Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS LC50 LOGAM Pb, Co dan Cr TERHADAP IKAN MAS (Cyprinus carpio. L) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI PERCETAKAN KOTA PADANG Taufiq Ihsan; Tivany Edwin; Ravany Yolanda Vitri
Jurnal Dampak Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.2.98-103.2017

Abstract

The purpose of this study is to determine the LC50 value of wastewater from printing industry in Padang and to analyze the effect of Pb, Co, and Cr contained in the wastewater towards LC50 value. The results of the analysis of the characteristics of the printing industry wastewater, Pb concentration of 0.3 mg/l, Cr 0.8 mg/l and Co 0.9 mg/l. These concentrations exceed the quality standards in Indonesia according to PermenLH No. 05 of 2014 on Wastewater Quality Standard. Acute toxicity test was conducted in 96 hours observation using common carp (Cyprinus carpio.L) as animal testing with two replications. The value of LC50 was calculated using Probit Method by processing the data of testing animal mortality. The average value of LC50 was 128.05%. It can be proven from this study that Pb, Co and Cr affected the LC50 value indicated that a higher LC50 is related to a Pb, Co and Cr higher concentrations in wastewater and vice versa.Keywords: LC50, metals of printing industies, common carp, wastewater, PadangABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai LC50 dari limbah cair industri percetakan Kota Padang yang mengandung logam berat seperti timbal (Pb), kromium (Cr) dan kobalt (Co), terhadap ikan mas (Cyprinus carpio L.). Hasil analisis karakteristik limbah cair industri percetakan yakni konsentrasi Pb 0,3 mg/l, Cr 0,8 mg/l dan Co 0,9 mg/l. Konsentrasi ini melebihi baku mutu menurut Peraturan Pemerintah Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah, yakni Pb 0,1 mg/l, Cr 0,5 mg/l dan Co 0,4 mg/l. Uji toksisitas akut dilakukan dalam waktu 96 jam pengamatan terhadap ikan mas dengan dua kali pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai LC50 dengan menggunakan Metode Probit sebesar 128,05% dengan nilai LC50 untuk logam Pb yakni 0,38 mg/l, logam Cr 1,02 mg/l dan logam Co 1,15 mg/l. Analisis korelasi karakteristik limbah terhadap nilai LC bernilai r=0,98 yang berarti korelasi bernilai sangat kuat.Kata Kunci: LC50, logam limbah cair industri percetakan, ikan mas (Cyprinus carpio L.), Padang
ANALYSIS OF APPLICATION OF RECORDABLE INCIDENT RATE IN HEALTH AND SAFETY MANAGEMENT SYSTEMS AT PT SEMEN PADANG Taufiq Ihsan; Bingesti Vegi Mayolan; Suci Mutiara Yardi; Tivany Edwin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v13i2.463

Abstract

PT Semen Padang was the oldest cement industry in Indonesia located in Indarung, Padang City, West Sumatra. To protect the safety and health of workers, PT Semen Padang conducts an Occupational Health and Safety (OHS) Management System by controlling the Recordable Incident Rate (RIR) number. PT Semen Padang used Minister of Manpower Regulation No. 03 / Men / 1998 to calculate RIR numbers because it has more than 500 workers. The number of RIRs obtained from 2013-2017 experienced fluctuations. The highest RIR rate was 2.50 in 2016 and was above the target of PT Semen Padang, which amounted to 2.0. In suppressing the RIR figures, PT Semen Padang implemented an activity plan, in the form of inspection, socialization and information of OHS. Viewed from 2013-2017 the magnitude of the implementation of the activity plan had a significant effect on the decrease in the RIR rate in PT Semen Padang (p <0.05). The solution for RIR activity plan improvement can be in the form of increasing the frequency of inspections carried out in locations with high risk of accidents, socialization of OHS based on the type of dominant occupational accidents and proper placement of OHS information in the work area.
Pengembangan Pengelolaan Sampah Perkotaan dengan Pola Pemanfaatan Sampah Berbasis Masyarakat Slamet Raharjo; Taufiq Ihsan; Sri Rahmiwati Yuned
Jurnal Dampak Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.13.1.10-25.2016

