Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ANALISA BEBAN KERJA DAN PENGEMBANGAN PERSAMAAN PREDIKSI KONSUMSI OKSIGEN PADA MAHASISWA PEKERJA INDUSTRI (STUDI KASUS MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN) Siboro, Benedikta Anna Haulian; Afma, Vera Methalina
SENATIK STT Adisutjipto Vol 2 (2016): Peran Teknologi dan Kedirgantaraan Untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.573 KB) | DOI: 10.28989/senatik.v2i0.82

Abstract

Majority of Industrial Engineering student at Riau Island Univeristy - Batam are workers who mostly worked in the electronics industry and shipbuilding with different kind of work.In this research, the variables to be studied is work load  which is done on whether the worker was within normal limits and develop VO2 consumption equation for each of these jobs by doing research using bike ergonometer and doing manual handling. The data obtained from  recording of the heart rate, as well as student worker health data is later processed and searched the prediction equation using statistical methods such as the independence of the error test, test multicollinearity between independent variables and stepwise methodThe results showed from 240 students, 80% of student work on the electronics manufacturing and the rest in other areas and does not work. It is also at submaximal measurements using Ergocycle bike show in the 8th minute decrease in heart rate and so is the removal of objects in a decrease in heart rate in the 10th minute and classified in extreme jobs. There was also a correlation between VO2 maximum height and heart rate in order to get the equation VO2 = -0054 +0015 High HR + 8939 Keywords : consumption VO2, bike Ergocycle, workload, type of work
PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMPBELL, DUDEK & SMITH PADA MESIN LASER MARKING JENIS EVERTECH UNTUK MEMINIMALISASI MAKESPAN Kurnia, Kurnia; Yasra, Refdilzon; Afma, Vera Methalina
PROFESIENSI Vol 1, No 2 (2013): PROFESIENSI JOURNAL
Publisher : PROFESIENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.826 KB)

Abstract

PT. Unisem merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur perakitan IntegratedCircuit (IC) dan testing IC. Pada salah satu stasiun kerja di perusahaan ini yaitu stasiun marking selalu adainventory material yang menumpuk dan menganggur. Di stasiun marking selama ini perusahaan telahmelakukan penjadwalan produksi secara sederhana. Selama ini penjadwalan pekerjaan hanya berdasarkanprioritas tanggal pengiriman barang ke pelanggan saja atau ship out date (SOD) dengan kata lain penjadwalanproduksi yang diterapkan di line marking adalah metode Earliest Due Date (EDD). Permasalahan yangdihadapi perusahaan saat ini adalah sering kali terjadi penumpukan barang setengah jadi (WIP) di stasiunmarking, sehingga mengakibatkan banyak lot yang terlambat dikirim kepada customer (Missed SOD)Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penjadwalan Campbell, Dudek, Smith(CDS) dengan kriteria minimasi makespan.Dari hasil pengolahan data, metode perusahaan dengan aturan EDD Makespan yang diperolehdengan metode ini adalah sebesar 381 menit dan mean flowtime adalah 285 menit. Sedangkan biladibandingkan dengan metode algoritma CDS yang memiliki makespan sebesar 337 menit dan mean flowtimeadalah 282 menit. Jika dibandingkan dengan metode perusahaan, penerapan metode CDS dalam penjadwalanproduksi dapat meminimasi makespan sebesar 44 menit atau sebesar 11,55 %. Dan mean flowtime sebesar 3menit atau sebesar 1,05 %.Kata Kunci : Penjadwalan produksi, WIP, CDS, EDD, makespan
PERSEPSI PROSES SELEKSI DAN PENEMPATAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. EUROLLENCE PLASTIC INDONESIA Hutasuhut, Ardiansyah; Tarigan, Petra Paulus; Afma, Vera Methalina
PROFESIENSI Vol 1, No 1 (2013): PROFESIENSI JOURNAL
Publisher : PROFESIENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.826 KB)

