kapur tohor nilai kuat tekan mengalami penurunan pada siklus ke-1 dan mengalami kenaikan puncak tertinggi pada penambahan 25% ESP dan 75% kapur tohor pada siklus ke-4 sebesar 63% dari siklus ke-1. Secara umum bubuk cangkang telur berpotensi menggantikan kapur sebagai bahan stabilisasi tanah.
Peningkatan Kesiapsiagaan Anggota Nasyiatul Aisyiyah (NA) Cabang Ngawen Klaten Terhadap Bencana Willis Diana; Yunita Furi Aristyasari; Restu Faizah; Edi Hartono
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v3i2.422

Abstract

Increasing the skills and abilities of individuals, families and communities in the face of disasters need to be carried out continuously, because of the high potential for threats and the increasing number of people exposed to disaster risk. Women have a strategic role in disaster management and are very effective in transferring their knowledge to the next generation. In this community service activity, the Nasyiatul Aisyiyah branch of Ngawen, Klaten, Central Java, chosen as a partner. The purpose of this activity is to improve women's preparedness capacity and to reduce people's exposure to disasters. The activities are not only in terms of physical preparedness but also spiritual preparedness. This community service activity consist of three stage, which are,the first stage is preliminary survey to assess the knowledge of participants on disaster preparedness, the second stage is giving disaster preparedness education with facilitators guidance, providing disaster preparedness pocket books, and discussions, and the final stage was an assessment of disaster preparedness after participants are given education/training. The assessment was done using a questionnaire. The result of the prelimanary survey show that the participant are at the level of moderate preparedness. The disaster preparedness education increasing all the disaster preparedness parameters index. The knowledge parameter index increased by 5%, the family preparedness plan parameter index increased by 15%, the parameter index of disaster warning knowledge increased by 6%, the resource mobilization parameter index increased by 10%. The socialization or simulation is needed about the importance of evacuation, relief and rescue, and campaign about the disaster is also needed through various media that are in accordance with the conditions of the community.
Pengaruh Subtitusi Bubuk Cangkang Telur terhadap Batas-batas Konsistensi Tanah Lempung yang Distabilisasi dengan Kapur Diana, Willis; Hartono, Edi; Widianti, Anita; Apriliani, Rinda
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2, DESEMBER 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.33885

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis potensi pemanfaatan bubuk cangkang telur (egg shell powder, ESP) untuk menggantikan kapur pada stabilisasi tanah-kapur. Bubuk cangkang telur diketahui mengandung kalsit dalam jumlah yang besar.  Batas-batas konsistensi biasanya digunakan untuk menilai workabilitas dan memperkirakan perubahan sifat mekanik tanah yang distabilisasi. Dalam penelitian ini digunakan kapur tohor (quicklime) dan kapur padam (hydrated lime). Initial Consumption of Lime (ICL) diperoleh dengan menggunakan uji pH metode Eades and Grim, hasil pengujian didapatkan ICL 8%. Variasi pengujian yang dilakukan adalah dengan mensubtitusi sejumlah kapur dengan ESP, yaitu 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dari ICL. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan stabilisasi kapur indeks plastistas menurun sebesar 55%-60%. Semakin banyak kadar kapur yang disubtitusi dengan ESP menyebabkan peningkatan indeks plastisitas dibandingkan stabilisasi tanah-kapur. Tetapi, pada subtitusi seluruh kadar kapur dengan ESP,  indeks plastitas tanah menurun sebesar 29% dibandingkan tanah asli.  Batas susut tanah asli 10,43%, setelah distabilisasi dengan 8% bubuk cangkang telur batas susutnya menjadi 13,22% , terjadi peningkatan 26%, sedangkan rasio susut, susut volumetrik, dan susut linear penurunannya tidak signifikan. Jenis kapur (kapur padam dan kapur tohor) memperlihatkan perilaku perubahan plastisitas tanah yang hampir sama.. Bubuk cangkang telur dapat digunakan untuk bahan stabilisasi tanah, dan mampu merubah plastisitas tanah,  tetapi perubahan plastisitas yang terjadi tidak sebesar stabilisasi menggunakan kapur.
Perancangan Fondasi Pada Tanah Timbunan Sampah (Studi Kasus Di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Piyungan, Yogyakarta) Anita Widianti; Dedi Wahyudi; Willis Diana
Semesta Teknika Vol 8, No 1 (2005): MEI 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v8i1.908

Abstract

Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) merupakan kebutuhan setiap daerah guna mengatasi masalah sampah. Apakah lahan yang sangat luas tersebut  nantinya dapat dimanfaatkan kembali ? Berdasarkan pertanyaan itulah penelitian ini dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang fondasi berdasarkan daya dukung tanah yang mampu menahan beban dan penurunan yang tidak berlebihan dari hasil uji sondir di lapangan.Penelitian dilakukan di zona pertama dari TPAS Piyungan, Yogykarta  yang merupakan zona di mana proses penimbunan dan pemadatannya telah selesai.  Hasil uji sondir pada dua titik digunakan sebagai dasar untuk merancang fondasi dari struktur bangunan dua lantai, dengan mengacu pada Standar Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, SK SNI-T-15-1991-03.Dari hasil analisis menunjukkan bahwa fondasi telapak dapat digunakan dengan kedalaman 1,6 m. Fondasi tersebut  dirancang berukuran 100 cm x 100 cm dengan ketebalan 25 cm, jumlah tulangan sebanyak 8 buah dengan diameter 10 mm dan spasi tulangan 12 cm.