Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EFEKTIVITAS EXPRESSIVE WRITING THERAPY DALAM MENURUNKAN TINGKAT STRESS PADA REMAJA DENGAN ALBINO DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT Aulia Maharani, Shanaz Nadia; Noviekayati, IGAA; Meiyuntariningsih, Tatik
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 6 No 2 (2017): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v6i2.1299

Abstract

                                                                               Abstract                                The purpose of this study was to investigate the effectiveness of expressive writing therapy in reducing stress levels in adolescents with albinism, and to see the difference in the effects of expressive writing therapy to reduce stress in adolescence with albinism in terms of introverted personality types and. This study included experimental research with Quasi Experiment with one group pretest-posttest design. Subjects used in this study were 6 (six) adolescents with albinism, 3 (three) subjects with introverted personality type and 3 (three) subjects with extrovert personality type. The six subjects were selected for having a high stress score. The instrument used is a stress scale developed from the Lazarus theory with reliability of 0.948 and the scale of personality types developed from Eysenck theory with reliability and validity of 0.720. The results showed expressive writing therapy method is effective to reduce stress in adolescents with albinism. The results also showed no difference in stress reduction between subjects with introverted personality and subjects with extroverted personality.Keywords: Expressive Writing Therapy, Stress, Introvert, Extrovert 
Religiusitas, Pola Asuh Otoriter dan Perilaku Prososial Remaja di Pondok Pesantren Eka Putri, Ellyana Ilsan; Noviekayati, IGAA
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4 No 03 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v4i03.718

Abstract

The purpose of this research is testing the relation between religiousnessand authoritarian parenting with prosocial behavior of adolescents in Islamicbuilding school. The subjects of this research are 119 teenagers, 14-17 years. Thisresearch uses quantitative method. The data collection method uses the scale ofpsychology are arranged based on variable construct theory of religiousness,authoritarian parenting and prosocial behavior. The data analysis used isregression and partial analysis. Research result indicates there is a relation betweenreligiousness and the more authoritarian parenting with prosocial behavior (Freg=0,7758; p = 0,001 <0,01), while partially found that no relation betweenreligiousness to prosocial behavior (rpartialPENDAHULUANIndonesia beberapa tahun terakhir inidihadapkan pada kenyataan akan beragamkonflik. Beberapa contoh konflik yang tampakdan langsung dapat dirasakan adalah keacuhan,ketidakpedulian, dan permusuhan. Pelakubukan hanya masya-rakat awam, namun jugapelajar yang masih berusia remaja. Remaja233= 0,94; treg= 0,803 ; p = 0,425>0,05),and there is a negative relationship between the more authoritarian parenting withprosocial behavior (rpartial= -0,395; treg= -3,644; p = 0,001<0,01).Keywords : prosocial behavior, religiousness, authoritarian parenting, adolescent
Dukungan Sosial, Efikasi Diri dan Resiliensi Pada Karyawan yang Terkena Pemutusan Hubungan Kerja Aziz, Mochammad Rizki; Noviekayati, IGAA
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 5 No 01 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v5i01.742

Abstract

This study aimed to determine the relationship between social support and selfefiaksi to employees affected by layoffs. The hypothesis of this study is that there is arelationship between social support and self-efficacy of employees affected by layoffs.This study was conducted on employees affected by layoffs at Semple number 70 usingrandom sampling techniques. Data collected through scale social support, self-efficacyscale and scale resilience of employees affected by layoffs. Data were analyzed withregression analysis showed a significant correlation between social support and selfefficacywith the resilience of affected employees dismissal from work, there is arelationship hypothesis (F Reg = 126 126 p = 0.000). Furthermore, the hypothesis thatsocial support and resilience of employees affected by layoffs no relationship (Reg F =4.667 p = 0.495), whereas self-efficacy with the resilience of the employees affected bylayoffs no relationship (Reg F = 4.994 p = 0.517)Keywords : Resilience, Social Support, Self Efficacy
Konseling Kelompok untuk Menurunkan Depresi Pada Remaja Introvert Korban Kekerasan Seksual Saputri, Ratih Wahyu; Noviekayati, IGAA; Saragih, Sahat
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 7 No 1 (2018): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v7i1.1535

