Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN LUASAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA MANADO BERDASARKAN FUNGSI PENYEDIA OKSIGEN Rahman, Fadli; Kalangi, Josephus I.; Saroinsong, Fabiola B.
COCOS Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : COCOS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIncreased population indirectly resulted in the development of urban areas physically and tends to alter green open spaces into built areas to meet the needs and improve services to the population. As a result there is an increase in air temperature, decrease in ground water quality and urban air quality, and high noise level. The existence of urban green open space arrangement can overcome the development as well as to overcome the ecological impact of various disruption of human activities on the natural process in the City of Manado. Then to realize the ecological balance in the Manado city, there is need of green open space development approach that refers to the area and the need of oxygen. This study aims to calculate the area of green open space needed by Manado City based on oxygen supply function. Data analysis of green open space requirement based on area according to Law Number 26 Year 2007 and based on oxygen requirement using Gerakis formula (1974) modified by Wisesa (1998). The results show the green open spaces needed in Manado City area of 2953.45 ha. In meeting the needs of green open spaces Manado City based on the oxygen provider function then everyone is required to plant 3 trees, on an area of 25 m2.Keywords: green open space, oxygen demand, Manado City.
ANALISIS KEKERINGAN PADA LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN METODE NDDI DAN PERKA BNPB NOMOR 02 TAHUN 2012 (Studi Kasus : Kabupaten Kendal Tahun 2015) Rahman, Fadli; Sukmono, Abdi; Yuwono, Bambang Darmo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.565 KB)

Abstract

ABSTRAK Kekeringan merupakan salah satu kejadian yang sering terjadi pada belahan bumi dengan iklim monsoon tropis yang sangat sensitif terhadap anomali iklim El-Nino Southern Oscillation (ENSO) dan dapat memberikan dampak negatif salah satunya kekeringan lahan pertanian. Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkena dampak anomali iklim ENSO tersebut. Ancaman kekeringan akibat pengaruh iklim memang tidak dapat dihindari, tetapi dapat diminimalkan dampaknya jika pemantauan kekeringan di suatu daerah dapat diketahui.Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan aplikasi dari pengindraan jauh. Aplikasi penginderaan jauh tersebut menggunakan algoritma Normalized Difference Drought Index (NDDI). NDDI merupakan rasio antara Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Normalized Difference Water Index (NDWI) untuk mengkaji sebaran dan luasan kekeringan pertanian Kabupaten Kendal tahun 2015. Selain itu, identifikasi daerah kekeringan pertanian juga dilakukan dengan menggunakan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Perka BNPB) Nomor 02 Tahun 2012 tentang pedoman umum pengkajian risiko bencana.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekeringan pertanian menggunakan metode NDDI terjadi pada bulan Juli 2015 dengan luas kekeringan normal 6980,362 ha, kekeringan ringan sebesar 13364,155 ha, kekeringan sedang 682,847 ha dan kekeringan berat 281,81 ha. Sedangkan ancaman kekeringan pertanian berdasarkan Perka BNPB diperoleh ancaman ringan sebesar 10818,737 ha, ancaman sedang 9757,974 ha dan ancaman tinggi 1078,97 ha. Berdasarkan hasil validasi diperoleh tingkat akurasi metode NDDI sebesar 82% dan Perka BNPB sebesar 70%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode NDDI lebih akurat daripada Perka BNPB dalam mengidentifikasi kekeringan lahan pertanian di Kabupaten Kendal tahun 2015.
Taekwondo Training Center Dengan Pendekatan Arsitektur Metafora Tangible Di Pekanbaru Rahman, Fadli; Aldy, Pedia; Susilawati, Mira Dharma
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 5 (2018): Edisi 1 Januari s/d Juni 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development and achievement of Taekwondo from Riau province on the National level in 2013 began to move forward rapidly and also the rise of Riau's position to the 4th rankin the National level had made Taekwondo of Riau province began to be noticed by the Taekwondo Big Executive Board of Indonesia (PBTI). It is necessary to support various facilities that can accommodate all activities of Taekwondo to get better performance. Due to the lack of coordinating institution that facilitate Taekwondo activities starting from thelodging, the field and most important thing is the place to do the exercises. The approach of the design will use Tangible Metaphor Architecture which will apply Taekwondo shape andcharacter, so that people can recognize the function of the building just by looking at the physical appearance of the building and produce a more modern formation. The purpose is toproduce a more expressive architecture by trying to move information from a subject to a building. The results is Taekwondo Training Center will implement the formation of Splitmovement to the form of building because Split is a typical movement of Taekwondo is very well known by people.Keywords: Taekwondo, Tangible Metaphor, Riau
PLURALISME AGAMA DALAM PERSPEKTIF ULAMA (Studi terhadap Peran Agamawan Muslim dalam Membina Kerukunan Antar-umat Beragama di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas) Rahman, Fadli
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Studi Agama dan Masyarakat
Publisher : LP2M IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.917 KB)

