Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

DEVELOPMENT AND VALIDATION OF INTERVIEW GUIDELINES FOR NEED ASSESSMENT UTILIZATION OF INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) IN ELEMENTARY SCHOOL Aka, Kukuh Andri
EDUTECH Vol 17, No 3 (2018): KOMPUTER, SEKOLAH & KOMUNITAS BELAJAR
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v17i3.14340

Abstract

The purpose of this study was to develop structured interview guideline instruments for the use of technology facilities in primary schools which included aspects of (1) ICT concept, (2) types of sources and media of ICT-based learning in primary schools, (3) forms of use of ICTs by elementary teacher and students, and (4) efforts to increase ICT mastery by elementary school teachers. To achieve these objectives, activities are carried out including: (1) formulating the theoretical aspects of the learning plan developed; (2) compiling the interview guideline instrument; (3) arranging interview guide questions; (4) conducting expert judgment; (5) revision and improvement of instruments. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that according to the content validation by instrument experts can be said to have good categories, and can be used.
Penerapan Model PBL dan GI Terhadap Kemampuan Menganalisis Fenomena Sosial Berorientasi Pendekatan Interdisipliner Imron, Ilmawati Fahmi; Aka, Kukuh Andri
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.561 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v3i1.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menganalisis fenomena sosial berorientasi pendekatan interdisipliner pembelajaran IPS, dan mendeskripsikan perbedaan kemampuan menganalisis fenomena sosial berorientasi pendekatan interdisipliner pembelajaran IPS  dengan menerapkan model PBL dan GI pada mahasiswa PGSD UN PGRI Kediri. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian Nonequivalent Groups Design yakni rancangan ini dilakukan perbandingan perlakuan model yang diterapkan oleh kelompok A dan model kelompok B untuk mengetahui kemampuan menganalisis fenomena sosial pembelajaran IPS pada mahasiswa PGSD UN PGRI Kediri. Kelompok A menggunakan model PBL (Problem Based Learning) dan kelompok B menggunakan GI (Group Investigation). Subjek penelitian adalah mahasiswa UN PGRI Kediri. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian tes. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar penilaian atau lembar tes tulis berbentuk soal uraian yang mengacu pada indikator kemampuan menganalisis fenomena sosial berorientasi pendekatan interdisipliner. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik inferensial. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan menganalisis fenomena sosial pada kelas PBL dan GI ditunjukkan t hitung 6,069 dengan signifikansinya 0,000<0,050. Dari perbedaan tersebut model PBL ditentukan lebih unggul dibandingkan dengan model GI, berdasarkan perbandingan nilai posttest dan pretest. Selisih model PBL yakni 16,08 point, sedangkan model GI yakni 6,56 point.
PENGARUH EKSTRAKURIKULER KARAWITAN TERHADAP SIKAP KEBERSAMAAN SISWA DI SDN JOMBATAN 3 JOMBANG Wahyudi, Wahyudi; Aka, Kukuh Andri; Darmawan, Dhani
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 3 No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.689 KB) | DOI: 10.29407/pn.v3i1.11712

Abstract

Saat ini seni tradisional, termasuk karawitan mulai terpinggirkan eksistensinya oleh perkembangan modern.Seni karawitan mulai redup dan jarang peminatnya.Untuk melestarikan budaya tradisional agar dapat bertahan eksistensinya, seni karawitan harus dilestarikan. Karawitan dapat memberikan nilai positif bagi siswa. Nilai positif yang terdapat dari seni karawitan adalah dapat mengembangkan kebersamaan.Kebersamaan merupakan modal yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang bermartabat, dewasa dan mempunyai rasa kemanusiaan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kegiatan ekstrakurikuler karawitan terhadap sikap kebersamaan siswa di SDN Jombatan 3 Jombang. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang menggambarkan, mendeskripsikan kemudian melihat perbandingan siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karawitan untuk mengembangkan sikap kebersamaan. HasilDari, perhitungan uji hipotesis penelitian dengan formula independent-sample t test dapat diketahui bahwa nilai signifikansinya 0,00 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak, jadi ada pengaruh yang signifikan terhadap sikap kebersamaan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karawitan. Didukung data tabel 10 menunjukkan bahwa nilai mean kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol, jadi kelas eksperimen atau kelas siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karawitan memberikan pengaruh positif pada nilai sikap kebersamaan siswa.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sebagai Wujud Inovasi Sumber Belajar di Sekolah Dasar Aka, Kukuh Andri
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 2a (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.59 KB) | DOI: 10.30651/else.v1i2a.1041