Abstract

Penempatan karyawan harus berpedoman pada prinsip “The right man in the right place and the right manbehind the right job”.Prinsip penempatan yang tepat harus dilakukan secara konsekuen supaya karyawan dapatbekerja sesuai dengan spesialisasinya atau keahliannya masing-masing. Dari data perusahaan bahwa masih banyakkendala dan target yang tidak tercapai akan penempatan karyawan yang tidak sesuai dengan pekerjaan yangmencakup job description danjob specification.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh proses seleksi terhadap kinerja karyawan yang dilaksanakanoleh PT. Eurolence Plastic Indonesia. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah kuisioner yang berisi biodataresponden, pernyataan mengenai proses seleksi karyawan, pernyataan-pernyataan mengenai proses penempatankaryawan dan pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan kinerja karyawan. Kuisioner diolah dalam ujivaliditas, reliabilitas dan korelasi ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh proses seleksi terhadap kinerja karyawan yangdilaksanakan oleh PT. Eurolence Plastic Indonesia, dengan nilai korelasi X1 terhadap Y adalah 0.441. Adanyapengaruh proses penempatan terhadap kinerja karyawan yang dinyatakan dengan nilai korelasi X2 terhadap Y adalah0.708. Selain iu adanya pengaruh proses seleksi dan penempatan terhadap kinerja karyawan yang dinyatakan dengannilai Fhitung (26.727) > F tabel (3.25) sehingga disimpulkan terjadi pengaruh positif yaitu semakin ketat, cermat,teliti, jujut, dan tepat pada proses seleksi dan penempatan karyawan.Kata kunci : proses seleksi, proses penempatan, kinerja karyawan, korelasi ganda
PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMPBELL, DUDEK & SMITH PADA MESIN LASER MARKING JENIS EVERTECH UNTUK MEMINIMALISASI MAKESPAN Kurnia, Kurnia; Yasra, Refdilzon; Afma, Vera Methalina
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 2 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.191 KB) | DOI: 10.33373/profis.v1i2.269

Abstract

PT. Unisem merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur perakitan IntegratedCircuit (IC) dan testing IC. Pada salah satu stasiun kerja di perusahaan ini yaitu stasiun marking selalu adainventory material yang menumpuk dan menganggur. Di stasiun marking selama ini perusahaan telahmelakukan penjadwalan produksi secara sederhana. Selama ini penjadwalan pekerjaan hanya berdasarkanprioritas tanggal pengiriman barang ke pelanggan saja atau ship out date (SOD) dengan kata lain penjadwalanproduksi yang diterapkan di line marking adalah metode Earliest Due Date (EDD). Permasalahan yangdihadapi perusahaan saat ini adalah sering kali terjadi penumpukan barang setengah jadi (WIP) di stasiunmarking, sehingga mengakibatkan banyak lot yang terlambat dikirim kepada customer (Missed SOD)Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penjadwalan Campbell, Dudek, Smith(CDS) dengan kriteria minimasi makespan.Dari hasil pengolahan data, metode perusahaan dengan aturan EDD Makespan yang diperolehdengan metode ini adalah sebesar 381 menit dan mean flowtime adalah 285 menit. Sedangkan biladibandingkan dengan metode algoritma CDS yang memiliki makespan sebesar 337 menit dan mean flowtimeadalah 282 menit. Jika dibandingkan dengan metode perusahaan, penerapan metode CDS dalam penjadwalanproduksi dapat meminimasi makespan sebesar 44 menit atau sebesar 11,55 %. Dan mean flowtime sebesar 3menit atau sebesar 1,05 %.Kata Kunci : Penjadwalan produksi, WIP, CDS, EDD, makespan
RANCANGAN PERBAIKAN PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN KAPAL TUG BOAT 42 M DENGAN CRITICAL PATH METHOD PADA PT. BATAM EXPRESINDO SHIPYARD Olivia, Drika; Afma, Vera Methalina; Anna, Benedikta
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.433 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.332