Abstract

Konsep pluralisme tentu sangat terkait dengan makna multikulturalisme, sementara multikulturalisme itu sendiri dimaknai sebagai sebuah ideologi yang menekankan kesederajatan dalam perbedaan kebudayaan. Pada tataran ini, multikulturalisme menjamin pentingnya sikap saling menghormati antar-kelompok masyarakat yang memiliki kebudayaan berbeda. Suatu sikap (penghormatan) dari suatu kelompok yang memungkinkan bagi setiap kelompok lain, termasuk kelompok minoritas, untuk mengekspresikan kebudayaan mereka tanpa mengalami prasangka buruk dan permusuhan.Multikulturalisme adalah realitas yang bersifat sunnatullah, dan mengingkari sunnatullah sama dengan pengingkaran atas Penciptanya, tetapi dalam kenyataan empiris tampaknya memang tidak mudah untuk mengembangkan sikap inklusivitas dan penghargaan yang tulus atas perbedaan dan keragaman (plural) dalam masyarakat multikultural. Masyarakat multikultural pada umumnya menghadapi problem integrasi dalam magnitude yang tidak pernah dihadapi oleh masyarakat lain. Di antara problem dalam mewujudkan masyarakat multikultural ialah berkembangnya sikap keagamaan eksklusif yang hanya memandang agamanya sendiri yang paling benar, dan yang lain salah. Kondisi ini kemudian diperparah lagi dengan digunakannya truth claim Kitab Suci oleh masing-masing umat dalam rangka justifikasi keabsahan teologis atas yang lain, maka kran multikulturalisme pun semakin tertutup dengan sendirinya.Dalam kerangka antisipasi atas problem sosio-religius di atas, maka dikembangkanlah paham "Pluralisme Agama". Paham ini, walau kemunculannya terasa tiba-tiba dan sempat mencengangkan beberapa pihak, ternyata masih mempunyai banyak makna, dan karena itulah kemudian paham ini dipandang pro dan kontra oleh banyak pihak. Sebenarnya, paham ini bukanlah sesuatu yang baru. Akar-akarnya seumur dengan akar modernisme di Barat dan gagasannya pun timbul dari perspektif dan pengalaman manusia Barat. Bahkan MUI (Majelis Ulama Indonesia), melalui Musyawarah Nasional-nya tanggal 26-29 Juli 2005, sempat mengeluarkan fatwa tentang masalah ini, yang intinya menyatakan bahwa "Pluralisme" dalam pemikiran keagamaan adalah haram.Majelis ini (baca: MUI) telah mengambil langkah jelas dalam menanggapi "Pluralisme Agama" dimaksud, lantas bagaimana Islamic world view dalam skala lokal membicarakan masalah ini? Sementara pada tataran yang lain, kelompok otoritas keislaman (Ulama Muslim) lokal pun harus dihadapkan pada realitas sosial yang sangat jelas multikulturalnya! Suatu hal yang menuntut kearifan untuk menjawabnya, tidak terkecuali oleh para otoritas Islam di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas. Maka, dari sini lah pemaknaan, yang berupa hasil riset, tentang topik ini kemudian di mulai.
QUANTUM IKHLAS The Power of Positive Feeling (Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati) Rahman, Fadli
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Studi Agama dan Masyarakat
Publisher : LP2M IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.917 KB)