Abstract

Pada dunia pendidikan Indonesia, globalisasi memberi dampak keharusan perubahan pada cara mengajar guru yang dulunya bersifat tradisional berbasis paper menjadi kini berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Fungsi TIK bagi guru antara lain, pertama, TIK dapat digunakan untuk membantu pekerjaan administratif (Word processor & Kebutuhan Wajib Tingkat Dasar, Spreadsheet). Kedua, TIK dapat digunakan untuk membantu mengemas bahan ajar (Multimedia). Ketiga, TIK dapat digunakan untuk membantu proses manajemen pembelajaran. Keempat, TIK dapat digunakan untuk dukungan teknis dan meningkatkan pengetahuan agar dapat mewujudkan self running creation (antivirus, tools, jaringan, , internet, dll). Beberapa jenis sumber dan media pembelajaran berbasis TIK yang dapat dimanfaatkan guru di sekolah dasar, antara lain adalah Komputer atau laptop, LCD (Liquid Crystal Display), Smart Television, Jaringan Internet, E-mail (electronic mail), Presentasi Power Point, CD pembelajaran, dan Smart phone. Untuk meningkatkan kemampuan kemampuan dalam memanfaatkan TIK, guru perlu terus melatih dan mebiasakan sesering mungkin pembelajarannya berbasis pada TIK, disamping itu, guru perlu mengikuti pelatihan-pelatihan guna meningkatkan pengetahuannya di bidang TIK ini.Kata Kunci: teknologi informasi dan komunikasi, sumber belajar, sekolah dasar
Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Untuk Guru Sekolah Dasar Pada Anggota Gugus 1 Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri Permana, Erwin Putera; Mujiwati, Endang Sri; Sahari, Sutrisno; Santi, Novi Nitya; Damariswara, Rian; Mukmin, Bagus Amirul; Zunaidah, Farida Nurlaila; Aka, Kukuh Andri; Saidah, Karimatus
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 1 No 1 (2017): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.595 KB) | DOI: 10.29407/ja.v1i1.11729

Abstract

Kemampuan menulis bagi guru menjadi tuntutan profesinya. Bagi pengembangan karirnya guru wajib memenuhi syarat berupa penulisan karya ilmiah. Syarat ini seringkali menjadi penghambat kenaikan jenjang pangkat bagi guru mengingat rendahnya kemampuan dan minat menulis di kalangan mereka. Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pelatihan ini adalah kegiatan workshop menulis karya ilmiah, dimana pada tahap pertama peserta mendapatkan materi yang berkaitan dengan penulisan karya ilmiah. Selanjutnya, pada tahap kedua, peserta diwajibkan membuat karya ilmiah dengan menggunakan metode pendampingan, partisipatif, serta terbimbing. Tahap ketiga peserta mengumpulkan tugas karya ilmiah dilanjutkan dengan diskusi yang melibatkan semua personalia pengabdian dan peserta pelatihan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh dosen-dosen PGSD yang berbentuk kegiatan workshop penyusunan karya ilmiah bagi Guru Sekolah Dasar Pada Anggota Gugus 1 Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Materi teoritis tentang karya ilmiah dan pendampingan tentang praktik penyusunan penelitian tindakan kelas ini dapat menghasilkan output berupa proposal dan rancangan laporan penelitian tindakan kelas, diharapkan guru memiliki wawasan untuk menyusun penelitian tindakan kelas, disamping itu guru memiliki pengalaman dalam melakukan kegiatan penelitian.
Pelatihan Pengembangan Program Kokurikuler Bagi Guru SD Laboratorium UN PGRI Kediri Mujiwati, Endang Sri; Soenarko, Bambang; Permana, Erwin Putera; Sahari, Sutrisno; Primasatya, Nurita; Wahyudi, Wahyudi; Hunaifi, Abdul Aziz; Aka, Kukuh Andri
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v3i2.13690