Abstract

PT. Batam Expresindo Shipyard merupakan perusahaan galangan kapal yang masih menggunakan penjadwalan berupa Gantt Chart dalam perencanaan proyek. Akan tetapi, dalam penyelesaian proyek yang dilakukan banyak ditemui kendala seperti waktu penyelesaian pekerjaan yang tidak sesuai atau mengalami penyimpangan, kurangnya pemantauan pada penjadwalan proyek dan penjadwalan yang kurang efisien, sehingga mengalami keterlambatan penyelesaian proyek. Keterlambatan proyek pembangunan Tug Boat 42 M di PT. Batam Expresindo Shipyard dapat meningkatkan biaya produksi kapal yang berakhir pada meruginya perusahaan. Keterlambatan ini disebabkan karena terjadinya perbedaan metode pembangunan sehingga terjadi penyimpangan dari jadwal yang telah direncanakan.Tujuan Penelitian ini adalah menentukan penjadwalan pembangunan kapal Tug Boat 42 M dengan Critical Path Method, menentukan kemajuan volume pekerjaan proyek pembangunan kapal Tug Boat 42 M dengan kurva S dan menentukan nilai kinerja proyek berdasarkan ACWP, BCWP, dan BCWS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Critical Path Method yang digunakan untuk mengkaji ulang penjadwalan untuk mengatasi keterlambatan proyek dengan menggambarkan urutan dan hubungan pekerjaan atau kegiatan sama lain yang diarahkan untuk meminimumkan waktu penyelesaian proyek. Hasil dari penjadwalan ulang dapat mengurangi biaya pembangunan kapal. Hasil penelitian ini menunjukkan pembangunan kapal Tug Boat 42 M dengan Critical Path Method selama 243 hari dan diperoleh indeks kinerja Cost Performance Index atau CPI bernilai 0,981 ( 1) yang menjelaskan bahwa proyek mengalami kerugian, dan Schedule Performance Index atau SPI bernilai 0,982 (1)yang menjelaskan bahwa proyek mengalami keterlambatan dari rencana.                                                                                                           Kata Kunci : Critical Path Method, Tug Boat 42 M, Cost Performance Index, Schedule Performance Index, S-Curve
ANALISA PERCOBAAN TERHADAP TINGKAT CACAT MALFORMBOND (GOLF BALL) PADA PROSES WIRE BOND DI MESIN SINKAWA (UTC-WB) DENGAN METODE ANOVA EXPERIMENTS ANALYSIS OF MALFORMBOND DEFECT (GOLF BALL) FOR WIRE BOND PROCESS IN SINKAWA MACHINE (UTC –WB) BY ANOVA METHOD Syafitri, Afrian; Afma, Vera Methalina; Yasra, Refdilzon
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 4, No 1 (2016): PROFISIENSI JOURNAL EDISI BULAN JUNI 2016
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.837 KB) | DOI: 10.33373/profis.v4i1.547