Abstract

Menggugurkan IQ (Intelligence Quotient) sebagai satu-satunya tolak ukur manusia, pada saat sekarang ini, sepertinya menjadi sebuah kemestian. Mengapa? Karena semenjak era 1990-an, tepatnya sejak Daniel Goleman mempopulerkan temuan para neuroscientist dan psikolog tentang kecerdasan emosi (Emotional Intelligence/EQ), seseorang akan dapat mengerti perasaan orang lain, sehingga muncul kemampuan untuk mendeteksi kekuatan dan kelemahan diri, memaksimalkan kemampuan diri, berempati, memiliki motivasi, dan berinteraksi dengan sesama (social skill). Ditambahkan lagi, Danah Zohar dan Ian Marshall pada tahun awal 2000-an juga mempromosikan temuan mengenai kecerdasan spiritual (spiritual Intelligence/SQ) melalui karya mereka berjudul SQ; Spiritual Intelligence, The Ultimate Intelligence, yang dengan SQ ini seseorang mampu meraih nilai-nilai, pengalaman, dan kenikmatan spiritual[1]. Kemunculan intelligence yang disebut terakhir ini semakin menambah sempurnanya "keruntuhan" IQ sebagai satu-satunya tolak ukur manusia.Melalui EQ dan SQ, maka ukuran sukses hidup seseorang tidak lagi hanya ditentukan oleh variabel kemampuan IQ (Intelligence Quotient) yang sejak awal abad ke-20 begitu dominan. Begitu buku-buku karya Daniel Goleman, Danah Zohar dan Ian Marshall diterbitkan dalam edisi terjemah [Indonesia], kesadaran terhadap usaha untuk mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri manusia – semisal IQ, EQ dan SQ, dalam rangka meraih sukses hidup – menjadi "trend" berbagai kalangan.Karya-karya tersebut selanjutnya diikuti oleh terbitnya beberapa buku bertemakan spiritualitas dan Tasawuf oleh para penulis lokal. Sebut saja nama Ary Ginanjar (ESQ dan ESQ Power), Agus Mustofa (Dzikir Tauhid), Mohammad Shaleh (Shalat Tahajut dan Kesehatan), dan Abu Sangkan (Shalat Khusyuk), merupakan para penulis handal yang terkait dengan usaha optimalisasi potensi diri manusia (self development) melalui berbagai kecerdasan yang telah disebutkan di atas. Hebatnya lagi, buku-buku tersebut ternyata bisa masuk dalam kategori best seller. Adanya respon dari masyarakat yang luar biasa ini kemudian mengilhami beberapa pegiat kajian spiritual dan tasawuf melakukan terobosan-terobosan baru dengan menawarkan berbagai paket training atau pelatihan, yang juga diminati oleh masyarakat, terutama sekali oleh masyarakat perkotaan (urban) yang selalu berkutat dalam dunia materialisme dan nihilisme modern. Dengan begitu, maka jadilah kegiatan kajian keagamaan dan training spiritualitas sebagai profesi bagi para pegiat spiritual, atau yang biasa disebut dengan spiritual entrepreneur.[2]Di antara ragam usaha dalam rangka optimalisasi ketiga variabel kecerdasan dimaksud, salah satunya adalah melalui – sesuai dengan judul buku yang menjadi review object kali ini – "Quantum Ikhlas: Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati".Quantum Ikhlas, dalam dimensi ini, tidak hanya sekadar sebuah buku bacaan atau literatur semata, tapi juga merupakan special training yang disuguhkan oleh Katahati Institute dalam kerangka self development demi mencapai apa yang dicita-citakan oleh manusia di seantero Jagat Raya ini, kebahagiaan hakiki.Oleh karena itu, untuk mempermudah interaksi kita dengan buku setebal xxxvii + 236 halaman ini, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa  buku ini terdiri dari beberapa bagian besar, yaitu; [1]. Penghargaan dari sekitar 26 tokoh dan 23 media dari berbagai media, [2]. Struktur buku dan beberapa foreword alias Kata Pengantar, [3]. Pendahuluan, [4]. Isi pembahasan buku, yang dibagi pada 9 pembahasan utama, [5]. Tentang penulis, dan [6]. Beberapa keterangan tentang product dan training series Quantum Ikhlas dari Katahati Institute. 
DEKONSTRUKSI SIKAP RELIGIUSITAS (Studi Konsepsi Ghurûr Al-Ghazâlî dalam Kitab Ashnâf Al-Maghrûrîn) Rahman, Fadli
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 5, No 1 (2011): Jurnal Studi Agama dan Masyarakat
Publisher : LP2M IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.917 KB)