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk melaksakan solusi pemecahan masalah mitra SD Laboratorium UN PGRI Kediri guna (1) meningkatkan pemahaman guru terhadap wawasan program kokurikuler sebagai awal program pengembangan program kokurikuler, melalui penyuluhan dengan guru mengenai karakteristik materi tiap bidang studi yang memungkinkan dan berpotensi maksimal untuk dijadikan bahan program kokurikuler, dan kegiatan Focus Group Discussion antara tim dosen dan tim guru untuk menentukan prioritas pengembangan kokurikuler). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dari presentasi tentang pembahasan pengertian, tujuan, prinsip, dan tata cara pelaksanaan program kokurikuler. Setelah dilakukan pemaparaan dari pemateri, dilakukan kegiatan tanya jawab bersama guru di SD Lab. UN PGRI Kediri. Para guru menjadi semakin memahami konsep kokurikuler (sebagai program tambahan intrakurikuler) dan diharapkan setelah kegiatan ini para guru siap dalam program pengabdian selanjutnya, yaitu pengembangan program kokurikuler secacra fisik.
KOMPARASI PENERAPAN MODEL STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA (STUDI PADA SISWA KELAS V MATA PELAJARAN PKN DI SDN BENDO 1, KEC. PARE, KAB. KEDIRI) Aka, Kukuh Andri
Profesi Pendidikan Dasar Vol. 2, No. 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The alternative strategy to address social inequality and lack of student learning outcomes are modelsof cooperative learning. There are several models that made the researchers are interested in knowingthe signi.. cance of the difference to the learning outcomes and student activities, namely the model ofSTAD and TGT.The design of this research is quantitative research with this type of quasi-experimentalwith the factorial design version of nonequivalent control group design 2x2 (Tuckman, 1999). Based ondata from pretest and posttest scores can be seen that a good learning outcomes for grade STAD andTGT have increased, the increase amounted to 22.73% STAD class and class TGT by 20.91%. STADclass has increased by 1.82% higher than TGT class. Similarly, in the students’ learning activities,STAD model to get the student activity by 82.44% and amounted to 80.91% of IGT. STAD class rose1.53% higher than TGT class. Based on the hypothesis test concluded that (1) there is no signi.. cantdifference in learning outcomes between the application of the model STAD and TGT, and (2) there is nosigni.. cant difference in learning activities between the application of the model STAD and TGT. Bothmodels are equally able to bene.. t in improving student learning outcomes and student activity. In thisstudy, there is no one model that can be said to be superior significantly from one another.
Efektivitas Model Pembelajaran Think-Talk-Write terhadap Keterampilan Mengomunikasikan Pendapat pada Siswa Kelas IV SDN Kelutan Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk Ardiansyah, Maulana Rahmad; Aka, Kukuh Andri; Santi, Novi Nitya
PTK: Jurnal Tindakan Kelas Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.163 KB) | DOI: 10.53624/ptk.v1i2.24

Abstract

Pada proses pembelajaran bahasa Indonesia yang dilakukan di SDN Kelutan, masih banyak siswa yang belum aktif dalam pembelajaran, siswa menerima sumber belajar hanya dari guru dan buku tetapi belum mengembangkan keterampilan proses, sehingga aktivitas siswapun belum maksimal. Hal ini, membuat kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia kurang maksimal, ditunjukkan dengan hasil belajar yang rendah sebanyak 65% yang mendapat nilai di bawah KKM. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif, teknik penelitian menggunakan eksperimen dengan desain Non Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Kelutan 3 Nganjuk terdiri dari 22 siswa pada kelas IV (kelompok eksperimen) dan siswa Kelas IV SDN Kelutan 2 sebanyak 22 siswa kelas IV (kelompok kontrol). Pengumpulan data dilakukan dalam dua kali pertemuan, dengan menggunakan instrumen berupa tes. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t paired sampel-test dan uji-t independent sampel t-test. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think-Talk-Write berpengaruh terhadap keterampilan mengomunikasikan pendapat pada siswa, dengan nilai thitung ≥ ttabel yaitu 9,507 ≥ 2,080 dengan taraf signifikansi 5%. Selain itu, Model pembelajaran Konvensional berpengaruh terhadap keterampilan mengomunikasikan pendapat pada siswa, dengan nilai thitung ≥ ttabel yaitu 10,782 ≥ 2,080 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil lainnya adalah ada perbedaan pengaruh penggunaan model Think-Talk-Write dibanding model Konvensional terhadap keterampilan mengomunikasikan pendapat pada siswa kelas. Hal ini dapat dibuktikan dari thitung 3,001 ≥ ttabel 2,018 pada taraf signifikan 5%.