Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH PENGKONDISIAN BENDA UJI TERHADAP SIFAT VOLUMETRIK CAMPURAN BERASPAL PANAS LAPIS AUS Hamdani, Dani; -, Nono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.077 KB)

Abstract

ABSTRAKBenda uji campuran beraspal panas yang disiapkan di laboraturium memiliki sifat campuran yang berbeda dengan yang diproduksi di Unit Pencampur Aspal (UPA). Sesuai AASHTO R30-02 (2010) salah satu perbadaannya adalah lamanya waktu pengkondisian yang berakibat pada penuaan aspal atau proses oksidasi dari campuran beraspal panas yang disiapkan di laboraturium dan yang di produksi di AMP. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pengkondisian benda uji terhadap sifat volumetrik campuran beraspal panas lapis aus. campuran beraspal panas lapis aus dibuat dua tipe, yaitu yang dikondisikan dalam oven pemanas selama 2 jam+ 5 menit pada temperatur yang setara temperatur pemadatan + 3oC dan yang tidak dikondisikan/standar. Berdasarkan hasil kajian di laboratorium dapat diambil kesimpulan, yaitu campuran beraspal panas yang dikondisikan akan mengalami perubahan volumetrik dan penurunan nilai penetrasi aspal hasil reco verry dari pelarutnya setelah ekstraksi dari campuran beraspal panas di bandingkan dengan yang tidak dikondisikan, campuran beraspal panas Laston Lapis Aus dengan gradasi halus dan gradasi kasar yang dikondisikan memiliki kekuatan sangat baik, yaitu ditunjukan dengan nilai stabilitas yang lebih besar dari campuran beraspal panas yang tidak dikondisikan, untuk mengatasi penuaan dan penyerapan aspal yang lebih tinggi, campuran beraspal panas Laston Lapis Aus dengan gradasi halus dan gradasi kasar yang dikondisikan memerlukan kadar aspal optimum dan tebal film aspal yang lebih tinggi di bandingkan dengan yang tidak dikondisikan. Kata kunci : Sifat volumetrik, campuran beraspal panas, benda uji, Laston Lapis Aus, penuaan
SISTEM INFORMASI PEMERIKSAAN JALUR KERETA API MENGGUNAKAN DRONE DAN TEKNIK IMAGE PROCESSING Mardiana, Siti; Hamdani, Dani; Chaniago, M Benny; Wahyu, Ari Purno; Heryono, Heri; Suhendri, Suhendri
JOINT (Journal of Information Technology) Vol 2 No 1 (2020): JOINT: Journal of Information Technology
Publisher : Bagian Penelitian, Pengabdian Masyarakat & Pusat Inovasi STMIK "AMIKBANDUNG"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.482 KB) | DOI: 10.47292/joint.v2i1.002

Abstract

Kereta merupakan moda transportasi utama yang sering kita gunakan, kereta sendiri bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk pegiriman barang dan memobilisasi penumpang, transportasi ini sangat unik yang dan memiliki jalur tersendiri berupa rangakaian besi baja melintang hingga beratus kilometer, struktur bantalan kereta api saat ini ada yang menggunakan beton dan kayu, jalur kereta tersebut sangat vital dan merupakan sarana pendukung penting. Proses monitoring jalur kereta api sendiri sangat ini komplek dan rumit diperlukan waktu yang lama, cara sebelumnya bersifat sederhana dan konvesional dengan menyusuri jalur kereta secara manual atau menggunakan alat pengukur geometri yang dipasang direl atau dikenal juga dengan nama railpod, railpod akan menyusuri rel dan akan memberikan report jika terdapat jalur kereta apa yang rusak, patah atau bergeser, pada penelitian ini akan dibuat sistem monitoring berbasis image dengan memanfaatkan drone sebagai alat pemantau jalur rel, cara lain adalah dengan pengambilan gambar bisa menggunakan data satelit yang akan memberikan informasi yang jelas tentang kondisi jalan sebelum dilalui oleh kereta api, sistem pengolahan data jalur kereta api dengan menggunkan image processing bisa menampailkan respon visual hingga ukuran cm, respon tersebut muncul jika ada pergeseran jalur maka sistem langsung memberikan data berupa lokasi dan pergeseran jalur pada komputer utama, sistem ini lebih cepat dalam mengecek dan menganalisa data jalur kereta dengan akurasi dan presisi yang tinggi hingga 90%, selain citra dari satelit pengambilan gambar bisa menggunakan drone, drone sendiri sangat mudah dalam perawatan dan penggunaan serta mampu memangkas biaya produksi bahkan kecelakaan kerja petugas dilapangan sendiri bisa di hindari karena drone mampu menjangkau jalur dan rel kereta api yang sulit misalkan melewati terowongan atau derah rel dijalur perbukitan dan padat penduduk.
TEKNOLOGI TAMBALAN CEPAT MANTAP SEBAGAI SOLUSI CEPAT PENANGANAN KERUSAKAN JALAN BERLUBANG ., Nono; Hamdani, Dani
Jurnal HPJI Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v3i1.2441.%p

