Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding PESAT

HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN KESEPIAN (LONELINESS) PADA DEWASA MUDA LAJANG Sari, Indah Putri; Listiyandini, Ratih Arruum
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa dewasa muda merupakan proses untuk membentuk suatu keluarga, mendapatkan pekerjaan dan memilih teman. Tahap perkembangan yang akan dilalui dewasa muda yaitu intimacy vs isolation. Apabila individu belum dapat menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain, maka ia akan mengalami perasaan terisolasi. Oleh karena itu, dewasa muda lajang yang belum memiliki pasangan dianggap sudah memasuki usia kritis dan memiliki resiko mengalami depresi dan kesepian. Kesepian merupakan emosi negatif yang muncul karena adanya kesenjangan hubungan sosial antara yang diharapkan dengan kenyataan yang ada. Oleh karena itu, individu membutuhkan peran resiliensi. Resiliensi merupakan kualitas pribadi yang memungkinkan seseorang bangkit ketika menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan kesepian (loneliness) pada dewasa muda lajang serta tinjauannya dalam Islam. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah memberikan informasi terkait mengatasi kesepian pada dewasa muda lajang. Subjek penelitian berjumlah 200 orang di Jakarta dengan rentang usia 22-33 tahun. Pengukuran menggunakan adaptasi alat ukur CD-RISC dan UCLA Loneliness Scale. Berdasarkan uji korelasi ditemukan hasil r = -0,324 dan p = 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan bersifat negatif. Artinya apabila resiliensi pada individu dewasa muda lajang rendah maka kesepian (loneliness) yang dirasakan individu dewasa muda lajang tinggi dan sebaliknya apabila resiliensi tinggi maka kesepian (loneliness) rendah.Resiliensi memiliki kontribusi dalam menurunkan kesepian sebesar 10,5%. Dengan demikian, untuk mengatasi kesepian individu membutuhkan kemampuan resiliensi seperti percaya pada diri sendiri dan membangun interaksi sosial yang baik.
PERANAN POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMPREDIKSI RESILIENSI MAHASISWA TAHUN PERTAMA YANG MERANTAU DI JAKARTA Permata, Devita Cahya; Listiyandini, Ratih Arruum
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena mahasiswa perantau umumnya bertujuan untuk meraih kesuksesan melalui kualitas pendidikan yang lebih baik pada bidang yang diinginkan. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa masalah unik yang dialami mahasiswa perantau adalah masalah intrapersonal dan interpersonal yang disebabkan oleh proses penyesuaian diri. Untuk mengatasi berbagai tantangan atau permasalahan yang ada maka diperlukan peran orang tua dari setiap mahasiswa, supaya menjadi pribadi resilien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan pola asuh orang tua terhadap pembentukkan resiliensi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 150 orang mahasiswa tahun pertama yang merantau di Jakarta. Penelitian ini menggunakan skala PAQ untuk mengukur pola asuh orang tua dan skala CD-RISC untuk mengukur resiliensi. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa terdapat peranan pola asuh orang tua terhadap resiliensi mahasiswa tahun pertama yang merantau di Jakarta. Pola asuh yang paling berperan terhadap resiliensi adalah pola asuh ibu otoritatif, sedangkan pola asuh yang tidak berperan terhadap resiliensi adalah pola asuh ayah permisif. Kombinasi pola asuh orang tua yang paling berperan paling besar terhadap resiliensi adalah kombinasi pola asuh ibu otoritatif dan pola asuh ayah otoritatif, sedangkan kombinasi pola asuh orang tua yang berperan paling kecil terhadap resiliensi adalah kombinasi pola asuh ayah otoritarian dan pola asuh ibu permisif.
PERAN RESILIENSI DALAM MEMPREDIKSI KUALITAS HIDUP IBU YANG TINGGAL DI BANTARAN SUNGAI CILIWUNG Aisyah, Putri; Listiyandini, Ratih Arruum
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantaran sungai Ciliwung merupakan salah satu daerah DKI Jakarta yang merupakan permukiman kumuh dan sering terjadi banjir. Kondisi kemiskinan yang mereka alami membuat mereka rentan mengalami stres dan tantangan yang lebih besar dibandingkan orang lain sehingga mempengaruhi kualitas hidup. Salah satu faktor yang membedakan tingkat kualitas hidup seseorang pada situasi yang sama adalah cara mengatasi atau coping ketika mengalami kesulitan atau adversity yang telah diidentifikasi sebagai fokus dari konsep resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran resiliensi terhadap kualitas hidup pada ibu yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung. Subjek dalam penelitian ini adalah 100 orang ibu yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung dengan rentang usia 20-40 tahun. Penelitian ini menggunakan alat ukur CD-RISC dan WHOQOL-BREF yang sudah diadaptasi oleh peneliti. Hasil Uji Statistik menunjukkan bahwa resiliensi berperan secara signifikan sebesar 37,46% pada kualitas hidup dimensi fisik, 31,3% pada kualitas hidup dimensi kesejahteraan psikologis, 44% pada kualitas hidup dimensi hubungan sosial, dan 39.0% pada kualitas hidup dimensi lingkungan.