Imas Ratna Ermawati, Imas Ratna
Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Tes Berstruktur dalam Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Sistematis Siswa di SMAN 72 Jakarta Martin, .; Ermawaty, Imas Ratna
Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberian tes berstruktur dalam model pembelajaran problem solving terhadap kemampuan berpikir sistematis siswa. Berdasarkan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian tes berstruktur dalam model pembelajaran problem solving terhadap kemampuan berpikir sistematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 72 Jakarta tahun pelajaran 2012/2013, selama 1 bulan dimulai dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Dengan populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 72 Jakarta, sedangkan populasi terjangkaunya adalah siswa kelas X. Sampel diambil secara acak (multi stage random sampling) dengan mengambil 31 siswa yang berasal dari siswa kelas X. Desain yang digunakan pada penelitian adalah {one group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa tes tertulis (paper and pencil test) yaitu uraian berstruktur sebanyak 10 soal yang valid (product moment) dan reliabel (Alpha r11), selanjutnya menghitung taraf kesukaran dan daya pembeda soal. Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t maka diperoleh thitung sebesar 2,748. Sedangkan ttabel didapat dari tabel t dengan taraf signifikasi 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 30 yaitu sebesar 1,697. Karena thitung > ttabel 2,748 > 1,697 maka H0 ditolak. Dengan demikian H1 diterima yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh pemberian tes berstruktur dalam model pembelajaran problem solving terhadap kemampuan berpikir sistematis siswa. Kata kunci: tes berstruktur, model pembelajaran problem solving, kemampuan berpikir sistematis.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA YANG MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAIN (SFAE) DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISSION (STAD) Ermawati, Imas Ratna; Kusdiwelirawan, A.; Khusnul, Khusnul
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbandingan hasil belajar fisika siswa antara Metode Student Facilitator And Explain (SFAE) dengan Student Teams Achievement Divission (STAD).Dimana metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi eksperimen. Metode pembelajaran Student Facilitator And Explain  dan Student Teams Achievement Divission  merupakan metode yang melibatkan siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, menjadikan siswa sebagai fasilitator dan berfikir kreatif sehingga dapat menimbulkan rasa percaya diri dan tanggung jawab pada diri siswa. Yang membedakan Metode pembelajaran Student Facilitator And Explain  dan Student Teams Achievement Divission  adalah langkah-langkah pembelajarannya dimana Metode pembelajaran Student Facilitator And Explain siswa yang belajar sepenuhnya sendiri tidak demikian dengan metode Student Teams Achievement Divission dan di metode Student Teams Achievement Divission diadakan kuis di setiap akhir pertemuannya. Hasil analisis data penelitian ini mengungkapkan, bahwa dari perhitungan hasil belajar fisika siswa pada pokok bahasan Teori Kinetik Gas dan Termodinamika yang diterapkan di kelas eksperimen I dengan metode Student Facilitator And Explain  memiliki nilai rata-rata 79,58 sedangkan kelas eksperimen II dengan metode Student Teams Achievement Divission  memiliki nilai rata-rata 72,68, yaitu di atas KKM sebesar 70,00. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t didapat thitung = 3,102 > 1,667= ttabel. Hal ini berarti tolak H0, maka hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbandingan hasil belajar fisika siswa yang menggunakan metode pembelajaran Student Facilitator And Explain dan Student Teams Achievement Divission.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbandingan hasil belajar fisika siswa antara Metode Student Facilitator And Explain (SFAE) dengan Student Teams Achievement Divission (STAD).Dimana metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi eksperimen. Metode pembelajaran Student Facilitator And Explain  dan Student Teams Achievement Divission  merupakan metode yang melibatkan siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, menjadikan siswa sebagai fasilitator dan berfikir kreatif sehingga dapat menimbulkan rasa percaya diri dan tanggung jawab pada diri siswa. Yang membedakan Metode pembelajaran Student Facilitator And Explain  dan Student Teams Achievement Divission  adalah langkah-langkah pembelajarannya dimana Metode pembelajaran Student Facilitator And Explain siswa yang belajar sepenuhnya sendiri tidak demikian dengan metode Student Teams Achievement Divission dan di metode Student Teams Achievement Divission diadakan kuis di setiap akhir pertemuannya. Hasil analisis data penelitian ini mengungkapkan, bahwa dari perhitungan hasil belajar fisika siswa pada pokok bahasan Teori Kinetik Gas dan Termodinamika yang diterapkan di kelas eksperimen I dengan metode Student Facilitator And Explain  memiliki nilai rata-rata 79,58 sedangkan kelas eksperimen II dengan metode Student Teams Achievement Divission  memiliki nilai rata-rata 72,68, yaitu di atas KKM sebesar 70,00. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t didapat thitung = 3,102 > 1,667= ttabel. Hal ini berarti tolak H0, maka hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbandingan hasil belajar fisika siswa yang menggunakan metode pembelajaran Student Facilitator And Explain dan Student Teams Achievement Divission.
