Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DESIGN CONTROL AND MONITORING SYSTEM FOR BOILER WASTEWATER TREATMENT PROCESS USING PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER AND HMI (HUMAN MACHINE INTERFACE) Ardi, Syahril; Fairus, Sirin; Sukmaningrum, Sekar
SINERGI Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2020.2.007

Abstract

Wastewater Treatment Plant (WWTP) is one of the infrastructures and systems in the manufacturing industry. This system serves to treat wastewater coming from boiler machines, which are used to produce steam to support the tire and tube production process of manufacturing companies, which are the object of our research. Wastewater from this boiler machine is alkaline and contains solids that are harmful to the ecosystem and the environment, so it needs to be processed so that wastewater can be discharged into drains. The process is not by following the standards; it can affect the quality of the process water so that water that is discharged into drains or water bodies violates government regulations. In this case, the pH standard of water is in a neutral state whose values are between 6 and 9 and is clear in color. Therefore, we conducted research that is designing a system to control and monitor the process at the wastewater treatment plant automatically. The design of this control system is done by adding sensors and actuators that are connected to the modular PLC that is the control system. This system is also designed to be connected to a PC (Personal Computer) as a monitoring system so that the process can be monitored continuously. Display interface created using HMI (Human Machine Interface) software. This is because many features that allow for a more attractive appearance. With this system, it can be sure that the boiler wastewater treatment process is more consistent and efficient in maintaining pH standards, and the process is monitored in real-time.
KOMPOSTER MANDIRI SEBAGAI BENTUK PEMBERDAYAAN BANK SAMPAH RW 01 DI KELURAHAN CISALAK DEPOK, JAWA BARAT Fairus, Sirin; Diah Novianti, Mirsa; Nursetyowati, Prismitha; Azizi, Aqil
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 01 (2019): June 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i01.8

Abstract

Pengelolaan sampah mutlak diperlukan mengingat dampak buruknya bagi kesehatan dan lingkungan. Sampah menjadi tempat berkembangbiaknya organisme penyebab dan pembawa penyakit. Sampah juga dapat mencemari lingkungan dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Upaya pertama dalam pengelolaan sampah secara terpadu adalah pemilahan yang dilakukan mulai dari sumber penghasil sampah, baik dari rumah tangga, pasar, industri, fasilitas umum, daerah komersial dan sumber lainnya. Sampah sebetulnya memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Sampah dapat diolah menjadi energi baru dalam berbagai bentuk, misalnya, kertas daur ulang atau pupuk kompos. Untuk itu, perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan, pembatasan timbulan sampah, tata cara pemilahan dan penanganan sampah sejak di rumah serta teknik pengolahan sampah sederhana seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Kegiatan reduce, reuse, dan recycle (3R) atau batasi sampah, guna ulang sampah dan daur ulang sampah adalah segala aktivitas yang mampu mengurangi segala sesuatu yang dapat  menimbulkan sampah, kegiatan penggunaan kembali sampah yang layak pakai untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lain, dan kegiatan mengolah sampah untuk dijadikan produk baru. Pengelola bank sampah, yang merupakan penggerak sosial, menjadi salah satu ujung tombak dalam penanangan masalah sampah di masyarakat. harus bisa menjadi penggerak sosial. Tujuan kegiatan adalah mengedukasi warga mengenai penerapan konsep 3R melalui workshop penanganan sampah sejak dari rumah dan peningkatan keanggotaan bank sampah dan mensosialisasikan pemanfaatan ?Komposter Mandiri? yang diterapkan pada para anggota komunitas bank sampah. Lokasi kegiatan di salah satu RW di daerah Depok, yakni RW 01, Kelurahan Cisalak.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN RAIN WATER HARVESTING (RWH) DI SDN MERUYA UTARA 12, 13 PAGI DAN 15 PETANG Fairus, Sirin; Surya Irawan, Diki; Nursetyowati, Prismita
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 2 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v2i1.18

