Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF DALAM BUDIDAYA SISTEM HIDROPONIK DI UMKM MAESTRO BORNEO HIDROPONIK FARM PALANGKA RAYA Yunus Pebriyanto; Neny Kurniawati; Made Dirgantara; Dita Monita
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 8: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya menanam tanaman dengan cara hidroponik saat ini, banyak digemari karena tidak memerlukan tanah dan lahan yang luas. Dengan menanam dengan cara hidroponik, hasil panen akan lebih cepat namun perlu untuk memperhatikan ketepatan dalam pemberian nutrisi, intensitas cahaya dan suhu sekitar tanaman. Seperti yang telah dilakukan UKM Maestro Borneo Hidroponik Farm bahwa menanam hidroponik dengan metode NFT (Nutrient Film Technique) dibutuhkan aliran air yang tetap terjaga, tujuannya untuk mengalirkan air nutrisi pada akar tanaman. Dalam praktiknya, PLN digunakan untuk menghidupkan pompa air tersebut namun bila suplai energi dari PLN mati akibat gangguan maka pasokan nutrisi tanaman juga akan ikut terhenti sehingga diperlukan suatu solusi. Dalam kegiatan pengabdian ini, penulis akan menerapkan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tentunya system PLTS ini dapat menjadi sumber energi alternatif dalam sistem pengairan untuk memasok nutrisi ke tanaman hidroponik tersebut. Selain itu juga dengan adanya kombinasi PLTS pada system hidroponik ini menjadi salah satu usaha penulis untuk mendukung program pemerintah dalam penggunaan energi terbarukan.
DEMONSTRASI PERAKITAN ALAT SISTEM PANEL SURYA DI SMPS GOLDEN CHRISTIAN SCHOOL SEBAGAI UPAYA MEMUNCULKAN MINAT SISWA DALAM PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN Yunus Pebriyanto; Dita Monita; Neni Kurniawati; Made Dirgantara; Lasiani Lasiani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 8: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai Negara berkembang, Indonesia memiliki kebutuhan energi yang terus meningkat. Kenaikan rata-rata kebutuhan energi ini mencapai 7 % pertahun. Sebagaian besar atau sekitar 75 % dari kebutuhan energi ini dipasok oleh bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi. Mengingat kebutuhan energi yang terus meningkat dan mendesak serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, maka pemanfaatan energi terbarukan seperti energi matahari menjadi solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan energi ini. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis berkeinginan untuk ikut memberikan sumbangsih kepada khalayak masyarakat dalam menumbuhkan kesadaran dalam penggunaan energi terbarukan khususnya dalam penggunaan panel surya. Khalayak sasaran dalam program pengabdian ini adalah siswa-siswi di SMPS Golden Christian School. Besar harapan penulis, dengan adanya program pengabdian ini dapat menumbuhkan minat siswa-siswi khususnya di SMPS Golden Christian School terhadap kesadaran pemanfaatan energi terbarukan khususnya dengan menggunakan panel surya. Selain itu juga, dengan adanya program pengabdian ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.
Pengenalan Panel Surya sebagai Sistem Energi Terbarukan untuk Siswa SMAN 6 Palangka Raya Gabriela Elsandika; Reni Agustiani; Samsul Arifin; Thathit Suprayogi; Indah Gumilang Dwinanda; Ety Kurniati; Kadek Ayu Cintya Adelia; Yunus Pebriyanto; Wilson Jefriyanto
Khidmatuna (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1 No 1 (2022): On Progress
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.795 KB) | DOI: 10.58330/khidmatuna.v1i1.205

