This Author published in this journals
All Journal Sosial Budaya
Adila Hafidzani Nur Fitria
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Childfree di Era Modern: Studi Fenomenologis Generasi Gen Z serta Pandangan Islam terhadap Childfree di Indonesia Jenuri Jenuri; Mohammad Rindu Fajar Islamy; Kokom Siti Komariah; Dina Mayadiana Suwarma; Adila Hafidzani Nur Fitria
Sosial Budaya Vol 19, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v19i2.16602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi fenomena Childfree ditengah-tengah masyarakat modern serta bagaimana pandangan Islam dalam menyikapi fenomena tersebut. Istilah Childfree dalam landskap para ilmuwan menunjukkan terhadap suatu gejala masyarakat yang melakukan pernikahan namun cenderung memilih untuk tidak memiliki anak. Di Indonesia sendiri, walaupun tingkat kelahiran anak cukup tinggi, namun dengan adanya tantangan arus globalisasi, perlemahan ekonomi, aspek psikologis, serta kultur budaya dari luar menjadi sebab-sebab adanya pola pikir dalam sebuah komunitas tertentu untuk hidup dalam sebuah rumah tangga namun tanpa anak. Penelitian ini menintikberatkan kepada elaborasi dinamika serta motif-motif para pelaku Childfree dalam mengambil keputusan tersebut. Studi Riset ini menggunakan pendekatan Mix Method dengan mengkombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pertisipan. Jumlah responden mencapai 121 partisipan, dimana 67,7% berasal dari pria, dan 32,3% Wanita. Mayoritas partisipan sebesar 89,5% berusia dari rentang 18-25 tahun. Analisis penelitian menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan pendapat terkait fenomena childfree ini, sebagian besar responden (58,7%) mengatakan tidak setuju terhadap trend childfree dengan salah satu alasannya, yaitu anak merupakan anugerah dari Tuhan dan memberi dampak positif bagi kehidupan. Perspektif seseorang dalam menanggapi fenomena childfree bermacam-macam, dapat terjadi karena latar belakang yang berbeda-beda dan budaya yang sudah melekat.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//   This page is in Japanese Translate to English    AfrikaansAlbanianAmharicArabicArmenianAzerbaijaniBengaliBulgarianCatalanCroatianCzechDanishDutchEnglishEstonianFinnishFrenchGermanGreekGujaratiHaitian CreoleHebrewHindiHungarianIcelandicIndonesianItalianJapaneseKannadaKazakhKhmerKoreanKurdish (Kurmanji)LaoLatvianLithuanianMalagasyMalayMalayalamMalteseMaoriMarathiMyanmar (Burmese)NepaliNorwegianPashtoPersianPolishPortuguesePunjabiRomanianRussianSamoanSimplified ChineseSlovakSlovenianSpanishSwedishTamilTeluguThaiTraditional ChineseTurkishUkrainianUrduVietnameseWelsh Always translate Japanese to EnglishPRO Never translate Japanese Never translate ejournal.uin-suska.ac.id