Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

METODE PENGEPRESAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS INDUSTRI PEMBUATAN TAHU DI KELURAHAN KEKALIK JAYA KOTA MATARAM Priyati, Asih; Abdullah, Sirajuddin Haji; Muttalib, Surya Abdul; Hidayat, Agriananta Fahmi; MS, Nanang Apriandi; Baskara, Zulhan Widya
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 2, No 1 (2019): Edisi Januari 2020
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v2i1.40

Abstract

Kelurahan Kekalik Jaya adalah kawasan di Kota Mataram yang terdapat banyak industri rumah tangga pengrajin olahan kedelai berupa tahu. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, proses pengepresan sekaligus pencetakan tahu masih dilakukan secara manual yaitu meletakkan beban berat berupa beton cor di atas cetakan tahu.  Proses pengepresan dengan cara tersebut kurang menjamin kualitas tahu yang dihasilkan karena tingkat kepadatan tahu yang dihasilkan tidak seragam serta memakan waktu lama. Dalam aspek keselamatan kerja, aktivitas pengrajin tahu dalam proses pengepresan secara manual termasuk tidak aman karena aktivitas memindahkan beban berat secara berulang-ulang dapat menimbulkan resiko cidera. Hasil diskusi tim penyuluh dengan pengrajin tahu menyimpulkan bahwa perlu dilakukan kegiatan penyuluhan dan praktek penggunaan metode pengepresan tahu dengan alat pres ulir. Program pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembuatan tahu pada industri tahu Kelurahan Kekalik Jaya Mataram. Penggunaan pres ulir dalam proses pencetakan tahu dapat meningkatkan kualitas tahu karena tahu hasil pengepresan memiliki tingkat kepadatan yang seragam, serta memakan waktu proses yang lebih singkat. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan dan praktek. Penyuluhan dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dengan materi berupa 1) Kadar air pada tahu dan umur simpan; 2) Postur tubuh saat kerja yang aman secara ergonomika; 3) Prinsip kerja penekanan sistem ulir; dan 4) Petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan alat pres ulir tahu. Hasil kegiatan meunjukkan bahwa pengrajin tahu telah mendapat wawasan dan ketrampilan tentang metode pengepresan tahu menggunakan alat pres ulir yang dapat mengatasi masalah keselamatan kerja, meringkas waktu proses pengepresan, serta meningkatkan kepadatan tahu yang dibuat.
PERHITUNGAN ECONOMIC DISPATCH TIGA BUAH PEMBANGKIT MENGGUNAKAN METODE MERIT ORDER DENGAN MEMPERTIMBANGKAN LOSSES Dina Mariani; Yanuar Mahfudz Safarudin; Nur Fatowil Aulia; Ahmad Hamim Su'udy; Nanang Apriandi MS; Baktiyar Mei Hermawan
Eksergi Vol 17, No 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.767 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v17i03.2984

Abstract

Merit order adalah metode paling sederhana dalam economic dispatch yang dilakukan dengan mengurutkan pembangkit dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi biaya operasinya. Pembangkit yang paling rendah biaya operasinya (Rp/MWh) dianggap sebagai pembangkit yang paling ekonomis. Penelitian ini membahas tentang perhitungan daya pada pembangkit dengan menggunakan metode merit order. Ada tiga pembangkit yang digunakan untu menyuplai beban sebesar 975 MW. Simulasi digunakan dengan memperhitungkan losses. Hasil menunjukkan bahwa merit order membantu dispatcher untuk mengambil keputusan lebih cepat. SOP merit order dibuat berdasarkan biaya operasi pembangkit sehingga harus selalu disesuaikan dengan harga bahan bakar terkini.
PERHITUNGAN ECONOMIC DISPATCH TIGA BUAH PEMBANGKIT TANPA LOSSES DENGAN METODE MERIT ORDER Yanuar Mahfudz Safarudin; Ribka Stephani; Nur Fatowil Aulia; Ahmad Hamim Su’udy; Nanang Apriandi MS; Baktiyar Mei Hermawan
Eksergi Vol 16, No 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.854 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v16i1.2202