Abstract

PT.Infineon Technologies merupakan salah satu perusahaaan manufacturing dengan hasil produksi berupa Integrated Circuit (IC). PT. Infineon Technologies Batam membagi proses produksinya menjadi beberapa departement, salah satunya yaitu departement perakitanyang terdiri dari beberapa proses pula, dan salah satunya yaitu proses wire bonding. Pada proses wire bonding diperiode minggu ke 40 - 52 ditemui cacat malformbond yang berasal dari mesin Sinkawa (UTC-WB) dengan wire size 50 µm. Dampak yang ditimbulkan dari cacat malformbond tersebut berpengaruh buruk dimana tingkat kualitas pada proses produksi sebesar 99,6 % yang diasumsikan bahwa 0,4 % adalah sebagai rejectpart yang di scrab. Cacat malformbond merupakan cacat yang sifatnya un-reworkable atau tidak dapat diperbaiki lagi. Cacat malformbond memberikan kontribusi sebesar 70% dari jumlah reject keseluruhan yang terjadi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analysis of Variance (ANOVA) yang digunakan untuk melihat perbandingan rata – rata beberapa kelompok. Tujuan analisa variansi adalah untuk menentukan apakah ada perbedaan antara beberapa perlakuan atau percobaan yang dilakukan hanyalah sebagai akibat dari variasi acak saja ataukah memang juga ada sumbangan dari variasi sitematik dalam jenis perlakuan untuk mengurangi jumlah cacat. Percobaan yang dilakukan adalah sebanyak 3 jenis, yaitu menaikkan paramater wire tensioner, penggunaan jig EFO untuk pemasangan electrode, dan menaikkan parameter wire tensioner serta menggunakan jig EFO.Hasil dari penelitian ini adalah memilih salah satu dari 3 percobaan yang dilakukan untuk menunjukkan tingkat pencapaian yield yang lebih baik dibanding yield sebelum percobaan. Percobaan yang terpilih adalah percobaan 3 yaitu menaikkan parameter wire tensioer serta menggunakan jig EFO electrode yang hasilnya adalah peninggkatan yield sebesar 1% menjadi 99.11% dari yield sebelum percobaan. Kata kunci: malformbond, yield, ANOVA,tingkat cacat PT.Infineon Technologies is one of the manufacturing firms with produce Integrated Circuit (IC). PT. Infineon Technologies Batam divide the production process into several departments, one of which is assembly department that consists of several process anyway, and one of them is wire bonding process. In the process of wire bonding period of weeks to 40-52 found defective malformbond coming from Sinkawa machibe (UTC-WB) with a wire size of 50 lm. The impact of the malformbond defects which adversely affect the level of quality in the production process 99,6% assumed that 0.4% is as reject part that in scrap. Malformbond defects are defects that are un-reworkable or cannot be repaired anymore. Malformbond defects accounted for 70% of the overall amount reject happened.The method used in this research is Analysis of Variance (ANOVA) was used to compare the average some groups. The objective of variance analysis is to determine whether there are differences between treatments or experiments carried out only as a result of random variation alone or is also a contribution of variations systematically in this type of treatment to reduce the number of defects. Experiments carried out is as much as three types, namely raising the wire tensioner parameters, use jig for mounting EFO electrode, and raise the tensioner and wire parameters using a jig EFO.The results of this research is to choose one of three experiments carried out to demonstrate the level of achievement of a better yield than the yield before the experiment. The experiments were selected were 3 trials of raising tensioer wire parameters using a jig EFO electrode and the result is increase yield  from 1% to 99.11% of the yield before the experiment. Keywords: malformbond, yield, ANOVA, defect rate.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DIAGRAM ALIR BERSEGITIGA UNTUK MEMINIMASI JARAK MATERIAL HANDLING DI PT. AT OCEANIC OFFSHORE Habibi, Hasan; Afma, Vera Methalina; Arifin, Zaenal
PROFISIENSI Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : PROFISIENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.309 KB)

