Sjahjenny Mustokoweni, Sjahjenny
Department of Anatomic Pathology, Faculty of Medicine/Universitas Airlangga, Soetomo General Hospital Surabaya.

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Ketebalan Serat Elastin Dinding Vagina pada Prolapsus Organ Pelvis Anterior Zaki, Achmad; Mardian K, Eighty; Mustokoweni, Sjahjenny
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol 24, No 1 (2016): Januari - April 2016
Publisher : Majalah Obstetri & Ginekologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.595 KB) | DOI: 10.20473/mog.v24i1.2763

Abstract

Tujuan: Mengukur ketebalan serat elastin pada dinding vagina penderita POP anterior dan menganalisis korelasi antara ketebalan serat elastin dengan derajat POP anterior.Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional secara cross sectional yang dilakukan pada 28 blok paraffin dinding vagina dari penderita POP anterior yang telah dilakukan operasi di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Dibagi menjadi 4 kelompok: derajat 0/I, II, III dan IV dengan masing-masing (n=7). Dilakukan pewarnaan imunohistokimia dengan antibodi elastin dilanjutkan pengukuran ketebalan serat elastin menggunakan mikroskop dengan perangkat lunak Leica Application Suite (LAS).Hasil: Didapatkan perbedaan bermakna rerata ketebalan serat elastin kelompok penderita POP anterior derajat 0/I, II, III dan IV yaitu masing-masing sebesar 0,81 + 0,14 µm; 1,63 + 0,19 µm; 2,47 + 0,26µm dan 3,19 + 0,36 µm (p<0,0001). Berdasarkan hasil uji statistik korelasi pearson didapatkan koefisien korelasi r = 0,965 (P<0,0001).Simpulan: Ketebalan serat elastin pada dinding vagina bertambah dengan meningkatnya derajat POP anterior. Peningkatan ketebalan serat elastin merupakan akibat proses remodeling matriks ekstraseluler pada dinding vagina penderita POP anterior.
CORRELATION BETWEEN BLOOD SERUM PSA LEVEL AND MMP-2 IN PROSTATE ADENOCARCINOMA Rahaju, Anny Setijo; Meidi, Aniek; Mastutik, Gondo; Mustokoweni, Sjahjenny; Mustika, Arifa
Indonesian Journal of Urology Vol 23 No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Urological Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32421/juri.v23i2.220

Abstract

Objective: This study aims to prove the correlation between Prostate Specific Antigen (PSA) blood level and Matrix Metalloproteinase-2 (MMP-2) expression in patients with prostate adenocarcinoma. Material & method: Prostate cancer patients’ data from January 2009 to May 2012 were collected at the Department of Pathology, Soetomo General Hospital Surabaya. Data collected included patient medical documents, PSA blood examination, and histopathological examination. Histopathology slides and paraffin blocks of needle biopsies, Transurethral Resection of Prostate (TURP) and radical prostatectomy of prostate cancer patients werere-read, then the samples that met the inclusion criteria were stained by immunohistochemistry using antibodies MMP-2. Results: Data collection was done to obtain data samples of prostate cancer patients in 2009 to 2012 comprising as many as 22 patients between the ages of 52-91 years. Prostate adenocarcinoma in age of 70-79 was found in 8 patients, with a mean age of 68 years. PSA values obtained from medical documents were between 8.6-594.41 ng/ml. Spearman's test performed in this study showed a positive correlation (one-tailed) (correlation coefficient (r) 0431, p < 0.05) between blood PSA level and MMP-2 expression in patients with prostate adenocarcinoma. Conclusion: Blood PSA level correlates positively with MMP-2 expression in prostate adenocarcinoma.
Perbedaan Ekspresi Foxp3+ dan Cd8+ Tumor Infiltrating Lymphocytes Karsinoma Payudara pada Berbagai Stadium T Mustokoweni, Sjahjenny; Rahniayu, Alphania; Indiralia, Anisia
Indonesian Journal of Cancer Vol 12, No 1 (2018): Jan - Mar
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1269.433 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v12i1.549

