Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Rancang Bangun Antena Folded Dipole Pada Frekuensi Kerja 7,070 MHz Dan 11,2420 MHz Untuk Mendukung Praktikum Komunikasi Radio Di Laboratorium Telekomunikasi Subagio, Budi Basuki; Putri, Ika Aditya Febriani; Santoso, Ridwan Bagus
TELE Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi Radio adalah suatu bentuk sistem komunikasi dengan sistem propagasinya menggunakan media udara. Salah satu bagian penting dari komunikasi radio adalah antena, antena (antena atau areal) adalah perangkat yang berfungsi untuk memindahkan energi gelombang elektromagnetik dari media kabel ke udara atau sebaliknya dari udara ke media kabel. Pembuatan antena folded dipole sebanyak dua buah, yang bekerja pada frekuensi 7,070 MHz dan 11,2420 MHz. Pembuatan antena ini ditujukan untuk merealisasikan antena folded dipole pada frekuensi kerja 7,070 MHz dan 11,2420 MHz untuk mendukung praktikum komunikasi radio di laboraturium telekomunikasi. Antena folded dipole pada frekuensi 7,070 MHz mempunyai SWR sebesar 1,3 sedangkan antena folded dipole pada frekuensi 11,2420 MHz mempunyai SWR sebesar 1,1
Saluran Transmisi Frekuensi 850 – 950 MHz Menggunakan Teknologi Microstrip Subagio, Budi Basuki
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran transmisi frekuensi tinggi ini didesain memanfaatkan teknologi microstrip. Perhitungan semua parameter-parameter menggunakan prinsip dasar teknologi mikrostrip saluran parallel. Saluran transmisi ini mempunyai kemampuan untuk mengukur daerah frekuensi antara 850 MHz sampai 950 MHz. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisa rangkaian ekivalen antenna ke bentuk rangkaian listrik. Dari bentuk rangkaian listrik dilakukan perhitungan secara matematis untuk merealisasikan bentuk saluran transmisi microstrip. Pengujian dilakukan di laboratorium Telekomunikasi Program Studi Telekomunikasi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang. Dari hasil pengujian diperoleh jarak antar konduktor 1,47 cm. Untuk memperoleh impedansi 50 ohm maka ditentukan lebar strip konduktor masing-masing 5,6 mm. Hasil pengujian pada frekuensi acuan Saluran Transmisi ini menunjukkan kemampuannya dapat dilalui frekuensi sampai 950 MHz dengan VSWR terhadap beban 1,3.
VSWR Meter dengan Teknologi Mikrostrip Subagio, Budi Basuki
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

VSWR meter dengan teknologi mikrostrip didesain memanfaatkan teknologi microstrip dan merupakan suatu alat ukur rasio gelombang berdiri (standing wave ratio/SWR). Perhitungan ukuran jarak, lebar strip konduktor dan semua parameter-parameter menggunakan prinsip dasar teknologi mikrostrip saluran paralel, dengan kemampuan untuk mengukur daerah frekuensi antara 3,5 MHz sampai 950 MHz. Dari hasil pengujian diperoleh jarak antar konduktor 1,47 cm, Untuk memperoleh impedansi 50 Ω maka ditentukan lebar strip konduktor masing-masing 5,6 mm, sedangkan untuk mendeteksi sinyal yang akan diukur digunakan dioda germanium. Dari hasil pengujian pada frekuensi acuan VSWR meter ini mempunyai kemampuan akurasi pengukuran sampai 950 MHz.
APLIKASI TEKNOLOGI MICROSTRIP PADA ALAT UKUR KOEFISIEN PANTUL Subagio, Budi Basuki
Orbith Vol 11, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat ukur Koefisien Pantul memanfaatkan teknologi microstrip, merupakan suatu alat ukur rasio gelombang berdiri (standing wave ratio/SWR). Perhitungan ukuran jarak, lebar strip konduktor dansemua parameter-parameter menggunakan prinsip dasar teknologi mikrostrip saluran parallel. Alat ukur ini mempunyai kemampuan untuk mengukur Koefisien Pantul pada sinyal RF dalam cakupan frekuensi antara 3,5 MHz sampai 950 MHz. Dari hasil pengujian diperoleh jarak antar konduktor 1,56 cm. Untuk memperoleh impedansi 50  maka ditentukan lebar strip konduktor masing-masing 6,3 mm, sedangkanuntuk mendeteksi sinyal yang akan diukur digunakan dioda germanium. Dari hasil pengujian alat ukur ini mempunyai kemampuan akurasi pengukuran sampai 950 MHz.
Performance of Groundplane Shaping in Four-Element Dualband MIMO Antenna Subuh Pramono; Tommi Hariyadi; Budi Basuki Subagio
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 15, No 1: March 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v15i1.5002

Abstract

This work presents performance of groundplane shaping and its effect in four element dualband multiple input multiple output (MIMO) antenna. This proposed four element dualband MIMO antenna consists of four bowtie dipole antenna which operates at 1800 MHz (low frequency) and 2300 MHz (high frequency). This proposed four element dualband MIMO antenna occupies a 270 x 210 x  100 mm3  of FR 4 substrate. We use four types  of groundplane pattern i.e. full groundplane, cornered spatial groundplane,crossed middle groundplane, and spiral groundplane. These various grounplane patterns influence the performance of main parameters of dualband MIMO antenna. Cornered spatial groundplane pattern yields a largest bandwidth (VSWR ≤ 2) 282 MHz or 15.24% of center frequency at low frequency. Full groundplane pattern creates 135.2 MHz at high frequency. In addition, cornered spatial groundplane pattern also generates a lowest VSWR  that  is valued 1.21 at both low frequency and high frequency. The S parameters, basically both cornered spatial and full groundplane pattern produce a better return loss than two others. All four groundplane patterns deliver  equally a mutual coupling parameter.The last, this proposed four element dualband MIMO with various groundplane patterns gives a good farfield properties i.e. gain, radiation pattern, H-E field.
Kevlar-Alumina Composite as An Alternative Substrate for 5G Antenna Application Efrilia Ma'rifatul Khusna; Subagio Budi Basuki; Hutama Arif Bramantyo
Jurnal Jaringan Telekomunikasi Vol 12 No 1 (2022): Vol. 12 No. 01 (2022) : March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jartel.v12i1.301

Abstract

This paper introduces a millimetre-wave antenna design for 5G application using an alternative substrate called Kevlar-Alumina Composite. Kevlar-Alumina Composite had been researched and measured comprehensively by Indonesian Institute of Science (LIPI) Bandung showing dielectric value of 9.2. The application of the antenna geometry is based on Vivaldi Coplanar antenna with L shaped feeding on the ground plane. Vivaldi Antenna is chosen as it has a relatively small size with various structures. An antenna of 3.75 GHz for 5G application using Kevlar-Alumina Composite is proposed. The simulated results of single-element 5G antenna have return loss value of -21.949 dB, 1.173 VSWR, directive radiation pattern at E-Plane and H-plane, and surface current. The use of the Kevlar-Alumina Composite performed good results.