Abstract

Bukittinggi generates around 471,01 m3/day of municipal solid waste (MSW), in which only 55,7 % is managed by the local government. As many other cities, Bukttinggi is facing a problem of implementing recycling practice. Meanwhile, there are abundant of waste from coming from districts around the border area. Such problems result in a high generation of waste that must be transfered to landfill. In order to reduce the waste generation, Bukittinggi needs a 20 years-planning of MSW development which is based on recycling management (2016-2030). It includes technical aspect and non technical aspect. The purpose of this study is to increase service coverage by developing community-based recycling facilities (TPS 3R). Developing area is divided into 3 zones. The level of service in zone 1 is increased to 100% by practicing waste reduction management in TPS 3R.. 3R target is set at 20 % of total waste generation at the end of the planning year with management system such as takakura composting, rotary klin composting and dry garbage bank. Planning with community-based waste recycling will decrease the amount of waste management facilities.Keywords: Waste Management, Bukittinggi, technical aspect, non technical aspect, 3RAbstrakKota Bukittinggi dengan timbulan sampah 471,01 m3/hari dan hanya terlayani 55,7% dari total sampah. Permasalahan persampaan yang ada di Kota ini yaitu masih rendahnya praktek pemanfaatan sampah, selain itu adanya sampah kiriman dari kabupaten tetangga yang menyebabkan jumlah timbulan sampah meningkat, sementara Kota Bukittinggi tidak memiliki TPA sendiri. Untuk itu diperlukan perencanaan pengembangan pengelolaan sampah Kota Bukittinggi selama 20 tahun perencanaan (2016-2035) meliputi aspek teknis dengan pola pemanfaatan sampah. Pengelolaan persampahan yang direncanakan yaitu meningkatkan daerah pelayanan dengan dibagi menjadi 3 zona yaitu zona I, II dan III berdasarkan kawasan strategis kota dan tingkat pelayanan menjadi 100% pada zona prioritas (Zona I) dengan melakukan reduksi sampah melalui pengolahan di TPS 3R berdasarkan target 3R, 20% di akhir tahun perencanaan dengan sistem pengolahan berupa pengomposan dengan sistem takakura susun dan rotary kiln serta bank sampah untuk sampah kering yang bisa didaur ulang. Berdasarkan analisis perbandingan, adanya pengolahan sampah dapat mengurangi jumlah sarana prasarana pengelolaan sampah.Kata kunci: Pengelolaan, Bukittinggi, Aspek Teknis dan Non Teknis, 3R
ANALISIS RISIKO K3 DENGAN METODE HIRARC PADA AREA PRODUKSI PT CAHAYA MURNI ANDALAS PERMAI Taufiq Ihsan; Tivany Edwin; Reiner Octavianus Irawan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i2.204

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) penting untuk diperhatikan oleh setiap perusahaan. Pencegahan kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan mengetahui risiko yang ada, salah satunya melalui metode Hazard Identification, Risk Assesment, and Risk Control (HIRARC). PT Cahaya Murni Andalas Permai (CMAP) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang furniture dengan trademark Bigland Springbed. Analisis risiko dilaksanakan pada area produksi PT CMAP yang memiliki catatan 16 kecelakaan kerja pada tahun 2011–2014. Responden penelitian berjumlah sebanyak 45 orang pekerja area produksi dari 9 sub divisi dengan umur 20–45 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran data sekunder, observasi, wawancara kepala produksi, dan kuesioner tenaga kerja. Data penelitian diuji validitasnya menggunakan Korelasi Pearson Product moment dan juga reliabilitasnya dengan Cronbach’s Alpha. Pada hasil penelitian didapatkan sebanyak 7 sub divisi berada pada level risiko low (78%) sedangkan 2 sub divisi lain yaitu pemotongan busa dan tahap finishing berada pada level risiko moderate (22%). Terdapat 4 faktor penyebab kecelakaan kerja yang dianalisis yaitu: sikap pekerja, material & peralatan, lingkungan kerja, dan tata cara kerja. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan adalah dengan rekayasa/engineering, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri. Kata Kunci: Analisis risiko, kecelakaan kerja, HIRARC
PENYISIHAN KALIUM DARI LIMBAH CAIR PERSAWAHAN DENGAN METODE MULTI SOIL LAYERING (MSL) Taufiq Ihsan; Shinta Indah; Denny Helard
Jurnal Dampak Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.10.2.133-141.2013

