Kukuh Andri Aka, Kukuh Andri
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DEVELOPMENT AND VALIDATION OF INTERVIEW GUIDELINES FOR NEED ASSESSMENT UTILIZATION OF INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) IN ELEMENTARY SCHOOL Aka, Kukuh Andri
EDUTECH Vol 17, No 3 (2018): KOMPUTER, SEKOLAH & KOMUNITAS BELAJAR
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v17i3.14340

Abstract

The purpose of this study was to develop structured interview guideline instruments for the use of technology facilities in primary schools which included aspects of (1) ICT concept, (2) types of sources and media of ICT-based learning in primary schools, (3) forms of use of ICTs by elementary teacher and students, and (4) efforts to increase ICT mastery by elementary school teachers. To achieve these objectives, activities are carried out including: (1) formulating the theoretical aspects of the learning plan developed; (2) compiling the interview guideline instrument; (3) arranging interview guide questions; (4) conducting expert judgment; (5) revision and improvement of instruments. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that according to the content validation by instrument experts can be said to have good categories, and can be used.
Penerapan Model PBL dan GI Terhadap Kemampuan Menganalisis Fenomena Sosial Berorientasi Pendekatan Interdisipliner Imron, Ilmawati Fahmi; Aka, Kukuh Andri
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.561 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v3i1.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menganalisis fenomena sosial berorientasi pendekatan interdisipliner pembelajaran IPS, dan mendeskripsikan perbedaan kemampuan menganalisis fenomena sosial berorientasi pendekatan interdisipliner pembelajaran IPS  dengan menerapkan model PBL dan GI pada mahasiswa PGSD UN PGRI Kediri. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian Nonequivalent Groups Design yakni rancangan ini dilakukan perbandingan perlakuan model yang diterapkan oleh kelompok A dan model kelompok B untuk mengetahui kemampuan menganalisis fenomena sosial pembelajaran IPS pada mahasiswa PGSD UN PGRI Kediri. Kelompok A menggunakan model PBL (Problem Based Learning) dan kelompok B menggunakan GI (Group Investigation). Subjek penelitian adalah mahasiswa UN PGRI Kediri. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian tes. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar penilaian atau lembar tes tulis berbentuk soal uraian yang mengacu pada indikator kemampuan menganalisis fenomena sosial berorientasi pendekatan interdisipliner. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik inferensial. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan menganalisis fenomena sosial pada kelas PBL dan GI ditunjukkan t hitung 6,069 dengan signifikansinya 0,000<0,050. Dari perbedaan tersebut model PBL ditentukan lebih unggul dibandingkan dengan model GI, berdasarkan perbandingan nilai posttest dan pretest. Selisih model PBL yakni 16,08 point, sedangkan model GI yakni 6,56 point.
PENGARUH EKSTRAKURIKULER KARAWITAN TERHADAP SIKAP KEBERSAMAAN SISWA DI SDN JOMBATAN 3 JOMBANG Wahyudi, Wahyudi; Aka, Kukuh Andri; Darmawan, Dhani
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 3 No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.689 KB) | DOI: 10.29407/pn.v3i1.11712

Abstract

Saat ini seni tradisional, termasuk karawitan mulai terpinggirkan eksistensinya oleh perkembangan modern.Seni karawitan mulai redup dan jarang peminatnya.Untuk melestarikan budaya tradisional agar dapat bertahan eksistensinya, seni karawitan harus dilestarikan. Karawitan dapat memberikan nilai positif bagi siswa. Nilai positif yang terdapat dari seni karawitan adalah dapat mengembangkan kebersamaan.Kebersamaan merupakan modal yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang bermartabat, dewasa dan mempunyai rasa kemanusiaan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kegiatan ekstrakurikuler karawitan terhadap sikap kebersamaan siswa di SDN Jombatan 3 Jombang. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang menggambarkan, mendeskripsikan kemudian melihat perbandingan siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karawitan untuk mengembangkan sikap kebersamaan. HasilDari, perhitungan uji hipotesis penelitian dengan formula independent-sample t test dapat diketahui bahwa nilai signifikansinya 0,00 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak, jadi ada pengaruh yang signifikan terhadap sikap kebersamaan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karawitan. Didukung data tabel 10 menunjukkan bahwa nilai mean kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol, jadi kelas eksperimen atau kelas siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karawitan memberikan pengaruh positif pada nilai sikap kebersamaan siswa.
KOMPARASI PENERAPAN MODEL STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA (STUDI PADA SISWA KELAS V MATA PELAJARAN PKN DI SDN BENDO 1, KEC. PARE, KAB. KEDIRI) Aka, Kukuh Andri
Profesi Pendidikan Dasar Vol. 2, No. 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The alternative strategy to address social inequality and lack of student learning outcomes are modelsof cooperative learning. There are several models that made the researchers are interested in knowingthe signi.. cance of the difference to the learning outcomes and student activities, namely the model ofSTAD and TGT.The design of this research is quantitative research with this type of quasi-experimentalwith the factorial design version of nonequivalent control group design 2x2 (Tuckman, 1999). Based ondata from pretest and posttest scores can be seen that a good learning outcomes for grade STAD andTGT have increased, the increase amounted to 22.73% STAD class and class TGT by 20.91%. STADclass has increased by 1.82% higher than TGT class. Similarly, in the students’ learning activities,STAD model to get the student activity by 82.44% and amounted to 80.91% of IGT. STAD class rose1.53% higher than TGT class. Based on the hypothesis test concluded that (1) there is no signi.. cantdifference in learning outcomes between the application of the model STAD and TGT, and (2) there is nosigni.. cant difference in learning activities between the application of the model STAD and TGT. Bothmodels are equally able to bene.. t in improving student learning outcomes and student activity. In thisstudy, there is no one model that can be said to be superior significantly from one another.