Abstract

Abstract Road pothole handling should be done as soon as possible and using the appropriate patching material. In this article the handling of road potholes using quick patch products, as innovation results of the Institute of Road Engineering, is introduced. These products have some advantages, including that it can be laid on the ambient temperature, it can be produced in the form of packaging, and it has a high enough strength. The laboratory test result shows that it has the Marshall Stability value greater than 500 kg. The field trials also show good performance, with no aggregate segregation nor cracked and have a relatively small rut depth, with an average value of 6 mm. Keywords: potholes, road damage, patching material  Abstrak Penanganan jalan berlubang harus dilakukan sesegera mungkin dan menggunakan material penambalan yang sesuai. Pada tulisan ini diperkenalkan penanganan kerusakan jalan berlubang dengan memanfaatkan produk-produk Tambalan Cepat Mantap hasil inovasi Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan. Produk-produk ini memiliki keunggulan, yaitu dapat dihampar pada temperatur udara sekitar (ambient temperature), dapat diproduksi dalam bentuk kemasan, serta memiliki kekuatan yang cukup tinggi. Dari hasil pengujian di laboratorium diperoleh nilai Stabilitas Marshall TCM lebih besar dari 500 kg. Hasil uji coba di lapangan juga menunjukkan kinerja yang baik, dengan tidak terjadi pelepasan butir atau retak serta memiliki kedalaman alur yang relatif kecil, dengan nilai rata-rata 6 mm. Kata-kata kunci: jalan berlubang, kerusakan jalan, material penambalan
PENGARUH PENGKONDISIAN CAMPURAN BERASPAL PANAS TERHADAP KETAHANAN ALUR DAN FATIK Hamdani, Dani; -, Nono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 34 No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.526 KB)

Abstract

Benda uji campuran beraspal panas yang disiapkan di laboratorium memiliki kinerja campuran yang berbeda dengan yang diproduksi di unit produksi campuran beraspal. Salah satu perbedaannya adalah lamanya antara rentang waktu pencampuran dan pemadatan campuran beraspal. Hal demikian sangat berpengaruh terhadap tingkat penuaan aspal atau proses oksidasi dari campuran beraspal panas yang disiapkan di laboratorium dan yang diproduksi di unit produksi campuran beraspal. AASHTO R30-02 merekomendasikan untuk pengujian di laboratorium pembuatan benda ujinya  dilakukan pengkondisian. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pengkondisian campuran beraspal panas terhadap ketahanan terhadap alur dan fatik. Campuran beraspal panas lapis aus dibuat 2 tipe, yaitu yang dikondisikan di dalam oven pemanas selama 4 jam ± 5 menit pada temperatur yang setara temperatur 135 ± 3 oC dan yang tidak dikondisikan/standar. Berdasarkan hasil kajian di laboratorium dapat diambil kesimpulan, yaitu penurunan nilai penetrasi berturut turut sebesar 22 % dan  17 % pada campuran AC-WC Pen-60 dan ACWC-Polimer yang dikondisikan lebih besar daripada nilai penurunan penetrasi pada Aspal Pen-60 dan aspal Polimer berturut turut sebesar 19 % dan 11 % akibat simulasi penuaan aspal dengan pengujian RTFOT. Campuran beraspal panas AC-WC Pen-60 dan ACWC-Polimer yang mengalami pengkondisian di laboratorium akan mengalami penuaan dan meningkatkan kekakuan campuran beraspal sehingga mempengaruhi ketahanan terhadap alur dan fatik campuran tersebut dengan nilai 5596 MPa dan 3848 MPa dibandingkan dengan kekakuan campuran beraspal panas AC-WC Pen-60 dan ACWC-Polimer standar sebesar 4465 MPA dan 2899 MPa
TEKNIK PENCAMPURAN YANG OPTIMAL ANTARA CRUMB RUBBER DAN ASPAL PEN 60/70 (OPTIMAL MIXING TECHNIQUE OF CRUMB RUBBER AND 60/70 PEN ASPHALT) Mulyani, Sri; Hamdani, Dani
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 34 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.31 KB)