Abstract

Depression in adolescent victims of sexual violence needs to get proper attention and handling. This study aims to determine the effectiveness of group counseling in reducing depression in adolescent victims of sexual violence. The data collection tools used are depression scale and introvert personality type scale. The subjects of this study were 5 (five) introverted adolescents who had experienced sexual violence and had received psychosocial assistance from Yayasan Hotline Surabaya and Yayasan Embun Surabaya Foundation. The research design used is One Group Pretest-Posttest Design. The analytical method used was nonparametric wilxocon test and correlation test using spearman. The results showed effective group therapy in reducing depression in introverted adolescents with significance p = 0.043 (p <0.05). Keywords: Group Counseling, Depression, Sexual ViolenceAbstrakDepresi pada remaja introvert korban kekerasan seksual perlu mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling kelompok dalam menurunkan depresi pada remaja introvert korban kekerasan seksual. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala depresi dan skala tipe kepribadian introvert. Subjek penelitian ini berjumlah 5 (lima) orang remaja introvert yang telah mengalami kekerasan seksual dan telah mendapatkan pendampingan psikososial dari Yayasan Hotline Surabaya dan Yayasan Embun Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Metode analisis yang digunakan adalah uji data non-parametrik wilxocon. Hasil penelitian menunjukkan terapi kelompok efektif dalam menurunkan depresi pada remaja introvert dengan signifikansi p=0.043 (p<0.05). Kata kunci: Konseling Kelompok, Depresi, Kekerasan Seksual 
Efektivitas Personal Safety Skill terhadap Peningkatan Kemampuan Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak Ditinjau dari Jenis Kelamin Umar, Nurul Mahmudah; Noviekayati, IGAA; Saragih, Sahat
Indigenous Vol. 3 No. 1, Mei 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v3i1.5815

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas Personal Safety Skill terhadap peningkatan kemampuan mencegah kekerasan seksual pada anak ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini memiliki 3 variabel penelitian. Variabel Y kekerasan seksual  adalah tindakan yang mengarah ke ajakan seksual seperti menyentuh, meraba, mencium, menonton produk pornografi, gurauan-gurauan seksual.  Variabel X1 Personal Safety Skill  adalah keterampilan keselamatan pribadi yang perlu dikuasai oleh anak agar dapat menjaga keselamatan dirinya dan terhindar dari tindakan kekerasan seksual yang memiliki tiga komponen yaitu Recognize, Resist, Report. Variabel X2 jenis kelamin adalah sifat jasmani atau rohani yang membedakan dua makhluk sebagai wanita dan pria. Pelatihan ini diikuti oleh 9 siswa dan 9 siswi TK PGRI Samboja. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan menggunakan metode penelitian quasi eksperimen. Hipotesis pertama diuji dengan Teknik Kendall’s W Test Wa score = 0.347 dengan p=0.012 (p<,0,05) yang menunjukkan Personal Safety Skill efektif untuk meningkatkan kemampuan mencegah kekerasan seksual. Hipotesis kedua diuji Teknik Mann whitney U test  Z = -1.737 dengan nilai p = 0.082. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kekerasan seksual ditinjau dari jenis kelamin. Hipotesis ketiga diuji dengan Teknik Mann whitney U test  Z=-2.160 dengan nilai p =0.031a menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap Personal Safety Skill ditinjau dari jenis kelamin.Kata kunci : Jenis Kelamin, Kekerasan Seksual, Personal Safety Skill
Efektivitas Psikoedukasi Seks Pranikah untuk Menurunkan Perilaku Seks Bebas Pada Siswa SMP Ditinjau dari Tipe Kepribadian Indana, Finanin Nur; Noviekayati, IGAA; Saragih, Sahat
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1485.278 KB) | DOI: 10.18860/psi.v14i2.6505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas psikoedukasi seks pranikah dalam menurunkan perilaku seks bebas pada siswa SMP ditinjau dari tipe kepribadian (introvert maupun ekstrovert). Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan teknik one group pre-test post-test. Sampel penelitian ini adalah siswa SMP Darul Hikmah Mojosari, sebanyak 54 orang. Pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Analisis data menggunakan paired sample t-test. Hipotesis pertama berbunyi terdapat pengaruh psikoedukasi seks pranikah untuk menurunkan perilaku seks bebas pada siswa SMP Darul Hikmah, diterima. Hipotesis kedua berbunyi terdapat perbedaan signifikan penurunan seks bebas ditinjau dari tipe kepribadian setelah dilakukan psikoedukasi seks pranikah, diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian psikoedukasi seks pranikah dapat menurunkan perilaku seks bebas pada siswa SMP Darul Hikmah. Pemberian psikoedukasi seks pranikah lebih efektif digunakan untuk menurunkan perilaku seks bebas pada siswa SMP Darul Hikmah yang memiliki tipe kepribadian ekstrovet.
Keharmonisan keluarga, motivasi menjadi PSM dan perilaku prososial pada pekerja sosial Kota Surabaya Lestari, Maria Sekar; Suroso, Suroso; Noviekayati, IGAA
FENOMENA Vol 27 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.673 KB) | DOI: 10.30996/fn.v27i2.1978

