Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK IBU-IBU PKK DI PERUMAHAN RENY JAYA RT 04 RW 07 KELURAHAN PONDOK PETIR KECAMATAN BOJONG SARI DEPOK Madonna, Sandra; Nursetyowati, Prismita; Hermiyetti
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 02 (2019): December 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i02.11

Abstract

Kelurahan Pondok Petir merupakan kelurahan dengan jumlah penduduk paling besar di Kecamatan Bojongsari, Depok. Penggunaan lahan terbesar di Kelurahan ini adalah untuk perumahan. Perumahan Reny Jaya salah satu perumahan terbesar di Pondok Petir. Besarnya jumlah penduduk dan keanekaragaman aktivitas ini berkontribusi terhadap peningkatan jumlah dan permasalahan sampah. Sampah organik yang berasal dari rumah tangga mendominasi timbulan sampah di Indonesia. Timbulan sampah organik di Kelurahan Pondok Petir berpotensi untuk dikelola dengan baik. Metode Komposting menggunakan keranjang Takakura dan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun sangat tepat diperkenalkan sebagai teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah organik yang berasal dari rumah tangga. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah partisipasi masyarakat yang masih kurang terarah dan terorganisir secara baik, masih minimnya kepudilan masyarakat terhadap permasalahan sampah. Adanya potensi sampah rumah tangga untuk diolah bahkan dapat bernilai ekonomi, namun belum maksimal diterapkan karena masih kurangnya motivasi dan wawasan masyarakat dalam mengelola sampah. Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sampah telah dilakukan, dihadiri oleh 16 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga di RT 04 RW 07 Kelurahan Pondok Petir, Depok. Dengan metode penyampaian secara presentasi, praktik pembuatan komposter Takakura, pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah, serta diskusi dan tanya jawab. Pelatihan pengolahan sampah skala rumah tangga ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat di Kelurahan Pondok Petir dalam mengelola sampah mereka, dan dapat mensosialisasikan serta memotivasi rumah tangga lain di sekitar sehingga dapat menjadi salah satu contoh kawasan yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah.
PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN METODA KERANJANG TAKAKURA DI KELURAHAN PANCORAN Madonna, Sandra; Nursetyowati, Prismita
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 01 (2019): June 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i01.5

Abstract

Kelurahan Pancoran merupakan salah satu lokasi padat penduduk di Jakarta selatan. Besarnya jumlah penduduk dan keanekaragaman aktivitas di Kelurahan Pancoran berkontribusi terhadap peningkatan jumlah dan permasalahan dari timbulan sampah. Sampah organik yang berasal dari rumah tangga mendominasi timbulan sampah di Indonesia. Timbulan sampah organik di kelurahan Pancoran berpotensi untuk dikelola dengan baik. Metode Komposting menggunakan keranjang Takakura sangat tepat diperkenalkan sebagai teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah organik. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah partisipasi masyarakat yang masih kurang terarah dan terorganisir secara baik, masih minimnya kepudilan masyarakat terhadap permasalahan sampah. Adanya potensi sampah rumah tangga untuk diolah bahkan dapat bernilai ekonomi, namun belum maksimal diterapkan karena masih kurangnya motivasi dan wawasan masyarakat dalam mengelola sampah. Kegiatan Pelatihan Pengelolaan sampah di kelurahan Pancoran telah dilakukan yang dihadiri oleh 20 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dari beberapa perwakilan RT di RW 04 kelurahan Pancoran Jakarta Selatan. Dengan metode penyampaian secara presentasi, praktik pembuatan keranjang Takakura, diskusi dan tanya jawab.  Pelatihan pengolahan sampah skala rumah tangga menggunakan keranjang Takakura diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat di Kelurahan Pancoran dalam mengelola sampah mereka, dan dapat mensosialisasikan serta memotivasi rumah tangga lain di sekitar sehingga dapat menjadi salah satu contoh kawasan yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN RAIN WATER HARVESTING (RWH) DI SDN MERUYA UTARA 12, 13 PAGI DAN 15 PETANG Fairus, Sirin; Surya Irawan, Diki; Nursetyowati, Prismita
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 2 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v2i1.18