Abstract

ABSTRAKBan bekas dikategorikan sebagai limbah industri yang bila dibiarkan begitu saja tentu akan mencemari lingkungan. Seiring pertumbuhan ekonomi negara kita, jumlah ban bekas akan semakin meningkat. Oleh sebab itu pengolahan ban bekas menjadi isu penting guna penyelamatan bumi. Salah satu pemanfaatan ban bekas dalam bentuk Crumb Rubber dalam bidang perkerasan dengan menggunakan sebagai bahan tambah pengikat campuran beraspal. Makalah ini bertujuan mengkaji teknik pencampuran crumb rubber ke dalam aspal agar didapatkan bahan pengikat aspal dengan karakteristik yang diinginkan di laboratorium. Crumb Rubber yang digunakan sebagai bahan tambah merupakan hasil dari pengolahan ban bekas dengan metode ambient procsess. Hasil kajian di laboratorium menunjukkan bahwa, komposisi contoh uji yang terbaik adalah yang memiliki kadar karbon tinggi (60,14 %), kadar debu kecil (7,57 %), plasticizer content (4,95 %), dan acetone extract (7,84 %). Kondisi optimum pencampuran aspal dengan Crumb Rubber untuk skala laboratorium adalah dengan kecepatan pengadukan 6.000 rpm, didapatkan pada temperatur 140 oC dan lama pengadukan selama 60 menit.Kata kunci: teknik pencampuran, crumb rubber, aspal karet, aspal modifikasi, karakteristik bahan pengikat aspalABSTRACTScrap tires are categorized as industrial waste which if left unused will certainly pollute the environment. As our country's economic growth, the number of scrap tires will increase. Therefore, the processing of scrap tires become an important issue in order to save the earth. One use of scrap tires in the form of crumb rubber in pavement is as an additive in asphalt mixture. This research aims to examines the technique of blending crumb rubber into asphalt in order to obtain asphalt binder with desirable characteristics in the laboratory. Crumb Rubber used as an additive material is the result of scrap tire processing with ambient procsess method. The results of the laboratory study showed that the best sample composition was high carbon content (60.14 %), small dust content (7.57 %), plasticizer content (4.95 %), and acetone extract (7.84 % ). The optimum condition for laboratory scale of asphalt mixing with Crumb Rubber has been obtained on 6,000 rpm stirring speed, at temperature of 140 oC and 60 minutes stirring time.Keywords: mixing technique, crumb rubber, asphalt rubber, modified asphalt, asphalt binder properties.
PENGARUH PENGKONDISIAN TERHADAP KINERJA CAMPURAN BERASPAL PANAS DAUR ULANG DENGAN KADAR RAP TINGGI Hamdani, Dani; -, Nono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 37 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The hot mix asphalt recycling design and construction will be successful if it is proven by the good performance of the asphalt mixture in the laboratory and in the field. The performance hot mix asphalt recycling (ACWCRAP) tested was Marshall properties, deformation resistance, and fatigue resistance. The test objects used are those that have been conditioned in a heating oven and standar speciment according to the AASHTO R30-02 procedure. The purpose of this study was to examine the effect of conditioning on the performance of the hot mix asphalt recycling with high RAP. High RAP is the use of RAP material in a hot mix asphalt recycling with 3 variations of the used RAP material (60%, 80% and 100%). The conclusion of this experiment is that all the properties of the asphalt mixture meet the requirements. The ACWCPolymer stability value is equivalent to ACWC with 100% RAP, but for the stability value with the conditioned specimen (STOA), the ACWC with 100% RAP stability is higher. The stability of ACWC with 60% RAP and 80% RAP is lower than the stability of ACWCPolymer. Stability the ACWCPolymer with STOA test specimen is equivalent to ACWC with 80% RAP, while for ACWC with 60% RAP it is still lower than the stability of ACWCPolymer. All dynamic stability hot mix asphalt recycling has meet requirements. With the use of higher RAP, ACWCRAP is more resistant to deformation, both for fresh and STOA specimens. ACWC with 100% RAP is higher than ACWCPolymer deformation resistance, but for STOA specimens, the deformation resistance of ACWCPolymer is higher than other asphalt blends. Based on these facts, the deformation resistance performance of ACWCPolymer is better than ACWCRAP. With the tensile strain reference of the asphalt mixture permit of 100 µɛ, the ACWCRAP mixture, both fresh and STOA specimens, is more fatigue resistant than ACWCPolymer. Comparing between the three ACWCRAP that used 100% RAP was the most fatigue resistant.
PENGABDIAN MASYARAKAT PENERAPAN SARINGAN AIR BAGI MASYARAKAT DI DESA BOJONGMALAKA KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG Hamdani, Dani; Lestari, Sri; Martoni
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jitter.vol8.iss2.2022.795

Abstract

In the Bojongmalaka area, the people have difficulty with clean water. The water condition there is murky and yellow so it is not suitable for use. On the basis of that problem, the executor of community service grant from Widyatama University collaborated between Mechanical Engineering study program and Information Systems Study program to try to serve the community to solve this clean water problem and the result is a water filter applied to Bojongmalaka village community with the hope of helping solve the problem of clean water in the village of Bojongmalaka. This activity involves lecturers and students at Widyatama University. Stages of Implementation of Devotion is done with Problem Identification, Tool Making, Socialization, Implementation, Assistance and Evaluation, Evaluation of program implementation, Program Sustainability. Based on the questionnaire distributed to the community, 51 % of the community used digging wells, 63 % treated the water so that it was safe to drink, and 88.9 % of the water was clear, odorless. Bojongmalaka village head Dedi Dermawan and residents are very enthusiastic about this activity can help the problems faced by residents. The head of Bojongmalaka village thanked Widyatama University and the Director-General of Dikti Ristek for their funding in 2021. Dedi hoped that similar activities could be continued for other problems in Bojongmalaka village..