Abstract

PT. AT Oceanic Offshore adalah perusahaan asing yang bergerak di bidang alat angkat, perusahaan asing ini di setiap proses produksinya dari awal proses sampai proses penyelesaianya terdapat material hadling, yaitu semua perpindahan materialnya dilakukan dengan bantuan alat dan  secara manual, yaitu dibawa oleh pekerja dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja yang lain dengan bantuan alat, berupa Forklift, Trolly dan Pallet Jack seperti perpindahan material dari gudang ke pengukuran serta pemotongan dengan jarak 98 meter, area pengukuran serta pemotongan ke splicing dengan jarak 18 meter, area splicing ke pull test denga jarak 20 meter, area pull test ke visual dengan jarak 3 meter, area visual dengan penggulungan dengan jarak 9 meter dan area penggulungan dengan pengepakan dengan jarak 12 meter. Permasalahan yang dihadapi di PT. AT Oceanic Offshore saat ini dalam hal tata letak fasilitasnya antara stasiun kerja satu ke stasiun kerja yang lainya terdapat jarak yang cukup jauh dan waktu perpindahan materialnya juga membutuhkan waktu yang lama seperti halnya dari gudang material ke area produksi hingga produk jadi membutuhkan waktu 1036 detik sedangkan dari assembly hingga proses pengangkatan ke gudang membutuhkan waktu 2340 detik diamati dari adanya perpindahan material yang bersilang dari stasiun 1 ke stasiun 2 adanya jumlah waktu operasional alat material handling yang melebihi waktu normal operasionalnya sehingga dalam hal ini di PT. AT Oceanic Offshore terdapat banyak waktu terbuang hanya pada proses perpindahan materialnya di sebabkan oleh jarak.Tujuan dari perancangan tata letak ini yaitu untuk merancang ulang tata letak mesin pada proses Assemblly Wire Rope Sling di PT. AT Oceanic Offshore untuk mengurangi jarak Material Handling. Metode yang di gunakan adalah Diagram Alir Bersegitiga yaitu merupakan metode yang menggabungkan metode pembentukan dengan metode perbaikan di mana tata letak awal dibuat dengan metode pembentukan dan untuk perbaikannya dilakukan dengan menggunakan metode perbaikan dan metode yang dapat digunakan untuk merancang ulang tata letak dengan menggunakan input data Flow Card.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa layout usulan yang dirancang lebih baik dari layout awal, terjadi penurunan dari 172 meter maka dengan menggunakan Diagram Alir Bersegitigaadalah sebesar 150 meter.  Kata kunci : Tata Letak Produksi, Flow Card, Diagram Alir Bersegitiga
ANALISA PENGENDALIAN PROYEK KAPAL AHTS H 7050 DENGAN METODE EARNED VALUE (Studi kasus di PT Batamec Shipyard) Pasaribu, Denni Perdinal; Afma, Vera Methalina; Yasra, Refdilzon
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 1 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.715 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i1.299

Abstract

Konsep “earned value“ merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengelompokan proyek yang mengintegrasikan biaya dan waktu. Dengan menyajikan tiga dimensi yaitu: plan value, earned value dan actual cost dimana dari ketiga unsur tersebut kita bisa menghitung indeks hasil kerja biaya ( Cost Peformance Indeks / CPI) sebesar 1,16 atau Cost varian sebesar $ 233.206 dan indeks hasil kerja waktu ( Schedule Performance Indeks/ SPI) untuk keseluruhan proyek sebesar 0.785 dan Schedule varian sebesar -$ 465.326 . Hasil dari informasi kinerja biaya dan waktu tersebut juga bisa digunakan sebagai early warning jika terdapat inefisiensi kinerja dalam penyelesaian proyek dapat dicegah serta proyek dapat diselesaikan tepat waktu.Pembangunan kapal Tug Boat AHTS H-7050 dengan metode earned value management selama 16 bulan peninjauan ini didapat indeks kinerja untuk SPI dan CPI yang menunjukan pada bulan Oktober 2009 sampai Januari 2011, CPI bernilai diatas angka satu ( 1 ) yang menjelaskan bahwa proyek mengalami penghematan dan SPI dibawah angka satu ( 1 ) berarti jadwal pekerjaan lebih lambat dari rencana.Kata kunci : “ Earned Value, Tug Boat AHTS H-7050, Plan Value, Actual Cost, Schedule Performance Index, Cost Peformance Index “
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI KERUPUK LEBAR BAROKAH DENGAN METODE FULL COSTING Kusmanto, Kusmanto; Redantan, Dadang; Afma, Vera Methalina
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.569 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.334