Abstract

Merit order merupakan suatu metode yang digunakan dalam tahap economic dispatch. Metode ini merupakan metode yang paling sederhana, apabila dibandingkan dengan metode lain. Metode ini dilakukan dengan cara mengurutkan pembangkit dari yang paling murah hingga yang paling mahal berdasarkan biaya operasinya. Semakin rendah nilai biaya operasi (Rp/MWh) suatu pembangkit, maka dapat dikatakan pembangkit tersebut semakin ekonomis. Penelitian ini membahas mengenai penggunaan metode merit order untuk menghitung daya yang dibangkitkan pada masing-masing pembangkit. Terdapat tiga pembangkit yang digunakan untuk mencatu beban sebesar 975 MW. Simulasi digunakan dalam kondisi tanpa losses. Hasil menunjukkan bahwa merit order merupakan metode yang sederhana dan membantu dispatcher untuk mengambil keputusan lebih cepat. Kemudian SOP dari metode merit order dibuat berdasarkan biaya operasi pembangkit sehingga harus selalu di update sesuai perubahan harga bahan bakar.
PEMURNIAN BIOGAS TERHADAP GAS PENGOTOR KARBONDIOKSIDA (CO2) DENGAN TEKNIK ABSORBSI KOLOM MANOMETER (MANOMETRY COLUMN) Nanang Apriandi MS; IGB Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.85 KB)

Abstract

Biogas merupakan salah satu teknologi ramah lingkungan yang dapat menjadi sumber energi alternatif dan sangat berpotensi untuk dikembangkan. Kandungan gas metana yang dominan menjadikan biogas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Oleh karena itu, tingkat kemurnian CH4 yang dihasilkan merupakan faktor yang sangat penting. Optimalisasi pemanfaatan biogas dapat dilakukan dengan cara menghilangkan gas-gas yang berpotensi menghambat proses pembakaran biogas, salah satunya adalah karbondioksida. CO2 yang mana di dalam pembakaran secara tidak langsung mempengaruhi kualitas hasil pembakaran. Di samping itu, keberadaan CO2 di dalam biogas mempunyai persentase yang cukup besar (24-45%). Di dalam penelitian ini, pengurangan gas CO2 di dalam biogas dilakukan dengan menggunakan teknik absorbsi kolom manometer, dengan menggunakan absorben Ca(OH)2. Variabel-variabel yang dipelajari meliputi variabel proses, diantaranya konsentrasi absorben dan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi. Konsentrasi absorben divariasikan dari 1M, 2M dan 3M, sedangkan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi divariasikan dari 10cm, 30cm dan 40cm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil penyerapan CO2 yang paling maksimal, sehingga dapat digunakan di dalam upaya pemurnian biogas.Hasilnya, kadar CO2 yang terdapat di dalam biogas hasil pemurnian pada kisaran 30,61%vol (dari sebelumnya 59,95%vol), dan kadar CH4 yang terkandung di dalam biogas setelah pemurnian yaitu pada kisaran 68,74%vol (dari sebelumnya 39,60%vol), yang terjadi pada proses absorbsi dengan konsentrasi absorben 3M dan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi 40cm.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, teknik absorbsi kolom manometer dapat digunakan sebagai salah satu teknik alternatif dalam proses pemurnian biogas. Perbedaan konsentrasi dan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi, berbanding lurus dengan kemampuan penyerapan gas CO2.
Optimalisasi Pengelolaan Limbah Tahu Menjadi Biogas Menuju Desa Mandiri Energi Nanang Apriandi MS; Lily Maysari Angraini; Nurul Qomariyah
Unram Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.485 KB) | DOI: 10.29303/ujcs.v2i1.25