Abstract

Dalam khazanah pemikiran Islam, sosok Al-Ghazâlî adalah ikon yang sangat penting.  Al-Subki pernah dengan tegas berkata: “Jika ada nabi lagi setelah Muhammad, maka Al-Ghazâlî -lah orangnya”. Lewat studi naskah, penulis makalah ini mencoba untuk menguak salah satu dari risalah-risalah sufistiknya. Di  karyanya ini, Al-Ghazâlî mendeskripsikan bagaimana sesungguhnya “keterjebakan” (al-ghurûr) berbagai golongan manusia dalam mengarungi kehidupan ini. Dengan gaya bahasa dan penjelasan yang lugas - pada risalah “Ashnâf Al-Maghrûrîn”- Al-Ghazâlî akhirnya telah melakukan sebuah proses - yang dalam bahasa postmodernisme  adalah dekonstruksi paradigma terhadap pola keberagamaan manusia. 
URBAN SUFISM Kajian Fenomenologis terhadap Kecenderungan Bertasawuf Masyarakat Kota Palangka Raya Rahman, Fadli
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 3, No 1 (2009): Jurnal Studi Agama dan Masyarakat
Publisher : LP2M IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.917 KB)

Abstract

The design of the study is early started from the observation on spiritualism movement – especially on the urban sufism – which becomes a phenomenon at the 21st century. In the metropolitan area, includingPalangkaRayaCity, the urban sufism trend phenomena dynamically occurs slowly. The trend can be seen from the emerging of the Islamic study groups, Islamic discussion groups, dzikir groups and so forth which are flooded by urban society.The aim of this phenomenological study is to explore the real occurrence behind the urban sufism phenomena inPalangkaRayaCity. Methodologically, the study makes the followers of Islamic sufism groups as the informant. Besides, the study places the sufism teachers as the key informant. In terms of data collection, the techniques used in the study were participatory observation, in depth interview, and library research. The study applied domain and taxonomy analyses to analyze the data.The result of the study showed that there was an increasing number of sufism religious life in Palangka Raya society. This trend could be seen from the increasing number of the Islamic study groups, Islamic discussion groups, dzikir groups and so forth characterized by the while shirts dominantly for both rural society and educated people. The sufism trend was affected by three integrated domain factors: religious practices, psychological, and social factors. Second, specifically, each of the three factors was divided into: 1) Religious domain, including the wish to study religious values, and spiritual hunger, looking for or try to get meaningful life, through religious line, understanding the Islamic law, and balancing world and hereafter factors. 2) Psychological domain was consisted of stress and depression in life, and looking for or try to get the spiritual peace. 3) Social domain was consisted of prestige and spiritual trend globally spread out, which was considered as a merely factor. Third, the trend of urban Sufism life inPalangkaRayaCitywas mostly affected by nuance factors or on religious domain. 
Status Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat Yang Termasuk Dalam Kawasan Hutan Lindung (Kasus Desa Balung Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar) Rahman, Fadli; Hasanah, Ulfia; ', Firdaus
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum Vol 4, No 1 (2017): Wisuda April 2017
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