Abstract

Air hujan merupakan salah satu sumber daya air bersih potensial di perkotaan, seperti DKI Jakarta, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Terkait hal tersebut, telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Rainwater Harvesting (RWH).  Agenda ini ditujukan untuk memberi edukasi dan pemahaman tentang RWH kepada para guru dan murid SDN Meruya Utara 12, 13 Pagi dan 15 Petang agar dapat melakukan konservasi air hujan dalam rangka penyediaan air bersih. Rangkaian kegiatan terdiri dari sosialisasi dan pemasangan instalasi RWH di sekolah dengan kapasitas total 2000 L, dilanjutkan dengan pelatihan kepada warga sekolah terkait bagaimana prinsip kerja, bagaimana mengoperasikan dan memelihara alat RWH tersebut. Instalasi RWH tersebut terdiri dari 2 buah tangki air bersih dengan masing-masing kapasitas tampung 1000 L yang diletakan di bagian depan sekolah untuk keperluan cuci tangan dan di mushola untuk keperluan berwudhu. Massa air hujan yang tertampung kemudian didistribusikan ke 2 buah tangki filter untuk dilanjutkan masuk ke dalam tangki penyedia air bersih agar siap digunakan pada waktu pada musim kemarau. Setelah alat RWH sudah diuji coba, warga sekolah dapat merasakan manfaat alat pemanen air hujan ini, karena dapat mengurangi volume jatuhnya air hujan yang cukup besar dari atap gedung sekolah dan limpasan air (run off) yang terjadi di area sekolah sehingga menghindari terjadinya banjir. Alat ini ternyata mampu menyediakan air bersih yang relatif lebih jernih dan mencukupi sehingga bisa mengurangi kebutuhan penggunaan air tanah untuk keperluan sehari-hari. Melalui program ini, warga sekolah telah memahami prinsip kerja, cara pengoperasian, pemeliharaan serta dapat merasakan manfaat dari RWH ini.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN RAIN WATER HARVESTING (RWH) DI SDN MERUYA UTARA 12, 13 PAGI DAN 15 PETANG Fairus, Sirin; Surya Irawan, Diki; Nursetyowati, Prismita
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 2 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v2i1.18

Abstract

Air hujan merupakan salah satu sumber daya air bersih potensial di perkotaan, seperti DKI Jakarta, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Terkait hal tersebut, telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Rainwater Harvesting (RWH).  Agenda ini ditujukan untuk memberi edukasi dan pemahaman tentang RWH kepada para guru dan murid SDN Meruya Utara 12, 13 Pagi dan 15 Petang agar dapat melakukan konservasi air hujan dalam rangka penyediaan air bersih. Rangkaian kegiatan terdiri dari sosialisasi dan pemasangan instalasi RWH di sekolah dengan kapasitas total 2000 L, dilanjutkan dengan pelatihan kepada warga sekolah terkait bagaimana prinsip kerja, bagaimana mengoperasikan dan memelihara alat RWH tersebut. Instalasi RWH tersebut terdiri dari 2 buah tangki air bersih dengan masing-masing kapasitas tampung 1000 L yang diletakan di bagian depan sekolah untuk keperluan cuci tangan dan di mushola untuk keperluan berwudhu. Massa air hujan yang tertampung kemudian didistribusikan ke 2 buah tangki filter untuk dilanjutkan masuk ke dalam tangki penyedia air bersih agar siap digunakan pada waktu pada musim kemarau. Setelah alat RWH sudah diuji coba, warga sekolah dapat merasakan manfaat alat pemanen air hujan ini, karena dapat mengurangi volume jatuhnya air hujan yang cukup besar dari atap gedung sekolah dan limpasan air (run off) yang terjadi di area sekolah sehingga menghindari terjadinya banjir. Alat ini ternyata mampu menyediakan air bersih yang relatif lebih jernih dan mencukupi sehingga bisa mengurangi kebutuhan penggunaan air tanah untuk keperluan sehari-hari. Melalui program ini, warga sekolah telah memahami prinsip kerja, cara pengoperasian, pemeliharaan serta dapat merasakan manfaat dari RWH ini.
RISK ANALYSIS IN JAKARTA’S WASTE COOKING OIL TO BIODIESEL GREEN SUPPLY CHAIN USING GROUP AHP APPROACH Jachryandestama, Raden; Nursetyowati, Prismita; Fairus, Sirin; Pamungkas, Bani
SINERGI Vol 25, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2021.2.014

Abstract

The Jakarta regulation for waste cooking oil (WCO) shows the desired WCO to Biodiesel supply chain through the DKI Jakarta Governor Regulation Number 167 the Year 2016. Still, the implementation of said regulation proved inefficient. The study aims to analyze the risks in the supply chain because the WCO to Biodiesel supply chain is vulnerable to different risks than the typical supply chain and the green supply chain. The method used in this research is the group analytical hierarchy process (G-AHP) approach to create a consensus model between actors of the supply chain. Deep interviews were conducted with six experts to identify the risks and the normal scale was used to quantify their preference. Then, the PriEst software assisted the risk weight calculation, AHP matrix validation, and consensus modelling. The findings show the supply chain is vulnerable to 23 risks, categorized into six risk categories. The three risks that cause the most uncertainties in the supply chain are supply chain design risk, key supplier risk, and financial source risk. Technology risks and asset failure risks are the least concern because most WCO conversion is not done in Indonesia. These findings would be useful for the government to focus its effort on the most critical risks.