Abstract

Background: Breast carcinoma, the most common malignancy in women, are often accompanied by tumor infiltrating lymphocytes (TIL) which has controversial clinical relevance. TIL is thought to reflect the host’s immune response to malignant tumors. FOXP3, specific biomarker of Treg, is an important transcription factors that develops and functions in the maintenance of self tolerance, including inhibition of CD8+ cytotoxic T cell function. Aim: To analyze the differences and the correlation between FOXP3+ and CD8+ TIL in breast carcinoma with different T staging. Methods: An analytical observational research, performed on 44 paraffin block of breast carcinoma of various stages T (AJCC 7th ed) in anatomical pathology installation of RSUD Dr. Soetomo, used FOXP3+ and CD8+ antibodies. The immunoexpression are evaluated on stromal area, then analyzed statistically, period January 1, 2014 – December 31, 2016. Result: Showed significant differences in FOXP3+ expression between T1-T4, T2-T3, T2-T4, T3-T4. There were significant differences in CD8+ expression between T2-T3, T2-T4. There is a correlation between the expression of FOXP3+ and CD8+ in T1 and all T (p < 0.05). Conclusion: There was significant difference in FOXP3+ and CD8+ TIL of breast carcinoma with increasing T stage. There was correlation between FOXP3+ and CD8+ TIL expression of breast carcinoma at all T and T1 stage. ABSTRAKPendahuluan: Karsinoma payudara adalah keganasan terbanyak wanita dan sering didapatkan adanya tumor infiltrating lymphocytes (TIL) dengan relevansi klinis yang masih kontroversial. TIL sering dianggap mencerminkan respon imun inang terhadap tumor ganas. FOXP3, biomarker spesifik Treg, merupakan faktor transkripsi yang penting dalam perkembangan dan berfungsi dalam pemeliharaan self tolerance, termasuk penghambatan fungsi sel T sitotoksik CD8+. Metode: Penelitian observasional analitik terhadap 44 sampel blok parafin karsinoma payudara berbagai stadium T (AJCC edisi ketujuh) di instalasi Patologi Anatomi RSUD Dr. Soetomo Surabaya menggunakan antibodi FOXP3 dan CD8, dihitung pada area stroma tumor, kemudian dilakukan uji statistik periode 1 Januari 2014 – 31 Desember 2016. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna ekspresi FOXP3+ antara T1 dan T4, T2 dan T3, T2 dan T4, T3 dan T4. Terdapat perbedaan bermakna ekspresi CD8+ antara T2 dan T3, T2 dan T4. Terdapat korelasi antara tingginya ekspresi FOXP3+ dengan tinginya ekspresi CD8+ pada T1 dan semua T (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna ekspresi FOXP3+ dan CD8+ TIL karsinoma payudara dengan meningkatnya stadium T. Terdapat korelasi antara ekspresi FOXP3+ dan CD8+ TIL karsinoma payudara pada semua stadium T dan T1.
Korelasi Ekspresi ezrin dan CD44 dengan Respons Kemoterapi pada Pasien Osteosarkoma SULISTIO, CHRISTIAN BAMBANG; MUSTOKOWENI, SJAHJENNY; KURNIASARI, NILA
Indonesian Journal of Cancer Vol 11, No 3 (2017): July - September 2017
Publisher : Indonesian Journal of Cancer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.936 KB)