State shall recognize and respect the customary law community unit along with the rights traditional all still alive and in accordance with the development and principles of the Unitary Republic of Indonesia, as mandated in the Constitution of 1945. However, its implementation in the field lead to conflicts in the determination of forest areas by the central government unilaterally without the involvement of regional governments and local Indigenous stakeholders. Customary land rights of indigenous people's been inhabited for generations before the formation of the Unitary Republic of Indonesia, not necessarily become a forest area designated the Central Government through the Ministry of Environment and Forestry.On the basis of these problems the author interested in conducting research in the village of Kampar Regency Balung research objectives: a) To know the process of establishing a forest area by Central Government: b) To determine the existence of customary rights and traditional values Balung Village Community; c) To know the efforts Kampar District Government and Stakeholder Desa Adat Balung in freeing the traditional communal land from forest areas. This study is sociological, with descriptive qualitative approach, using methods of data collection: documentation, interviews, observation. Determination of respondents using probability sampling methods with interactive data analysis techniques (Huberman and Miles).The conclusion of the study: a) Determination of forest areas in Riau Province including the forest area in the village of Balung without reviewing directly to the site without involving regional and local government and community Kampar customary law; b) The existence of indigenous peoples and indigenous land rights Balung village is alive, growing and is still revered by members of indigenous communities Balung village; c)There are no Government's efforts Kampar and Nenek Mamak Stakeholder Indigenous Village Balung,and LAK(Lembaga Adat Kampar),NGOs (nongovernmental organizations) to propose changes in the forest area of the rights of indigenous land Desa Balung who entered the forest area defined by Central government. Suggestions results of research: a) required a serious effort on the government Kampar revise regional regulations exist which provide reinforcement where the rights of customary rights of indigenous peoples; b) the Central Government in setting forest area demanded from the field see the real conditions of existence of society and society customary law and Nenek Mamak involving Indigenous Stakeholders; c) Indigenous and Tribal Peoples have the right to sue the government to defend the rights of indigenous land.Keywords: Forest Zone, Indigenous Peoples, Land Rights
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH UNTUK DETEKSI KEKERINGAN PERTANIAN MENGGUNAKAN METODE NORMALIZED DIFFERENCE DROUGHT INDEX DI KABUPATEN KENDAL Sukmono, Abdi; Rahman, Fadli; Yuwono, Bambang Darmo
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 14, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v14i2.11521

Abstract

Drought of agricultural land is one of the most frequent disasters in Indonesia. This disaster greatly affects food security. Kendal Regency is one of the areas in Indonesia that often experience drought of agricultural land. In the year 2015 in Kendal regency there are 1055 Ha paddy field was crop failure. The threat of drought on agricultural land can be minimized if the monitoring of drought potential in a region can be known.One way that can be used for spatial drought monitoring is to use applications from remote sensing based on a particular algorithm. In the research, Normalized Difference Drought Index (NDDI) algorithm is used to distribution and extent of agricultural drought in Kendal District by 2015 using Landsat 8 satellite imagery. NDDI is the ratio between Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) and Normalized Difference Water Index (NDWI).The results indicate agricultural drought using NDDI method in July 2015 with normal drought area 6980,362 ha, mild drought 13364,155 ha, moderate drought 682,847 ha and dry drought 281,81 ha. Validation results show the accuracy of the NDDI method is 82%. 
Analisa Pembangunan Penyulang Ekspres Terhadap Aliran Daya Pada Penyulang Sungai Dareh Pt Pln (Persero) Rayon Sitiung Erhaneli, Erhaneli; Kartiria, Kartiria; Rahman, Fadli
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK ELEKTRO
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyaluran energi listrik akan optimal jika dalam penyaluran sesuai dengan standar mutu PT. PLN (Persero). Jika  jaringan terlalu panjang dan pembebanan yang berlebih (overload) akan mengakibatkan mutu tegangan akan berkurang. Penyulang Sungai Dareh dengan panjang jaringan 291 kms dengan luas penampang 150 mm2 untuk jaringan utama ,penghantar 70 mm2 untuk percabanganya dengan beban puncak 240 A. Tegangan kirim GI sebesar 20,6 kV maka pada saat beban puncak tegangan terukur pada GH Sungai Dareh 18 kV pada saat yang bersamaan tegangan terbaca pada GH Balitan 17,2 kV. Sehingga drop tegangan melebihi standar mutu pelayanan minimal yaitu 18 kV. Solusi yang dapat dilakukan adalah  dengan membangun penyulang ekspres baru. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi ETAP, dengan membangun penyulang ekspres baru dari GI Sungai Lansek sampai GH Balitan menggunakan A3C dengan luas penampang 240 mm2, tegangan pada penyulang Sungai Dareh terbaca pada GH Sungai Dareh pada saat beban puncak 19 kV dengan tegangan kirim dari GI  Sungai Lansek 20,6 kV. Sedangkan pada GH Balitan tegangan terbaca 18,3 kV. Dengan demikian tegangan sudah memenuhi standar mutu pelayanan yang telah ditetapkan yaitu 18 kV. Aplikasi ETAP dapat digunakan untuk membantu menganalisa efektifitas rencana pembangunan penyulang ekspres baru yang dapat dijadikan solusi untuk mengurangi rugi - rugi daya teknis pada penyulang Sungai Dareh.