Abstract

Usaha Kerupuk Lebar Barokah adalah salah satu Usaha Home Industry di Daerah Kecamatan Batu Aji, kegiatannya memproduksi kerupuk yang kemudian dikemas dan dipasarkan ke warung-warung di Wilayah Kecamatan Batu Aji dan Kecamatan Sagulung.Usaha Kerupuk Lebar Barokah memproduksi dan memasarkan kerupuk sebanyak 600 bungkus setiap minggu  dengan harga jual ke warung sebesar Rp 2500.-/bungkus, sedangkan pedagang/warung menjual Rp 3000.-/bungkus. Menurut pemilik Home Industry Kerupuk Lebar Barokah biaya produksi yang dikeluarkan untuk satu bungkus kerupuk sekitar Rp 2000.-/bungkus, Harga jual Rp 2500.-/bungkus. Sehingga keuntungannya Rp 500.-/bungkus. Perhitungan biaya produksi yang dilakukannya adalah dengan menjumlahkan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja, sementara biaya overhead tidak diperhitungkan. Biaya overhead meliputi biaya bahan penolong,biaya peralatan, biaya listrik dan biaya sewa gedung. Hal ini yang menurut penulis menjadi permasalahan, bahwa perhitungan biaya pokok produksi yang dilakukan oleh pemilik usaha kerupuk lebar barokah tidak akurat, sehingga untuk mempertahankan keuntungan yang diinginkan tidak relevan lagi. Metode yang digunakan dalam menghitung biaya produksi tersebut adalah metode full costing. Perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing adalah dengan menjumlahkan semua biaya yang dibebankan dalam kegiatan produksi baik biaya tetap maupun biaya variabel, dengan unsur-unsur biaya produksi bahan baku, biaya tenaga kerja langsung,biaya overhead pabrik variabel, biaya bahan penolong, biaya listrik dan sewa gedung serta biaya depresiasi peralatan.Penghitungan harga pokok produksi kerupuk lebar barokah yang meliputi biaya per tahun: biaya bahan baku sebesar Rp 33.020.000.-, biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 28.800.000.-, biaya overhead pabrik variable Rp 0.-, biaya overhead pabrik tetap yang terdiri dari biaya bahan penolong/tambahan sebesar Rp 5.665.000.-, biaya listrik dan sewa gedung sebesar Rp 2.700.000.-,biaya depresiasi peralatan sebesar Rp 1.383.667.- dan jumlah produksi selama satu tahun sebanyak 31.200 bungkus. Hasil perhitungan harga pokok produksi kerupuk lebar barokah dengan metode full  costing adalah Rp 2.294.-/bungkus. Kata kunci: harga pokok produksi, metode full costing,biaya overhaead,depresiasi peralatan.
PERSEPSI PROSES SELEKSI DAN PENEMPATAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. EUROLLENCE PLASTIC INDONESIA Hutasuhut, Ardiansyah; Tarigan, Petra Paulus; Afma, Vera Methalina
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 1 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.536 KB) | DOI: 10.33373/profis.v1i1.208

Abstract

Penempatan karyawan harus berpedoman pada prinsip “The right man in the right place and the right manbehind the right job”.Prinsip penempatan yang tepat harus dilakukan secara konsekuen supaya karyawan dapatbekerja sesuai dengan spesialisasinya atau keahliannya masing-masing. Dari data perusahaan bahwa masih banyakkendala dan target yang tidak tercapai akan penempatan karyawan yang tidak sesuai dengan pekerjaan yangmencakup job description danjob specification.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh proses seleksi terhadap kinerja karyawan yang dilaksanakanoleh PT. Eurolence Plastic Indonesia. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah kuisioner yang berisi biodataresponden, pernyataan mengenai proses seleksi karyawan, pernyataan-pernyataan mengenai proses penempatankaryawan dan pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan kinerja karyawan. Kuisioner diolah dalam ujivaliditas, reliabilitas dan korelasi ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh proses seleksi terhadap kinerja karyawan yangdilaksanakan oleh PT. Eurolence Plastic Indonesia, dengan nilai korelasi X1 terhadap Y adalah 0.441. Adanyapengaruh proses penempatan terhadap kinerja karyawan yang dinyatakan dengan nilai korelasi X2 terhadap Y adalah0.708. Selain iu adanya pengaruh proses seleksi dan penempatan terhadap kinerja karyawan yang dinyatakan dengannilai Fhitung (26.727) F tabel (3.25) sehingga disimpulkan terjadi pengaruh positif yaitu semakin ketat, cermat,teliti, jujut, dan tepat pada proses seleksi dan penempatan karyawan.Kata kunci : proses seleksi, proses penempatan, kinerja karyawan, korelasi ganda