Abstract

Kesejahteraan sosial merupakan suatu keadaan terpenuhinya kebutuhan hidup yang layak bagi masyarakat. Surabaya tidak terlepas dari permasalahan kesejahteraan sosial, dapat dikatakan Surabaya juga mengalami krisis pada aspek sosial. Melihat fenomena yang terjadi, timbul Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang tergerak melakukan perilaku prososial terhadap masyarakat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keharmonisan keluarga dan motivasi menjadi PSM dengan Perilaku Prososial pada PSM. Subjek penelitian adalah 35 orang PSM yang berada di Surabaya, dengan teknik purposive sampling. Analisa dilakukan dengan menggunakan Uji Nonparametrik Spearman menggunakan SPSS 21.0. Hasil yang didapat setelah dilakukan adalah Korelasi antara keharmonisan keluarga dengan perilaku prososial diperoleh hasil Rho = -0,253 dan p = 0,142 (p>0,05) hipotesis ditolak yang artinya tidak ada hubungan antara antara keharmonisan keluarga dan perilaku prososial, sedangkan Korelasi antara motivasi menjadi PSM dengan perilaku prososial diperoleh hasil Rho = -0,233 dan p = 0,178 (p>0,05) berarti tidak ada hubungan antara motivasi menjadi PSM dengan perilaku prososial pada Pekerja Sosial Masyarakat.Kata Kunci : keharmonisan keluarga, motivasi menjadi PSM, perilaku prososial pada PSM
The Effectiveness of Public Speaking Training with Cognitive Behavioral Therapy for Public Speaking Anxiety among both Gender Lestari, Anisa Indah; Noviekayati, IGAA; Saragih, Sahat
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v7i2.1050

Abstract

The purpose of this study was to examine the effectiveness of public speaking training with cognitive behavioral therapy towards public speaking anxiety. Another purpose was to examine the difference of this training effectiveness towards both genders, male and female. The training method is appropriate for applying cognitive behavioral approaches because this method aims to change cognition and to train certain behaviors for an individual to the adaptive and better behavior. The purposive sampling is used in this experimental research to obtain 20 samples including 10 males and 10 females sit in the third grade of a senior high class of TrubusIman Islamic Boarding School and have public speaking anxiety in the medium and high level.  The method used quantitative approach for analyzing data. It can be concluded that the training had been effectively minimizing public speaking anxiety but this research could not able show the difference of the training effectiveness among both genders.
EFEKTIVITAS PELATIHAN EMPATI TERHADAP PENURUNAN PERILAKU BULLYING DITINJAU DARI TINGKATAN KELAS psikologi, psikologi; Rachmawati, Artining Tyas; Noviekayati, IGAA; Saragih, Sahat
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol 14 No 2 (2019): psikosains
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.385 KB) | DOI: 10.30587/psikosains.v14i2.1274