Abstract

Metode Multi Soil Layering (MSL) telah diujicobakan untuk menyisihkan kalium pada limbah cair persawahan.Lokasi pengambilan sampel berada di daerah Tunggang, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Pauh, KotaPadang. Hasil analisis karakteristik limbah cair tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi melebihi standarkonsentrasi kalium pada air. Penelitian ini menggunakan 2 buah reaktor berbahan fiberglass, berbentuktrapesium untuk sisi tegaknya, dengan dimensi panjang dan lebar alas 37 cm, panjang dan lebar sisi atas 44 cmdan tinggi 60 cm, serta lapisan aerob berupa batuan kerikil berdiameter 3-5 mm. Kedua reaktor dibedakan atasmaterial organik dalam campuran tanah pada lapisan anaerob, dimana reaktor 1 terdiri dari campuran tanahandisol dan arang, sedangkan reaktor 2 terdiri dari campuran tanah andisol dengan serbuk gergaji. Limbahcair ini dialirkan pada variasi konsentrasi antara 1,048 6,237 mg/l, serta pada Hydraulic Loading Rate (HLR)dengan variasi 1.000, 2.000, dan 4.000 l/m2hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua reaktor mampumenyisihkan kalium mencapai 100% baik pada reaktor 1, maupun pada reaktor 2. Variasi material organikdalam campuran tanah pada lapisan anaerob, variasi konsentrasi influen, dan variasi HLR berpengaruh padapenyisihan kalium. Efisiensi penyisihan kalium didapatkan lebih tinggi pada reaktor 2 pada variasi konsentrasiinfluen terkecil, dengan pengaliran limbah cair pada HLR 1000 l/m2hari. Secara umum MSL dapatdiaplikasikan pada pengolahan limbah cair persawahan.Kata Kunci : Limbah cair persawahan, MSL, kalium
JATROPHA CURCAS PLANT AS A POTENTIAL BIODIESEL FEEDSTOCK IN INDONESIA Fadjar Goembira; Taufiq Ihsan
Jurnal Dampak Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.10.2.94-103.2013

Abstract

One of the alternatives for biodiesel feedstock is oil from Jatropha curcas plant. The advantages ofusing this plant are due to its ability to grow in poor soils, different parts of the plant can also be usedfor different purposes, the by products of biodiesel productions have economic values, and biodiesel ismore environmentally friendly when it is being produced and being used, compared to mineral derivedoils. Although Indonesia has another alternative raw material for biodiesel production, i.e. palm oil,however the use of palm oil will affect its supply for the other sectors that have already established,e.g. for producing cooking oils. This situation will not happen to Jatropha curcas oil, due to itsinedible characteristic.Keywords: Biodiesel, Jatropha curcas, Indonesia
HUBUNGAN ANTARA BAHAYA FISIK LINGKUNGAN KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN TINGKAT KELELAHAN PADA PEKERJA DI DIVISI STAMPING PT. X INDONESIA Taufiq Ihsan; Indah Rachmatiah Siti Salami
Jurnal Dampak Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.12.1.10-16.2015

Abstract

Berbagai masalah kesehatan telah diketahui dari bahaya fisik lingkungan kerja dan beban kerja. PT. X sebagai industri besar dunia dalam perakitan mobil termasuk di Indonesia, masih menggunakan aktivitas fisik dalam melaksanakan produksinya, khususnya di kawasan pabrik. Tuntutan produktivitas dan permintaan pasar yang tinggi, PT.X ikut meningkatkan beban kerja pada karyawannya. Selain itu juga mengembangkan penggunaan teknologi yang berpotensi munculnya bahaya fisik seperti kebisingan dan panas di lingkungan kerja. Hal ini berpotensi besar mempengaruhi terjadinya kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan tingkat kelelahan pekerja dengan bahaya fisik di lingkungan kerja dan beban kerja di Divisi Stamping. Pengukuran kelelahan kerja dilakukan dengan menggunakan alat ukur waktu reaksi (reaction timer) dan alat ukur denyut nadi. Pengukuran dilakukan pada responden pekerja selama dua minggu berturut-turut. Berdasarkan hasil pengukuran rerata waktu reaksi untuk pekerja adalah 296,28 36,06 milidetik dan pengukuran denyut nadi rata-rata pekerja adalah 76,7 3,03 kali per menit. Hasil analisis statistik diperoleh adanya hubungan antara kelelahan kerja dengan bahaya fisik lingkungan kerja (p=0,000) dan adanya hubungan antara kelelahan kerja dengan beban kerja (p=0,000) di Divisi Stamping PT.XKata kunci: PT. X, lingkungan kerja, temperatur, kebisingan, kelelahan kerja
Fatigue Analysis to Driver of Intercity in West Sumatra Province, Indonesia (Case Study of Padang – Bukittinggi – Payakumbuh Route) Taufiq Ihsan; Yaumal Arbi; Andi Irawan; Intan Purnama Sari
Journal Teknik Elektro Vol 3 No 4 (2020): Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan
Publisher : Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptk.v3i4.16023