Hubungan Antara Adversity Quotient dan Self Efficacy dengan Menggunakan Model PBL Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMA Pratama, Dian Sandi; Ermawaty, Imas Ratna; Hartini, Tri Isti
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) Vol 1 No 2 (2017): JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) - November 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.095 KB) | DOI: 10.30599/jipfri.v1i2.117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Adversity Quotient dengan Hasil Belajar fisika siswa SMA, mengetahui hubungan antara Self Efficacy dengan Hasil Belajar fisika siswa SMA, serta mengetahui hubungan antara Adversity Quotient dan Self Efficacy dengan hasil belajar fisika siswa SMA. Berdasarkan hasil perhitungan regresi linier Y atas X1 diperoleh = 33,797 + 0,5505𝑋Dari hasil perhitungan ANAVA didapat Fhitung = 0,117 < Ftabel = 2,28. Hasil perhitungan regresi linier Y atas X2 diperoleh = 30,061 + 0,5965𝑋 dan hasil perhitungan ANAVA didapat Fhitung = 0,4681 < Ftabel = 2,28. Sedangkan hasil perhitungan regresi linier Y atas X1 dan X2 diperoleh = 43,52 + (0,996 𝑋1) + (0,586 𝑋2) dan koefisien korelasi ganda Fh = 14,076 > Ft (0,05 : 2/31) = 3,32. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis korelasi ganda dan korelasi parsial didapat analisis korelasi Y atas X1 adalah thitung> ttabel yaitu 6,108 > 2,042 yang berarti Ha diterima. Analisis korelasi Y atas X2 didapat thitung> ttabel yaitu 10,870 > 2,042 yang berarti Ha diterima, sedangkan analisis korelasi Y atas X1 dan X2 diperoleh Fhitung = 14,076 > Ftabel = 3,32 yang berarti Ha diterima. Koefisien korelasi parsial  X1 dan Y jika X2 dikontrol diperoleh thitung> ttabel yaitu 2,640 > 2,042 yang berarti Ha diterima, sedangkan koefisien korelasi parsial X2 dan Y jika X1 dikontrol diperoleh thitung> ttabel yaitu 6,582 > 2,042 yang berarti Ha diterima. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Adversity Quotient dan Self Efficacy dengan Hasil Belajar fisika siswa SMA.
Pengaruh Penggunaan Iradiasi Gamma Terhadap Plastik Polipropilen di Tinjau dari Sifat Mekaniknya Damayanti, Defi; Ermawati, Imas Ratna
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 3 (2018): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 3
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.651 KB) | DOI: 10.22236/teknoka.v3i0.2905

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan iradiasi gamma terhadap plastik polipropilen ditinjau dari  sifat mekaniknya. Plastik polipropilen yang digunakan dalam penelitian   ini adalah mangkok dan pot. Mangkok dan pot tersebut diberikan radiasi berupa sinar  gamma. Radiasi gamma atau sinar gamma adalah sebuah bentuk berenergi  dari  radiasi elektromagnetik yang ,  diproduksi  oleh  radioaktivitas  atau proses  nuklir  atau subatomik lainnya seperti penghancuran elektron-positron. Dosis yang diberikan bervariasi pada tiap sempelnya yaitu  5 kGy, 10 kGy dan 15 kGy. Penelitia ini dilaksanakan di PAIR – BATAN Pasar Jumat. Peneliti  melaksanakan penelitian di tempat  tersebut karena ingin mengetahui pengaruh  radiasi terhadap plastik polipropilen dan penelitian juga dilaksanakan di Fakults Teknik Mesin UHAMKA Pasar rebo. Peneliti  melaksanakan penelitian di tempat tersebut karena ini mengetahui uji mekanik pada plasik polipropilen   yang sudah  di radiasi. Hasil penelitian, untuk mangkok dengan dosis   5 kGy   memiliki kekuatan luluh sebesar   0.000, kekuatan tarik yang didapatkan sebesar 0.580  dan 1.332  dan elongation sebesar 5.747 dan 7.056. Mangkok dengan dosis   10 kGy   memiliki kekuatan  luluh sebesar  0.000,  kekuatan tarik yang didapatkan sebesar 2.084  dan 1.633  dan elongation sebesar 4.993 dan 6.791. Mangkok dengan dosis   15 kGy   memiliki kekuatan luluh sebesar  0.000, kekuatan tarik yang didapatkan sebesar 1.504  dan 1.569  dan elongation sebesar 3.323 dan 5.097. Pot dengan dosis   5 kGy   memiliki kekuatan luluh sebesar 0.000, kekuatan tarik yang didapatkan sebesar 1.419  dan 0.647  dan elongation sebesar 32.610 dan 30.120. Pot dengan dosis   10 kGy   memiliki kekuatan luluh sebesar 0.000, kekuatan tarik yang didapatkan sebesar 1.407  dan 1.618  dan elongation sebesar 16.013 dan 20.980. Pot dengan dosis   15 kGy   memiliki kekuatan luluh sebesar 0.000, kekuatan tarik yang didapatkan sebesar 1.936  dan 0.828  dan elongation sebesar  13.610 dan  9.820,  disimpulkan bahwa penggunan iradiasi gamma dapat mengurangi besarnya perpanjangan putus akibat putusnya rantai dan  juga dapat menaikkan besarnya kekuatan tarik suatu bahan