Abstract

Pengenalan Panel Surya sebagai Sistem Energi Terbarukan untuk siswa SMA di Kalimantan Tengah. Khususnya Palangka Raya dapat menjadi upaya mendukung terwujudnya program Sustainable Development Goals (SDGs). Tim telah melakukan diskusi secara daring dengan pihak mitra yaitu SMAN 6 Palangka Raya untuk melaksanakan pengenalan Panel surya sebagai sistem energi terbarukan pada siswa di SMAN 6 Palangka Raya. Sekolah ini berlokasi di Jl. Tjilik Riwut KM29, kelurahan Tumbang Tahai, kecamatan Bukit Batu, kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Tim membuat suatu kegiatan edukasi kepada siswa yaitu demo konversi energi surya menjadi energi listrik. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini telah terlaksana dengan baik. Siswa sangat antusias dalam belajar mengenal panel surya dan komponen-komponen elektronika yang digunakan secara langsung.
PEMBINAAN OLIMPIADE SAINS MELALUI PEMBERDAYAAN KLUB MATEMATIKA DAN IPA BAGI SISWA SMPN 10 PALANGKA RAYA Regina Wahyudiah S.A; Yunus Pebriyanto; Wilson Jefriyanto; Kevin Bryan; Yoricho Costapierro S.; Cahyo Putra A.; Hanna Elfrida S.
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 10: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan pada setiap tingkat Pendidikan adalah meningkatkan kemampuan pemahaman Sains yang meliputi Matematika dan IPA pada siswa. Berdasarkan hasil observasi, penguasaan konsep sains pada siswa SMPN 10 Palangka Raya masih tergolong perlu ditingkatkan. Selain itu, siswa yang memiliki kemampuan sains juga diharapkan memiliki kemampuan menghadapi soal non rutin yaitu mampu menyelesaikan soal Olimpiade Sains. Siswa kurang berani berinovasi untuk mencari sumber-sumber belajar lain, sehingga hanya terpaku mengharapkan informasi dari guru saja. Suasana belajar yang variatif dan kreatif sangat diperlukan dalam upaya pemahaman konsep sains. Untuk hal tersebut, maka perlu diupayakan kondisi belajar yang menyenangkan, di mana siswa menemukan sendiri pengetahuan mereka, tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari guru saja. Hal itu bisa dilakukan di luar jadwal kegiatan pembelajaran, yaitu melalui klub-klub belajar yang dibentuk pihak sekolah guna memberi kesempatan siswa-siswa berlatih lebih mendalam terkait materi Olimpiade. Berdasarkan hal di atas maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan konsep sains siswa khususnya pada mata Pelajaran matematika dan IPA. Selain itu, program ini adalah untuk mempersiapkan siswa untuk ke depannya sebelum menghadapi kompetisi-kompetisi olimpiade terutama olimpiade matematika dan IPA.
The Technology and Application of Hydroponic Vegetable Cultivation Systems Based on Solar Power Plants as an Effort to Fulfill Vegetable Needs Independently Siti Sunariyati; Rasidah Rasidah; Wilson Jefriyanto; Yunus Pebriyanto
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i2.11004

Abstract

The problems found at SMP Negeri 10 as the location of community service are that the condition of the land is less fertile, there is a lack of knowledge and skills regarding cultivation using a hydroponic system, and it is located in a remote area so that the vegetables consumed have always been imported from Palangka Raya City with a travel time of 1.5 hours by land and river. Electricity blackouts often occur in this area, which is quite disruptive to residents' activities. The solution to overcoming the problem is to use a hydroponic farming system that uses alternative electrical energy from solar power plants (PLTS). PLTS can be used as an alternative electrical energy source to run a hydroponic system. This PLTS was chosen because the Central Kalimantan region is a tropical area that effectively absorbs sunlight. This community service activity (PkM) aims to increase high school students' knowledge, skills, and interest in modern vegetable cultivation. The PkM team creates a guidebook to aid in the operation of hydroponic cultivation and the PLTS system, integrating training activities into project-based Merdeka Belajar activities during the implementation of community service. Monitoring and evaluation were carried out regularly until after the harvest period, and the results showed that student understanding increased to the medium-high category and attracted student interest to the excellent category.