Abstract

Abstrak Salah satu fenomena hambatan sosial pada anak-anak adalah kekerasan, dan kasus kekerasan yang marak terjadi yakni perilaku bullying. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pelatihan empati untuk meningkatkan empati siswa pelaku bullying, melihat hubungan antara peningkatan empati dengan penurunan perilaku bullying, Menguji perbedaan tingkat empati setelah pelatihan empati, dan melihat penurunan perilaku bullying pada siswa pelaku bullying. Metode penelitian ini adalah Quasi Eksperiment PrePost Test One Group Design. Subjek dalam penelitian quasi eksperimen ini berjumlah 8. Penelitian ini menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala empati yang dibuat berdasarkan aspek empati milik Davis, dan skala bullying yang dibuat berdasarkan unsur bullying menurut Olweus. Analisa data menggunakan Mann Whitney dan Spearman Brown. Berdasarkan hasil analisis Mann Whitney hasil uji efektivitas pelatihan empati terhadap peningkatan empati menunjukkan hasil nilai Z -2366 dan nilai p=0.018 (p<0.05) hasil tersebut menunjukan pelatihan empati efektif terhadap peningkatan empati. Uji Korelasi Peningkatan Empati dengan Penurunan Bullying Siswa Kelas IV dan V menunjukan nilai Correlation Coefficient -0.012 dan nilai p= 0,977 artinya p=0.000(p>0.05) hasil tersebut menunjukan tidak ada korelasi antara peningkatan empati dengan penurunan bullying. Hasil uji perbedaan empati siswa kelas IV dan V menunjukkan hasil nilai Z -.607, dan nilai p=0.544 (p>0.05) artinya tidak ada perbedaan empati yang signifikan. Hasil uji penurunan bullying siswa kelas IV dan V menunjukkan hasil nilai Z -2.084, dan nilai p=0.037 (p<0.05) di mana hasil tersebut menunjukan terjadi penurunan bullying yang signifikan. Kata kunci: Pelatihan Empati, Perilaku Bullying, Tingkatan Kelas Abstract One of social barrier phenomena happened to children is violence, and what mostly happened is bullying behavior. The research is aimed to examine the effectiveness of empathy training in improving the empathy feeling for the students as the bullies, to observe the correlation between the improvement of empathy feeling and the declining of bullying behavior, to examine the difference between the empathy level after the empathy training, and to observe the declining of bullying behavior toward the students as the bullies. The method of the research is Quasi Experiment Pre-Post Test One Group Design. The number of the subject in this quasi eperiment research is 8. This research were using purposive sampling technique. The measuring instrument used in the research is empathy scale which is made based on bullying component according to Olweus. The data in the research is analyzed by using Mann Whitney and Spearman Brown’s formula. Based on the result of Mann Whitney analysis, the result on effectiveness test of empathy training toward the improvement of empathy feeling show that the value are Z -2366 and p=0.018 (p<0.05). The result shows that empathy training is effective toward the improvement of empathy feeling. Correlation test on the improvement of empathy feeling and the declining of bullying behavior of students in 4th and 5th grade show that the value of Correlation Coefficient are -0.012 and p= 0,977 it means p=0.000(p>0.05). The result shows that there is no correlation between the improvement of empathy feeling and the declining of bullying behavior. The result of the difference on empathy feeling of students in 4th and 5th grade show the value as much as Z -.607, and the value of p=0.544 (p>0.05), there is no significant difference of empathy. The result of the declining of bullying behavior test of students in 4th and 5th grade show the value of Z -2.084, and the value p=0.037 (p<0.05). The result shows that there is significant declining of bullying behavior. Keywords: empathy training, bullying behaviour, class level
HUBUNGAN ANTARA RISK TAKING BEHAVIOR DAN HARGA DIRI DENGANPERILAKU NARSISTIK REMAJA PENGGUNAN INSTAGRAM DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN psikologi, psikologi; Permad, Dimas Agil; Noviekayati, IGAA; Meiyuntariningsi, Tatik
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol 14 No 2 (2019): psikosains
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.382 KB) | DOI: 10.30587/psikosains.v14i2.1273

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan risk taking behavior, harga diri dan tipe kepribadian dengan perilaku narsistik remaja. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 138 remaja yang berkisar 12-24 tahun dan merupakan pengguna aktif instagram dalam 1 tahun terakhir. Hasil uji analisis regresi didapatkan risk taking behavior dan harga diri memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku narsistik remaja dengan nilai p=0,000 dan sumbangan efektifitas sebesar 14,1%. Secara parsial risk taking behavior tidak memiliki hubungan dengan perilaku narsistik remaja, berbeda dengan harga diri yang memiliki hubungan signifikan dengan nilai p= 0,001 ke arah negatif. Tipe kepribadian ekstrovert memiliki perilaku yang cenderung narsistik dari pada individu dengan kepribadian introvert. Kata kunci : Narsistik, remaja, risk taking behavior, harga diri, tipe kepribadian. Abstract This study aims to determine the relationship between risk taking behavior and selfesteem with the narcissistic behavior of adolescent using Instagram in terms of personality type. The number of samples in this study amounted to 138 adolescents that ranged from 12-24 years and were active users of Instagram in the past 1 year. The results of the regression analysis showed that risk taking behavior and self-esteem had a significant relationship with the narcissistic behavior of adolescents with a value of p = 0,000 and an effectiveness contribution of 14.1%. Partially risk taking behavior does not have a relationship with the narcissistic behavior of adolescents, in contrast to selfesteem that has a significant relationship with a p value of 0.001 in the negative direction. Extroverted personality types have narcissistic tendencies than individuals with introverted personalities. Key words:Narcissistic, adolescent, risk taking behavior, self-esteem, personality type.