Abstract

Optimization of tofu waste management in Danger Village masbagik kemacatan East Lombok district has been done. Danger village is a village that focuses its economic sector on home indutrsi tofu making. Almost 50% of the total population in the village is involved in this field. Tofu waste, both solid waste and liquid waste, which was initially only disposed of and caused a foul smell, has now been optimally processed into biogas. This new energy source can be used by citizens as fuel for production. The purpose of this activity aims to improve the skills of citizens designing and building household-scale digesters in order to optimize the management of waste tofu into biogas. The method of activity used is focus discussion group to need assement problems that exist in the citizens, and then transfer biogas technology by providing assistance to citizens as partners ranging from digester making to slury management of biogas waste. The result of this activity is the establishment of household-scale digesters in partners and increased understanding of partners related to the use of waste tofu both solid and liquid to become biogas and the realization of the concept of energy independent villages
Biogas Desulfurization Using Iron Gram Waste Machining Practicum Process at The Department of Mechanical Engineering, Politeknik Negeri Semarang Nanang Apriandi; Wiwik Purwati Widyaningsih; Margana Margana; Mochamad Denny Surindra; Supriyo Supriyo; Nadia Tasya Ayu Luthfiana
Eksergi Vol 18, No 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/eksergi.v18i3.3785

Abstract

The important matter about biogas as an alternative energy source was the presence of hydrogen sulfide (H2S) which is very corrosive. The biogas desulfurization process was absolutely necessary to reduce the risk of damage to the equipment. For small-scale applications, the selection of the type of adsorbent became important to reduce additional costs. One alternative material that can be used was iron gram waste. The aim of this study was to investigate the use of iron gram waste resulting from the machining practicum process at the Department of Mechanical Engineering, Politeknik Negeri Semarang as an alternative material for making adsorbents. Iron gram waste was processed into Iron (III) Oxide (Fe2O3) and Iron (III) Hydroxide (Fe(OH)3), formed into billets with an average billet mass of 250 gr. The performance test of the adsorbent in the biogas desulfurization process was carried out under conditions of variation in the flow rate of biogas feed 1, 2, and 3 liters per minute, and the volume of biogas purified in one process was 50 liters. As a result, the most optimum performance was obtained in the test with a feed biogas flow rate of 1 liter/minute, with a percentage reduction in H2S levels contained in the biogas by an average of 82,56%.
The Newton Model for Seaweed Drying: An Investigation of a Cabinet Dryer Using Biomass Energy Nanang Apriandi; Yusuf Dewantoro Herlambang; Ampala Khoryanton; Yanuar Mahfudz Safarudin; Zulhan Widya Baskara; Rani Raharjanti
Eksergi Vol 19, No 01 (2023): JANUARY 2023
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/eksergi.v19i01.4211

Abstract

This study investigates the viability of employing a cabinet-type dryer with a heat energy source derived from biomass combustion to dry Eucheuma sp. using Newton's model. In this investigation, seaweed was dried with air at a temperature of 55 °C. A reduction in water content of 8.1% was attained after six hours of drying. To make the data fit the suggested drying mathematical model, the data were examined and recorded. The model feasibility test shows that, with a coefficient of determination (R2) that is close to one and corrected at 0.9502, the Newton model can be used to predict the moisture content of dried seaweed after the drying process using a cabinet-type dryer with a source of heat energy from biomass combustion.
Penyuluhan Potensi Biogas Dari Limbah Kotoran Ternak Di Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung Nanang Apriandi; Padang Yanuar; Timotius Anggit Kristiawan; Ignatius Gunawan Widodo; Yanuar Mahfudz Safarudin; Rani Raharjanti
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.027 KB) | DOI: 10.59086/jpm.v1i2.118