Abstract

Traffic accidents were common problems in the implementation of a transportation system, including in West Sumatra Province, Indonesia. Traffic accidents that occur every year were the evidence by the number of traffic accidents that occur every year. One of the causes of traffic violations that result in accidents is the risk of driver fatigue while working. This study analyzed the work-fatigue in the driver of the Intercity in Province bus (AKDP) the scope of this study was all AKDP bus drivers with the origin of Padang City, Bukittinggi City, and Payakumbuh City. Measurement and analysis of work-fatigue were using the reaction timer to light response. The results showed that increasing the number of shifts would increase driver fatigue. 33.33% of drivers run into medium level of fatigue, and 38.89% of drivers run into heavy level of fatigue. The relationship between work-fatigue and the driver's shift correlated very strongly and positively with a correlation value of r = 0.81. The owner of the company needs to take measures to improve management to minimize the level of work on this driver that has the potential to cause traffic accidents.
Fatigue in Shift Work on Stamping Division Workers of PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia Ihsan, Taufiq; Salami, Indah Rachmatiah Siti
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v15i3.20854

Abstract

Various health problems are known from shift works. PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) as a car manufacturing in Indonesia is a large industry that applies a shift work system for the workers. This study aims to see the relationship between shift work system in the Stamping Division of PT. TMMIN. The measurement works by using the reaction time method on the worker the shift (shift I/morning and shift II/night) and non-shift during the workday flash. Based on the average measurement of reaction time for the shift workers I was 284.79 milliseconds and shift worker II was 307.76 milliseconds. The risk of reaction time increase was 3.222 times due to shift works compared to non-shift workers. Based on the value of reaction time, shift workers in PT. TMMIN recommends a repair per shift after work on the eighth day for shift I and twelfth day for shift II.
PERENCANAAN SISTEM REDUCE, REUSE DAN RECYCLE PENGELOLAAN SAMPAH DI KAMPUS UNIVERSITAS ANDALAS LIMAU MANIS PADANG Slamet Raharjo; Taufiq Ihsan; Yenni Ruslinda
Jurnal Dampak Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.11.2.79-87.2014

Abstract

Pengelolaan sampah eksisting yang dilakukan pihak Unand masih menerapkan pola kumpul-angkut-buang. Pola tersebut tidak sesuai dengan Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan. Oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan sistem 3R. Perencanaan sistem dilakukan untuk 5 tahun (2014-2018) dengan target pelayanan sistem pewadahan dan pengangkutan sampah mencapai 100% dan tingkat pengolahan di Pusat Pengolahan Sampah Terpadu (PPST) mencapai 78,77%. Sistem pewadahan dan pengumpulan sampah dilakukan dengan metode terpilah yang masing-masing dilakukan dengan pembedaan warna wadah sampah dan penjadwalan penjemputan sampah sesuai dengan pengelompokan jenis sampah. Adapun pengelompokan sampah dibedakan menjadi 3 yaitu sampah organik yang bisa dikompos seperti daun-daunan dan sisa makanan, sampah yang bernilai jual seperti sampah kertas, botol dan gelas plastik, kaleng, dan berbagai logam dan sampah lain-lain yang akan dibuang ke TPA seperti kayu, ranting-ranting besar, kertas dan plastik yang tidak bisa dijual, dsb. Pengolahan sampah di PPST Unand terdiri dari proses pengomposan dan pencucian, pengepakan dan penjualan ke lapak/bandar sampah untuk sampah yang bernilai ekonomi. Sisa sampah yang tidak terolah sebanyak 21,23% dibuang ke TPA Air Dingin. Program-program non teknis yang harus dilakukan diantaranya adalah pembentukan struktur organisasi yang khusus menangani persampahan dan penerbitan peraturan tentang kewajiban warga kampus dalam penanganan sampah secara 3R.Kata kunci: Pengelolaan sampah, PPST Unand, Kompos, Daur Ulang, 3R