Abstract

Air hujan merupakan salah satu sumber daya air bersih potensial di perkotaan, seperti DKI Jakarta, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Terkait hal tersebut, telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Rainwater Harvesting (RWH).  Agenda ini ditujukan untuk memberi edukasi dan pemahaman tentang RWH kepada para guru dan murid SDN Meruya Utara 12, 13 Pagi dan 15 Petang agar dapat melakukan konservasi air hujan dalam rangka penyediaan air bersih. Rangkaian kegiatan terdiri dari sosialisasi dan pemasangan instalasi RWH di sekolah dengan kapasitas total 2000 L, dilanjutkan dengan pelatihan kepada warga sekolah terkait bagaimana prinsip kerja, bagaimana mengoperasikan dan memelihara alat RWH tersebut. Instalasi RWH tersebut terdiri dari 2 buah tangki air bersih dengan masing-masing kapasitas tampung 1000 L yang diletakan di bagian depan sekolah untuk keperluan cuci tangan dan di mushola untuk keperluan berwudhu. Massa air hujan yang tertampung kemudian didistribusikan ke 2 buah tangki filter untuk dilanjutkan masuk ke dalam tangki penyedia air bersih agar siap digunakan pada waktu pada musim kemarau. Setelah alat RWH sudah diuji coba, warga sekolah dapat merasakan manfaat alat pemanen air hujan ini, karena dapat mengurangi volume jatuhnya air hujan yang cukup besar dari atap gedung sekolah dan limpasan air (run off) yang terjadi di area sekolah sehingga menghindari terjadinya banjir. Alat ini ternyata mampu menyediakan air bersih yang relatif lebih jernih dan mencukupi sehingga bisa mengurangi kebutuhan penggunaan air tanah untuk keperluan sehari-hari. Melalui program ini, warga sekolah telah memahami prinsip kerja, cara pengoperasian, pemeliharaan serta dapat merasakan manfaat dari RWH ini.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN RAIN WATER HARVESTING (RWH) DI SDN MERUYA UTARA 12, 13 PAGI DAN 15 PETANG Fairus, Sirin; Surya Irawan, Diki; Nursetyowati, Prismita
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 2 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v2i1.18

Abstract

Air hujan merupakan salah satu sumber daya air bersih potensial di perkotaan, seperti DKI Jakarta, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Terkait hal tersebut, telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Rainwater Harvesting (RWH).  Agenda ini ditujukan untuk memberi edukasi dan pemahaman tentang RWH kepada para guru dan murid SDN Meruya Utara 12, 13 Pagi dan 15 Petang agar dapat melakukan konservasi air hujan dalam rangka penyediaan air bersih. Rangkaian kegiatan terdiri dari sosialisasi dan pemasangan instalasi RWH di sekolah dengan kapasitas total 2000 L, dilanjutkan dengan pelatihan kepada warga sekolah terkait bagaimana prinsip kerja, bagaimana mengoperasikan dan memelihara alat RWH tersebut. Instalasi RWH tersebut terdiri dari 2 buah tangki air bersih dengan masing-masing kapasitas tampung 1000 L yang diletakan di bagian depan sekolah untuk keperluan cuci tangan dan di mushola untuk keperluan berwudhu. Massa air hujan yang tertampung kemudian didistribusikan ke 2 buah tangki filter untuk dilanjutkan masuk ke dalam tangki penyedia air bersih agar siap digunakan pada waktu pada musim kemarau. Setelah alat RWH sudah diuji coba, warga sekolah dapat merasakan manfaat alat pemanen air hujan ini, karena dapat mengurangi volume jatuhnya air hujan yang cukup besar dari atap gedung sekolah dan limpasan air (run off) yang terjadi di area sekolah sehingga menghindari terjadinya banjir. Alat ini ternyata mampu menyediakan air bersih yang relatif lebih jernih dan mencukupi sehingga bisa mengurangi kebutuhan penggunaan air tanah untuk keperluan sehari-hari. Melalui program ini, warga sekolah telah memahami prinsip kerja, cara pengoperasian, pemeliharaan serta dapat merasakan manfaat dari RWH ini.
RISK ANALYSIS IN JAKARTA’S WASTE COOKING OIL TO BIODIESEL GREEN SUPPLY CHAIN USING GROUP AHP APPROACH Jachryandestama, Raden; Nursetyowati, Prismita; Fairus, Sirin; Pamungkas, Bani
SINERGI Vol 25, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2021.2.014

Abstract

The Jakarta regulation for waste cooking oil (WCO) shows the desired WCO to Biodiesel supply chain through the DKI Jakarta Governor Regulation Number 167 the Year 2016. Still, the implementation of said regulation proved inefficient. The study aims to analyze the risks in the supply chain because the WCO to Biodiesel supply chain is vulnerable to different risks than the typical supply chain and the green supply chain. The method used in this research is the group analytical hierarchy process (G-AHP) approach to create a consensus model between actors of the supply chain. Deep interviews were conducted with six experts to identify the risks and the normal scale was used to quantify their preference. Then, the PriEst software assisted the risk weight calculation, AHP matrix validation, and consensus modelling. The findings show the supply chain is vulnerable to 23 risks, categorized into six risk categories. The three risks that cause the most uncertainties in the supply chain are supply chain design risk, key supplier risk, and financial source risk. Technology risks and asset failure risks are the least concern because most WCO conversion is not done in Indonesia. These findings would be useful for the government to focus its effort on the most critical risks.