Abstract

Kegiatan penyuluhan dan pemetaan potensi pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi biogas di Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung sudah dilakukan. Desa Campuranom merupakan desa yang menitikberakan sektor perekonomian warganya pada sektor pertanian dan peternakan. Khusus di sektor peternakan, limbah feses atau kotoran ternak yang dihasilkan belum dikelola dengan baik. Padahal, limbah feses tersebut dapat dijadikan sumber energi yang dapat dimanfaatkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait dengan potensi limbah feses atau kotoran ternak menjadi sumber energi dengan teknologi biogas. Metode kegiatan yang digunakan adalah kombinasi pendekatan Focus Group Discussion (FGD) dan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan cara melibatkan pemangku kebijakan dan warga dalam semua tahapan kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah potensi biogas yang bisa dihasilkan dalam satu kelompok ternak yang tergabung dalam satu wilayah kandang komunal dengan jumlah total ternak 100 ekor kambing adalah sebesar 569,4 m3/tahun dengan rekomendasi kapasitas digester yang dibangun sebesar 11200 liter.
Pendampingan Branding dan Digital Marketing Pada Industri Rumah Tangga: Upaya Menjawab Tantangan di Era Disrupsi Nanang Apriandi; Rani Raharjanti; Totok Prasetyo
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.549 KB) | DOI: 10.59086/jpm.v1i3.186

Abstract

Disruption era dalam faktanya memberikan ruang terbuka terhadap perubahan sistem dan tatanan masyarakat secara luas dan dalam segala bidang. Fenomena perubahan ini harus direspon serius oleh para pelaku usaha kecil menengah dalam upaya mempersiapkan diri menghadapi persaingan usaha yang semakin terbuka, tidak terkecuali oleh usaha yang dijalani mitra. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan branding dan digital marketing di Industri Rumah Tangga (IRT) budi daya lebah madu hutan akasia, di Dusun Makmur, Desa Lanci Jaya, Dompu, Nusa Tenggara Barat, sebagai upaya menjawab tantangan perubahan di era disrupsi. Kegiatan pendampingan dilakukan secara online baik dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan pendampingan, hingga diskusi terkait evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan pendampingan ini adalah terbentuknya desain label (brand) dari produk yang akan dipasarkan oleh mitra dan juga terbentuknya akun instagram (Al-Mahdu) sebagai media promosi dan pemasaran online. Dampak lain dari kegiatan pendampingan ini yaitu terbentuknya pola pikir (mindset) baru dari mitra terkait brand dan strategi pemasaran, dimana dua hal tersebut saling berkelindan dan merupakan aset yang sangat berharga di dalam keberlangsungan usaha.
Produksi Biogas Dari Kotoran Sapi Menggunakan Digester Anaerobik Tipe Batch Skala Kecil: Pengaruh Hydraulic Retention Time (HRT) Terhadap Kualitas Biogas Nanang Apriandi; Suwarti Suwarti; Wiwik Purwati Widyaningsih; Rani Raharjanti
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i1.57310

Abstract

Dalam merancang digester biogas skala besar dan beroperasi jangka panjang dengan ketersediaan bahan baku setiap hari, penting untuk mengetahui waktu retensi hidrolik (HRT) dari substrat guna mengoptimalkan proses dekomposisi dan mendapatkan kualitas biogas yang baik. Komposisi gas terutama metana (CH4) menjadi dasar penentuan kualitas biogas. Pendekatan eksperimental menggunakan digester anaerobik tipe batch berkapasitas 50 liter dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh HRT pada proses dekomposisi anaerobik terhadap kualitas biogas. Campuran kotoran sapi dan air dengan perbandingan 1:1 dan 1:2 digunakan sebagai substrat. Selanjutnya, kondisi proses dan kualitas biogas dianalisis dan dievaluasi dengan variabel HRT 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas biogas tertinggi diperoleh dari proses dekomposisi anaerobik dengan komposisi substrat 1:1 dan pada HRT 28 hari, dengan kandungan CH4 sebesar 62,23 %vol dan nilai kalor sebesar 21745,71 kJ/m3. Hasil investigasi ini dapat dijadikan acuan di dalam merancang digester biogas skala besar dan beroperasi jangka panjang untuk berbagai tipe digester yang berbeda. Semakin lama HRT substrat pada proses dekomposisi anaerobik di dalam digester, semakin tinggi persentase kandungan CH4 dalam biogas, dan semakin tinggi pula nilai kalornya.