Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENANGKAPAN GAS METANA DI LAHAN RAWA GAMBUT UNTUK MENCEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN ENERGI TERBARUKAN DI KALIMANTAN BARAT Muhammad Hatta; Sulakhudin Sulakhudin
Pedontropika : Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.955 KB) | DOI: 10.26418/pedontropika.v2i1.15694

Abstract

Lahan gambut tropical memainkan peraran penting dalam siklus C global sebagai sumber lebih dari 70 Gt karbon. Jumlah karbon yang sangat besar menjadikan lahan gambut tropical sebagai sumber utama gas metana (CH4) atmosfer. Emisi CH4 dari lahan gambut sebesar 100 sampai 231 Tg CH4 per tahun. CH4 dalam gas dapat diperbaiki dan digunakan sebagai sumber energy. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan dan potensi gas methan untuk mencegah kebakaran hutan pada lahan gambut berkaitan dengan sumber energy yang dapat diperbaharui. Penelitian dilakukan di Desa Sepuk Laut, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Gas metana ditangkap dengan menggunakan perangkap keramik berbahan bakar pada temperature 1050 oC. Gas metana di Desa Sepuk Laut yang dekat dengan sungai bulan merupakan emisi yang lebih besar. Penggunaan gas metana sebagai energy yang dapat diperbaharui untuk menurunkan penghangatan global dan kebakaran di hutan rawa gambut. Penggunaan gas metana sebaiknya tidak menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan. Keyword: energi yang dapat diperbaharui, lahan gambut, metana, penghangatan global