Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFISIENSI ENERGI MELALUI PENGHEMATAN PENGGUNAAN AIR (Studi Kasus: Institusi Pendidikan Tinggi Universitas Bakrie) Madonna, Sandra
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.985 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i4.635

Abstract

Krisis energi yang dihadapi manusia diseluruh dunia saat ini tidak terkecuali Indonesia, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Cadangan energi di indonesia semakin hari semakin menyusut. Hal ini juga diperparah dengan pemborosan dalam penggunaannya. Jumlah penduduk yang semakin meningkat menyebabkan ketersediaan akan energi termasuk didalamnya penggunaan air bersih semakin langka. Di sisi lain, penggunaan air bersih masih seringkali digunakan berlebihan bahkan cenderung terbuang percuma. Efisiensi energi termasuk efisiensi air merupakan salah satu solusi mengatasi krisis energi dan mengurangi kerusakan lingkungan hidup dapat terjadi karenanya.Banyak cara yang bisa dilakukan untuk berhemat air diantaranya membatasi penggunaannya. Melihat adanya potensi penghematan air yang bisa dilakukan di Universitas Bakrie, maka telah dilakukan penelitianEfisiensi Energi Melalui Penghematan Penggunaan Air.Sampling air yang terpakai dalam penelitian adalah air wudhu.Penelitian dilaksanakan di salah satu mushola Universitas Bakrie dengan metode eksperimen melalui pendekatan secara teknologidengan menggunakan alat pembatas aliran air(plug valve). Sampling dilakukan pada 8 keran wudhu yang terdiri dari 4 keran tanpa plug valve dan 4 keran dengan plug valve di musholaUniversitas Bakrie. Hasil menunjukan bahwa penggunaan plug valvepada keran air dapat menghemat volume air wudhu sebesar sebesar 60%dengan volume rata-rata sebesar 979.25 mL setiap berwudhu.
PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN METODA KERANJANG TAKAKURA DI KELURAHAN PANCORAN Madonna, Sandra; Nursetyowati, Prismita
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 01 (2019): June 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i01.5

Abstract

Kelurahan Pancoran merupakan salah satu lokasi padat penduduk di Jakarta selatan. Besarnya jumlah penduduk dan keanekaragaman aktivitas di Kelurahan Pancoran berkontribusi terhadap peningkatan jumlah dan permasalahan dari timbulan sampah. Sampah organik yang berasal dari rumah tangga mendominasi timbulan sampah di Indonesia. Timbulan sampah organik di kelurahan Pancoran berpotensi untuk dikelola dengan baik. Metode Komposting menggunakan keranjang Takakura sangat tepat diperkenalkan sebagai teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah organik. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah partisipasi masyarakat yang masih kurang terarah dan terorganisir secara baik, masih minimnya kepudilan masyarakat terhadap permasalahan sampah. Adanya potensi sampah rumah tangga untuk diolah bahkan dapat bernilai ekonomi, namun belum maksimal diterapkan karena masih kurangnya motivasi dan wawasan masyarakat dalam mengelola sampah. Kegiatan Pelatihan Pengelolaan sampah di kelurahan Pancoran telah dilakukan yang dihadiri oleh 20 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dari beberapa perwakilan RT di RW 04 kelurahan Pancoran Jakarta Selatan. Dengan metode penyampaian secara presentasi, praktik pembuatan keranjang Takakura, diskusi dan tanya jawab.  Pelatihan pengolahan sampah skala rumah tangga menggunakan keranjang Takakura diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat di Kelurahan Pancoran dalam mengelola sampah mereka, dan dapat mensosialisasikan serta memotivasi rumah tangga lain di sekitar sehingga dapat menjadi salah satu contoh kawasan yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah.
PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK IBU-IBU PKK DI PERUMAHAN RENY JAYA RT 04 RW 07 KELURAHAN PONDOK PETIR KECAMATAN BOJONG SARI DEPOK Madonna, Sandra; Nursetyowati, Prismita; Hermiyetti
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 02 (2019): December 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i02.11

Abstract

Kelurahan Pondok Petir merupakan kelurahan dengan jumlah penduduk paling besar di Kecamatan Bojongsari, Depok. Penggunaan lahan terbesar di Kelurahan ini adalah untuk perumahan. Perumahan Reny Jaya salah satu perumahan terbesar di Pondok Petir. Besarnya jumlah penduduk dan keanekaragaman aktivitas ini berkontribusi terhadap peningkatan jumlah dan permasalahan sampah. Sampah organik yang berasal dari rumah tangga mendominasi timbulan sampah di Indonesia. Timbulan sampah organik di Kelurahan Pondok Petir berpotensi untuk dikelola dengan baik. Metode Komposting menggunakan keranjang Takakura dan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun sangat tepat diperkenalkan sebagai teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah organik yang berasal dari rumah tangga. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah partisipasi masyarakat yang masih kurang terarah dan terorganisir secara baik, masih minimnya kepudilan masyarakat terhadap permasalahan sampah. Adanya potensi sampah rumah tangga untuk diolah bahkan dapat bernilai ekonomi, namun belum maksimal diterapkan karena masih kurangnya motivasi dan wawasan masyarakat dalam mengelola sampah. Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sampah telah dilakukan, dihadiri oleh 16 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga di RT 04 RW 07 Kelurahan Pondok Petir, Depok. Dengan metode penyampaian secara presentasi, praktik pembuatan komposter Takakura, pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah, serta diskusi dan tanya jawab. Pelatihan pengolahan sampah skala rumah tangga ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat di Kelurahan Pondok Petir dalam mengelola sampah mereka, dan dapat mensosialisasikan serta memotivasi rumah tangga lain di sekitar sehingga dapat menjadi salah satu contoh kawasan yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah.
Sustainable Development and Landscape Protection in Low-Income Urban Coastal Areas: Empowerment Through Sovereignty and Deliberative Participation Meilasari-Sugiana, Astrid; Madonna, Sandra; Putri, Dianingtyas; Solikhah, Solikhah
Disease Prevention and Public Health Journal Vol 15, No 1 (2021): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v15i1.3030

Abstract

Background: The Government of Indonesia is currently implementing its Coastal Community Economic Empowerment Program or Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) to numerous coastal communities in the island of Java, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan and Nusa Tenggara. The program is geared to empower local coastal communities through its integrated, holistic vision, its local-based, participatory method, and its public-partnership approach. Locality is important since the program aims to induce local initiatives and retain social and economic progress within the area, taking into account its ecological carrying capacity. Method: The research is a qualitative inquiry using ethnomethodological tools and purposive, snowball sampling. The research was conducted in 2015-2016 in Cilacap, Central Java.   Data analysis was conducted through tabulation, categorization, comparison, conceptualization and theorization. Results: Issues beset the government’s PEMP program, including its utilitarian framework to coastal resource governance, its adverse incorporation of small fishermen into the fishing industries, and its unsustainable public-private partnership to promote entrepreneurial growth. Attempts to resolve those issues include ensuring that funding for the PEMP program is incorporated within the yearly provincial and regency budgets and regulations, instilling consensus building over the program’s direction and activities with local communities and the private sector through the Provincial and Regency Level People’s Representative Council, and brokering with local communities and the private sector to achieve workable common ground should conflicts arise. Conclusion: Establishing sound intervention policies and programs require securing flexibility and adaptive management capacity through negotiations and brokering.