Ega Nasrudin
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Progresivisme dalam Kebijakan Pendidikan Indonesia: Studi Literatur Nilai Sepanjang Hayat, Kemanusiaan, dan Keyakinan Ega Nasrudin; Mokh Iman Firmansyah
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Vol 4 No 2 (2022): EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edupsycouns.v4i2.4043

Abstract

Abstract: Literature studies on policy assessment in Indonesia have been carried out, but the extent of knowledge about these policies is still lacking in information. This article aims to find values ​​in the progressive philosophy of education policy regulation in Indonesia. Qualitative approach with literature study design used for sources with procedures for reviewing, collecting, and analyzing. The results of the study found the philosophical values ​​of the development of education policy in Indonesia. This is reinforced by the three essential values ​​of philosophy that are part of the goals of education in Indonesia. The three values ​​are being a lifelong learner, upholding human values, and strengthening beliefs. These three values ​​are accommodated in the National Education System Law number 20 of 2003, Government Regulation number 55 of 2007, and Curriculum policy of 2013. Abstrak: Studi literatur tentang pengkajian kebijakan pendidikan di Indonesia telah banyak dilakukan, namun penelusuran bagaimana irisan pemikiran filsafat yang mewarnai kebijakan tersebut masih minim informasi. Artikel ini bertujuan menggali nilai-nilai dalam filsafat progresif mewarnai regulasi kebijakan pendidikan di Indonesia. Pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka digunakan terhadap sumber dengan prosedur mengkaji, mengumpulkan, dan menganalisis. Hasil penelitian menemukan nilai-nilai filsafat progresif mewarnai kebijakan pendidikan di Indonesia. Hal ini dikuatkan dengan tiga nilai esensial filsafat tersebut menjadi bagian dari tujuan pendidikan di Indonesia. Ketiga nilai tersebut adalah menjadi pebelajar sepanjang hayat, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan mengokohkan keyakinan. Ketiga nilai tersebut terakomodir di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003, Peraturan Pemerintah nomor 55 tahun 2007, dan kebijakan Kurikulum tahun 2013.
PENGUATAN AKIDAH MENGGUNAKAN MODEL AMTSAL AL-QURAN Syafe'i Makhmud; Syahidin Syahidin; Mokh Iman Firmansyah; Kokom Siti Komariah; Ega Nasrudin
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan pendidikan karakter religius melalui ekstrakurikuler keagamaan di SMA Negeri 3 Bandung Ega Nasrudin; Muhammad Kurnia Sandi; Muhammad Iqbal Rahmat Alfian; Agus Fakhruddin
Jurnal Pendidikan Karakter VOL 14, NO 1 (2023)
Publisher : DRPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpka.v14i1.55288

Abstract

Mewujudkan peserta didik yang berkarakter merupakan tujuan pendidikan saat ini. Penelitian ini berfokus pada penguatan pendidikan karakter religius melalui ekstrakurikuler keagamaan yang dilakukan di SMA Negeri 3 Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa hal. Pertama, nilai-nilai penguatan pendidikan karakter religius yang diterapkan meliputi nilai ilahiyah dan insaniyah. Kedua, proses penguatan pendidikan karakter religius dilakukan melalui berbagai kegiatan. Ketiga, karakter religius yang paling terlihat mengalami penguatan antara lain ketakwaan, amanah, disiplin, toleran, dan kreatif. Keempat, penguatan pendidikan karakter melalui ekstrakurikuler keagamaan didukung oleh tata tertib, kerja sama yang baik, sarana dan prasarana, serta budaya sekolah. Kelima, hasil penguatan pendidikan karakter religius terlihat dengan adanya kesadaran diri dalam beragama serta menunjukkan hasil akademik yang baik. Keenam, strategi yang digunakan dalam proses penguatan pendidikan karakter yaitu pembiasaan, keteladanan, dan internalisasi nilai-nilai positif. Berdasarkan hasil penelitian ini, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dapat menjadi salah satu wadah untuk penguatan pendidikan karakter religius.Realizing students with character is the aim of education today. This research focuses on strengthening religious character education through religious extracurriculars conducted at SMA Negeri 3 Bandung. This research is a descriptive qualitative research. Data was collected through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques used through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study show several things: First, the values of strengthening religious character education that are applied include divine and insaniyah values. Second, the process of strengthening religious character education is carried out through various activities. Third, the most visible religious characters experiencing strengthening include piety, trustworthiness, discipline, tolerance, and creativity. Fourth, strengthening character education through religious extracurriculars supported by order, good cooperation, facilities and infrastructure, and school culture. Fifth, the results of strengthening religious character education can be seen in the existence of self-awareness in religion and showing good academic results. Sixth, the strategies used in the process of strengthening character education are habituation, exemplary, and internalization of positive values.