Abstract

Osteosarcoma is the most common malignant bone tumor in children and young adults. The process of metastasis and recurrence involves several proteins, including ezrin, and CD44 that are shown to be involved in tumor growth,metastasis and recurrence. To analyse the corelation of ezrin and CD44 expression with chemotherapy responsse in osteosarcoma patient. Cross sectional method on paraffin block of Osteosarcoma in Anatomic Pathology Laboratory of RSUD dr Soetomo, (January 1, 2010 - December 31, 2015). There were 17 out of 26 cases of amputated osteosarcoma which are met the inclusion criteria were performed immunohistochemical staining with ezrin and CD44 antibodies. The corellation of ezrin and CD44 expression with chemotherapy responsse was analyzed using Spearman’s rho test. The coeficient correlation in this experiment p<0.05, there was no corellation of ezrin expression with chemotherapy responsse of osteosarcoma. There was no correlation of CD44 expression with chemotherapy responsse in osteosarcoma. There was no correlation of ezrin and CD44 expression with chemotherapy responsse of osteosarcoma. There was no corellation of ezrin and CD44 expression with chemotherapy responsse of osteosarcoma.ABSTRAKOsteosarkoma merupakan tumor ganas tulang, sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Proses metastasis dan rekurensi melibatkan beberapa protein, di antaranya ezrin dan CD44 yang terbukti ikut serta dalam pertumbuhan tumor, metastasis, dan rekurensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara ekspresi ezrin dan CD44 dengan respons kemoterapi. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional blok parafin osteosarkoma di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Dr. Soetomo (1 Januari 2010–31 Desember 2015). Sebanyak 17 kasus sesuai kriteria inklusi dari 26 kasus osteosarkoma yang telah diamputasi dilakukan seleksi serta pemeriksaan imunohistokimia dengan antibodi ezrin danCD44. Hubungan ekspresi antara ezrin dan CD44 dengan respons kemoterapi dianalisis menggunakan uji Spearman’srho. Pada penelitian ini, nilai koefisien korelasi p<0,05 sehingga tidak terdapat hubungan antara ekspresi ezrin denganrespons kemoterapi pada osteosarkoma, di mana nilai p=0,868 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara ekspresi CD44 dengan respons kemoterapi pada osteosarkoma di mana nilai p = 0,740 (p> 0,05).Tidak terdapat korelasi antaraekspresi ezrin dengan CD44 dengan respons kemoterapi osteosarkoma, nilai p=0,113 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara ekspresi ezrin dan CD44 dengan respons kemoterapi pada pasien osteosarkoma.
EKSPRESI β4 INTEGRIN DAN COX-2 PADA OSTEOSARKOMA STADIUM ENNEKING IIB DAN IIIB Widyanti, Sri Rejeki; Mustokoweni, Sjahjenny; Heriyawati, Heriyawati
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.869 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.04.3

Abstract

Osteosarkoma adalah keganasan primer pada tulang yang paling sering ditemukan, memiliki distribusi usia bersifat bimodal dengan kecenderungan metastasis yang tinggi dan di RSUD Dr.Soetomo paling banyak ditemukan pada stadium Enneking IIB dan IIIB. Hal ini menunjukkan pentingnya faktor prognosis dalam meningkatkan angka ketahanan hidup penderita. β4 integrin dan COX-2 terkait dalam menilai prognosis suatu osteosarkoma. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ekspresi β4 integrin dan COX-2 sebagai marker prognostik pada  osteosarkoma stadium Enneking IIB dan IIIB. Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian dengan total sampling didapatkan 39 blok parafin penderita osteosarkoma stadium Enneking IIB dan IIIB di RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode 1 Januari 2013 hingga 31 Desember 2017. Ekspresi β4 integrin dan COX-2 dideteksi dengan pewarnaan  imununohistokimia menggunakan antibodi monoklonal β4 integrin dan COX-2, evaluasi ekspresi  berdasarkan nilai scoring semikuantitatif. Perbedaan ekspresi β4 integrin dan COX-2 dianalisis secara  statistik dengan Mann Whitney dan hubungannya dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak didapatkan perbedaan ekspresi β4 integrin dan COX-2 terhadap osteosarkoma stadium Enneking IIB dan IIIB (p > 0,05). Tidak didapatkan hubungan ekspresi β4 integrin dan COX-2 terhadap osteosarkoma stadium Enneking IIB dan IIIB (p > 0,05). Didapatkan hubungan bermakna antara ekspresi β4 integrin dan COX-2 (p = 0,008 dan r = 0,41). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak didapatkan perbedaan dan hubungan antara ekspresi β4 integrin serta COX-2 terhadap stadium Enneking IIB dan IIIB, sehingga  kedua protein tersebut tidak  dapat digunakan sebagai marker prognostik.