Razia Begum Suroyo
Institut Kesehatan Helvetia, Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI IBU DALAM PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT (AKBK) DI PUSKESMAS PB SELAYANG II KOTA MEDAN sonia novita sari; Razia Begum Suroyo; Nuriah Arma
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran,
Publisher : Politeknik Pratama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.956 KB) | DOI: 10.55606/termometer.v1i1.1081

Abstract

An effective contraception program is the Long Term Contraceptive Method with an under skin contraceptive device. This study aimed to determine the factors that affect mothers in using implant contraception at PB Selayang II Health Center, Medan City. This is a mixed method research with an explanatory approach. The quantitative design usesd cross sectional, the qualitative design used a narrative approach. The population was all mothers at Working Area of PB Selayang II Health Center amount 13,119 mothers, with a quantitative sample of 99 mothers, for a qualitative sample of 3 mothers, 1 midwife, 1 ustadz. Quantitative data analysis used univariate, bivariate and multivariate analysis. Qualitative analysis used familiarization analysis, identifying thematic framework, indexing, charting, imaging and interpretation. The results of this study indicate that there was an influence of the variables of health workers role, beliefs, socio-culture, infrastructure, side effects, economy, and mother's activities on the use of implant contraception at the Health Center. The most dominant factor was the mother’s activity. Qualitatively, the most influencing factor was the mother's activity. The conclusion shows that there is an influence of health workers role, beliefs, socio-culture, infrastructure, side effects, economy, and mother's activities on the use of implant contraception at PB Selayang II Health Center Medan City. It is suggested for mothers to take part in counseling activities carried out by health workers, and then health workers are expected to make home visits to provide explanations to mothers about the effectiveness of using implant contraception.
Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Luahagundre Maniamolo Kabupaten Nias Selatan Tahun 2022 Junima Laia; Razia Begum Suroyo; Ivansri Marsaulina Panjaitan
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1144.494 KB) | DOI: 10.55606/jikg.v1i1.850

Abstract

Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11 gr% pada trimester I dan III sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin < 10,5 gr%. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang memengaruhi terjadinya anemia pada ibu hamil. Metode: Jenis penelitian ini adalah mix methode dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini 35 orang, dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 35 orang. Analisis kuantitatif secara univariat, bivariat menggunakan chi-square dan multivariat menggunakan regresi logistic berganda pada taraf kepercayaan 95% (0,05). Analisis kualitatif dianalisis secara reduksi, tampilan data dan verifikasi. Hasil: Variabel yang memengaruhi terjadinya anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Luahagundre Maniamolo Tahun 2022 yaitu pengetahuan p=0,038, pendidikan p=0,012, status gizi p=0,003, kepatuhan p=0,003, usia kehamilan p=0,003, nutrisi p=0,001, perilaku p=0,001 dan lingkungan p= 0,022. Kesimpulan: Faktor terjadinya anemia pada ibu hamil di pengaruhi oleh pengetahuan, pendidikan, status gizi, kepatuhan, usia kehamilan, nutrisi, perilaku dan lingkungan. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan untuk memberikan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) yang baik tentang anemia kepada setiap ibu hamil dan lebih sering melakukan kegiatan home visit.