Analisis Bandgap Karbon Nanodots (C-Dots) Kulit Bawang Merah Menggunakan Teknik Microwave Triwardiati, Diana; Ermawati, Imas Ratna
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 3 (2018): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 3
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.281 KB) | DOI: 10.22236/teknoka.v3i0.2810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis dan bandgap dari hasil sintesis karbon nanodots (c-dots) kulit bawang merah menggunakan teknik microwave yang kemudian diuji menggunakan alat spektrometer uv-vis. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisika-IPB Babakan Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Sintesis c-dots dilakukan dengan mengekstrasi kulit bawang merah dan aquades dengan blender, kemudian dimasukan dalam microwave dengan variasi waktu pemanasan selama 5 menit, 10 menit, 15 menit, dan 20 menit. Setelah itu, dilakukan penyaringan agar mendapatkan c-dots yang  homogen. Selanjutnya pengujian bandgap dilakukan dengan alat spektrometer uv-vis dengan rentang panjang gelombang 190-800 nm. Hasil yang diperoleh dari alat spektrometer uv-vis berupa grafik yang menggambarkan hubungan antara nilai absorbansi dan panjang gelombang. Dari percobaan yang telah dilakukan selama 5 kali pengulangan dan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai rata-rata bandgap secara berturut-turut sebesar 3,5826 eV, 2,6888 eV, 2,4222 eV, dan 1,11378 eV. Lamanya waktu pemanasan dalam microwave berpengaruh terhadap nilai absorbansi. Dimana nilai absorbansi rata-ratanya adalah 0,76806, 1,21406, 1,3186, 1,74068. Hal Ini menunjukan bahwa semakin besar nilai absorbansi, maka bandgap yang dihasilkannya semakin kecil. Rendahnya bandgap karena energi yang diperlukan untuk eksitasi elektron dari pita valensi ke pita konduksi semakin rendah pula.
Pelatihan Pembuatan Alat Bantu Pengajaran IPA Pada Percobaan Bandul Matematis , Tekanan Hidrostatis, Pengukuran Tekanan Zat Cair Serta Kecepatan Dan Percepatan Bagi Guru-Guru Ipa Sekolah Sahabat Sabah Malaysia Ermawati, Imas Ratna
International Journal of Community Service Learning Vol 6, No 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v6i1.43272

Abstract

This community partnership program aims for downstream activities and a science teacher training mentoring program at ULC Sekolah Sahabat Sabah Malaysia. In addition, based on observations from previous research, information was obtained about the lack of science practicum subjects and the procurement of teaching aids is very dependent on the ability of the school and the creativity of the teacher concerned. In this regard, science teachers, especially physics, biology and chemistry are required to have creativity and skills in making and using teaching aids, in this case also produced a module for the use of teaching aids and videos for making teaching aids. Method what is used in this activity is a training (workshop), namely, providing training in making simple science teaching aids, then mentoring is carried out. The number of participants was 37 teachers in the plantation area or ULC at the Sabah Malaysia Friendship School which was carried out online using a zoom meeting. This activity is carried out for 1 day with 8 JP. Participants' responses were measured using a questionnaire at the end of the training. Participants said that the material discussed in the training said 82.21% was very good important, and 17.79% important. This condition shows that this material is right on target and useful for the audience of participants. The informants conveyed the training method 80.81% said they were very satisfied and 19.19% said they were satisfied with the training method. In addition, the response of participants to the resource persons/training instructors was 84.92 % who stated that they were very satisfied and 15.08 % of the participants stated that they were satisfied, so it can be concluded that the training used was very good. This activity is expected to increase knowledge, skills in making props by utilizing nature and the surrounding environment.